Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Sleman: Pemuda Tulang Punggung Kejayaan Bangsa

Sleman – Memperingati hari Sumpah Pemuda ke 94, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melaksanakan upacara pada Jumat (28/10/202) di lapangan Pemda Sleman. Tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini adalah Bersama Bangun Bangsa.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengamanatkan bahwa tema Sumpah Pemuda tahun ini merupakan kekuatan untuk melakukan pembangunan peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa.

“Bersama membangun bangsa menjadi penguat dan tahan nilai Sumpah Pemuda tahun ini,” ungkap Kustini.

Dalam amanatnya, Kustini juga menyampaikan bahwa pemuda bukan hanya pelaku penting dalam pembangunan namun juga menjadi tulang punggung kejayaan bangsa. Semangat ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menciptakan Sleman sebagai rumah bersama bagi semua elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang yang berbeda baik agama, etika, maupun budaya.

Kustini juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri menjadi generasi yang kreatif, inovatif, kolaboratif, dan mandiri. “Mari bersama-sama berupaya mengembangkan potensi diri pemuda demi membangun kesejahteraan dan kejayaan bangsa,” tuturnya. (Rep Dian/Foto Nesya)




Pemkab Sleman Gencarkan Kampanye Keselamatan Bagi Pelaku Jeep Wisata

Sleman – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dalam keselamatan lalu lintas dan angkutan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menyelenggarakan  kampanye keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan sosialisasi Tertib Lalu Lintas bagi para pelaku Jeep Wisata, bertempat di Warung Kopi Cangkruk, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kamis (27/10/2022).

Kegiatan kampanye dan sosialisasi tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya menyampaikan kegiatan kampanye keselamatan LLAJ dan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam tertib lalu lintas.

“Kegiatan ini (Kampanye Keselamatan LLAJ dan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas) diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian yang sama antar para pengguna jalan sehingga mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman,” kata Danang.

Lebih lanjut, Danang menuturkan kegiatan ini secara khusus menyasar para pengemudi Jeep wisata Merapi Sleman. Hal tersebut didasarkan pada tingginya minat wisatawan di Sleman yang menggunakan Jeep untuk menyusuri sejumlah tempat wisata yang berada di Sleman.

Dari data yang dihimpun Pemkab Sleman dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, terdapat kecenderungan peningkatan jumlah kecelakaan di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data tersebut, Danang menyebut Pemkab Sleman bersama seluruh pihak memiliki tanggungjawab dalam melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, khususnya bagi operasional jeep wisata yang berada di Sleman.

“Aturan-aturan yang menjadi dasar dalam berkendara yang aman hendaknya dapat menjadi rujukan dalam berkendara. Tidak hanya dalam hal teknis seperti melengkapi diri dengan perangkat keamanan dalam berkendara, namun juga harus dapat dibarengi dengan etika dalam berkendara. Mengingat keselamatan berkendara tidak hanya diperuntukan bagi keselamatan pribadi namun juga untuk keselamatan bersama seluruh pengguna jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana menyampaikan kegiatan kampanye dan sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak 60 peserta yang merupakan para pelaku usaha Jeep wisata di kawasan Merapi Sleman.

Arip menyebut dalam kegiatan ini tidak semua pelaku jeep wisata ikut serta, akan tetapi perwakilan yang hadir nantinya memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan sosialisasi tersebut kepada para pelaku jeep wisata lain sehingga dapat diimplementasikan dalam operasional jeep wisata.

Kegiatan kampanye dan sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya yaitu perwakilan Satlantas Polres Sleman, IPDA Yoyok Rahman dan Wakil Direktur Politeknik Keselamatan, I Made Suraharta.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis helm keselamatan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada perwakilan pelaku usaha Jeep Wisata. (Humas Sleman)




Pentingnya Penguatan Nilai Kesetiakwanan Sosial Berbasis Budaya di Tengah Kemajuan Teknologi

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar acara sarasehan Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial Melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya di Aula Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kamis (27/10/2022). Kegiatan ini merupakan salah satu Pokir Anggota Komisi D DPRD Sleman, Rita Nurmastuti memanfaatkan Dana Keistimewaan DIY, di mana salah satunya dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

Menurut Rita, penguatan nilai kesetiakawanan melalui restorasi sosial berbasis budaya ini penting dilakukan karena kuatnya pengaruh nilai dari luar melalui teknologi, yang belum tentu cocok dengan generasi bangsa.  

