Bupati Sleman Dukung Peningkatan Kesadaran Literasi di Sekolah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Literasi MAN 1 Sleman, pada Senin (31/10/2022) di MAN 1 Sleman. Agenda tersebut merupakan bagian dari perayaan hari jadi ke-60 MAN 1 Sleman. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh penulis Hayu Hamemayu sebagai pembicara.

Bupati Sleman yang juga sebagai Bunda Literasi, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan untuk menggugah kesadaran literasi di lingkungan sekolah.  Kustini juga menilai bahwa kemampuan literasi  memiliki banyak manfaat seperti  memperluas wawasan dan pemahaman, membangun kemampuan berfikir dan logika serta meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang ada di media terutama media digital.

Kustini juga menyampaikan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman memberikan layanan berbasis digital melalui e-book Sleman, layanan perpustakaan berbasis web,  jaringan kerjasama SOS,  LDR (Literasi Di Rumah) dan layanan melalui media sosial. Dengan berbagai layanan ini diharapkan dapat semakin mempermudah akses masyarakat dalam meningkatkan literasi.

“Dengan literasi, tingkat kemampuan seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang diterima dapat lebih baik. Melalui literasi juga akan membantu orang untuk berfikiran kritis sekaligus menjadi lebih bijak,” ujar Kustini.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Sleman, Soir menyampaikan bahwa peringatan hari jadi MAN 1 tak hanya menjadi momen untuk mengingat perjalanan dan sejarah sekolah, akan tetapi juga menjadi wujud komitmen MAN 1 Sleman untuk meningkatkan literasi. Minat terhadap literasi diharapkan tak hanya tumbuh pada diri siswa namun juga pada seluruh tenaga pendidik.

“Melalui kegiatan ini kami berkomitmen untuk meningkatkan literasi di lingkungan MAN 1. Sehingga kami ucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Bupati sebagai bentuk dukungan untuk kami,” jelas Soir.

Dalam sarasehan tersebut, Bupati Kustini turut berdiskusi dengan para peserta dan tamu yang hadir. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peyerahan hadiah kepada pemenang lomba pidato 4 bahasa, lomba menulis cerpen, lomba story telling, drama, dan reportase. (Humas Sleman)




Jeep Wisata Sleman Diminta Utamakan Pelayanan dan Keselamatan Wisatawan

Sleman – Keberadaan jeep wisata di berbagai destinasi wisata Kabupaten Sleman khususnya di kawasan lereng Merapi diimbau untuk senantiasa mengutamakan pada aspek pelayanan dan keselamatan terhadap wisatawan. Jeep wisata tidak hanya berfungsi untuk mengantarkan wisatawan ke suatu destinasi, namun sekaligus untuk mengenalkan berbagai daya tarik dan destinasi yang mungkin belum pernah dijangkau wisatawan.

“Intinya pengemudi jeep wisata hendaknya sekaligus berfungsi sebagai pemandu wisata yang mampu menjelaskan dan mempromosikan berbagai obyek dan destinasi dengan berbagai kelebihannya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid saat ditemui di kantornya di Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman Yogyakarta, Senin (31/10/2022)

Ishadi menambahkan bahwa saat ini adalah saat yang tepat bagi semua insan pariwisata untuk berbenah baik para pengelola destinasi, pokdarwis, maupun pelaku usaha jasa pariwisata. “Mengingat pada saat ini aktivitas wisatawan sudah mulai booming lagi pasca pandemi Covid-19,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Nyoman Rai Savitri, mengatakan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapan usaha jasa jeep wisata khususnya di kawasan lereng Merapi dalam menyambut wisatawan, Pemerintah Kabupaten Sleman yang dalam hal ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman secara terpadu bersama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Polres Sleman, Denpom IV/2 Yogyakarta, Polsek Cangkringan, Koramil Cangkringan, Satpol PP Kabupaten Sleman, Kapanewon Cangkringan, UPT Pengujuan Kendaraan Bermotor, dan Kalurahan Umbulharjo telah melakukan pemeriksaan kendaraan jeep wisata secara rutin dan berkesinambungan sebanyak 29 kali setahunnya diberbagai titik pemeriksaan. “Pada tahun 2022 ini diakhiri dengan pemeriksaan yang telah dilakukan sepekan yang lalu,” terangnya.

Pemeriksaan kendaraan jeep wisata tersebut meliputi kepemilikan lisensi dan kondisi fisik kendaraan yang meliputi rem dan hand-rem, selang fleksibel, spelleng, kondisi ban, wiper, hemp, kondisi baut, kabel, sabuk pengaman, dan lain-lain.

