Dinas Sosial Sleman Bekali Difabel dengan Alat Masak

Ngaglik – Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan masak bagi difabel atau keluarganya yang diselenggarakan oleh pada tanggal pada Juli lalu, Dinas Sosial menyerahkan bantuan alat masak berupa oven, kompor gas, timbangan digital, mixer, tabung, dandang, gas melon, dan regulator kepada peserta pelatihan di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (29/11/2022).

Fahmi Khoiri, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman usai menyerahkan bantuan secara langsung menyampaikan bahwa pelatihan tata boga ini adalah salah satu pembinaan dan pendampingan bagi difabel yang dilakukan oleh Dinas Sosial, dan merupakan kegiatan yang berasal Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD Sleman, Timbul Saptowo.

“Yang perlu diperhatikan, kegiatan dari Dinas Sosial ada yang sasaran langsung penyandang disabilitas, namun ada beberapa yang ditargetkan kepada pengasuhnya. Yang penting bagaimana supaya penyandang disabilitas terjamin hak haknya dan dapat bermanfaat bagi penyandang disabilitas maupun pengasuhnya,” ujar Fahmi.

Dijelaskan Fahmi, mekanisme realisasi kegiatan bisa melalui tiga pintu. Pertama dari pokok pikiran DPRD. Kedua, Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat yang diajukan dari bawah melalui RT, RW, Padukuhan lalu Kalurahan lewat Musrenbang sampai ke Kapanewon. Ketiga melalui organisasi perangkat daerah sesuai bidang tupoksi

Sementara itu Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko menyampaikan bahwa pemerintah kalurahan selalu berusaha memperjuangkan kebutuhan masyarakat yang lebih luas meskipun dengan sumber dana terbatas. Karena itulah maka pihak kalurahan menyambut baik dan menyampaikan terimakasih kepada Dinas Sosial dan Timbul Saptowo.

“Semoga apa yang sudah diberikan dapat diaplikasikan dan memberi kemanfaatan bagi penerima dan keluarganya,” harap Hadi Rintoko. (Endarwati)




Guru Penyandang Disabilitas Tunanetra dari MAN 4 Sleman Raih Peringkat III Nasional Anugerah Guru Berprestasi

Moyudan – Triyanto,,, guru penyandang disabilitas tunanetra dari MAN 4 Sleman mendapat peringkat III Nasional dalam Anugerah Guru Berprestasi Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) tahun 2022. Penghargaan diserahkan oleh Dr. Muhammad Zain, . Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag RI.

“Alhamdulillah, peringkat III Nasional, semoga ini menginspirasi bagi para siswa dan guru. Meski disabilitas, Pak Tri tetap bekerja dengan dengan ikhlas, tuntas, dan cerdas,” papar Mohamad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman saat menerima laporan Triyanto kembali dari Jakarta di MAN 4 Sleman, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Selasa (29/11/2022).

Triyanto mengaku tuna netra sejak usia 7 tahun. Ayah 3 anak itu pun menceritakan suka dukanya selama ini menjadi pengajar.

Triyanto sendiri sebagai guru disabilitas tunanetra sudah mengajar selama 10 tahun di Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam yang merupakan almamaternya. “Sejak tahun 2019 menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai guru Sejarah Kebudayaan Islam,” terangnya.

Ia mengungkapkan, setiap hari menempuh perjalanan kurang lebih 35 kilometer untuk sekali datang sehingga sekitar 70 km setiap hari.

Tunanetra tidak menghalangi semangat belajarnya hingga S2 (magister), dan kini mengajar di tingkat Aliyah. Dalam kesehariannya pun ia biasa menyiapkan keperluan sendiri bahkan membantu istrinya memasak, mencuci hingga menyeterika atau membersihkan lantai rumah.

Dari rumahnya Rendeng Jetis Bantul menuju ke MAN 4 Sleman, membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk naik ojek online, atau 3 kali ganti bus jika naik transportasi umum bus.

Banyak tantangan dihadapi baik ketika naik bus maupun ojek online, semua dijalani dengan penuh rasa syukur tanpa mengeluh.