“Maraknya dan derasnya arus informasi demikian dahsyatnya. Sehingga budaya asli masyarakat Jawa terkikis dan mulai harus diperhatikan. Informasi benar, tidak benar, atau justru tidak bermanfaat seolah menyebar tanpa batas. Sehingga kesenjangan sosial makin tinggi,” ujar Rita.

Oleh karena itu, Maka dibutuhkan penguatan nilai-nilai Kesetiakawanan sosial melalui Restorasi Sosial berbasis budaya Jawa Mewujudkan Kesejahteraan Sosial.

Ancaman yang diberikan oleh penggunaan gadget (gawai) ini juga digarisbawahi oleh Arif Bintoro Johan, Dosen dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Ia mengatakan bahwa gawai dapat diibaratkan sebagai setan gepeng.

“Gawai ini membuat kita yangg jauh terasa dekat, namun yang dekat terasa jauh. Kalau berkumpul hanya main gawai terus. Sampai akhirnya kalau sudah main hape, dipanggil pun tidak mau menjawab. Ini bukti respon menurun,” ujarnya.

Lebih lanjut ABJ memaparkan bahwa gawai pun juga menyumbang angka tertinggi survey meningkatnya emosi. “Jadi gampang emosian. Tersenggol sedikit, marah. Inilah distorsi budaya,” imbuh Arif.

Padahal, kita sebagai masyarakat berbudaya harus menjunjung tinggi tata krama, dengan mengedepankan 3 hal, yaitu, maaf, terima kasih, dan permisi.

“Dengan rasa Maaf, budayakan ‘rebutan salah’,  daripada ‘rebutan bener’. Kita terserempet motor orang, kitalah yang minta maaf duluan. Tidak lalu menyalahkan dia. Itu akan lebih cepat menyelesaikan masalah. Selanjutnya terimakasih. Budayakan terimakasih walau sedikit. Kita harus rukun dengan tetangga kita sendiri. Mereka adalah lebih daripada saudara ketika kita membutuhkan,” ujar Arif.

“Lalu dengan permisi, kita jalin komunikasi antara satu dengan yang lain. Ketika ada hajatan di tengah jalan dan kita mau lewat, kalau kita permisi, pasti kita justru akan dituntun utk melewati hajatan itu dengan selamat. Kalau kita terjang, habislah kita. Itulah kejawen kita, jangan sampai hilang,” pungkasnya. (Asrari Wardan/KIM Pakembinangun)




PGN Teken Kerjasama Pembangunan Jaringan Gas Bumi dengan Kabupaten Sleman

Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk melalui Sales and Operation Region III (SOR III) melakukan penandatanganan kerjasama pembangunan jaringan gas bumi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman di Kantor PGN SOR III, Surabaya, Rabu (26/10/2022).

Pada tahap awal, akan ada sekitar Sambungan Rumah Tangga (SR) di Kabupaten Sleman yang akan menjadi prioritas, dari total target sekitar SR di Sleman dan Yogyakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh General Manager, SOR III PGN, Edi Armawiria  dengan Bupati Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo, didampingi oleh Group Head, City Gas Project PGN Agung Kusbiantoro dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo.

PGN menarget perijinan, penentuan jalur, utilisasi, semua selesai pada November sehingga konstruksinya juga akan mulai dijalankan. Bersamaan juga akan diberikan sosialisasi ulang lagi ke masyarakat. Sebelumnya, PGN telah melakukan survei kemampuan atau daya beli masyarakat yang menjadi acuan dari terlaksananya program Gas Kita di Sleman dan Yogyakarta.

Edi Armawiria mengungkapkan, kerjasama ini adalah program bersama antara PGN dengan pemerintah kabupaten Sleman untuk mewujudkan proyek strategis pemerintah, khususnya pembangunan jaringan gas bumi  untuk pelanggan Rumah Tangga, komersial, bisnis dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman.

“Konsep kami di Sleman dan Yogyakarta ini berbeda dengan gas pipa yang disalurkan dari sumber pasokan yang langsung dialirkan ke pelanggan. Ini adalah program Beyond Pipeline, bahwa sumber pasokan gas kami bawa melalui moda transportasi. Kami kompres menjadi CNG atau LNG, kemudian dibawa ke Sleman. Kami akan membangun Hub di Sleman, dari sana kami akan membangun pipa distribusiuntuk menyalurkan gas ke pelanggan di Sleman dan Jogja,” ungkap Edi.

