Kampung KB untuk Sumber Daya Masyarakat yang Berkualitas

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Gerakan Bersama Perangkat Daerah Organisasi dan Lembaga (Gaspol) dilaksanakan di Ruang Praja Pemkab Sleman pada Kamis (22/09/2022) dengan menghadirkan narasumber dari BKKBN DIY, Didik Sudarmadi. Kegiatan sosialisasi ini mengundang 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Baznas dan PKK.

Inpres No. 3 Tahun 2022 ini sendiri mengamanatkan untuk melaksanakan kegiatan sebagai upaya optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah satuan wilayah setingkat desa yang terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat.

Kampung KB terbentuk pada tahun 2016 dan berbasis tingkat dusun dengan nama Kampung Keluarga Berencana. Pada perkembangannya Kampung KB naik ke tingkat Desa/Kalurahan dan berubah nama menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

Dwi Haryanti, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Sleman memiliki 34 kampung KB serta pada tahun 2022 ini ada 16 Kampung KB rintisan. “Adapun target di tahun 2024 nanti adalah seluruh desa/kelurahan sudah menjadi Kampung KB,” ujarnya,

Sementara itu, Didik Sudarmadi menyampaikan bahwa seluruh OPD memiliki kewajiban untuk mengintervensi keberadaan Kampung KB. “BKKBN tidak bisa mengintervensi sendiri, tentu saja OPD lain diharapkan untuk membantu dengan porsinya masing-masing,” ujarnya.

Ia juga meyakini bahwa membutuhkan sinergi serta dorongan dari berbagai pihak baik di level kabupaten maupun provinsi agar kampung KB dapat berjalan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatangan Komitmen Bersama Gerakan Bersama Perangkat Daerah Organisasi dan Lembaga (GASPOL) di Kampung Keluarga Berkualitas. (Rep Dian)




Melihat Seluk Beluk Berternak Ayam Bhagia yang Telurnya Dipercaya Dapat Mencegah Stunting

Sleman – Telur dari Ayam Bhagia dinilai memiliki kualitas yang bagus dan menyehatkan, serta dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting karena tinggi kandungan omega tiga dan zinc yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan balita.

Terkait hal itu, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sekolah Lapang Budi Daya Ayam Bhagia yang dibuka pada Rabu (21/9/2022) di Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Menurut penelitian, pemeliharaan ayam melalui metode umbar ternyata lebih bagus jika dibandingan menggunakan kandang baterai. Hal tersebut dikarenakan ayam yang dipelihara di kandang baterai merasa tidak bahagia, karena dipaksa untuk bertelur.

Oleh karena itu, pengetahuan tentang metode pemeliharaan ayam penting untuk dimiliki, agar sebagai peternak dan pembudidaya ayam paham bagaimana cara budi daya ayam yang tepat, dan dapat membuahkan hasil yang berkualitas.

Sri Haryatini, Sub Koordinator Kelompok Substansi Bina Produksi Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan dalam laporannya sebagai penyelenggara menyampaikan bahwa Sekolah Lapang Budi Daya Ayam Bhagia merupakan kegiatan PUPM Kapanewon Ngaglik yang diselenggarakan di Padukuhan Penen.

“Kegiatannya dengan melaksanakan budi daya ayam petelur dan impact yang diharapkan adalah meningkatnya produksi telur, meningkatnya kesejahteraan  serta menurunkan stunting,” ujar Sri Haryanti.

Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan adalah 20 orang, di mana ada 5 kali pertemuan. Para peserta juga mendapat dukungan berupa sarana prasarana budi daya, ayam pullet usia 13 Minggu sebanyak 150 ekor, pakan 10 zak beserta  dengan perlengkapan dan peralatan. “Selain itu akan dikirimkan peralatan budi daya magot serta praktik pembuatan pakan dan kompos,” kata Sri Haryanti.

Sementara itu, Sri Rahayu Saddyahsih Nawang Wulan, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menuturkan, agar memelihara ayam juga harus memperhatikan pasokan mineral, agar telur yang dihasilkan selain memiliki kualitas yang bagus juga menyehatkan.

