Pemkab Sleman Raih Penghargaan JDIHN

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi dalam pelayanan masyarakat. Kali ini, Pemkab Sleman mendapatkan penghargaan pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) tingkat nasional tahun 2022 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan Ham RI, Yasonna Laoly kepada Bupati Sleman Bupati Kustini Sri Purnomo pada acara JDIHN Awards Tahun 2022 yang diselenggarakan di Grand Sahid Jaya Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022).

Dalam kegiatan ini, terdapat 10 Kabupaten yang mendapatkan penghargaan JDIHN Awards tahun 2022, di antaranya Banyuwangi, Batang, Blora, Magelang, Pemalang, Semarang, Sleman, Sukoharjo, Sumedang, dan Wonosobo. Sementara Sleman menjadi anggota JDIHN terbaik peringkat 5 kategori Kabupaten tingkat nasional.

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, Widodo Ekatjahjana dalam laporannya menyampaikan kegiatan JDIHN Awards ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun berdasarkan penilaian kinerja JDIH dengan tujuan meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang efektif antara pusat dan daerah dalam mengelola dokumentasi dan informasi hukum melalui sistem yang terintegrasi.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa Sleman merupakan salah satu pengelola JDIH terbaik dari 416 Kabupaten di Indonesia. Atas prestasi ini, Kustini menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak khususnya Bagian Hukum Setda Sleman yang telah mengelola JDIH di Kabupaten Sleman secara baik sehingga saat ini masyarakat Sleman bisa mengakses dengan mudah produk hukum di daerah ini secara digital.

“Penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman untuk semakin meningkatkan kinerjanya,” ujar Kustini.

Selain itu, Kustini juga menjelaskan dalam JDIHN Awards tahun 2022 ini, Pemkab Sleman naik satu peringkat dari tahun sebelumnya yaitu peringkat 6 menjadi peringkat 5.

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa Pemkab Sleman juga mengembangkan inovasi terkait pengelolaan JDIH melalui optimalisasi Website JDIH Sleman seperti pengembangan plugin fitur kontak layanan admin ke nomor Whatsapp di website, perubahan fitur Indeks Kepuasan Masyarakat, ppenambahan fitur multi bahasa (plugin multi language), penambahan halaman (page Profil, Struktur Organisasi dan page profil Anggota JDIH beserta link nya), perubahan menu Galery prestasi. (Humas Sleman)




KIM Sebagai Agen Peningkatan Literasi Keamanan Pangan dan Obat

Untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat, mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan maka diperlukan peran dari agen perubahan sosial masyarakat. Salah satunya adalah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dapat berperan sebagai agen peningkatan literasi keamanan pangan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr. Supriyati selaku narasumber dalam seminar Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang keamanan pangan dan penggunaan obat yang berlangsung di Hotel Alana, Ngaglik, Sleman, Senin (17/10/2022).

Seminar yang diikuti oleh 100 peserta dari unsur Kader Kesehatan, Duta Kesehatan, Saka Bhakti Husada, dan Forum Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Sleman dibuka secara langsung oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Esti Kurniasih.

Dalam paparan materinya, Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr. Supriyati menekankan bahwa diperlukan pengenalan kunci keamanan pangan sesuai dengan ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan bagi masyarakat.

“Kunci keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tiga cemaran, yaitu cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi,” tutur Dr. Supriyati.

Dirinya menyarankan perlu adanya upaya pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraannya utamanya terkait dengan keamanan pangan dan penggunaan obat. Pemberdayaan masyarakat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun sangat penting guna meningkatkan kemandirian masyarakat dengan cara meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai cara agar mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program pemberdayaan.

“Keuntungan melakukan peningkatan kapasitas masyarakat yakni dapat menguatkan soliditas masyarakat, meningkatkan peluang kontribusi masyarakat, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berbagi ide, serta meningkatkan kompetensi dan perhatian pada sumberdaya yang terbatas,” imbuhnya.

