Dukcapil Sleman Jemput Bola Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman menggelar Layanan Jemput Bola Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 tentang Standar dan Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak, dan Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik Serta Penyelenggaraan Identitas Kependudukan Digital.

Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan bahwa identitas kependudukan digital adalah informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan dokumen kependudukan dan data balikan dalam aplikasi digital melalui gawai yang menampilkan daya pribadi sebagai identitas yang bersangkutan.

Kepala Disdukcapil Sleman, Susmiarto menyatakan bahwa pelayanan jemput bola aktivasi identitas digital ini dimulai dari pegawai Disdukcapil terlebih dahulu dan dilanjutkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap mulai dari bulan September yang selanjutnya pada tahun 2023 ditargetkan kepada masyarakat. Selain di lingkungan pemerintah daerah, layanan ini juga dibuka di seluruh kapanewon.

Layanan aktivasi identitas kependudukan ini merupakan salah satu upaya Disdukcapil untuk mempercepat akses layanan publik. “Tujuan dari implementasi ini arahnya memang ke arah digitalisasi yang mempercepat akses layanan publik,” ungkap Endang Multasih selaku Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sleman.

Endang menambahkan bahwa dengan adanya aplikasi Identitas Kependudukan Digital ini dapat mempermudah masyarakat karena semua dokumen sudah dapat diakses secara digital melalui gawai dengan barcode. (Rep Dian/Foto Nesya)




Pentingnya Edukasi Cara Mengonsumsi Makanan dan Penggunaan Obat untuk Kesehatan Masyarakat

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan dan Penggunaan Obat pada Senin (26/09/2022) di Hotel Alana, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari pengurus dan anggota Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman, Ketua TP PKK Kalurahan se-Kabupaten Sleman, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lintas sektoral di Kabupaten Sleman.

Seminar ini menghadirkan beberapa pemateri, yakni Dokter Tunggul Wibowo, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Apoteker Chrisna Wardhani dari Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan pemateri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam seminar ini terdapat pemaparan materi mengenai kewaspadaan pangan dan bahan berbahaya pada pangan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, penggunaan dan penyimpanan obat yang tepat dan aman di rumah tangga dengan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) oleh IAI, dan lima kunci keamanan pangan di skala rumah tangga oleh BPOM.

Tunggul Wibowo mengatakan bahwa seminar ini diadakan guna memberikan informasi dan edukasi terhadap masyarakat Kabupaten Sleman mengenai cara konsumsi makanan yang aman dan penggunaan obat yang tepat agar angka keracunan dan penyakit yang timbul dari konsumsi makanan yang tercemar dapat dituntaskan.

Hal itu penting dilakukan karena terdapat lebih dari 200 penyakit yang telah timbul karena konsumsi makanan yang tercemar.

“Dengan adanya seminar ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengharapkan masyarakat, khususnya ibu-ibu, dapat semakin teredukasi dan efek negatif dari konsumsi makanan serta penggunaan obat yang belum tepat dapat semakin berkurang,” ungkap Tunggul. (Rep Nesya)




Pemerintah Sariharjo Gelontorkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali pada Porda dan Peparda 2022

Sleman – Pemerintah Sariharjo memberikan apresiasi kepada para atletnya yang telah berjuang pada ajang Porda XVI dan Peparda III DIY tahun 2022 yang berlangsung pada 1-9 September 2022 yang lalu. Pemberian apresiasi dilakukan langsung oleh Lurah Sariharjo, Sarbini di Kantor Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Selasa (27/9/2022).

Tercatat, ada beberapa atlet dari Sariharjo yang berhasil menorenkan prestasi pada Porda dan Peparda 2022 ini. Pertama adalah Syifaul Khairi, atlet disabilitas fisik yang berhasil meraih 2 emas dan 1 perak dari cabang olahraga atletik dan bola voli. Kemudian ada Muhammad Raihan Ukaasyah, atlet tuna rungu yang berhasil meraih perak pada cabor atletik. Sementara pada Porda, Fathiya Salsabila Nur Aini berhasil meraih emas pada cabor sepak bola, dan Khusnul Viaragil Darajati yang berhasil meraih perak pada cabor bola voli. Setiap atlet berprestasi tersebut mendapatkan penghargaan, di mana untuk medali emas mendapatkan uang sebesar Rp , – per atlet, dan untuk perak mendapatkan Rp , – per atlet.