“Selain dipelihara dengan cara berbeda juga kita tambahkan mineral sehingga mengandung omega 3 dan 9 lebih tinggi dan juga mengandung zinc. Zinc sangat berperan dalam pertumbuhan otak bayi. Dinas Kesehatan memanfaatkan telur mengandung zinc untuk mencegah stunting,” ujar wanita yang biasa dipanggil Nawang ini.

Untuk itulah, lanjut Nawang, pada pelatihan yang diselenggarakan ini, ayam yang dipilih adalah ayam fungsional Bhagia, di mana ayam tersebut memiliki kualitas telur yang lebih baik. “Secara hitungan ekonomi, hasilnya beda dengan ayam ras dan ayam kampong,” ungkapnya.

Hal lain yang diberikan pada pelatihan adalah materi analisa usaha, di mana hal tersebut penting dilakukan agar setiap peternak memahami bagaimana pembiayaan usaha peternakan ayam.

“Biaya tertinggi pada pakan. Hitungan pahitnya dari 150 ekor, ayam usia 13 Minggu dalam dua minggu produksinya baru stabil. Selama lima bulan produksi  dengan asumsi produksi 70 persen, satu butir dijual dua ribu hasil sudah mencapai 31,5 juta,” jelas Nawang.

Untuk mengantisipasi mahalnya pakan, sekolah ini juga akan menyediakan materi penyusunan ransum dan budidaya magot. “Magot selain menambah pakan  protein, salah satu solusi kebersihan lingkungan dari sisa sampah organik rumah tangga,” tutur Nawang lagi.

Ia berharap, dengan adanya sekolah ini, peternakan ayam bisa menjadi salah satu diversifikasi usaha selain usaha pokok, dapat berlangsung secara rutin, dan berkelanjutan. “Kami berharap ilmu ketrampilan yang diperoleh tidak berhenti pada satu periode,” ungkapnya.

Hasil dari sekolah ini juga nantinya akan menjadi hak penuh kelompok. Namun, Nawang mengimbau agar hasil yang didapatkan untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin, misalnya untuk membeli pullet (ayam usia 13 minggu), pakan, sarana, dan prasarana, sehingga proses yang dilakukan dapat berkelanjutan.

Hasil dari pelatihan ini ataupun pengembangan usaha dari sekolah ini nantinya juga bisa dipasarkan di Kelompok Yandu yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sleman karena telur dari Ayam Bhagia ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting. Selain itu bisa juga melalui Warung Sembada. Hal tersebut dilakukan,

“Bisa juga bermitra dengan Bengkel Sapi milik Perternakan UGM di Jalan Kali Jeruk Widodo Martani atau dikemas dan diberi judul telur ayam omega 3, omega 9 dan zinc, atau dipasarkan lewat wa. Pasar untuk penurunan stunting masih luas,” jelas Nawang. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Dispar Sleman Adakan Pelatihan Digitalisasi bagi Pelaku Usaha Jasa Pariwisata

Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi bagi 40 pelaku usaha pariwisata yaitu pelaku hotel, restoran, biro perjalanan wisata, pengelola destinasi dan pengelola desa wisata selama 4 hari berturut-turut, mulai Senin (19/9/2022) hingga Kamis (22/9/2022) di Hotel Grand Keisha Yogyakarta.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pariwisata di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya terkait dengan kompetensi digital,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid.

Lebih lanjut Ishadi Zayid menambahkan bahwa pelatihan digitalisasi terdiri atas beberapa materi ketrampilan diantaranya strategi branding, pemasaran dan penjualan desa wisata, homestay, kuliner, souvenir dan fotografi. Pelatihan ini menggunakan pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus program peningkatan kemampuan SDM pelaku pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Harapannya semua peserta dapat menerapkan dan mengimplementasikan keterampilannya dalam rangka mempromosikan destinasi wisata dan usaha jasa yang dikelola masing-masing. Sehingga destinasi dan usaha jasa masing-masing dapat lebih dikenal secara luas dikalangan masyarakat dan wisatawan,” ungkap Ishadi.

Adapun materi yang disampaikan selama pelatihan tersebut meliputi pada hari pertama yaitu ‘Kupas Masalah dan Tantangan Pemasaran Pariwisata Berbasis Teknologi lnformasi dan Komunikasi’ dan ‘Pentingnya Pemasaran Digital dalam Memajukan Pariwisata Sleman melalui Medsos dan Marketing Online’. Keduanya disampaikan oleh Artin Wuriyani.