Sebagai ASN, Triyanto sudah menyatakan siap ditempatkan di mana pun meski jarak tempuh dari tempat tinggal ke tempat kerja penuh perjuangan, semua dilalui dengan baik. Ia bertekat tetap mengabdi di dunia pendidikan, turut mencerdaskan generasi muda.(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Peringati HUT Korpri ke-51, Korpri Unit Gamping Lakukan Aksi Donor Darah

Gamping – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-51 Tahun 2022 yang mengusung tema Korpri Melayani, Berkontribusi dan Berinovasi Untuk Negeri, Pemerintah Kapanewon Gamping khususnya Korpri Unit Gamping menyelenggarakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dan kegiatan kemanusiaan donor darah yang berlangsung di halaman kantor Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (29/11/2022).

Upacara dipimpin oleh Panewu Gamping, Sarjono selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh Komandan Rayon Militer 17/GP Mayor Jalu Susilarja, Kepala Kepolisian Sektor Gamping Kompol Bartholomeus Muryanto, segenap jajaran Pemerintah Kapanewon Gamping, perwakilan sekolah dan guru se-Kapanewon Gamping, pamong kalurahan, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah.

Dalam amanatnya, Panewu Gamping, Sarjono menyampaikan bahwa salah satu kunci sukses sebagai seorang anggota Korpri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya adalah harus bekerja sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan, serta jangan sampai keluar dari koridor aturan yang berlaku.

“Bekerjalah sesuai dengan tupoksi saudara, patuhi dan laksanakan SOP yang ada agar jelas dan terukur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan tetaplah menjadi abdi negara yang baik, selalu melayani masyarakat dengan ikhlas, adil, humanis, serta menjaga persatuan, integritas, dan netralitas dalam membangun negeri,” pesan Sarjono.

Usai melaksanakan upacara, seluruh peserta upacara yang terdiri dari ASN di wilayah Kapanewon Gamping, dan seluruh komunitas relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana Kapanewon Gamping melakukan kegiatan sosial donor darah yang diinisiasi oleh Korpri Unit Kapanewon Gamping yang bersinergi dengan Pos Pembinaan Terpadu dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, serta Puskesmas Gamping I dan Puskesmas Gamping II.

Dalam keterangannya di sela-sela aksi donor darah, Ketua Korpri Sub Unit Korwil Gamping, Rudi Aris Junaidi mengatakan bahwa aksi sosial donor darah tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial dari anggota Korpri di wilayah Kapanewon Gamping dalam bidang kesehatan kepada masyarakat.

Aris menambahkan bahwa aksi sosial donor darah merupakan kegiatan yang memiliki manfaat kesehatan bagi diri pendonor jika dilakukan secara rutin dan bagi orang yang membutuhkan darah. Selain itu, donor darah yang dilakukan secara teratur bisa mengurangi kekentalan darah sebagai salah satu faktor timbulnya penyakit jantung pada manusia.

“Keuntungan kita sebagai pendonor darah yakni dapat mengetahui kondisi darah kita secara rutin karena sebelum diambil darahnya pasti dilakukan pemeriksaan terlebih dulu, sehingga dapat mendeteksi penyakit serius, serta menurunkan risiko serangan penyakit jantung dan pembuluh darah,” pungkas Aris bersemangat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Rawan Angin Kencang di Musim Hujan, Masyarakat Diminta Awasi Pohon Sekitar

Ngaglik – Relawan dan tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Donoharjo lakukan mitigasi bencana dengan memangkas dan menebang pohon besar di padukuhan-padukuhan yang ditengarai rawan terjadi angin besar (puting beliung) di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (30/12/2022).

Agus Hardiyo Pancoro, Ketua Destana Donoharjo mengatakan bahwa Destana Donoharjo telah mengadakan pemetaan padukuhan rawan terdampak bencana angin kencang di padukuhan Ngepas Lor, Ngepas Kidul, Jetis Suruh, Suruh, Brengosan, Kayunan, kemudian padukuhan rawan banjir di Wonosari, Balong Gondang Lutung, serta rawan terdampak gempa di Bantarjo, Penen, Panasan.

Selanjutnya Agus mengungkapkan bahwa kegiatan pemangkasan dan pemotongan pohon tersebut sebagai upaya mengurangi resiko atau dampak bencana terutama saat terjadinya hujan lebat atau angin kencang.