Dalam pelaksanaannya nanti, jargas di Sleman tidak menggunakan dana APBN, melainkan penugasan negara ke Badan Usaha untuk bisa menggantikan konsumsi LPG masyarakat yang cukup tinggi. Apalagi 80 persen material LPG adalah impor.

“MoU ini merupakan support dan dukungan pemerintah Sleman untuk menyukseskan program strategis nasional. Dan tentunya menjadi program bersama dalam menjalankan program nasional yang ditugaskan Holding Migas Pertamina yang diturunkan kepada PGN,” tandas Edi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan sangat berterimakasih dan bangga dengan terlaksananya kerjasama ini. Apalagi Sleman adalah kota pariwisata dan pendidikan. Ada banyak hotel, restoran, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada disana.

“Sleman ini penduduknya padat, banyak mahasiswanya juga. Ada sekitar 7 Perguruan Tinggi Negeri besar dan ada puluhan Perguruan Tinggi swasta. Pastinya kebutuhan energi mereka ini sangat besar. Oleh karena itu kami sangat berterimakasih dan berharap pembangunan jargas bumi ini bisa terlaksana secepatnya,” kata Kustini.

Pemerintah Sleman, lanjutnya, sudah melakukan sosialisasi di kecamatan Depok, Ngaglik dan Melati. “Di sana banyak perguruan tinggi. Masyarakat akan lebih diringankan dengan membayar gas. Akan kami fasilitasi, titik mana yang diperlukan PGN, kami bantu sehingga tidak membuka lahan sendiri. Dan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Perijinan kita perlancar karena ini untuk kemandirian energi nasional,” pungkasnya.(*)




Kalurahan Sumbersari Terima Kunjungan Dari Gunungkidul

Moyudan – Sebanyak 28 pamong Kalurahan Gedangrejo Karangmojo, Gunungkidul melakukan kunjungan kerja ke Kalurahan Sumbersari pada hari Kamis, (27/10/2022). Kunjungan ini merupakan  kunjungan balasan pamong Sumbersari yang telah ke Gedangrejo pada tahun lalu.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh lurah Gedangejo Suminto, dan diterima oleh Lurah Sumbersari Sukadi beserta segepap kaur dan stafnya serta dihadiri oleh perwakilan dari Kapanewon, Polsek, danramil, Puskesmas, Badan Permusyawartan Kalurahan, para dukuh, dan unsur PKK.

Lurah Gedanggrejo, Suminto dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kunjungan itu untuk menjalin silaturahmi antara Kalurahan Gedangrejo dan Kalurahan Sumbersari, untuk menambah wawasan baru, serta ingin memetik kebaikan yang akan diterapkan di kalurahannya. “Yang jelas, kami ingin belajar bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara Lurah Sumbersari Sukadi menyampaikan selamat datang dan terima kasihnya atas kunjungan para pamong kalurahan Gedangrejo ke kalurahan Sumbersari.

“Kami masih banyak kekurangan, tapi jika ada sesuatu  dari kami yang bisa diadopsi, sumangga, ” tuturnya.

Selanjutnya, Carik Sumbersari, Junaidi menyampaikan selayang pandang tentang Kalurahan Sumbersari Ia mengemukakan bahwa kalurahan Sumbersari terletak 120 diatas permukaan air laut dengan luas  wilayah Ha, terdiri dari 13 pedukuhan, 35 RW dan 90 RT dan jumlah penduduknya sampai akhir tahun 2021 tercatat jiwa. Selain itu dipaparkan pula tentang organisasi kalurahan, Badan Pesmusyawararan Kalurahan, pendapatan kalurahan, Lembaga-lembaga kalurahan, dan lain-lain.

“Di Sumbersari ada BKL yang berprestasi yaitu BKL Mugi Waras yang pernah juara 2 tingkat nasional untuk jenis prestasi Ketua BKL, juara 1 tingkat nasional untuk jenis prestasi bidang pengelolaan lansia tahun 2018. BKL ini belum lama menyelesaikan sekolah lansia dan belum lama diwisuda,” tambahnya.

Lebih jauh Carik menjelaskan adanya rumah edukasi diabetes melitus, kebun buah, dan lain-lain yang dapat dikunjungi. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).