Sleman – Telur dari Ayam Bhagia dinilai memiliki kualitas yang bagus dan menyehatkan, serta dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting karena tinggi kandungan omega tiga dan zinc yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan balita.
Terkait hal itu, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sekolah Lapang Budi Daya Ayam Bhagia yang dibuka pada Rabu (21/9/2022) di Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.
Menurut penelitian, pemeliharaan ayam melalui metode umbar ternyata lebih bagus jika dibandingan menggunakan kandang baterai. Hal tersebut dikarenakan ayam yang dipelihara di kandang baterai merasa tidak bahagia, karena dipaksa untuk bertelur.
Oleh karena itu, pengetahuan tentang metode pemeliharaan ayam penting untuk dimiliki, agar sebagai peternak dan pembudidaya ayam paham bagaimana cara budi daya ayam yang tepat, dan dapat membuahkan hasil yang berkualitas.
Sri Haryatini, Sub Koordinator Kelompok Substansi Bina Produksi Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan dalam laporannya sebagai penyelenggara menyampaikan bahwa Sekolah Lapang Budi Daya Ayam Bhagia merupakan kegiatan PUPM Kapanewon Ngaglik yang diselenggarakan di Padukuhan Penen.
“Kegiatannya dengan melaksanakan budi daya ayam petelur dan impact yang diharapkan adalah meningkatnya produksi telur, meningkatnya kesejahteraan serta menurunkan stunting,” ujar Sri Haryanti.
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan adalah 20 orang, di mana ada 5 kali pertemuan. Para peserta juga mendapat dukungan berupa sarana prasarana budi daya, ayam pullet usia 13 Minggu sebanyak 150 ekor, pakan 10 zak beserta dengan perlengkapan dan peralatan. “Selain itu akan dikirimkan peralatan budi daya magot serta praktik pembuatan pakan dan kompos,” kata Sri Haryanti.
Sementara itu, Sri Rahayu Saddyahsih Nawang Wulan, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menuturkan, agar memelihara ayam juga harus memperhatikan pasokan mineral, agar telur yang dihasilkan selain memiliki kualitas yang bagus juga menyehatkan.
“Selain dipelihara dengan cara berbeda juga kita tambahkan mineral sehingga mengandung omega 3 dan 9 lebih tinggi dan juga mengandung zinc. Zinc sangat berperan dalam pertumbuhan otak bayi. Dinas Kesehatan memanfaatkan telur mengandung zinc untuk mencegah stunting,” ujar wanita yang biasa dipanggil Nawang ini.
Untuk itulah, lanjut Nawang, pada pelatihan yang diselenggarakan ini, ayam yang dipilih adalah ayam fungsional Bhagia, di mana ayam tersebut memiliki kualitas telur yang lebih baik. “Secara hitungan ekonomi, hasilnya beda dengan ayam ras dan ayam kampong,” ungkapnya.
Hal lain yang diberikan pada pelatihan adalah materi analisa usaha, di mana hal tersebut penting dilakukan agar setiap peternak memahami bagaimana pembiayaan usaha peternakan ayam.
“Biaya tertinggi pada pakan. Hitungan pahitnya dari 150 ekor, ayam usia 13 Minggu dalam dua minggu produksinya baru stabil. Selama lima bulan produksi dengan asumsi produksi 70 persen, satu butir dijual dua ribu hasil sudah mencapai 31,5 juta,” jelas Nawang.
Untuk mengantisipasi mahalnya pakan, sekolah ini juga akan menyediakan materi penyusunan ransum dan budidaya magot. “Magot selain menambah pakan protein, salah satu solusi kebersihan lingkungan dari sisa sampah organik rumah tangga,” tutur Nawang lagi.
Ia berharap, dengan adanya sekolah ini, peternakan ayam bisa menjadi salah satu diversifikasi usaha selain usaha pokok, dapat berlangsung secara rutin, dan berkelanjutan. “Kami berharap ilmu ketrampilan yang diperoleh tidak berhenti pada satu periode,” ungkapnya.
Hasil dari sekolah ini juga nantinya akan menjadi hak penuh kelompok. Namun, Nawang mengimbau agar hasil yang didapatkan untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin, misalnya untuk membeli pullet (ayam usia 13 minggu), pakan, sarana, dan prasarana, sehingga proses yang dilakukan dapat berkelanjutan.
Hasil dari pelatihan ini ataupun pengembangan usaha dari sekolah ini nantinya juga bisa dipasarkan di Kelompok Yandu yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sleman karena telur dari Ayam Bhagia ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting. Selain itu bisa juga melalui Warung Sembada. Hal tersebut dilakukan,
“Bisa juga bermitra dengan Bengkel Sapi milik Perternakan UGM di Jalan Kali Jeruk Widodo Martani atau dikemas dan diberi judul telur ayam omega 3, omega 9 dan zinc, atau dipasarkan lewat wa. Pasar untuk penurunan stunting masih luas,” jelas Nawang. (Endarwati/KIM Donoharjo)