Bupati Sleman Kukuhkan 50 Pengurus KSB Condongcatur

Gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Condongcatur, Depok, Sleman, pada hari Kamis (20/10) siang. Akibatnya, sejumlah bangunan porak poranda, serta mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Namun hal tersebut mampu diatasi berkat kesigapan tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Condongcatur.

Hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kamis (20/10/2022) siang, di halaman kantor Kalurahan Condongcatur. Dalam kegiatan tersebut  sekaligus juga dikukuhkan sebanyak 50 pengurus KSB Kalurahan Condongcatur oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kustini menyebutkan terbentuknya KSB dan dikukuhkannya pengurus KSB menjadi wujud nyata keseriusan dan kepedulian Pemkab Sleman dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman. Melalui pengukuhan pengurus KSB ini, Kustini berharap dapat semakin meningkatkan kinerja dan sinergi antara KSB dengan Pemerintah, utamanya pada berbagai program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam mitigasi bencana.

“Kami berharap dengan keberadaan saudara-saudara dalam KSB dapat semakin memperkuat dan melengkapi seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Sleman, Eko Suhargono menjelaskan pengurus KSB yang dikukuhkan tersebut berjumlah 50 orang yang terdiri dari relawan, tokoh masyarakat, linmas, kader dan karang taruna. Adapun materi simulasi diantaranya meliputi pertolongan pertama pada kedaruratan, pengelolaan shelter, dapur umum, logistik, keposkoan.

“Sampai sekarang sudah ada 19 KSB di Kabupaten Sleman. Target tahun ini 4 KSB,” jelasnya.

Dalam acara tersebut juga Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan sejumlah alat penanggulangan bencana, seperti tenda, selimut, makanan cepat saji, matras, peralatan dapur, dan lain-lain. Bantuan tersebut senilai 78 juta rupiah yang berasal dari Dinas Sosial DIY. (Humas Sleman)




Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Condongcatur Bentuk KSB

Sleman – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menginisiasi pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Condongcatur. Pembentukan tersebut diawali dengan pelaksanaan pelatihan selama 3 hari dari Selasa (18/10/2022) sampai dengan Kamis (20/10/2022) yang diselenggarakan di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya  menyampaikan bahwa pembentukan KSB merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga dalam menghadapi kerawanan kerentanan dan resiko bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Dinas Sosial akan melaksanakan pembentukan Kampung Siaga Bencana yang diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan selama 3 hari kedepan dengan narasumber dari Dinas Sosial dan Forum KSB DIY,” ujar Reno.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sleman menambahkan bahwa tujuan diadakan Kampung Siaga Bencana di Kalurahan Condongcatur adalah untuk melembagakan proses kegiatan penanggulangan berbasis mssyarakat.

“Mengorganisir potensi masyarakat terlatih siaga bencana dan tersedianya petugas /masyarakat agar mampu mengelola SDM, wilayah, potensi dalam penanggulangan bencana karena bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam atau non alam maupun oleh manusia itu sendiri sehingga menimbulkan korban manusia, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda,” terangnya.

KSB adalah program pemberdayaan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana tersebut dapat proaktif dan sesegera mungkin melakukan penanggulangan terhadap dampak yang diakibatkan bencana secara mandiri, mulai dari kegiatan pra, saat dan pasca bencana

Basis KSB adalah di Kalurahan yang mampu mengampu Kalurahan itu sendiri maupun Kalurahan Kalurahan sekitarnya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. (Wasana/KIM Depok)




Pencegahan dan Penanganan Stunting Harus Dilakukan Dari Kalurahan

Sleman – Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang dan tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kesehatan.

Salah satu upaya penanggulangannya adalah dilakukan dari tingkat kalurahan, sesuai dengan Perbup Sleman Nomor 39 Tahun 2022, di mana disebutkan bahwa kalurahan memiliki wewenang dalam upaya percepatan penanggulangan stunting.

Hal tersebut yang ditekankan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Suyudi pada acara Sosialisasi Perbup Nomor 39 Tahun 2022 tentang Perubahan Peraturan Bupati Sleman Nomor 28.3 tentang Kewenangan Kalurahan Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi di Tingkat Kalurahan, Selasa (18/10/2022) di Graha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Sleman Yogyakarta.

“Kegiatan percepatan penanggulangan stunting dituangkan dalam paket layanan pencegahan stunting yang terdiri dari layanan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, air minum dan sanitasi, jaminan sosial dan kesehatan, layanan pendidikan anak usia dini, layanan kelas pengasuhan dan pola asuh, pemenuhan asupan gizi dan ketahanan pangan keluarga beresiko stunting, penyiapan kehidupan berkeluarga dan pendampingan keluarga,” terang Suyudi.

Menurutnya, upaya penanggulangan stunting harus dilakukan secara terintegrasi melalui konvergensi pencegahan stunting (KPS) yaitu pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinasi, terpadu, dan bersama-sama kepada target sasaran wilayah geografis dan rumah tangga prioritas untuk mencegah stunting.