Sarbini pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas prestasi yang berhasil diraih. Ia juga mengingatkan agar prestasi tersebut dapat dipertahankan, dan juga berharap agar apa yang diraih tersebut dapat mendorong atlet lainnya untuk terus berlatih dan mengembangkan diri.

“Prestasi yang diraih tentunya mengharumkan semua pihak khususnya Pemerintah Kalurahan Sariharjo,” ungkap Sarbini. (Iwan/KIM Ngaglik)




Pentas Kesenian Kethek Ogleng Sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Pentas Kesenian Kethek Ogleng, Langen Budaya Padukuhan Tegalrejo, Tamanmartani yang diselenggarakan pada Senin (26/9/2022) mampu memukau penonton yang memadati arena pertunjukan.

Pementasan difasilitasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman melalui Program Penyelenggaraan Even Pegiat Seni dan program Revitalisasi Seni Kethek Ogleng di Kelompok Langen Budaya, Tegalrejo, Tamanmartani serta diperankan oleh para seniwati muda yang terampil dan berkarakter.

Penewu Kalasan Siswanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kesenian Kethek Oglen termasuk kesenian yang termarjinalkan. “Oleh karena itu, perlu direvitalisasi agar dapat tumbuh dan berkembang dan dicintai masyarakat. Kelompok juga perlu melakukan pengkaderan,” tambah Siswanto.

Sementara itu, Kepada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Edi Winaryo, dalam sambutannya mengapresiasi masyarakat Tegalrejo yang masih bertahan melestarikan Kesenian Kethek Ogleng dan terus berkreasi.

Terkait dengan telah ditetapkannya Kalurahan Tamanmartani menjadi Kalurahan Budaya, Edi Winaryo meminta agar antara masyarakat dan pemerintah bahu membahu, saling mendukung program dan kewajiban sebagai Kalurahan Budaya.

“Saya minta masyarakat dan kalurahan kompak, termasuk keterlibatan secara aktif lembaga-lembaga di Tamanmartani,” pungkas Edi Winaryo. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Bijak Bermedia Sosial, Waspada Berbagi Data Pribadi di Dunia Maya

Laju perkembangan teknologi informasi seperti media sosial begitu cepat seolah tak terbendung.  Hal tersebut dapat memunculkan peluang tindak kejahatan siber yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Bijaklah dalam bermedia sosial, hati-hati berbagi data pribadi seperti kartu identitas diri, merupakan langkah cerdas. Kita harus bisa mengenali bentuk-bentuk kejahatan di dunia maya,” jelas Fitria Nuha, narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI saat menyampaikan materi bertajuk Kenali Kejahatan di Media Sosial pada Senin (26/9/2022) di Aula MAN 4 Sleman dan diikuti oleh 500 siswa.

Sementara Mohamad Yusuf selaku Kepala MAN 4 Sleman mengapresiasi kegiatan ini serta berpesan agar seluruh siswa bijak dalam bermedia sosial. “Kalau dulu mulutmu harimaumu, kini jempolmu harimaumu,” tegasnya.

Nuha mengungkapkan beberapa jenis kejahatan di dunia maya, yakni scamming atau upaya penipuan untuk mendapatkan uang atau sesuatu yang berharga dari korbannya, phishing atau upaya mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan, dan spamming atau penggunaan perangkat elektronik untuk mengirimkan pesan secara berulang-ulang disengaja atau tidak disengaja tanpa dikehendaki oleh penerimanya.

Selain itu, ada pula kejahatan hacking yang merupakan tindakan seorang hacker yang sedang mencari kelemahan dari sebuah sistem komputer, i atau perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik maupun sosial yang diterima seseorang atau sekelompok orang di media sosial, serta malware atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam untuk mencuri informasi pribadi milik kita atau uang dari pemilik perangkat.

“Keamanan berbanding terbalik dengan kemudahan, sedikit ribet dan waspada akan membuat kita lebih aman di dunia digital,” pungkas Nuha di akhir presentasinya. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)