29 Negara Meriahkan Pesta Boneka di Kabupaten Sleman

Sleman – Dalam rangka membangun hubungan yang erat antar puppeteers, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan Festival Boneka #8 mengadakan kegiatan Bonding “Pesta Boneka #8 Remembrance : When Puppeteers cook, Sharing session and performance” yang diadakan di Desa Wisara Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman pada Selasa, (4/10/2022). Ini merupakan kali kedelapan Pesta Boneka digelar di Yogyakarta

Pesta boneka #8 ini merupakan Event dua tahun sekali yang telah diselenggarakan ke-8 kalinya. Festival boneka ini merupakan acara berskala Internasional yang diadakan secara independen oleh Papermoon Puppet Theatre sejak tahun 2008. Festival Boneka #8 ini turut dimeriahkan oleh berbagai Komunitas puppeteers dari 29 Negara baik Offline maupun Online.

Festival ini diselenggarakan mulai dari tanggal 3 – 9 Oktober 2022 di kampoeng Media Resort, Sleman. Pada kesempatan ini, Festival boneka #8 juga mengadakan kegiatan bonding di Desa Wisata Kelor, Bangun Kerto, Turi, Sleman. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun hubungan dan interaksi yang baik antar peserta dan para artis puppeteers yang terlibat didalamnya.

Kegiatan Bonding ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bertempat di Desa Wisata Kelor. Para peserta diajak untuk memetik buah salak langsung dari kebunnya. Tidak hanya itu, para puppeteers juga diajarkan untuk membuat boneka dan kuda lumping dari pelepah pohon Salak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara masak bersama yang menyajikan berbagai hidangan mancanegara mulai dari Thailand, Singapore, Belanda, dan Indonesia. Di akhir acara, peserta juga melakukan Flashmob menggunakan kuda lumping yang telah dibuat dan ditutup dengan menampilkan pertunjukkan boneka oleh beberapa puppeteers.

“Event ini merupakan rangkaian event Sleman Creative week yang dimulai dari pesta Boneka dan dilanjutkan dengan Sleman Creative week di tanggal 21 – 23 Oktober 2022 yang bertempat di Creative Space Taman Kuliner Condongcatur,” ujar Eka Priastana selaku Sekertaris Dinas Pariwisata Sleman sekaligus pengelola Desa Wisata Kelor.

Dengan diadakannya kegiatan ini, Ishadi Zayid selaku Kepala Dinas Pariwisata Sleman berharap Destinasi Wisata di Sleman bisa dikenal banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal Festival Boneka yang menjadi acara rutin setiap dua tahun sekali ini. (Rep Adis)




Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Sosial dan Hibah Lembaga Kesejahteraan Sosial 2022

Sleman ‒ Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan Penyerahan Bantuan Sosial Pemberdayaan Sosial dan Bantuan Hibah Lembaga Kesejahteraan Sosial Tahun 2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, pada Senin (3/10/2022). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada 14 penerima bantuan dari berbagai KPM di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, dalam sambutannya menyampaikan terdapat 6 jenis bantuan yang disalurkan. Bantuan tersebut di antaranya, Bantuan Sosial Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif PKH, Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif PKH, Bantuan Sosial Pengembangan Kelompok Usaha Bersama.

Kemudian juga terdapat bantuan Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Bantuan Sosial Pengembangan Usaha Simpan Pinjam Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, serta Bantuan Hibah Lembaga Kesejahteraan Sosial.

Bantuan berupa uang tunai tersebut diberikan untuk modal dan pengembangan usaha bagi para penerima bantuan. Eko juga menuturkan adanya peningkatan kuota penerima bansos PRSE sebanyak 40 KPM dari tahun sebelumnya.

“Bagi teman-teman KPM PKH yang sudah layak untuk mandiri, ada bantuan sebanyak 190 orang atau 190 KPM. Alhamdulillah Sleman dapat tambahan 40. Seharusnya kuotanya hanya 150, lalu diberi tambahan 40,” jelas Eko.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, pada kesempatan tersebut, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan bantuan sebesar Rp. 1,3 Milyar sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan sosial. Disamping itu juga terdapat hibah Lembaga Kesejahteraan Sosial sebesar Rp. juta. Nilai bantuan ini sesuai dengan kemampuan Pemkab saat ini.

“Bantuan ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan modal usaha. Saya ucapkan selamat pada Bapak Ibu semua yang mendapat bantuan. Manfaatkanlah secara baik dan mari kita bersama-sama membangun Sleman, bersatu untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Kustini. (Humas Sleman)




Memeriahkan Hari Batik Nasional dengan Pasar Batik

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Paguyuban Batik Sleman Mukti Manunggal menggelar Pasar Batik Minggu Legi ‘Surya Sumunar’ di Pelataran Parkir Tlogo Putri Kaliurang. Pasar Batik tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Dekranasda Sleman, Sri Purnomo pada Minggu (2/10/2022), bertepatan langsung dengan Hari Batik Nasional.

Ketua Panitia Penyelenggara Pasar Batik, Endang Wilujeng mengatakan bahwa tema yang diambil dalam kegiatan ini sesuai dengan tema peringatan Hari Batik Nasional di Kabupaten Sleman, yaitu Surya Sumunar.

“Surya Sumunar berarti matahari terbit memiliki makna akan semangat untuk terus berkarya dan menjadikan batik lebih dicintai masyarakat. Event ini sekaligus sebagai momentum kebangkitan batik DIY pascapandemi Covid-19, secara ekonomis maupun kualitas karya,” kata Endang.

Hati Batik Nasional tanggal 2 Oktober  menurut Endang merupakan sebuah pengakuan internasional oleh UNESCO sejak tahun 2009, sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan non bendawi. Hari Batik ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

“Gelaran pasar Batik Minggu Legi ini adalah karya nyata untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia tersebut,” kata wanita yang juga merupakan Ketua Paguyuban Batik Mukti Manunggal tersebut.

Pasar Batik Minggu Legi ini sendiri diikuti sedikitnya 400 anggota Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik P3B DIY. Ada berbagai macam kegiatan ditampilkan dalam pasar batik ini, seperti pameran batik , bursa batik, pentas seni, senam Sleman Bangkit, flashmob Beksan Wanara serta kegiatan membatik bersama di atas kain sepanjang 30 meter.

Ketua Dekranasda Sleman, Sri Purnomo memberikan apresiasinya kepada paguyuban Mukti Manunggal atas terselenggaranya pasar batik ini.

“Pasar batik ini dapat dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran, sarana promosi dan penjualan, tempat bertemunya para pelaku batik sehingga terjalin komunikasi untuk bergerak maju melakukan inovasi produk batik baik dari segi motif, pewarnaan, desain dan lain-lain,” kata Sri Purnomo.

Sejalan dengan Sri Purnomo, Kepala Bidang ILSA Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Anton Raharjo juga memberikan apresiasinya kepada Mukti Manunggal atas terselenggaranya  pasar batik Minggu Legi ini. Menurutnya, pagelaran ini merupakan ajang yang mempertemukan perajin , pengusaha Batik dengan harapan memperkuat  hubungan kerja dan kekerabatan para pelaku batik dalam pengembangan industri batik, khususnya di wilayah Daerah istimewa Yogyakarta.

“Pasar Batik Minggu Legi di Sleman menjadi yang pertama atau pionir, dan diharapkan kegiatan serupa akan diikuti pula di semua kabupaten kota di seluruh Jogjakarta yang memberi kontribusi nyata terhadap keberlangsungan warisan budaya, yaitu Batik Indonesia,” pungkas Anton. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)