Asesor Kementerian Sosial Lakukan Monev di LKS Mugi Waras Sumbersari

Moyudan – Asesor Kementerian Sosial Republik Indonesia Supartini, berkunjung ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Mugi Waras di Blendung, Sumbersari, Moyudan Sleman, Sabtu (17/9/2022) Kunjungan ini dilakukan untuk monitoring evaluasi kegiatan dan administrasi di lembaga tersebut.  Kunjungan Asesor didamping oleh Sekretaris Forkom LKS LU DIY yang juga merupakan Komda Lansia DIY, Susi Indarwati, Seksi Kelembagaan Forkom LKS LU DIY, Sulasmi dan Seksi Kesejahteraan Sosial Forkom LKS LU DIY, Sumartini.

“LKS adalah wadah untuk mensejahterakan lansia, dan keberadaannya  memerlukan dukungan dan kontribusi dari semua pihak,” kata Supartini.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa LKS harus eksis dan berkelanjutan sampai kelak, maka harus ada regenerasi dalam kepengurusan karena kader yang ada sekarang bakal menjadi tua.

Sementara itu Ketua LKS Mugi Waras Djumanah melaporkan bahwa kegiatan di lembaga ini meliputi kegiatan homecare dan day care yang berisi kegiatan senam, kerajinan, pertanian, dan lain-lain serta  pemberian bantuan dari Dinas Sosial untuk kesejahteraan lansia.

Tim kemudian meninjau kegiatan cek kesehatan yang dilakukan kader, hasil kerajinan lansia yang berupa keset, tempat tisu dari sedotan, bunga-bungaan, serta memeriksa administrasi.

Hadir pula menanggapi tim asesor tersebut, Panewu Moyudan Parjono, Bhabinkamtibmas, danramil, Koordinator PKB Moyudan Wahyu Ariyanti Rosaria, Lurah Sumbersari Sukadi dan stafnya, serta 50 lansia anggota LKS Mugi Waras. ( Eny Ms/ KIM Sumber Biwara, Moyudan)




Kukuhkan Pengurus Baru, Lurah Condongcatur Harap DMI Jadi Tauladan Masyarakat

Sleman – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ranting Condongcatur dikukuhkan oleh Lurah Condongcatur, bertempat di ruang Wacana Kantor Kalurahan Condongcatur, Sabtu (17/9/2022).

Pengukuhan ini didasari pada Surat Keputusan (SK) Pimpinan Cabang DMI Kapanewon Depok Nomor 02/DMI-DPK/IX/2022 tentang Pengesahan Pengurus dan Personalia Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia Kalurahan Condongcatur Masa Bakti 2022 – 2027. Terpilih sebagai ketua DMI Condongcatur adalah Suyono dengan Wakilnya adalah Shofwan Zuhri

Dalam sambutanya, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji berpesan kepada Pengurus DMI Ranting Kalurahan Condongcatur agar Pengurus DMI hendaknya menjadi tauladan bagi pengurus masjid maupun masyarakat di sekitarnya.

“Pengurus DMI minimal harus melaksanakan sholat jamaah di masjid untuk memberi contoh umat, makmurkan masjid dengan ibadah fardunya dan kegiatan kemasjidan lainnya,” ujar Reno.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur siap memberikan dukungan terhadap kegiatan DMI Ranting Condongcatur  melalui Bidang Pembinaan Kemasyarakatan yang diampu oleh Kamituwa.

Sementara Ketua DMI Cabang Kapanewon Depok, Sayuti Mustofa, menyampaikan bahwa pengurus DMI harus bisa membawa persatuan umat di tengah masyarakat Sleman yang majemuk.

“Pengurus DMI harus mampu membawa persatuan umat, mengatasi perbedaan yang mungkin ada,  meredam serta mengatasi konflik konflik yang mungkin timbul didalamnya dalam rangka meningkatkan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kecerdasan umat dan tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT,” ujar Sayuti.

Ia juga mengimbau agar DMI dapat menyediakan data keaktifan peribadatan masyarakat sekitar masjid, agar program yang disusun DMI sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekita masjid. (Wasana/KIM Depok)




Operasi Pasar Murah Sleman, Harga Sembako Dipatok di Bawah Harga Normal

Sleman – Sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan sembako, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menggelar Operasi Pasar Murah yang menyediakan 5 komoditas bertempat di lingkungan Lapangan Pemda pada hari Minggu (18/9/2022).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Disperindag Sleman, Mae rusmi memantau secara langsung pelaksanaan operasi pasar murah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BULOG, distributor (Jogja Telur), dan Perhimpunan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM).

“Pemkab Sleman melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Pasar Murah bahan pokok ini sehingga dapat menyediakan 5 komoditas yaitu beras, gula, minyak, telur dan cabai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa kegiatan operasi pasar murah ini direncanakan akan digelar di 17 Kapanewon. Kustini menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu dalam rencana penyelenggaraan pasar murah selanjutnya, serta akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi.