“Pemeriksaan kendaraan jeep wisata pekan lalu dilaksanakan di Basecamp TLCM, Basecamp MJAK dan pemeriksaan/ inspeksi mendadak di jalur pintu gerbang Umbulharjo yang tujuannya untuk melakukan pembinaan terkait pelayanan keselamatan terhadap wisatawan,” ungkap Savitri.

Terkait dengan pemeriksaan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman tersebut, Savitri mengimbau kepada para driver jeep wisata untuk terus menyiapkan dan mempertahankan kendaraan dengan kondisi fisik yang baik selama operasionalnya. Aspek kenyamanan dan keselamatan wisatawan hendaknya dikedepankan sehingga wisatawan pengguna jeep wisata akan terkenang dengan pelayanan yang prima.

“Hal seperti ini tentu akan secara otomatis mendukung promosi jeep wisata lereng Merapi kepada mitra, saudara dan sanak keluarga wisatawan,” pungkasnya.




Apresiasi Kesuksesan Porda dan Peparda 2022, Pemkab Sleman Berikan Bonus untuk Para Atlet

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menyerahkan tali asih kepada atlet, ofisial, pelatih dan pendamping PORDA XVI dan PEPARDA III, pada Sabtu (29/10/2022) di Gedung Serbaguna Sleman. Tali asih diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Danang Maharsa kepada perwakilan atlet.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Agung Armawanta melaporkan bahwa Kabupaten Sleman sebagai tuan rumah telah mencanangkan target tiga sukses, yakni, sukses sebagai tuan rumah, sukses prestasi meraih gelar hattrick lagi, dan sukses menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan 400 UMKM.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan tugas ini sesuai bidang masing-masing. Dan kami seluruh tim pelaksana juga mohon maaf jika dalam pelaksanaan tugas ada banyak kekurangan,” jelas Agung.

Sementara Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih atas kontribusi setiap pendukung, baik dari atlet hingga seluruh ofisial, terhadap kesuksesan gelaran event PORDA XVI dan PEPARDA III DIY Tahun 2022. Keberhasilan ini dinilai Bupati patut menjadi kebanggaan bersama, sebab Sleman  tak hanya sukses dalam meraih medali melainkan juga sukses menjadi tuan rumah gelaran dua tahunan ini.

“Seluruh usaha yang telah kita lakukan bersama berhasil mempertahankan gelar juara umum PORDA XVI dan membuktikan jargon Sembada Hattrick Lagi. Tentunya prestasi ini semakin menginspirasi dan memotivasi kita dalam memajukan olahraga di Kabupaten Sleman,” kata Kustini.

Terkait besaran tali asih, Bupati menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tahun ini atlet tunggal peraih medali emas mendapatkan bonus , perak , dan perunggu . Sedangkan untuk atlet beregu dengan 2-6 anggota, peraih medali emas mendapatkan bonus , perak Rp , dan perunggu .

Sementara itu, untuk atlet beregu 7-11 anggota peraih emas mendapatkan bonus , perak , dan perunggu . Dan untuk atlet beregu beranggota 11 peraih emas mendapatkan bonus , perak , dan perunggu .

Kustini menambahkan, pemberian tali asih bonus PORDA PEPARDA yang hari ini diserahkan merupakan sebuah bentuk apresiasi atas keseriusan dan kerja keras seluruh insan olahraga Sleman dalam memperjuangkan Sleman sebagai juara umum tahun ini.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan harapannya agar para atlet dapat menyikapi kemenangan dengan bijaksana dan tetap konsisten dalam mempertahankan prestasi.

“Tentunya kami juga berharap atlet-atlet yang hadir hari ini dapat mengharumkan nama Sleman pada event PON mendatang,” pungkas Kustini.




Peringati Sumpah Pemuda, Warga Padukuhan Kayen “Kembali Bersekolah”

Sleman – Memeriahkan Sumpah Pemuda ke-94, RW 45 Padukuhan Kayen menggelar Jalan Sehat, bertempat di Joglo Suratno ’45, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (30/10/2022). Mengambil tema Back to School, para peserta jalan sehat dimulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua tampil dengan baju sekolah.

Bendera start dikibarkan oleh Lurah Condongcatur tepat pukul WIB peserta menempuh perjalanan kurang lebih 9 Km. Arak-arakan peserta terlihat unik memakai seragam sekolah dari TK, SD, SMP, SMA maupun seragam mahasiswa bahkan kostum Guru sekolah, sambil menyanyikan lagu anak-anak.