“Di padukuhan yang ditengarai rawan terdampak angin puting beliung memang terdapat beberapa pohon besar yang cukup membahayakan bila sewaktu-waktu tumbang apalagi berdekatan dengan jaringan listrik. Ditambah saat ini telah masuk musim penghujan, perubahan cuaca secara ekstrem sering terjadi, sehingga bencana alam yang berhubungan dengan iklim misalnya angin kencang sewaktu waktu bisa merobohkan pohon atau bangunan,” terangnya saat pemangkasan pohon di Ngepas Lor, Ngepas Kidul, Jetis Suruh, Suruh, Brengosan, dan Kayunan.

Agus yang juga aktif sebagai tim SAR DIY ini menambahkan bahwa untuk mengurangi resiko bencana akibat angin kencang, masyarakat bisa ikut melakukan tindakan mitigasi bencana secara mandiri.

“Kalau sekiranya kondisi pohon sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya, maka segera ditebang atau diganti yang baru. Jangan biarkan angin merobohkan tanpa arah dan membayakan orang atau properti yang ada di bawahnya,” himbau Agus.

Selain memangkas dan menebang pohon masyarakat juga bisa melakukan pemeriksaan batang pohon, karena faktanya beberapa pohon tumbang atau patah lebih banyak disebabkan oleh pohon yang sudah tua dan tidak dapat tumbuh lagi, batang keropos di bagian tengahnya, dimakan rayap sehingga batang mulai mengering, posisi pohon yang sudah miring, dan mulai ada retakan di sekelilingnya.

“Jika menanam pohon baru, sebaiknya dengan stek sehingga akar berkembang ke samping yang otomatis akan menguatkan batang pohon dan tidak mudah roboh,” pungkas Agus. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




37.665 UMKM Go Digital, Sleman Peringkat Pertama Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022

Sleman – Kabupaten Sleman berhasil meraih peringkat pertama Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022. Pada penilaian yang dilakukan oleh Litbang Kompas ini, Kabupaten Sleman mendapatkan nilai tertinggi untuk kategori Kabupaten Sangat Besar, dengan poin nilai sebesar 5,00.

Hasil penilaian diumumkan dalam acara Indonesia Digital Economy Conference 2022 yang digelar oleh Harian Kompas bersama Lazada di hotel The Westin, Jakarta, Selasa (29/11). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang sekaligus dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam diskusi terkait Indeks Literasi Ekonomi Digital dan Transformasi Ekonomi Digital di Indonesia.

Dalam paparannya, Danang mengaku bangga sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kompas yang telah mengadakan penilaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait yang ada di Kabupaten Sleman. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi cambuk bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus mendorong UMKM agar berdaya saing dan naik kelas.

“UMKM ini akan terus kita dampingi, salah satunya dengan mendorong para pelaku UMKM masuk ke pasar digital. Dengan begitu, produk UMKM dapat dipasarkan lebih luas lagi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa di tahun 2022 ini sudah ada UMKM go digital di Kabupaten Sleman yang merupakan hasil kolaborasi dari 11 OPD pengampu dan organisasi profesi. Guna mendukung program nasional mewujudkan 8 juta UKM go digital, Pemkab Sleman telah menyediakan infrastruktur berupa pemasangan WiFi gratis hingga tingkat padukuhan

“Untuk mendukung digitalisasi UMKM ini, kita lakukan pemerataan akses WiFi gratis di 917 padukuhan dari target padukuhan di tahun 2022. Tidak ada blank spot area di wilayah Kabupaten Sleman,” terangnya.

Sementara Ignatius Kristanto, General Manager Litbang Kompas, menyebutkan penilaian ini dilakukan untuk melihat tingkat pemahaman masyarakat di setiap daerah terkait ekonomi digital. Penilaian Indonesia Digital Economy Literacy Index ini dilakukan berdasarkan lima dimensi, diantaranya infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pengadopsian inovasi dan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta e-commerce.

“Kriterianya berdasarkan lima dimensi yang merujuk pada draft Toolkit For Measuring the Digital Economy hasil dari G20 Argentina 2018,” ujarnya.

Indeks peringkat 1 pada penilaian ini terbagi ke dalam 6 kategori, yaitu kategori Kota dan Kabupaten dengan jumlah populasi sebanyak 250 ribu, 500 ribu, dan di atas 1 juta penduduk. Sleman sendiri menempati peringkat 1 untuk kategori Kabupaten dengan populasi di atas 1 juta orang.