Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Trihanggo Selenggarakan Vaksinasi Booster

Sebagai langkah perlindungan utama dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di tengah masyarakat maka Pemerintah Kalurahan Trihanggo bersinergi dengan Puskesmas Gamping II menyelenggarakan kegiatan vaksinasi booster yang digelar di Aula Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (2/9/2022).
Kegiatan yang dipantau langsung oleh Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, dihadiri oleh Carik Trihanggo, Ridhan Wahyuti bersama Kepala Padukuhan Baturan, Bedog, Biru, Jambon, Kronggahan I, Kronggahan II, Mayangan, Ngawen, Nusupan, Panggungan, Salakan, dan Trini.
Menurut keterangan Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, walaupun sasaran utama kegiatan adalah masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi booster Covid-19 namun pihaknya juga menerima peserta yang belum mendapatkan vaksinasi dosis 1 dan dosis 2. Adapun jenis vaksin yang tersedia yakni Pfizer yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Jerman bersama perusahaan farmasi Amerika Serikat yang berfungsi untuk memicu respon imunitas dan selanjutnya menghasilkan antibodi guna melindungi tubuh dari infeksi virus corona.
“Jumlah pendaftar vaksinasi kali ini sebanyak 176 orang dengan rincian dosis 1 ada 2 orang, dosis 2 ada 8 orang, dan dosis 3 ada 166 orang. Setelah melalui tahap skrining yang menggunakan format standar oleh vaksinator maka terdapat 5 orang pendaftar yang harus mengalami penundaan vaksinasi dosis 3 atau booster,” terang Daroji.
Adapun jumlah tenaga Kesehatan dari Puskesmas Gamping II yang diterjunkan untuk melayani peserta vaksinasi sejumlah 20 orang termasuk 2 orang dokter di bagian skrining. Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait boleh atau tidaknya seseorang menerima vaksin demi menghindari kejadian ikutan pasca vaksinasi.
“Saat menerima vaksin, masyarakat harus mengikuti protokol Kesehatan, beritikat baik dengan berterus terang menceritakan tentang kondisi diri sendiri, serta menyimpan bukti vaksinasi,” imbuh Daroji.
Usai menerima vaksinasi, masyarakat harus mengikuti prosedur pemantauan selama kurang lebih 15 menit di lokasi observasi guna memastikan tidak adanya reaksi atau kejadian ikutan paska imunisasi yang bersifat segera.
Sementara itu, Panewu Anom Kapanewon Gamping, Dewanto Tri Nugroho yang akrab disapa Dewo dalam memantau kegiatan vaksinasi masal tersebut menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan seperti program dari pemerintah Kabupaten Sleman ‘Cita Mas Jajar’ supaya masyarakat tetap nyaman dalam beraktivitas sehari-hari dan tidak terpapar virus.
“Mari kita sama-sama menjaga wilayah kapanewon gamping dari penyebaran virus corona agar roda perekonomian melaju dengan cepat demi terwujudnya pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Dewo. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



