Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu Sleman Berikan Pembekalan Panwaslu Kecamatan

Sleman – Menghadapi perhelatan Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan/Kapanewon se-Kabupaten Sleman menerima pembekalan terkait pengawasan yang diberikan oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ballroom Sidomukti, Hotel Grand Keisha, Depok, Sleman, Jumat (28/10/2024) malam.

Pembekalan bagi 51 Panwaslu Kecamatan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 28 Oktober hingga 29 Oktober 2022. Kegiatan yang dimoderatori Nur Hendi Widyatmoko dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa dilanjutkan penyampaian nilai-nilai dasar pengawas pemilu dan teknis pelaporan hasil kinerja. Sedangkan pemaparan materi tentang tata kelola sumber daya manusia dan organisasi serta pembentukan Panwaslu Desa dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara dilakukan oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati.

Pada sesi terakhir hari pertama pembekalan Panwaslu Kecamatan ditutup dengan pemaparan materi mengenai upaya pencegahan dalam pengawasan pemilihan umum yang disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar.

Kegiatan di hari kedua, peserta pembekalan menerima materi yang berkaitan dengan penyelesaian sengketa cepat di tingkat Kecamatan/Kapanewon dari Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sleman, Mujibur Rahman. Disambung dengan paparan materi tentang prosedur penanganan pelanggaran oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito.

Dalam presentasinya, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Tata Kerja Dan Pola Hubungan Pengawas Pemilihan Umum Pasal 51 maka ketugasan dari Panwaslu Kecamatan/Kapanewon terbagi menjadi tiga divisi yakni divisi sumber daya manusia, organisasi, Data dan Informasi. Selanjutnya divisi hukum, pencegahan, partisipasi masyarakat, dan hubungan masyarakat, serta divisi penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa.

“Panwaslu Kecamatan menyelenggarakan pengawasan Pemilu dan Pemilihan di wilayah Kecamatan/Kapanewon. Sedangkan masing-masing divisi melakukan tugas pengawasan dan sosialisasi pengawasan Pemilu dan Pemilihan berdasarkan tahapan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Vici.

Ia menggarisbawahi tugas pengawasan dan sosialisasi pengawasan Pemilu dan Pemilihan dikoordinasikan oleh Ketua Panwaslu Kecamatan yang dibagi dengan memperhatikan karakteristik dan beban kerja masing-masing divisi berdasarkan Rapat Pleno Bawaslu dan ditetapkan dalam keputusan Bawaslu Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dukung Pemilu 2024, Bawaslu Sleman Lantik Panwascam

Sleman – Untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang berintegritas dan bermartabat melalui tugas pokok dan fungsi pengawasan di setiap tahapan, serta mencegah terjadinya pelanggaran dan sengketa, maka Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa secara resmi melantik dan melakukan pengambilan sumpah jabatan terhadap 51 Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan/Kapanewon se-Kabupaten Sleman yang dilangsungkan di Ballroom Sidomukti, Hotel Grand Keisha, Depok, Sleman, Jumat (28/10/2022) sore.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, H.Y. Aji Wulantara mewakili Bupati Sleman, Ketua Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutrisnowati, Kepala Sekretariat Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, Screning Yosmar Dano, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Suparno, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi, perwakilan dari Kepolisian Resort Sleman, Komando Distrik Militer 0732/Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, Panewu se-Kabupaten Sleman, Rohaniawan, serta seluruh Pimpinan Bawaslu Kabupaten Sleman.

Dalam keterangannya usai pelantikan, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menyebutkan bahwa animo masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman untuk menjadi Pengawas Pemilu di tingkat Kecamatan/Kapanewon pada tahun 2022 sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari 343 pendaftar hanya dibutuhkan 51 orang saja yang disaring melalui seleksi administrasi, tes tulis atau Computer Assisted Test, serta tes wawancara.

“Panwaslu Kecamatan (Panwascam) terlantik adalah personil terbaik yang berhasil lolos melalui tiga tahapan seleksi perekrutan. Eksistensi Panwascam menjadi unsur yang sangat diperlukan dalam menentukan kualitas jalannya tahapan Pemilu di wilayah Kapanewon hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selamat bergabung sebagai Pengawas Pemilu dan menjadi bagian dari Penegakan keadilan Pemilu,” tutur Karim.

