Sleman Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022

Sleman – Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah pelaksanaan Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022, pada Kamis (24/11). Dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sleman, acara dihadiri oleh Ketua Asosiasi Kelompok UPPK Nasional, GKR Mangkubumi, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Pada kesempatan itu, GKR Mangkubumi menjelaskan, kegiatan Jambore Nasional Kewirausahaan  Sosial 2022 menjadi upaya untuk mendukung, mendampingi dan meningkatkan UMKM di DIY. Acara ini sekaligus menjadi usaha untuk membangkitkan perekonomian usai terpuruk akibat pandemi Covid-19 sejak 2 tahun silam.

“Mudah mudahan dengan pameran yang ada di Jambore sampai Minggu nanti dan ada talkshow juga, mudah-mudahan masa sulit tidak seperti yang kita bayangkan. UMKM bisa terus bangkit di tengah masa pandemi yang kita hadapi,” kata GKR Mangkubumi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo,  yang hadir mewakili Gubernur DIY, menyampaikan bahwa sektor kewirausahaan atau UMKM merupakaan salah satu pilar ekonomi nasional. Singgih mengajak agar pelaku UMKM membangun komitmen yang kuat untuk mengembangkan usahanya.

“Di tengah terjangan pandemi, kerjasama menjadi sebuah keharusan. Pelaku UMKM juga harus mempunyai komitmen agar bisa naik kelas dari segala aspek,” ungkap Singgih.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno yang hadir secara virtual, menilai kegiatan Jambore ini menjadi upaya untuk mengonversi peluang usaha. Sandiaga juga mengajak generasi muda, untuk bisa beradaptasi dan berani berinovasi mengikuti perkembangan zaman, salah satunya dengan literasi digital.

“Dengan literasi digital akan timbul komunikasi yang baik. Semoga acara ini berjalan lancar dan sukses. Mari bersama kolaborasi sinergi, berperan aktif dalam perekonomian indonesia,” begitu ajakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Dalam agenda itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan harapan agar kegiatan Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman. Danang juga mengajak masyarakat agar hadir dan terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut.

“Saya menyampaikan ini kepada masyarakat  baik di Sleman maupun di DIY. Silakan jambore ini diadakan 3 hari, kalau mau berkunjung silakan monggo belanja produk nasional kita. Agar perekonomian nasional cepat pulih, UMKM naik kelas dan Insya Allah UMKM kita tetap jaya,” kata Danang. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Terbaik STBM Berkelanjutan Kategori Demand Creation

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi dalam pelayanan masyarakat. Kali ini, Pemkab Sleman mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Kategori Demand Creation dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono kepada Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa pada acara Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2022 yang diselenggarakan di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Rabu (23/11/2022).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu dalam laporannya menyampaikan kegiatan STBM Awards ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi bagi komitmen dan implementasi aksi provinsi, kabupaten/kota dan instansi yang terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan bertujuan mewujudkan perilaku masyarkat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Diharapkan pada tahun 2025, Indonesia bisa mencapai sanitasi total untuk seluruh masyarakat, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) Indonesia,” jelasnya

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan bahwa penghargaan penghargaan ini merupakan suatu kebanggan bagi Kabupaten Sleman dapat kembali meraih penghargaan STBM Berkelanjutan.

“Semoga dapat menjadi motivasi bagi Pemkab Sleman untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat menorehkan prestasi kembali di bidang kesehatan kedepannya,” ujar Danang

Lebih lanjut, Danang berharap kedepannya diperlukan upaya terobosan yang melibatkan semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam melakukan sinkronisasi antar sektor terkait pembangunan sanitasi untuk mencapai target universal access sanitasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengatakan bahwa saat ini progres STBM Kabupaten Sleman terdapat 84 Kalurahan atau sebesar 97,67 persen yang telah melaksanakan deklarasi 5 pilar STBM.

Lebih lanjut Cahya menjelaskan bahwa  STBM tahun 2022 ini merupakan penghargaan ke 5 yang diraih Kabupaten Sleman setelah 4 tahun sebelumnya Kabupaten Sleman selalu meraih penghargaan STBM secara berturut-turut sejak tahun 2018.




Bank Dunia Kunjungi di KPSPAMS Tirto Wening Donoharjo

Ngaglik – Perwakilan Bank Dunia melakukan kunjungan ke Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum Sanitasi (KPSPAMS) Tirto Wening di Padukuhan Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (23/11/2022).

Oni, perwakilan dari Bank Dunia menyampaikan bahwa maksud kunjungan dalam rangkaian membuat laporan akhir. “Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) merupakan Dana Hibah dari Pemerintah Australia yang disalurkan melalui Bank Dunia. Tahun 2022 merupakan tahun terakhir dan  sekarang kami mengunjungi program tahun sebelumnya dan program tahun terakhir di 2022,”  ujar Oni.

Oni  menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan proses belajar di lapangan. “Kami hadir bukan dalam rangka mencari kesalahan tetapi untuk menggali pengalaman tentang bagaimana proses pengelolaan KPSPAMS yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pembelajaran. Jadi jika ada Pamsimas lagi, akan diketahui tahapan sebagai media belajar untuk mengetahui  prosesnya seperti apa,” jelas Oni.

Dalam kunjungan ini Bank Dunia didampingi rombongan terdiri dari Kementerian PUPR, Dinas Pekerjaan Umum DIY dan Kabupaten Sleman, konsultan level pusat dan provinsi, serta pendamping Pamsimas kabupaten.