“Termasuk pengalokasian anggaran dalam APBKal dan pembentukan Tim percepatan penurunan stunting,” ungkap Suyudi lagi.

Hal senada juga disapaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Kalurahan Sleman, Samsul Bahri. Menurutnya, penanggulangan stunting membutuhkan strategi khusus agar semua pihak, termasuk kalurahan dapat terlibat langsung dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.

“Peran apa yang dilakukan masing masing, tidak harus lembaga formal pemerintah tapi semua pihak dilibatkan termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat. Bagaimana mengedukasi semua pihak, melibatkan semua fihak dan menggunakan semua forum untuk sosialisasi,” ujarnya.

Berdasarkan Perbup 39 tahun 2022, kegiatan pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi sensitif merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung terjadinya stunting berupa asupan makanan bergizi dan pelayanan kesehatan untuk penanganan penyakit infeksi dan penyakit kronis lainnya. Sementara intervensi spesifik merupakan kegiatan untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya stunting. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, Kapanewon Tempel Gelar Rakor dengan FKDM dan FPK

Sleman – Pemerintah Kapanewon Tempel menggelar Rapat Koordinasi dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kapanewon Tempel di Ruang Rapat Taman Merdiko, Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Selasa (18/10/2022).

Pertemuan yang dibuka langsung oleh Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti tersebut dilakukan guna mempererat silaturahmi antar FKDM dan FPK Kapanewon Tempel, dengan saling bertukar informasi dan pikiran mengenai kondisi terkini.

“Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini ditengah tengah masyarakat serta mempertahankan kerukunan antar suku, agama, dan adat istiadat yang ada di Kapanewon Tempel,” ujar Dyah.

Acara dipandu langsung oleh Kepala Jawatan Keamanan Tempel, Supardi. Dalam kesempatan tersebut, Supardi menuturkan bahwa Penyelenggaran Kewaspadaan dini masyarakat dan Pembauran Kebangsaan adalah Proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras suku eknis melalui interaksi sosial dalam bidang keamanan ketertiban, adat istiadat seni budaya pendidikan dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia.

“Kita dapat bersilaturahim berdiskusi dalam FKDM dan FPK ini yang bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara FKDM dengan Forum Pembauran Kebangsaan Kapanewon Tempel. Pada momen baik ini kita dapat bertukar informasi serta menemukan solusi-solusi terhadap isu-isu terkini yang berhubungan dengan kewaspadaan dini timbul nya konflik ditengah masyarakat, juga mengenai ras suku budaya dan agama,” jelas Supardi.

Supardi berharap melalui pertemuan ini, dapat memperkuat komitmen bersama dalam selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jangan sampai terjadi konflik dapat di sebabkan oleh beberapa ras suku budaya dan agama yang dapat mengancam integritas nasional dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

“Pemerintah Kapanewon Tempel mempunyai komitmen yang kuat untuk mewujudkan dan menjaga sinegritas bangsa dengan memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya dalam menjaga ketenteraman ketertiban masyarakat serta integritas bangsa,” tambah Supriadi lagi. (Sih Budi/KIM Senyum Tempel)




PABERSI DIY Kirim 3 Atlet untuk Ikut Kejurnas Angkat Berat 2022 di Lampung

Sleman – Dalam rangka untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Berat di Lampung, Pengda Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) DIY mengadakan audiensi sekaligus pamitan kepada KONI DIY, Selasa (18/10/2022).

Ketua Umum PABERSI DIY, Reno Chandra Sangaji menjelaskan, PABERSI merupakan cabang olahraga pecahan dari Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) DIY.

“PABERSI DIY resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengurus Besar (PB) PABERSI Nomor 017/SKEP/ tentang Pengukuhan Pengprov PABERSI DIY Masa Bakti 2020-2024 pada November 2020 lalu,” ujar Reno.

Reno menambahkan, pada Kejurnas Angkat Berat yang akan diadakan di Lampung pada 23-25 Oktober 2022 ini, PABERSI DIY akan mengirimkan 3 orang atlet terbaiknya.

“Untuk itu kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat, semoga atlet PABERSI DIY dapat memperoleh hasil terbaik dalam Kejuaraan Nasional di Lampung,” ungkap Reno.

Reno mengaku bangga atas pencapain prestasi yang diraih ketiga atletnya. Apalagi ketiga atlet tesebut merupakan atlet andalan yang disiapkan PABERSI DIY.

 “Persiapan tim angkat berat DIY sudah kian mantap untuk merebut medali emas,” kata Reno.

Dikatakan Reno, kesiapan atlet sudah benar-benar mantap untuk bertanding dan merebut medali emas di ajang Kejurnas Angkat Berat di Lampung.

Reno berpesan kepada seluruh atlet yang akan bertanding di ajang Kejurnas Angkat Berat untuk tetap konsisten dalam menjalankan program latihannya. “Saya minta atlet jangan puas diri,” tandasnya. (Wasana/KIM Depok)