Hal senada disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, H.Y. Aji Wulantara, bahwa anggota Panwaslu Kecamatan yang dipilih dinilai memiliki integritas dan kemampuan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pemilu mendatang di wilayah Kabupaten Sleman. Harapannya adalah amanah yang diemban Panwaslu Kecamatan dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Agar pemilu mendatang berjalan aman, tertib, damai dan berintegritas. Saya perlu mengingatkan kepada seluruh Panwaslu Kecamatan agar tidak terpancing berita bohong serta menghindari politik uang, terlebih saat ini banyak kran yang strategis untuk  memanfaatkan isu SARA di sejumlah media sosial guna menjatuhkan lawan politiknya. Praktek semacam itulah yang patut diwaspadai supaya tidak menodai pemilu,” pesan Aji.

Ia juga menghimbau kepada seluruh Panwaslu Kecamatan dapat mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan media sosial secara bijak khususnya berhubungan dengan pemilu karena keberadaan media sosial memungkinkan setiap orang menjadi kantor berita. Selanjutnya, pengguna media sosial wajib menyaring semua informasi yang diakses dan menghindari akun yang mengandung konten negatif, serta menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Sleman: Pemuda Tulang Punggung Kejayaan Bangsa

Sleman – Memperingati hari Sumpah Pemuda ke 94, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melaksanakan upacara pada Jumat (28/10/202) di lapangan Pemda Sleman. Tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini adalah Bersama Bangun Bangsa.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengamanatkan bahwa tema Sumpah Pemuda tahun ini merupakan kekuatan untuk melakukan pembangunan peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa.

“Bersama membangun bangsa menjadi penguat dan tahan nilai Sumpah Pemuda tahun ini,” ungkap Kustini.

Dalam amanatnya, Kustini juga menyampaikan bahwa pemuda bukan hanya pelaku penting dalam pembangunan namun juga menjadi tulang punggung kejayaan bangsa. Semangat ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menciptakan Sleman sebagai rumah bersama bagi semua elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang yang berbeda baik agama, etika, maupun budaya.

Kustini juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri menjadi generasi yang kreatif, inovatif, kolaboratif, dan mandiri. “Mari bersama-sama berupaya mengembangkan potensi diri pemuda demi membangun kesejahteraan dan kejayaan bangsa,” tuturnya. (Rep Dian/Foto Nesya)




Pemkab Sleman Gencarkan Kampanye Keselamatan Bagi Pelaku Jeep Wisata

Sleman – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dalam keselamatan lalu lintas dan angkutan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menyelenggarakan  kampanye keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan sosialisasi Tertib Lalu Lintas bagi para pelaku Jeep Wisata, bertempat di Warung Kopi Cangkruk, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kamis (27/10/2022).

Kegiatan kampanye dan sosialisasi tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya menyampaikan kegiatan kampanye keselamatan LLAJ dan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam tertib lalu lintas.

“Kegiatan ini (Kampanye Keselamatan LLAJ dan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas) diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian yang sama antar para pengguna jalan sehingga mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman,” kata Danang.

Lebih lanjut, Danang menuturkan kegiatan ini secara khusus menyasar para pengemudi Jeep wisata Merapi Sleman. Hal tersebut didasarkan pada tingginya minat wisatawan di Sleman yang menggunakan Jeep untuk menyusuri sejumlah tempat wisata yang berada di Sleman.

Dari data yang dihimpun Pemkab Sleman dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, terdapat kecenderungan peningkatan jumlah kecelakaan di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data tersebut, Danang menyebut Pemkab Sleman bersama seluruh pihak memiliki tanggungjawab dalam melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, khususnya bagi operasional jeep wisata yang berada di Sleman.

