Pentingnya Pendidikan Kesetaraan Gender untuk Anak Usia Dini

Sleman – Sebanyak 51 orang Perwakilan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti Workshop Satuan Pendidikan Berwawasan Gender di Front One Resort, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, yang diselenggarakan selama 2 hari yaitu pada Senin (26/9/2022) dan Selasa (27/9/2022).

Kegiatan workshop  yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Sleman Sri Sumiyatun didampingi Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Dinas Pendidikan (Disdik) ini menghadirkan narasumber dari Akademisi, praktisi PAUD lembaga mitra Disdik Forum PAUD Kabupaten Sleman dan pengawas SMP di Sleman.

“Kegiatan ini diselenggarakan agar lembaga PAUD mengetahui dan paham akan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan membentuk iklim yang pas di lembaganya masing-masing,” kata Sri Sumiyatun.

Sri Sumiyatun menyampaikan bahwa pembelajaran di masa pondasi yaitu masa PAUD sudah harus dikenalkan dengan kesetaraan gender. “Pengenalan sejak dini ini bisa melalui ragam kegiatan yang disiapkan oleh pendidik atau guru,” ungkap Sri Sumiyatun.

Lebih lanjut, Sri Sumiyatun mengatakan dari sisi lembaga pun juga perlu  mempersiapkan sarana dan prasarana berwawasan gender. Misalnya lembaga PAUD tetap menyediakan toilet terpisah antara toilet perempuan dan laki-laki. Dalam hal penyediaan peralatan bermainpun juga perlu diperhatikan.

“Hal semacam ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh lembaga, hanya saja tidak menyadari bahwa apa yang telah dilakukan itu merupakan upaya dalam kesetaraan gender,” ujarnya.

Hasil workshop yang diselenggarakan selama 2 hari ini berupa contoh-contoh program pembelajaran bagi lembaga dengan rancangan berwawasan gender. (Resmi Widayati/KIM Depok)




PMI Sleman Sosialisasikan Nilai dan Karakter Kepalangmerahan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Tentang Nilai-Nilai dan Karakter Kepalangmerahan kepada siswa Sekolah Dasar pada Selasa (27/9/2022). Sasaranpada sosialisasi kali ini adalah SD Negeri Pakem, Tamanmartani, Kalasan, SD Negeri Sleman 4 Triharjo, Sleman dan SD Negeri Brongkol, Sidomulyo, Godean.

Ketua PMI kabupaten Sleman Sunartono menuturkan, kegiatan sosialisasi nilai-nilai dan karakter kepalangmeran ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak peserta didik tumbuh dan berkembang bersama teman-temanya dilandasi jiwa sosial kemanusiaan.

“Mereka diasah empatinya terhapat kesulitan teman sebaya, pada saatnya peserta didik tingkat sekolah dasar diperkenalkan juga dengan organisasi Palang Merah Remaja, dalam hal ini untuk tingkat mula,” ujar Sunartono.

Kegiatan sosialisasi yang juga merupakan rangkaian HUT Ke 77 PMI itu merupakan bentuk gotong royong antara sekolah dan PMI, karena peran PMI termasuk turut membantu pembinaan karakter dengan model dan materi sesuai dengan usia anak.(Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pentingnya Data yang Valid untuk Menunjang Kinerja PSM

Sleman – Untuk meningkatkan kemampuan dan peran pekerja sosial dalam kiprahnya di masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Pembina Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menggelar Pembinaan PSM se-Kapanewon Godean di Aula Kapanewon Godean, Selasa (27/9/2022). PSM sendiri adalah warga masyarakat yang secara sukarela mengabdi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Dalam Permensos 10 Tahun 2019 disebutkan bahwa PSM yang merupakan relawan sosial sebagai salah satu sumber daya manusia penyelenggara kesejahteraan sosial mempunyai kesempatan untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

”Salah satu tugas dari PMS yang ada di setiap desa adalah untuk membantu  pendataan dan pemutakhiran data PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) dan dalam tugasnya dengan fasilitasi dari Pemerintah Desa,” terang Wahyudin Hadi, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Kelembagaan Sosial Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman

Sementara Panewu Godean Ihsan Waluyo menyampaikan bahwa tugas PSM membutuhkan data yang valid.

“Data yang valid menjadi hal yang penting, karena dari data ini menjadi dasar dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang menerima dan ini bisa menjadi hal yang sensitif di tengah masyarakat jika ternyata data tidak bisa mencerminkan siapa yang layak untuk mendapatkan dan bantuan bisa transparan dan diterima yang berhak menerima ,” ujarnya.

Salah satu kebutuhan data yang valid adalah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat, terutama yang miskin dan rentan. Waluyo, Pembina PSM Godean mengatakan bahwa Sleman sendiri saat ini telah terdepan dalam penyaluran bantuan sosial.

“Hal ini bisa dilihat begitu ada data masuk kemudian diverifikasi dan layak mendapatkan maka langsung direalisasikan tanpa antri,” ujar Waluyo.