Di akhir presentasinya, Dr. Supriyati mendorong pegiat informasi masyarakat yang tergabung dalam KIM untuk berperan sebagai agen peningkatan literasi keamanan pangan dan penggunaan obat dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat sehingga memiliki kemampuan individu dan kelompok dalam mengakses informasi kesehatan, menganalisis, memahami dan mengambil keputusan sehat.

“Sebagai agen perubahan maka KIM berperan dalam meningkatkan literasi keamanan pangan dan penggunaan obat yang baik, melakukan rekayasa sosial, serta dapat memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk hidup sehat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Uji Kompetensi CAT Bawaslu Sleman Diikuti 303 Calon Panwaslu Kecamatan

Guna mendapatkan anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan/Kapanewon yang mumpuni dan berintegritas maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggelar uji kompetensi atau Computer Assisted Test (CAT) berbasis Socrative bagi calon anggota Panwaslu Kecamatan/kapanewon se-kabupaten Sleman yang dinyatakan lulus seleksi administrasi yang bertempat di Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta Jalan Siliwangi, Sumberadi, Mlati, Sleman, Minggu (16/10/2022).

Berdasarkan pengumuman Bawaslu Kabupaten Sleman Nomor: 50/,  calon Panwaslu tingkat kecamatan/kapanewon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi CAT berjumlah 332 orang dengan rincian 31 peserta (Gamping), 13 (Ngemplak), 20 (Kalasan), 33 (Depok), 26 (Ngaglik), 17 (Godean), 26 (Mlati), 14 (Prambanan), 17 (Sleman), 13 (Cangkringan), 20 (Seyegan), 15 (Pakem), 16 (Turi),  15 (Minggir), 20 (Berbah), 11 (Moyudan), serta 25 orang dari Kapanewon Tempel.

Berdasarkan keterangan dari Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati bahwa pemilihan tempat pelaksanaan seleksi CAT berbasis Socrative Test secara online yang dipusatkan di Kampus Universitas Teknologi Yogyakarta lantaran institusi pendidikan tersebut dari segi kesiapan sarana dan prasarana jaringan internet telah memadai untuk melaksanakan tes dalam satu sesi saja.

“Alhamdulillah, secara umum tes tulis CAT berbasis Socrative ini berjalan lancar tanpa ada kendala teknis yang diikuti  sebanyak 303 orang dari 332 peserta yang lulus seleksi administrasi. Sedangkan 29 orang  tidak dapat mengikuti tes dengan berbagai alasan,” terang Vici.

Ia menambahkan, hasil seleksi tes tulis selanjutnya akan diumumkan pada tanggal 18 Oktober 2022 melalui website resmi Bawaslu Kabupaten Sleman dimana akan diambil enam besar di setiap kapanewon yang berhak mengikuti seleksi wawancara di Kantor Bawaslu Kabupaten Sleman pada tanggal 19 hingga 23 Oktober 2022 mendatang.

Di tempat terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menyampaikan rasa terima kasihnya pada Pimpinan Universitas Teknologi Yogyakarta atas kerjasamanya dalam memfasilitasi pelaksanaan tes tulis yang berlangsung secara serentak di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Untuk mendapatkan sumber daya manusia dalam pengawasan pemilihan umum serentak 2024 Bawaslu Kabupaten Sleman melakukan seleksi calon anggota Panwaslu kecamatan/kapanewon secara transparan guna membentuk badan adhoc pengawasan pemilihan umum yang berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Melihat Petilasan Syech Jumadil Qubro, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Kabupaten Sleman

Sleman – Kabupaten Sleman terkenal dengan beragam pilihan wisata yang dapat dikunjugi oleh masyarakat. Mulai dari panorama alam, budaya, sejarah, termasuk juga wisata religi. Salah satunya adalah Petilasan atau Makam Syech Jumadil Qubro, yang berada di Bukit Turgo, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Patilasan Syech Qubro saat ini termasuk destinasi wisata religi yang ramai dikunjugi oleh wisatawan maupun peziarah, karena akses menuju ke sana terhitung relatif mudah.