“Rencana ke depan akan dilakukan operasi pasar  (17 Kapanewon), namun teknis kami masih berkoordinasi dan menunggu arahan Provinsi. Selain itu, Sleman juga mendapat alokasi sebanyak 40 ton bahan pokok dengan empat komoditas dari Provinsi. Kemudian Pemkab Sleman juga mengalokasikan anggaran sebesar 500 juta dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok di Sleman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa dalam kegiatan pasar murah yang diselenggarakan di Lapangan Pemda ini menyediakan sebanyak 300 kilogram untuk masing – masing komoditas.

Dia menyebut tidak ada sayarat khusus untuk masyarakat yang ingin membeli kebuhtuhan pokok di pasar murah. Namun terdapat pembatasan dalam pembelian yang dilakukan. Adapun batasan tersebut yaitu masyarakat hanya diperbolehkan membeli sebanyak 2 kilogram untuk setiap bahan pokok kecuali beras.

Mae Rusmi juga menjelaskan bahwa di pasar murah ini, terdapat perbedaan harga pasaran pada masing masing bahan pokok. Dia mencontohkan untuk harga pasaran minyak ,00 jika di pasar murah hanya dijual seharga ,00. Begitu juga untuk harga bahan pokok lainnya. (Humas Sleman)




Festival Teater Sebagai Bingkai Kearifan Lokal Seni Budaya

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Festival Teater di Gedung Kesenian Sleman, Sabtu (17/9/2022). Festival dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo simbolis dengan memukul gong sebagai tanda dibukanya festival ini. Bertempat di Gedung Kesenian Sleman, festival ini diikuti perwakilan kelompok teater dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman serta mengusung tema “Ruwat Bumi”.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Edy Winarya dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Teater ini merupakan program Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman yang didukung penuh oleh Dana Keistimewaan. Adapun tujuan festival ini antara lain melestarikan, mengembangkan, sekaligus sebagai media pembinaan bagi seni teater beserta seniman yang ada di dalamnya.

“Harapan kami dengan digelarnya Festival Teater tingkat Kabupaten Sleman ini bisa menjadi bingkai kearifan lokal seni budaya dalam rangka mendukung Jogja Istimewa di Sleman,” ujarnya

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi serta menyambut baik Festival Teater ini yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman. Menurutnya, seni teater merupakan seni yang dapat mengilustrasikan kisah situasi di masyarakat yang dikemas menjadi pertunjukan menghibur dan sarat nilai-nilai kehidupan.

“Harapan saya Festival ini menjadi ajang silaturahmi dan ruang apresiasi bagi seluruh seniman teater di DIY khususnya Kabupaten Sleman,” tutur Kustini

Lebih lanjut, Festival Teater ini merupakan komitmen Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman berkolaborasi dengan Paniradya Pati Kaistimewaan untuk melestarikan seni teater DIY khususnya di Kabupaten Sleman. Melalui festival teater ini juga dapat menjadi alternatif media diseminasi informasi kepada masyarakat sehingga pesan moral dapat tersampaikan dan diterima dengan baik.

Pelaksanaan Festival Teater tingkat Kabupaten Sleman ini dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 17-18 September 2022. Peserta yang tampil nantinya akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari seniman, akademisi, dan praktisi. (Humas Sleman)




Upacara Ngrowhod Sebagai Ajang untuk Melestarikan Budaya Sekaligus Peningkatan Ekonomi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, membuka gelar budaya dan UMKM yang bertajuk Ngrowhod di Balai Budaya Girikerto, Turi, Sabtu (17/9/2022). Dalam pidatonya, Kustini mengapresiasi kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun oleh masyarakat Girikerto tersebut.

“Semoga melalui acara ini, masyarakat merasa bangga sekaligus melestarikan kebudayaan lokal yang ada di sini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap dengan adanya bazar UMKM juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Girikerto. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga membagikan voucher belanja UMKM sejumlah satu juta rupiah kepada warga masyarakat yang hadir pada pembukaan acara Ngrowhod tersebut.

Sementara Lurah Girikerto, Sudibya, menjelaskan acara Ngrowhod kali ini akan digelar selama sepuluh hari, yakni mulai tanggal 15 hingga 25 September 2022. Ia juga menerangkan bahwa Ngrowhod merupakan singkatan dari Ngeluri Ombyaking Hametri Kuncaraning Desa. Adapun tema yang diangkat pada event Ngrowhod kali ini adalah “Holopis Kuntul Baris”.

“Ada berbagai acara yang digelar dalam Ngrowhod ini, diantaranya pasar malam, pertunjukan kesenian tradisional, musik tradisional, pengajian, donor darah, bazar UMKM, upacara adat, dan sebagainya,” terangnya. (Humas Sleman)