Gebyar PAUD, Upaya Koordinator PAUD Turi Tanamkan Karakter dan Jiwa Pancasila Peserta Didik

Sleman – Untuk menanamkan pendidikan karakter dan penguatan jiwa Pancasila kepada pendidik dna peserta didik, Koordinator Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kapanewon Turi menggelar Gebyar PAUD pada Sabtu (29/10/2022). Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Kalurahan Bangukerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman ini mengambil tema Membangun Karakter Cinta Tanah Air dengan Mencintai dan Melestarikan Budaya Melalui Tradisional, Gamelan, dan Dongeng Sejak Dini.

“Gelaran acara ini sebagai salah satu upaya memberikan pendidikan karakter dan penguatan jiwa Pancasila kepada pendidik dan peserta didik terutama karakter kebangsaan dan budaya serta menggugah masyarakat lebih mencintai budaya sendiri dan memberikan pembelajaran peserta didik tentang budaya khususnya budaya Daerah Istimewa Yogyakarta,” terang Ani Tri Haryanti, Ketua Paniti Gebyar PAUD.

Ani menambahkan bahwa kegiatan yang kali kelima digelar ini merupakan agenda dua tahunan Koodinator PAUD Turi. “Seharusnya dilakukan pada tahun 2021, karena adanya bencana Pandemi  Covid-19 maka agenda ini kami undur pada tahun ini,” ungkap Ani lagi.

Gebyar PAUD sendri diisi dengan berbagai acara, seperti memperkenalkan gamelan dan tari tradisional yang diikuti oleh 98 pendidik dan 210 peserta didik usia dini yang berasal dari KB TPA dan SPS se-Kapanewon Turi. Selain itu ada juga mendongeng bersama Kak Bimo, salah satu Pendongeng Nasional dari Yogyakarta.

Chairunisa, perwakilan PAUD dan Kelompok Bermain Aisyiyah Insan Mutaqin Dadapan Wonokerto Turi menambahkan bahwa di Kapanewon Turi sendiri saat ini ada 21 lembaga PAUD yang terdiri dari 7 kelompok bermain, 1 TPA, dan 13 SPS. Pada awal berkembang tahun 2006, PAUD non-formal di Turi ada 80 anak. Seiring perkembangan waktu, jumlah anak didik pun bertambah, dan sekarang telah mecapai 500 anak.

“Sebagai bentuk motivasi dan usaha peningkatan kapasitas pendidik dan peserta didik, maka HIMPAUDI Kapanewon Turi mengadakan Acara Rutin 2 (dua) tahunan yang berupa Gebyar PAUD,” ungkap Chairunisa.

Kegiatan Gebyar PAUD ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kalurahan Bangunkerto. “Terima kasih kepada Ibu-ibu guru PAUD yang telah dengan suka rela mendedikasikan ilmu dan waktunya dalam mendidik dan membentuk karakter calon-calon pemimpin Bangsa,” tutur Lurah Bangunkerto, Anas Makruf. (Arief Hartanto)




Upaya Puskesmas Ngaglik II Guna Tingkatkan Kesadaran Masyarakat untuk Hidup Sehat

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada bulan November 2022 , Puskesmas Ngaglik II  menyelenggarakan kegiatan  Gebyar Germas dan Inovasi Puskesmas Ngaglik II pada hari Sabtu (29/10/2022) di Embung Jetis Suruh, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Sebanyak 1000 undangan mengikuti kegiatan senam masal yang dirangkai dengan kegiatan  pemeriksaan kesehatan, konsumsi sayur dan buah, pengecekan gula darah gratis, Lomba mewarnai anak Logo Inovasi Puskesmas Ngaglik II , Gebyar Inovasi Puskesmas Ngaglik II, pembagian doorprize dan hadiah, Bazar Stand UMKM Donoharjo serta penampilan kesenian Gedrug  dari Padukuhan Donolayan Donoharjo.

Menurut Kepala Puskesmas Ngaglik II, dr Trisni Nur Andayani, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, agat terhindar dari Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dapat menyebabkan kematian seperti hipertensi, stroke, jantung, diabetes, dan lainnya.

PTM, lanjut Trisni, juga dapat membuat pembiyaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung meningkat. Selain itu, dampak lainnya adalah menurunnya produktivitas masyarakat yang dapat berakibat penurunan daya saing Negara. Pada akhirnya, hal tersebut akan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

 “Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa, untuk itu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik”, jelasnya.

