Tingkatkan Kapasitas SDM, PCNU Sleman Gelar PD-PKPNU Angkatan 29

Untuk meningkatkan derajat kapasitas sumberdaya manusia dengan memberikan pengetahuan dan wawasan yang lebih dalam mengenai pemahaman akidah Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja) maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan ke-29 yang digelar di Pondok Pesantren Al Barokah, Padukuhan Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (27/11/2022).
Pemahaman Aswaja sendiri mencakup keorganisasian, wawasan global, spiritual, penguatan terhadap bahaya radikalisme, serta fundamentalisme bagi pengurus Nahdlatul Ulama di tingkatan Ranting maupun Majelis Wakil Cabang
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sleman, H Sidiq Pramono mengungkapkan bahwa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama dilakukan atas dasar kebutuhan yang mendesak dalam menumbuhkan kesadaran berjamaah dalam shaf yang rapi. Pendidikan kader yang telah dilakukan oleh Badan Otonom Nahdlatul Ulama selama ini belum memenuhi harapan untuk memenuhi kebutuhan kepengurusan organisasi.
“Pendidikan kader sangat dibutuhkan karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa warga nahdliyin masih tertinggal dalam berbagai kontestasi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan maupun politik. Sehingga warga nahdliyin membutuhkan perangkat sistem kaderisasi massal yang bersifat massif dan efektif,” tegas H. Sidik Pramono yang juga sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.
Di sisi lain, Panewu Gamping, Sarjono menyambut baik adanya kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama lantaran sejalan dengan perkembangan tugas-tugas penyelenggaraan keorganisasian dan pembangunan, serta meningkatkan mutu para kadernya melalui pendidikan dan pelatihan yang diselaraskan dengan dinamika pelayanan kepada masyarakat.
“Kaderisasi merupakan agenda terpenting bagi sebuah organisasi, karena dengan adanya kaderisasi yang terstruktur dan sistematis maka proses regenerasi bisa dilakukan dan organisasi dapat bertahan dalam melintasi jaman,” tutur Sarjono dihadapan peserta pendidikan.
Ia menambahkan bahwa kaderisasi ditujukan untuk menyiapkan kader yang memiliki tugas khusus diantaranya memperkuat, mengamankan, mempertahankan dan mentransformasikan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menggerakkan warga nahdliyin dalam menjalankan kehidupan keagamaan, sosial, berbangsa, dan bernegara demi tegaknya akidah Islam Aswaja.
Panewu Gamping berharap kepada 58 kader yang mengikuti pendidikan selama 3 hari dari tanggal 25-27 November 2022 menjadi kader Nahdlatul Ulama yang tangguh, dan memiliki aqidah yang kokoh khususnya di kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping dan Kapanewon Godean yang dapat menyebarkan budi pekerti luhur, serta menciptakan kader yang berkualitas dan mampu memahami tata kelola organisasi dengan baik sehingga memiliki jiwa kepemimpinan yang siap berkhidmat pada organisasi dan bangsa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


