Dinas Pertanian Sleman Gelar Pelatihan Budidaya Cabai

Sleman – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyelenggarkan pelatihan budidaya cabai selama dua hari pada dari Selasa (8/11/2022) sampai dengan Rabu (9/11/2022) di rumah salah satu warga Padukuhan Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Pelatihan yang merupakan usulan dari Wakil Ketua Komisi C DPRD Sleman, Guntur Yoga Purnawan ini diikuti oleh petani dan calon petani cabai warga padukan se-Kalurahan Jogotirto.

“Sebenarnya kegiatan  ini memanfaatkan peluang karena  ada perubahan anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, harapannya agar merata di semua masyarakat se-Kabupaten Sleman,” ujar Guntur.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Guntur bahwa cabai merupakan bahan pangan yang harus ada dalam rumah tangga. Cabai juga memiliki kebutuhan di pasar yang selalu tinggi meski harganya fluktuatif. “Dasarnya budidaya cabai secara ekonomi tetap menjanjikan, meski dalam penanaman cabai perlu ketelitian dengan perhitungan musim yang tepat sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Guntur berharap para petani maupun calon petani cabai mampu memanfaatkan ilmu yang didapat. ‘”Semoga dengan pelatihan ini bisa menambah keilmuan peserta agar lebih baik lagi dalam budidaya pertanian khususnya cabai,” ucap Guntur.

Pelatihan sendiri diberikan langsung oleh Ahli Penyuluh Pertanian DPPP Sleman, Supriyanto yang menyampaikan materi mengenai budidaya cabai secara umum. Selain itu, ada juga materi tentang teknik pemupukan yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Pertama UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah III DPPP Sleman, Saraswati.

Materi lainnya adalah tentang Teknis Aplikasi Pestisida dalam Pengendalian OPT yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Muda DPPP Sleman Jaelani Ma’nawi, materi tentang panen dan pasca-panen cabai oleh Kepala UPTD BP4 Wilayah VII, Akhid Saikhu, serta materi tentang Analisa Usaha Tani Tanaman Cabai oleh Penyuluh Pertanian Utama DPPP Sleman, Yuni Mundiari.

Dalam pelatihan, para peserta peserta juga mendapatkan bantuan mulsa dan bibit cabai untuk ditanam. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pentingnya Menanamkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah untuk Kelompok Belajar Sekolah Jumat Putri Mandiri Sendangtirto Berbah di ruang rapat Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (8/11/2022).

Carik Sendangtirto, Herman Padiyanto menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan usulan dari Pemerintah Kalurahan Sendangtirto melalui Murenbang. Tujuannya adalah untuk memberikan pengertian kepada warga mengenai pentingnya pengelolaah sampah.

Pemilihan Sekolah Jumat Putri Mandiri sebagai sasaran pelatihan adalah karena kelompok tersebut meripakan kelompok belajar khusus ibu-ibu dari semua padukuhan yang ada di Sendangtirto.

“Karena ibu ibu yang banyak beraktivitas didapur dan dapur adalah banyak menghasilkan sampah maka tepat sasaran sosialisasi pengelolaan sampah kali ini diperuntukkan sekolah jumat yang anggotanya ibu-ibu,” ujar Herman.

Materi sosialisasi pengelolaan sampah disampaikan oleh Pengurus Forum Lingkungan Hidup Berbah yang juga anggota Bank Sampah Sedyo Luhur Kranggan satu, Jogotirto, Berbah, Awang Kurniawan.

Dalam kesempatan itu Awang menjelaskan pentingnya mengelola sampah karena sampah bisa menimbulkan berbagai masalah baik lingkungan, sosial, dan kesehatan. Sampah yang tidak terkelola dengan baik juga bisa menyebabkan banjir, sehingga dapat mengganggu budidaya pertanian dan merusak keseimbangan alam.

“Yang penting adalah kesadaran mengelola sampah dari diri sendiri dan rumah tangga. Pilah sampah dari rumah atau dari sumbernya,” kata Awang.

Lebih lanjut, Awang menjelaskan tentang tata cara mengelola sampah rumah tangga, di mana sampah yang telah dipilah, sampah bisa langsung dijual ke tukang rosok atau disetorkan ke bank sampah terdekat.

Ia juga menyarankan agar setiap kampung memiliki kelompok pengelola sampah, baik berbentuk bank sampah , sedekah sampah, atau TPS3R.

“Nantinya bila terbentuk kelompok atau mau mendirikan kelompok pengelola sampah dari Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah akan bersedia mendampingi,” ungkap Awang.

“Harapannya bila sampah sampah dilingkungan sendiri terkelola dengan baik bisa dikembangkan ke warga yang lain sehingga terbentuk kawasan yang bersih, sehat, nyaman. Juga dari sampah bisa menambah perekonomian warga,” tambah Awang lagi. (Kusnadi KIM Berbah)