Berkaitan dengan Inovasi Puskesmas Ngaglik II, Ketua Panitia Kegiatan, Theodorus Indarto yang aktif di bagian Gizi Puskesmas Ngaglik 2 menjelaskan bahwa ada masalah target program yang tidak tercapai sehingga setiap divisi dipersilahkan untuk membuat inovasi sendiri berdasar target di setiap program.

“Inovasi Puskesmas Ngaglik II disebut dengan SINOWA yaitu seputar inovasi pungawa yang merupakan singkatan dari puskesmas ngaglik Duwa. Penggagasnya adalah Ibu Kepala Puskesmas dan Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat mbak Azizah”, ujarTheo.

Dari dua belas inovasi Puskesmas Ngaglik II, ada satu inovasi yang meraih juara di tingkat Kabupaten/Provinsi dan berhasil mengikuti kompetisi tingkat nasional yaitu inovasi yang di Kacere Mas Edi (Kader Cerdas Menggunakan Obat Masyarakat Sehat Secara Mandiri). Kacere Mas Edi mampu meraih juara 1 tingkat K

Kacere Mas Edi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dalam penggunaan obat melalui peran kader kesehatan yang cerdas dalam menggunakan obat. Inovasi tersebut berhasil meraih juara 1 tingkat Kabupaten Sleman sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian Teladan Kabupaten Sleman, dan juara 1 tingkat Provinsi DIY tahun 2022 serta turut mengikuti kompetisi tingkat nasional di tahun 2022. “Inovasi tersebut didesain oleh Mbak Iin Yulia yang bertugas sebagai asisten apoteker,” jelas Theo lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Pegiat Sampah Berbah Studi Tiru Penggelolaan Sampah di TM Sampah

Sleman – Masyarakat pegiat sampah yang tergabung dalam komunitas Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah yang terdiri dari bank sampah, sodakoh sampah, TPS3R melakukan kegiatan kunjungan ke gudang Teknik Mengelola Sampah (TM  Sampah) Bawuran 1, RT 06 Bawuran, Pleret, Bantul pada hari Sabtu (29/10/2022).

Kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan pemerintah Kapanewon Berbah melalui Kepala Jawatan Kemakmuran Ringgo Antoni Surya.

“Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam hal cara mengelola sampah dengan baik sehingga bisa lebih efisien dan berdaya guna. Harapannya dalam mengelola sampah selain untuk membuat lingkungan bersih, keindahan juga bisa memberikan tambahan nilai ekonomi pada sampah yang terkekola sehingga para pegiat sampah bisa meningkat taraf kehidupannya melalui pengelolaan sampah,” ungkap Ringgo.

Rombongan disambut langsung oleh pemiliki gudang TM Sampah, Tomy Wahyu Pradana. Dalam kesempatan tersebu, Tomy menuturkan tentang gudang TM Sampah miliknya. Menurut Tomy usaha pengolahan sampah merupakan usaha keluarga mulai berjalan dari tahun 2011. Sedangkan ia sendiri bergelut dengan sampah dari SD kelas lima sebagai pemulung di TPA Piyungan karena rumahnya berdekatan dengan TPA piyungan.

Sambil melihat proses pengolahan sampah Tomy menjelaskan bahwa Gudang TM Sampah  berdiri diatas tanah milik sendiri dan bersebelahan dengan TPA Piyungan.

“Meskipun demikian hampir semua sampah dan rosok yang derima di gudang TM Sampah bukan dari TPA Piyungan,” ungkap Tomy.

Ia mengakui bahwa TM Sampah menerima pasokan dari pemulung dari luar TPA, serta mengambil dari kelompok pengelola sampah binaan, dan tempat umum, salah satunya adalah Teras Satu Malioboro.

Selain itu, lanjut Tomy, TM Sampah juga mengelola sampah beberapa restoran, rumah makan dan tempat-tempat wisata disekitar Yogja.

“Gudang TM Sampah menerima hampir semua jenis Sampah baik organik maupun anorganik. Untuk sampah anorganik beberapa jenis sampah tidak diterima perosok lain seperti styrofoam, plastik multilayer, mika dan residu lain. Mamun di TM sampah semua kami terima, karena TM Sampah punya koneksi langsung ke pabrik daur ulang,” jelas Tomy.

Untuk sampah organik biasanya yang disetor berasal dari rumah makan, restoran, hotel berupa sampah makanan, buah dan sayuran. Untuk sampah seperti ini di-blender dan dipergunakan sebagai pakan maggot.

“Maggot sendiri adalah larva dari lalat hitam BSF (Black Soldier Fly). Budidaya maggot salah satu cara untuk menuntaskan sampah organik sisa dapur. Sisa pakan maggot dipergunakan untuk pupuk tanaman,” ujar Tomy.