“Sekarang para peziarah lebih mudah untuk melakukan ziarah ke Petilasan Syech Jumadil Qubro dikarenakan pada saat ini sudah dibangun jalur jalan yang representatif menuju ke lokasi oleh Provinsi DIY sejak tahun 2021 silam. Hal tersebut tentu akan mempermudah peziarah untuk sampai ke lokasi,” ungkap Ishadi Zayid, Kepala Dinas Pariwisata Sleman saat ditemui di kantornya Jl. Parasamya Beran Tridadi Sleman Yogyakarta, Senin (17/10/2022)

Untuk itu, Ishadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemprov DIY yang telah memberikan perhatian dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Ishadi menjelaskan bahwa tim Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada hari Minggu 16 Oktober 2022. Selama kunjungan tersebut diperoleh informasi bahwa sebagian besar wisatawan/ peziarah sudah pernah, bahkan sering melakukan tradisi ziarah ke Petilasan Syech Jumadil Qubro jauh sebelum dibangun jalur jalan yang baru.

“Pada saat itu jalur menuju ke lokasi petilasan berupa jalur jalan setapak yang sangat sempit dan di beberapa ruas jalan dalam kondisi licin dan belum ada pagar pengaman sehingga cukup berbahaya karena banyak jalur yang terjal dan dekat dengan jurang,” terang Ishadi.

Dengan telah dibangunnya jalur jalan yang permanen sangat membantu kemudahan para peziarah untuk mencapai lokasi dengan relatif lebih mudah dan lebih aman.

Sebagaimana diungkapkan seorang peziarah Jazimah (54) asal Kapanewon Tempel yang mengajak 30 peziarah lainnya pada hari itu menyampaikan bahwa kebiasaannya melakukan ziarah sudah dilakukan sejak kelas 4 sekolah dasar yang pada saat itu tinggal dikawasan pondok pesantren di kawasan Magelang.

“Kebiasaan dan rutinitas melakukan ziarah atau tawasul merupakan kebutuhan batin yang senantiasa dilaksanakan bersama dengan anggota keluarga dan warga masyarakat lainnya. Setelah dibangun jalur jalan yang permanen terasa lebih nyaman dan lebih mudah untuk menjangkau lokasi ziarah,” ungkap Jazimah.

Hal senada disampaikan oleh Ali Affandi (60) dari Bantul yang saat itu melakukan ziarah sendirian, bahwa kebiasaan melakukan ziarah sudah dilakukan sejak kecil yang saat itu ia mengikuti orang tuanya. Dan kini ia melanjukan kebiasaan melakukan tawasul atau ziarah diberbagai tempat, termasuk diantaranya Petilasan Syech Jumadil Qubro.




Sambut Muktamar Muhammadiyah, PDM Sleman Gelar Jalan Sehat

Sleman – Menyambut dan memeriahkan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan UNISA Yogyakarta menggelar jalan sehat pada Minggu (16/10/2022). Acara yang mengambil titik mulai di Lapangan Denggung Kabupaten Sleman ini diikuti oleh 12 ribu warga Muhammadiyah Sleman, sehingga menyebabkan terbentuknya barisan peserta sepanjang 3,5 Km.

Pagelaran jalan sehat dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang ditandai dengan pengibaran bendera tanda dimulainnya jalan sehat.

“Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang telah banyak berperan dalam pembangunan baik di bidang pendidikan, kesehatan dan memajukan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh insan Muhammadiyah atas peran sertanya dalam pembangunan di Kabupaten Sleman dan Selamat menyongsong muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 di Surakarta,” ujar Kustini.

Selain jalan sehat, acara juga diisi dengan penampilan kreasi dari 1000 kader tapak suci putra Muhammadiyah Sleman, pelayanan kesehatan, parade ambulans Muhammadiyah, bazar, serta paduan suara. Selain itu, ada juga doorprize serta pembagian sembako. (Arief Hartanto)