“Aturan-aturan yang menjadi dasar dalam berkendara yang aman hendaknya dapat menjadi rujukan dalam berkendara. Tidak hanya dalam hal teknis seperti melengkapi diri dengan perangkat keamanan dalam berkendara, namun juga harus dapat dibarengi dengan etika dalam berkendara. Mengingat keselamatan berkendara tidak hanya diperuntukan bagi keselamatan pribadi namun juga untuk keselamatan bersama seluruh pengguna jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana menyampaikan kegiatan kampanye dan sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak 60 peserta yang merupakan para pelaku usaha Jeep wisata di kawasan Merapi Sleman.

Arip menyebut dalam kegiatan ini tidak semua pelaku jeep wisata ikut serta, akan tetapi perwakilan yang hadir nantinya memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan sosialisasi tersebut kepada para pelaku jeep wisata lain sehingga dapat diimplementasikan dalam operasional jeep wisata.

Kegiatan kampanye dan sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya yaitu perwakilan Satlantas Polres Sleman, IPDA Yoyok Rahman dan Wakil Direktur Politeknik Keselamatan, I Made Suraharta.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis helm keselamatan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada perwakilan pelaku usaha Jeep Wisata. (Humas Sleman)




Pentingnya Penguatan Nilai Kesetiakwanan Sosial Berbasis Budaya di Tengah Kemajuan Teknologi

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar acara sarasehan Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial Melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya di Aula Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kamis (27/10/2022). Kegiatan ini merupakan salah satu Pokir Anggota Komisi D DPRD Sleman, Rita Nurmastuti memanfaatkan Dana Keistimewaan DIY, di mana salah satunya dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

Menurut Rita, penguatan nilai kesetiakawanan melalui restorasi sosial berbasis budaya ini penting dilakukan karena kuatnya pengaruh nilai dari luar melalui teknologi, yang belum tentu cocok dengan generasi bangsa.  

“Maraknya dan derasnya arus informasi demikian dahsyatnya. Sehingga budaya asli masyarakat Jawa terkikis dan mulai harus diperhatikan. Informasi benar, tidak benar, atau justru tidak bermanfaat seolah menyebar tanpa batas. Sehingga kesenjangan sosial makin tinggi,” ujar Rita.

Oleh karena itu, Maka dibutuhkan penguatan nilai-nilai Kesetiakawanan sosial melalui Restorasi Sosial berbasis budaya Jawa Mewujudkan Kesejahteraan Sosial.

Ancaman yang diberikan oleh penggunaan gadget (gawai) ini juga digarisbawahi oleh Arif Bintoro Johan, Dosen dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Ia mengatakan bahwa gawai dapat diibaratkan sebagai setan gepeng.

“Gawai ini membuat kita yangg jauh terasa dekat, namun yang dekat terasa jauh. Kalau berkumpul hanya main gawai terus. Sampai akhirnya kalau sudah main hape, dipanggil pun tidak mau menjawab. Ini bukti respon menurun,” ujarnya.

Lebih lanjut ABJ memaparkan bahwa gawai pun juga menyumbang angka tertinggi survey meningkatnya emosi. “Jadi gampang emosian. Tersenggol sedikit, marah. Inilah distorsi budaya,” imbuh Arif.

Padahal, kita sebagai masyarakat berbudaya harus menjunjung tinggi tata krama, dengan mengedepankan 3 hal, yaitu, maaf, terima kasih, dan permisi.

“Dengan rasa Maaf, budayakan ‘rebutan salah’,  daripada ‘rebutan bener’. Kita terserempet motor orang, kitalah yang minta maaf duluan. Tidak lalu menyalahkan dia. Itu akan lebih cepat menyelesaikan masalah. Selanjutnya terimakasih. Budayakan terimakasih walau sedikit. Kita harus rukun dengan tetangga kita sendiri. Mereka adalah lebih daripada saudara ketika kita membutuhkan,” ujar Arif.

“Lalu dengan permisi, kita jalin komunikasi antara satu dengan yang lain. Ketika ada hajatan di tengah jalan dan kita mau lewat, kalau kita permisi, pasti kita justru akan dituntun utk melewati hajatan itu dengan selamat. Kalau kita terjang, habislah kita. Itulah kejawen kita, jangan sampai hilang,” pungkasnya. (Asrari Wardan/KIM Pakembinangun)