C20 Summit Kedepankan Pelayanan Kesehatan Untuk Kelompok Rentan

Sleman – Rombongan Civil 20 melakukan summit people Caravan roadshow di Pendhapa Parasamya, Sekretariat Daerah Sleman pada Jumat (30/9/2022). Roadshow tersebut mengangkat tema Pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, termasuk akses vaksin bagi transgender dan disabilitas.

Acara tersebut turut diisi dengan sesi bincang dan diskusi oleh Jenny Mikha dari Yayasan Kebaya Yogyakarta, Ngumar selaku Tokoh Agama TPKJM Godean, Sri Hascaryo dari Kelompok Swabantu Ngudi Laras, Dinar Rizky dari Yakuum Emergency Unit, dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama. Dalam kesempatan ini, masing-masing narasumber memaparkan inovasi dan bentuk kerja kolaboratif yang telah dilaksanakan guna mempermudah pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan.

Agung prakoso selaku Koordinator Working Group Vaccine Access and Global Health Civil 20 menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka C20 summit yang akan dilaksanakan di Bali pada tanggal 5 – 7 Oktober 2022 mendatang. Namun sebelum puncak acara, rombongan akan singgah ke beberapa daerah yang dianggap menjadi contoh baik dalam menjalin kerja sama antara organisasi dan masyarakat. Roadshow Civil 20 sendiri diawali dengan online roadshow di tanggal 12 september – 22 september 2022 dan dilanjutkan dengan local and caravan roadshow di tanggal  26 September – 3 Oktober 2022.

“Dalam Caravan Roadshow ini, bisa menunjukkan kerja kerja dan praktek baik yang sudah dilakukan melalui kerja kolaboratif dari berbagai stakeholder di lapisan masyarakat sipil, maupun pemerintahan terkait akses vaksin, dan berbagai hal di layanan kesehatan yang sudah dilakukan khususnya di Sleman dan Yogyakarta,” ujar Agung.

Dalam sambutannya, Katarina Sari selaku Direktur Pusat Yakum menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan warga jogja dimana pada kesempatan ini berbagai pihak bisa memaparkan hasil dan inovasi yg sudah dilakukan melalui kerja kolaboratif yang sudah terlaksana.

“Dengan adanya kolaborasi kita bisa menyelenggarakan layanan kesehatan yang utuh dan menyeluruh kepada seluruh masyarakat secara khususnya kelompok marginal yang dalam hal ini kepada teman teman disabilitas termasuk didalamnya orang dengan disabilitas psikososial, lansia, transgender, dan kelompok marginal lainnya,” ungkap Katarina.

Selain Katarina, Mafilindati Nuraini selaku Staff Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat turut mewakili Bupati Sleman dalam memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Mafilindati berharap delegasi Civil 20 bisa mendapat gambaran langsung dari para pelaksana program dan pemberi layanan sehingga para delegasi dapat mengetahui kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah dan swadaya masyarakat dalam memberikan layanan yang inklusif bagi masyarakat. (Rep Adis)




Sistem Jaga Warga, Tumbuhkan Nilai Luhur dan Sistem Sosial Masyarakat

Sleman – Guna membantu pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menumbuhkan kembali nilai luhur kearifan budaya dan sistem sosial yang hidup di dalam masyarakat, maka warga Kalurahan Banyuraden membentuk komunitas Jaga Warga yang dikukuhkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Aula Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (29/9/2022).

Pengukuhan Jaga Warga Kalurahan Banyuraden dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Aji Wulantara, Panewu Gamping, Sarjono, Komandan Rayon Militer 17 Gamping, Mayor Jalu Susilarja, Kanit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, AKP Ponidi, serta Lurah Banyuraden, Sudarisman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menegaskan bahwa Kelompok Jaga Warga berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 28 Tahun 2021 Tentang Jaga Warga merupakan mitra Dukuh, Ketua RW, Ketua Pengurus Kampung dalam menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, serta memberikan saran dan pertimbangannya mengenai urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

“Keamanan dan ketentraman masyarakat bukan semata-mata tanggungjawab dari pemerintah saja. Namun, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Sehingga keberadaan Jaga Warga Banyuraden akan membantu pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya,” tegas Kustini.

Adapun Jaga Warga yang telah dikukuhkan dapat berfungsi sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di masyarakat, sebagai perwakilan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada Dukuh, Ketua RW, maupun Ketua Pengurus Kampung, serta dapat berperan sebagai motivator dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Bupati Sleman juga berharap agar anggota Jaga Warga Kalurahan Banyuraden dapat menjalankan Amanah dengan baik untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di wilayahnya, sekaligus bersinergi dengan pranata sosial lainnya guna mengoptimalkan potensi warga dengan cara mendorong masyarakat untuk menumbuhkan kembali nilai luhur budaya di masyarakat, misalnya sistem keamanan lingkungan dan gotong-royong.

“Adanya Jaga Warga ini bisa menjadi garda terdepan penciptaan situasi kondusif dan kepedulian bersama dalam masyarakat. Mari kita tumbuhkan semangat kebersamaan dan kegotong-royongan antar warga demi keamanan, kenyamanan, dan ketertiban,” pungkas Kustini. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)