Bupati Berharap Regenerasi Seniman di Sleman Dapat Terus Dilakukan

Sleman – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Anugerah Kebudayaan Award 2022, pada Sabtu (26/11/2022). Pada acara yang diselenggarakan di Pendopo Parasamya tersebut, sekaligus juga dilakukan penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda 2021 dan Pelantikan Anggota Dewan Kebudayaan Sleman untuk periode 2022-2025.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya menyampaikan, Anugerah Kebudayaan  Award merupakan ajang pemberian penghargaan kepada seniman dan budayawan, sekaligus untuk mendorong partisipasi masyarakat sehingga bisa berperan secara aktif dalam pelestarian budaya.

“Acara ini menjadi salah satu upaya untuk melindungi dan melestarikan budaya atau cagar budaya. Kami juga telah melakukan verifikasi calon penerima penghargaan pada beberapa waktu yang lalu dengan melibatkan 7 tim penilai,” kata Edy.

Terdapat enam kategori penghargaan Anugerah Kebudayaan 2022. Untuk kategori Pelestari dan atau Pelaku Adat Tradisi diraih oleh Mbah Bregas, kategori Pelestari dan atau Pelaku Warisan Budaya dan Cagar Budaya diraih oleh Polsek Berbah.

Selanjutnya, untuk kategori Pelestari atau Pelaku Seni diraih oleh KRT Stefanus Prigel Siswanto, kategori Kreator diraih oleh M. Budi Sarjono, kategori Budayawan diraih oleh Ir. Suyata, dan untuk kategori Anak Berpresrtasi di Bidang Kebudayaan diraih oleh Panggah Nowo Wibatsu. Piagam apresiasi diserahkan langsung oleh Bupati kepada para penerima penghargaan.

Pada malam Anugerah Kebudayaan 2022 ini juga penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda 2021. Sertifikat dan predikat warisan budaya tak benda tersebut disampaikan kepada Langen Toyo, Upacara Bersih Dusun Mbah Bregas, Trengganon, Upacara Adat Tuk Si Bedug, dan Upacara Bathok Bolu.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kustini sekaligus melantik anggota Dewan Kebudayaan Sleman. Tujuh anggota Dewan Kebudayaan Sleman yayang dilantik berasal dari kalangan akademisi, seniman dan budayawan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Anugerah Kebudayaan 2022. Bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus memberikan dukungan serta perhatian terhadap agenda budaya yang termasuk dalam upaya nguri-uri kabudayan.

“Kita patut bangga dengan adanya ajang penghargaan seperti ini. Terlebih lagi tadi ada pemberian penghargaan untuk generasi muda. Sehingga saya harap nanti para seniman senior bisa membagikan ilmu kepada juniornya agar regenerasi seniman di Kabupaten Sleman dapat terus dilakukan,” kata Kustini.

Dengan pelantikan anggota Dewan Kebudayaan Sleman, Bupati juga berharap agar para anggota dapat terus berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan untuk melahirkan inovasi dan kreativitas dalam melestarikan kebudayaan di Kabupaten Sleman.




Liga Dispora U-11 Diharap Jadi Ajang Pencarian Bakat Sepak Bola di Sleman

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyerahkan trofi kejuaraan Liga Dispora Kabupaten Sleman U-11 antar SSB se Kabupaten Sleman, Sabtu (26/11) di Stadion Tridadi. Danang juga berkesempatan menyaksikan secara langsung laga final antara Sekolah Sepak Bola (SSB) Kalasan melawan SSB K3 Godean.

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan apresiasi kepada Dispora yang telah menginisiasi acara Liga Dispora U11 ini. Menurutnya, diperlukan kompetisi sepakbola kelompok umur untuk mengetahui potensi-potensi bakat sepakbola sekaligus  sebagai ajang pembuktian antar SSB se-Kabupaten Sleman

“Tidak hanya latihan saja namun diperlukan kompetisi kelompok umur sebagai ajang pembuktian dan pencarian bibit pesepakbola profesional di masa depan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman dalam laporannya menyampaikan bahwa Liga Dispora U11 ini sempat vakum 2 tahun akibat pandemi sehingga baru bisa dilaksanakan kembali tahun 2022 ini.

“Alhamdulillah partisipasi tahun ini cukup tinggi dengan diikuti 20 tim dari 18 SSB se-Kabupaten Sleman yang bertanding,” ujarnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini terdapat perubahan sistem yakni akan diberikan apresiasi juara 1 hingga juara 4. Kompetisi ini dimulai sejak hari Senin tanggal 21 November hingga Sabtu 26 November.