KPSPAMS Tirto Wening terletak di Padukuhan Penen yang terdiri dari 226 KK, 156 rumah, dan 666 jiwa. Pamsimas III di Penen dibangun dengan dana APBN tahun 2019 dengan nilai hibah sebesar Rp175 juta, Dana Desa sebesar Rp25 juta, dana swadaya sebesar Rp10 juta dan gotong royong senilai Rp40 juta dalam bentuk jaringan pipa sepanjang m dan 1 unit PMA (penangkap mata air).

Dalam proses selanjutnya, untuk memperlancar pelayanan air bersih, masyarakat berswadaya untuk pembangunan sumur  gali 1 unit, pembangunan reservoir 1 unit serta swadaya pemasangan meteran sebanyak 109 SR. Adapun 1 unit sumur bor, pompa, dan instalasi listrik dibangun dengan Dana Desa.

KPSPAMS Tirto Wening Penen yang berhasil meraih Juara III pada lomba pengelolaan air bersih perdesaan Kabupaten Sleman tahun 2022 lalu, saat ini sudah melayani sebanyak 109 sambungan rumah dan masih 46 rumah yang belum dapat terlayani karena letaknya yang lebih tinggi dari sumber air dan dari reservoir. (KIM Ngaglik/Endarwati)




Padi Organik Bersertifikat Bernilai Ekonomi Tinggi

Ngemplak – Kelompok Tani Mekar, Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, mewujudkan jerih payah dan upayanya dengan menuai panen raya padi organik. Ditandai dengan serangkaian tradisi wiwitan dan pemotongan padi oleh pejabat terkait dan sejumlah kelompok tani Padukuhan Ngalian dan dilanjutkan penyerahan sertifikat organik, Rabu (23/11/2022).

Kelompok Tani Mekar menyatakan terus mewujudkan komitmennya untuk dapat terus berinovasi dalam kemandirian produksi pertanian secara organik dan berkelanjutan. Minto Hartono, koordinator Internal Control System (ICS) yang juga anggota kelompok tani, mengungkapkan bahwa dengan menerapkan pertanian secara organik ini sungguh dapat dirasakan manfaat dan hasil panen yang diperoleh juga sangat memuaskan.

“Dari lokasi lahan seluas 2 hektar ini diperoleh hasil panen 17,6 ton gabah padi organik varitas standar wangi. Ditambah lagi harga dari padi organik ini nilainya sangat tinggi dibandingkan padi konvensional dengan selisih harga hampir dua ribu rupiah per kilogramnya,” ungkap Minto.

“Pupuk organik yang digunakan semuanya diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi Asam Humat yang memacu pertumbuhan mikroba pengurai di sawah,” sambung Minto menjelaskan bagaimana perlakuan penanaman padi organik di bawah koordinasinya.

Semua hasil pertanian organik ini dibranding dalam produk bernama Klepon yang merupakan akronim dari Kelompok Bertani Pangan Organik Ngalian.

Andi Nawa Candra, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, menyambut gembira panen padi organik ini dengan sekaligus juga diperolehnya sertifikat organik bagi Kelompok Tani Mekar. Sertifikat dengan No: 446-LSPr-092-IDN-09-22 yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman ini membuktikan bahwa padi organik yang dihasilkan memiliki mutu yang telah terstandardisasi.

“Penanaman dan perlakuan secara organik ternyata bisa menjadi solusi menjawab tantangan tentang ketahanan pangan baik ditinjau dari ketersediaan pangan dan keamanan pangan. Ke depan sertifikasi ini harus bisa dipertahankan dan ditingkatkan dari sertifikasi nasional menjadi tersertifikasi internasional dengan menguatkan unit pengolahan pupuk organik (UPPO) dan Biosaka,” ujar Andi.

Dalam kesempatan yang sama Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menyampaikan pesan agar masyarakat petani mendukung upaya untuk mempertahankan lahan pangan berkelanjutan sebagai langkah mendasar mempertahankan kawasan pertanian dalam menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Sleman.

Suparmono menyatakan sektor pertanian itu harus menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi yang menyejahterakan petani sehingga tidak kalah geliat ekonominya dengan sektor lain. Dengan demikian lahan pertanian bisa dipertahankan dan tidak beralih fungsi.

“Inovasi serta kreativitas petani menjadi sangat penting dilakukan, seperti halnya kelompok tani yang ada di Ngalian ini, bisa memanfaatkan lahan seoptimal mungkin melalui teknologi pertanian dengan cara organik yang sangat menguntungkan secara ekonomi dengan mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan,” ungkap Suparmono.

Selain itu Suparmono juga menghimbau kelompok tani yang ada di Kabupaten Sleman untuk mereplikasi keberhasilan pertanian organik yang tersertifikasi seperti halnya kelompok tani di Ngalian ini. Peran Lurah pun disebutnya sangat penting dalam memperkuat semangat petaninya untuk meningkatkan hasil pertanian secara organik. Hal ini harus terus diupayakan dengan kolaborasi kelompok-kelompok tani dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Adapun Suharsono, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY menekankan pentingnya mengkaji serta mengevaluasi dampak peningkatan nilai ekonomi dari penerapan pertanian organik bagi petani. Harapannya hal positif yang dirasakan oleh petani menjadi sebuah motivasi yang terus bisa ditingkatkan untuk lebih mengoptimalkan dan memajukan produksi hasil pertaniannya.

“Sosialisasikan serta sebarluaskan keberhasilan yang telah dicapai oleh kelompok tani Mekar Dusun Ngalian ini, melalui media sosial yang ada, sehingga memacu petani lain untuk tumbuh dan maju bersama,” pungkasnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)