Ketua Panitia, Berlian Aji Putra Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini diprakarsai sepenuhnya oleh pemuda-pemudi RW 45 (Imamika’45) untuk memperingati hari sumpah pemuda ke 94 tahun 2022. Dengan tema Back To School , para peserta yang memakai pakaian sesuai tema anak sekolah akan diberikan hadiah khusus oleh panitia.

 “Tujuan acara jalan sehat dengan memakai tema ini agar para peserta dapat mengenang kembali ketika dulu menjadi anak sekolah karena sejatinya para orangtua saat ini dulu juga pernah menjadi seorang pemuda pemudi di zamanya sehingga ketika memakai kostum tersebut akan membangkitkan semangat jiwa muda kembali untuk terus berkarya sesuai bidang profesinya masing masing sesuai tema tahun 2022, bersatu membangun bangsa,” ungkap Berlian.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat Padukuhan Kayen ini. Ia mengatakan, ada banyak peringatan yang dilakukan di Condongcatur, tetap Padukuhan Kayen yang memiliki konsep unik dan berbeda.

“Hari ini di RW “45 Kayen, Condongcatur kelihatan aneh dan berbeda, tapi luar biasa dan keren karena para peserta jalan sehat semua dari anak anak, remaja, orangtua bahkan Simbah-Simbah mengenakan baju sekolah,” ujar Reno.

Ia mengapresiasi upaya pemuda di Padukuhan Kayen dalam memeriahkan Sumpah Pemuda kali ini, dan berharap seluruh pejabar padukuhan dapat terus mendukung kegiatan mereka yang positif.

“Karena pemuda adalah agent of change di dalam masyarakat, karena pemuda merupakan tulang punggung sebagai penggerak di masing-masing RT, RW, Padukuhan atau Kalurahan, dan kedepannya sebagai penerus pemimpin bangsa sehingga selayaknya diberikan ruang berekpresi dan dukungan,” kata Reno.

Dalam kesempatan ini, Reno juga memberikan sejumlah uang kepada panitia untuk diberikan kepada peserta jalan sehat yang memakai kostum unik dan paling menarik, sesuai dengan tema. (Wasana/KIM Depok)




Peringati Sumpah Pemuda, Algojo Gelar Gowes Bareng dan Bentangkan Bendera Raksasa

Sleman – Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke 94 Tahun 2022, Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) dan Mapala UPN Yogyakarta bersama komunitas komunitas sepeda menyelenggarakan Gowes Sumpah Pemuda, Kirab, serta Upacara dan Pembentangan Bendera Merah Putih ukuran 16 x 28 Meter yang dilaksanakan pada hari Sabtu, (29/10/2022)

Para peserta dari berbagai Komunitas yang ada di Jogja sudah hadir sejak pukul WIB di tempat start di Halaman Kalurahan Condongcatur. Tepat jam WIB bendera start dikibarkan oleh pembina Algojo yang juga Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji.

Peserta gowes menempuh jarak sejauh kurang lebih 17 Km menuju Embung Banjarharjo konvoi dengan mobil yang mengkirab Bendera Merah Putih Raksasa ukuran 16 x 28 Meter pada bagian depan, yang diiringi dengan mobil pembawa kru kesenian Dadongwuk dengan perlengkapan musiknya menyanyikan lagu perjuangan dan lagu campursari. Selain itu, iringi-iringan juga terdiri dari ambulans dan BNN.

Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-94 Tahun 2022 kemudian digelar di garis finis, yaitu Embung Banjarharjo yang berada di Balong, Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, dan bertindak sebagai Pembina adalah Reno Candra Sangaji.

Dalam amanatnya, Reno mengatakan bahwa Sumpah Pemuda tangga 28 Oktober 1928 adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan Indonesia. Sumpah pemuda merupakan ikrar kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Makna sumpah pemuda 28 Oktober 1928 tersebut adalah bersatunya tujuan dalam persatuan cita-cita kebangsaan untuk Indonesia merdeka.

“Hari ini para Goweser berkumpul melaksanakan upacara memperingati hari sumpah pemuda mengambil spirit tersebut walaupun ada puluhan bahkan ratusan Komunitas Goweser di Jogja tetapi Tetap Bersatu disatukan dalam hobby yang sama yaitu bersepeda, dengan prinsip Goweser Seduluran Saklawase, dengan bergowes bisa saling mengenal, akrab dari berbagai kalangan,” ungkap Reno. (Wasana/KIM Depok)