Harjito, salah satu penggiat PSM menambahkan bahwa salah satu yang bisa dilakukan untuk memastikan data terus diperbaharui adalah dengan bantuan TPS Kalurahan, di mana TPS tersebut harus senantiasa melakukan update data melalui rembug  bersama dengan RT, RW, Dukuh dan musyawarah dusun untuk mendapatakan data yang valid. (Arief Hartanto)




Dinas Pariwisata Sleman Gelar Pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran bagi Pengelola Destinasi dan Desa Wisata di Sleman

Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran bagi 40 orang pengelola destinasi dan desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman selama tiga hari berturut-turut mulai Senin (26/9/2022) hingga Rabu (28/9/2022) di Hotel Innside Yogyakarta. Selain pelatihan di dalam kelas juga dijadwalkan outing class ke Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu Jawa Tengah pada Kamis 29 September 2022.

Ishadi Zayid, Kepala Dinas Pariwisata Sleman menuturkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan sikap kerja SDM pengelola destinasi wisata dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisatanya masing-masing.

“Dengan pelatihan ini diharapkan pengelola destinasi/desa wisata dapat memberikan layanan prima kepada wisatawan,” ujar Ishadi.

Lebih lanjut Ishadi menambahkan bahwa pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran terdiri dari beberapa materi keterampilan diantaranya branding, pemasaran, dan penjualan destinasi wisata baik secara konvensional maupun secara digital. Pelatihan ini menggunakan pembiayaan dari anggaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman tahun anggaran 2022.

“Rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya pengelola destinasi wisata dalam pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Sleman,” imbuhnya.

Hari pertama pelatihan peserta mendapatkan materi “Pengetahuan Trend, Analisis Potensi Permasalahan, Tantangan Daya Tarik Destinasi Wisata di Kabupaten Sleman” oleh Ike Janita Dewi, S.E., MBA, Ph.D,  dan “Strategi Pemasaran Destinasi Wisata” oleh Dr. Ayu Helena Cornelia.

Materi pada hari kedua “Sosialisasi dan Praktek Aplikasi Visiting Jogja” oleh LS Don Charles dari Dinas Pariwisata DIY berkolaborasi dengan Muhammad Nurdin dari PT Integra, “Teknik Penulisan Konten Website dan Media Sosial” oleh Agung Purwandono, dan “Teknik Dasar Foto dan Video” oleh Nanang Febriyanto dari SKH Radar Jogja.

Pada hari ketiga dengan materi “Pemasaran Digital” oleh Artin Wuriyani, ., “Pemasaran dalam Pembangunan Kepariwisataan” oleh Edwin Hendra Kusuma dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), dan  “Strategi Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing“ oleh Jajang Sukendar.

Melengkapi materi-materi secara klasikan pada hari Kamis 29 September 2022, seluruh peserta diajak untuk melakukan visitasi ke Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Harapannya dengan melihat dan mengamati secara langsung pengelolaan terkait Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran di Rumah Atsiri Indonesia para peserta dapat dapat mengimplementasikan dan memodifikasi sesuai dengan kondisi dan “local wisdom” yang ada di destinasi wisata masing-masing.




300 Lansia Siswa Sekolah BKL se-DIY Diwisuda

Sleman – Sebanyak 300 lansia siswa Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) se-DIY jalani prosesi wisuda di Hotel Abadi Yogyakarta, pada Selasa (27/9/2022). Acara yang diselenggarakan oleh BKKBN DIY tersebut diikuti oleh siswa-siswi tahun ajaran 2022 yang berasal dari 6 BKL di DIY. Tiga BKL wisuda Standar 3 (S3) yaitu BKL Husnul Khatimah Kabupaten Bantul, BKL Manunggal Asih Kabupaten Gunung Kidul, dan BKL Melati, Dayakan Kulon Progo. Adapun tiga lainnya yaitu BKL Mekar Indah Kulon Progo, BKL Delima 123 Kota Yogyakarta, dan BKL Mugi Waras Sumbersari, Moyudan, Sleman wisuda Standar 1 (S1).

Ketua penyelenggara yang juga Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN DIY, Witriastuti Suseni Anggraeni mengatakan bahwa tujuan diadakannya sekolah lansia adalah untuk mewujudkan lansia tangguh yang aktif, sehat, mandiri, dan tetap produktif dengan penerapan 7 dimensi lansia tangguh.

“Dalam melaksanakan kegiatan sekolah lansia ini, BKKBN DIY menggandeng mitra kerja yaitu IRL (Indonesia Ramah Lansia) yang selalu mendampingi para lansia membantu meningkatkan pengetahuannya,” paparnya.

Direktur IRL Dwi Endah menuturkan bahwa setelah mengikuti sekolah lansia, 96 persen siswa memiliki pengetahuan yang baik dan 98 persen berperilaku lansia tangguh, sesuai dengan penerapan 7 dimensi lansia tangguh yang juga termasuk materi yang diajarkan.

Ia menambahkan bahwa dampak adanya sekolah lansia adalah 100% para siswa lansia tersebut meningkat kebahagiaannya. “Sebanyak 92% merasa  bahagia, dan 68% sangat bahagia,” katanya.

Kepala DP3AP2 (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk) DIY, Erlina Hidayati mengatakan bahwa untuk mewujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, LSM, akademisi, dinas terkait, keluarga, dan lansia itu sendiri.

Sementara itu, Deputi Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Nopian Andusta mengucapkan selamat kepada wisudawan-wisudawati SL BKL DIY. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkomitmen melaksanakan progra-program untuk mensejahterakan lansia. “Sesuai yang telah diamanatkan Presiden RI dan telah tertuang dalan undang-undang,” ujar Nopian. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).