Maggot sendiri bisa dipake untuk pakan ikan, bebek, ayam, burung diberikan dalam kondisi segar atau dalam bentuk kering yang sudah di oven.

“Untuk maggot kering hasil oven kebutuhannya sangat banyak untuk pakan burung kicauan dan ikan hias. Apalagi sekarang banyak penghobi burung dan ikan hias,” ungkap Tomy. (Kusnadi/KIM Berbah)




Wakil Bupati Sleman Ajak Duta Keistimewaan DIY Promosikan Wisata Sleman

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri kegiatan kunjungan wisata 27 Duta Keistimewaan DIY bertempat di Joglo Abiyasa, Kalurahan Banyurejo, Tempel, pada hari Sabtu (29/10/2022).

Kegiatan kunjungan wisata yang bertajuk Sekolah Wisata Sleman ini dilakukan di tiga lokasi yaitu Desa Wisata Grogol Seyegan, Buk Renteng dan Wisata Bambu Dusun Brajan Kapanewon Minggir.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Duta Keistimewaan DIY berkesempatan untuk berdialog secara langsung bersama dengan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang dilakukan oleh Forkom Duta Keistimewaan DIY dengan Dinas Pariwisata Sleman melalui kegiatan Fam Trip.

Menurut Danang, adanya kunjungan wisata para Duta Keistimewaan DIY di Kabupaten Sleman ini dapat menjadi media promosi bagi destinasi wisata yang berada di Kabupaten Sleman. Terlebih, saat ini sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian Pemerintah untuk terus ditingkatkan paska pandemi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media promosi dan pengenalan bagi masyarakat luas terkait potensi wisata di Kabupaten Sleman,” kata Danang.

Pada kesempatan tersebut, Danang juga mengajak para peserta kunjungan wisata untuk ikut serta membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mempromosikan destinasi wisata Sleman yang telah dikunjungi. Danang menilai pemuda pemudi yang tergabung dalam Forkom Duta Keistimewaan ini merupakan orang-orang terpilih yang mampu memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Slema kepada masyarakat luas.

Selain melakukan dialog bersama Wakil Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman, para peserta juga ikut dalam beberapa kegiatan di Desa Wisata, diantaranya yaitu kegiatan menanam padi dan kegiatan menganyam bambu. (Humas Sleman)




Hadiri BBKT Kabupaten Sleman, Bupati Sebut Karang Taruna Penentu Arah Kabupaten Sleman di Masa Depan

Bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10) malam, Bupati dan Wakil Bupati Sleman menghadiri Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) Kabupaten Sleman, di area parkir barat stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman. Ada lebih dari dua ribu anggota karang taruna se-Kabupaten Sleman turut hadir memeriahkan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendukung sekaligus mengapresiasi diadakannya kegiatan tersebut. Ia berharap Karang Taruna dapat menjadi wadah bagi generasi muda guna mengembangkan keterampilan serta potensinya. Sehingga nantinya diharapkan pemuda di Kabupaten Sleman dapat menjadi generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing, serta mampu mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman.

“Karang Taruna inilah yang akan membangun Kabupaten Sleman. Sleman ini mau dibawa kemana, semua ada di tangan Karang Taruna,” ujar Kustini.

Sementara Ketua Karang Taruna Sleman, Samirin, menjelaskan pada kegiatan ini juga dilakukan bakti sosial Karang Taruna Peduli dengan membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu. Diterangkan bahwa sembako tersebut diperoleh dari tiket masuk para anggota Karang Taruna Sleman yang hadir pada acara tersebut.

“Untuk tiket untuk masing-masing orang yakni berupa beras lima kilogram, atau minyak goreng empat kilogram, atau gula pasir empat kilogram, yang jika diuangkan setara 50 ribu rupiah. Selain itu juga ada tambahan bantuan dari Dinas Sosial Sleman. Sembako yang terkumpul kemudian kita bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Samirin menjelaskan hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial Karang Taruna Kabupaten Sleman kepada masyarakat. Menurutnya hal ini tak lepas dari status Karang Taruna sebagai organisasi sosial yang harus selalu peka dan berjuang demi kesejahteraan sosial di sekitarnya.

Acara Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Sleman ini juga dimeriahkan dengan hiburan oleh sejumlah artis ternama, seperti Ndar Boy, Geby, dan lainnya. Hadir pula pada acara tersebut Kepala Dinas Sosial, Eko Suhargono, Anggota Komisi C DPRD Sleman, Susilo Nugroho, dan Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman, Raudi Akmal. (Humas Sleman)