Pertandingan di hari terakhir mempertandingkan partai final serta perebutan juara ketiga. Posisi ketiga didapatkan oleh SSB SPS setelah mengalahkan SSB BPM Seyegan. Kemudian babak final berlangsung sengit, SSB K3 Godean akhirnya keluar sebagai juara setelah memenangi babak adu penalti melawan SSB Kalasan. (Humas Sleman)




Kapanewon Seyegan Gelar Rakor Bahas Pengendalian Pembangunan Tahun 2022

Dalam rangka pengendalian pembangunan tahun 2022, Kapanewon Seyegan menggelar rapat koordinasi (rakor) bertempat di Ruang Rapat I Lantai II Kapanewon Seyegan, Kamis (24/11/2022). Rakor bertema “Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman” tersebut dipimpin langsung oleh Panewu Seyegan, Yakti Yudanto dan dihadiri oleh dua anggota DPRD Kabupaten Sleman yaitu Ramelan dan Shodiqul Qyar.

Yakti menyampaikan prioritas pembangunan di tahun 2022 yang meliputi tujuh bidang, yaitu kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur, kebudayaan, dan lingkungan hidup. “Pada tahun ini, Kapanewon Seyegan selaku OPD mengampu dua kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan, yaitu pembangunan Taman Layak Anak indoor dan outdoor sebagai wujud dari Kapanewon Ramah Anak,” imbuh Yakti.

Sedangkan kegiatan dengan pelaksana dari OPD terkait yang tersebar di 5 kalurahan yang ada di wilayah Seyegan relatif berjalan dengan lancar dan baik. Hal ini dibuktikan dengan capaian kegiatan PUPM tahun 2022 sudah terlaksana 100 persen dan hanya ada beberapa yang nasih dalam tahap penyelesaian.

Yakti menambahkan, khusus untuk bidang kesehatan, ada beberapa target yang sudah tercapai dan ada penanganan yang masih menjadi pekerjaan rumah, misalnya angka stunting yang ditargetkan turun serta angka kemiskinan yang masih cukup tinggi.

Sementara Ramelan dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapanewon Seyegan atas capaian kegiatan yang hampir mencapai 100 persen. Ramelan juga berharap kerjasamanya antara masyarakat dan anggota Dewan untuk lebih ditingkatkan dengan akses pendanaan dari Pokir Dewan maupun dana aspirasi yang berupa BKK. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Forum PKP Sleman Evaluasi Kinerja Pokja Melalui Seminar Monev

Bertempat di Ruang Edelweis, The Rich Jogja Hotel, Kamis (24/11/2022), Forum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Pokja PKP.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya. Ia mengajak kepada forum untuk mencermati kinerja yang telah dilaksanakan di tahun 2022 sekaligus memberi evaluasi terhadap kinerja PKP dalam berkontribusi untuk perbaikan.

Sudibya juga menekankan bahwa dengan diadakannya monev, PKP diharapkan mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam mendukung pelayanan dasar sekaligus menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah. “Dari hasil monev PKP ini diharapkan dinas teknis akan memprioritaskan kegiatan yang menunjang pelayanan dasar,” lanjutnya.

Disinggung pula tentang strategi yang tepat untuk menangkap isu yang ada, seperti permasalahan sampah yang sedang dihadapi sekarang mengingat umur teknis TPST Piyungan yang sudah berakhir.

Sementara Dona Saputra Ginting, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman selaku narasumber dalam acara tersebut menyampaikan tentang capaian pengelolaan air limbah tahun 2022. Dona menyoroti tentang konsep pengelolaan air limbah domestik berdasarkan PermenPUPR No. 4 Tahun 2017. Dona turut menjelaskan tentang kondisi sarana prasarana air limbah domestik tahun 2022, akses aman dan layak daripada sanitasi terbangun dari mulai akses sanitasi belum layak, akses sanitasi aman dan akses sanitasi layak.

“Adapun capaian dari kondisi tersebut adalah 99,21 persen (368,372 KK) untuk akses sanitasi layak dan aman,” imbuhnya.

Selain itu, dilaporkan juga oleh Dona tentang capaian pengelolaan persampahan tahun 2022 dari mulai sistem pengelolaan sampah, sarana/prasarana penanganan sampah serta pengurangan sampahnya. Dalam paparannya, Dona menyebutkan bahwa jumlah sampah yang sudah tertangani 50,24 persen, sampah yang terkelola 77,13 persen, pengurangan sampah 26,88 persen, dan sampah yg tidak terkelola sebesar 22,88 persen.

“Sudah disiapkan strategi penanganan persampahan di tahun mendatang untuk menjawab permasalahan sampah ke depan,” tambah Dona.

Suwarsono, Kepada Bidang Perumahan DPUPKP Kabupaten Sleman sebagai pemateri kedua menyampaikan beberapa isu baik tentang RTLH, kekumuhan, isu rusun, dan permasalahan PSU Perumahan.

Berkaitan dengan RTLH, Suwarsono menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah data RTLH setiap tahunnya dikarenakan adanya update pendataan kebutuhan rumah. “Di samping itu juga minimnya swadaya masyarakat sehingga banyak calon penerima bantuan yang mengundurkan diri,” kata Suwarsono.

Sementara Raden Adhi Heryadi, Ketua Forum PKP Sleman selaku narasumber terakhir menyampaikan laporan kegiatan forum PKP mulai dari isu strategis bidang PKP hingga realisasinya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)