Selain itu, ada juga materi ‘Pengembangan Pemasaran Wisata Digital Pasca Pandemi’ oleh Rullyana Puspitaningrum Mamengko, ‘Membuat Media Promosi Digital dan Tata Kelola Digital dengan Bahasa Promosi yang Efektif dan Menarik’ oleh Iwa Ikhwanudin, dan ‘Pemanfaatan Google Review’ oleh Reren lndranila.

Untuk materi pada hari kedua adalah ‘Kekuatan Visual Foto dalam Digital Marketing dan Optimalisasi Kamera dalam Peningkatan Kualitas Aset Foto Destinasi Wisata’ oleh Elang Kharisma Dewangga, ‘Praktek Pembuatan Karya Fotografi dalam Mendukung Promosi Digital’ oleh Guntur Aga Tirtana, ‘Pemanfaatan Smarthphone sebagai Media Promosi Wisata Secara Digital’ oleh Iwa lkhwanudin, ‘Dasar Videografi dan Pembuatan Video Pendek’ oleh Dhimas Adi Satria, dan ‘Bagaimana Menulis Skrip, Storyline, dan Storyboard Sederhana dan Praktek Editing Sederhana’ oleh Dhimas Adi Satria.

Pada hari ketiga dilakukan praktik lapangan di objek wisata Tebing Breksi Sambirejo Prambanan dan dilanjutkan pada hari keempat berupa presentasi hasil karya, review dan evaluasi hasil karya para peserta.




Tim Relawan Destana Lumbungrejo Tahun 2022 Dikukuhkan

Sleman – Lurah Lumbungrejo, Misbah Alhakim mengukuhkan Tim Relawan Destana Lumbungrejo pada Selasa (20/9/2022). Bertempat di Aula Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Panewu Kapanewon Tempel Suyanto.

Dalam arahannya, Misbah mengatakan bahwa menjadi relawan adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam kesosialan.

“Tentunya ini tidak mudah dan berat, akan tetapi semoga apa yang menjadi kontribusi dan pengabdian dari para anggota Tim Relawan Destana kelak akan menjadi amal kebaikan dan amal soleh para kawan-kawan sekalian,” tuturnya kepada para relawan.

Sementara itu, Plt. Panewu Tempel, Suyanto dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Tim Relawan Destana Lumbungrejo. Ia juga memberikan arahan kepada para anggota untuk tetap semangat dalam menjalankan segala bentuk kegiatan sosial yang harus dikerjakan dan ditangani. (Sih Budi Daryanto/KIM Tempel).




Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama Melalui FKUB

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Ruang Cempaka Grand Sarila Hotel Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Senin (19/9/2022).  Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dan diikuti oleh seluruh perwakilan FKUB se-Kabupaten Sleman. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Wiratno, anggota FKUB Sleman dan Iqbal Ahnaf, Kepala CRCS UGM.

Kepala Kesbangpol Sleman, Hery Sutopo menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sinergi antara seluruh kelompok agama yang berada di Kabupaten Sleman. “Kami berharap, kita semua bisa bersinergi, antara pemerintah dan bapak ibu semua dari berbagai agama dan keyakinan yang ada di Kabupaten Sleman,” kata Hery.

Sementara itu, Wabup Sleman Danang Maharsa mengimbau agar FKUB dapat mengambil peran untuk menjaga kerukunan masyarakat Sleman yang heterogen.

FKUB sendiri seperti yang dipaparkan oleh Wiratno dari FKUB Sleman bertugas bersama pemerintah untuk dapat mewujudkan praktik bertoleransi antar umat beragama. “Saling menghormati dan menghargai dengan umat yang beda agama, lain suku dan keyakinan,” kata Wiratno.

Sementara itu, Iqbal Ahnaf, Kepala CRCS UGM mengatakan bahwa menciptakan kerukunan antar umat beragama merupakan tugas bersama, apapun agamanya.

“Dalam hal ini, sangat perlu bisa kita realisasikan dengan berbagai bentuk kegiatan sosial  kemasyarakatan, dikerjakan bersama melalui aneka kegiatan berbasis Budaya,adat dan tradisi, olahraga, lomba ketrampilan dan lain-lain,” kata Iqbal. (Djoko/KIM Gamping)