Pemkab Sleman Kenalkan Pahlawan Pada Anak Lewat Lomba Mewarnai

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2022, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (20/11/2022) di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, menerangkan kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini diikuti oleh sebanyak 120 anak. Kegiatan ini dimaksudkan agar anak memahami nilai perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi tanah air yang kita cintai bersama.

“Ini baru pertama kali diadakan, ternyata antusias orang tua banyak sekali, tapi kita batasi 120 peserta. Semoga tahun depan bisa meningkat sampai 300 peserta,” kata Eko.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan sangat menyambut baik kegiatan yang digelar oleh Dinas Sosial Sleman tersebut. Melalui lomba mewarnai ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mengenal para pahlawan yang telah berjuang demi meraih kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

“Dengan begitu, para generasi penerus ini akan terus mengenang jasa para pahlawan, serta bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Di samping itu, menurutnya lomba mewarnai ini juga dapat mendorong budaya literasi kepada anak melalui kegiatan yang menyenangkan. Sehingga diharapkan nantinya dapat menjadi generasi hebat dan berprestasi sesuai minat dan ketrampilannya masing-masing. (Humas Sleman)




18 Negara Meriahkan Sleman Tempel Run 2022

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Trail Runners Yogyakarta kembali menggelar event tahunan Sleman Temple Run di Kompleks Candi Banyunibo Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Minggu (20/11/2022). Mengambil tajuk Sleman Temple Run #7, lomba lari menelusuri candi ini dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dengan pengibaran bendera.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid menuturkan pada Sleman Temple Run tahun 2022 ini, sebanyak 659 pelari dari berbagai Negara turut serta bertanding di beberapa cabang nomor, yaitu 25 Km, 13 Km, dan 7 Km.

Para pelari tersebut berasal dari 18 negara termasuk Indonesia, dan negara-negara asing yaitu  Argentina, Australia, Belanda, Belgia, Canada, Hungaria, India, Inggris, Jerman Barat, Norwegia, Srilanka, Swiss, Syprus, Amerika Serikat, Vietnam, Yunani dan Zimbabwe.

“Peserta asing terbanyak berasal dari Amerika Serikat yang berjumlah 19 orang. Secara detail peserta Sleman Temple Run #7 untuk kategori 25 K diikuti oleh 125 peserta, 13 K diikuti 219 peserta dan 7 K diikuti 315 peserta,” terang Ishadi.

Ishadi menambahkan bahwa event Sleman Temple Run yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Trail Runners Yogyakarta ini kedepannya diharapkan dapat menjadi kalender event tidak hanya skala Kabupaten Sleman maupun Provinsi DIY tetapi dapat menjadi kalender event nasional yang menjadi ajang promosi untuk kepariwisataan nasional.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ishadi mengharapkan dukungan dan support dari pihak-pihak terkait untuk bersama-sama membesarkan event sport tourism ini yang telah terselenggara dengan baik untuk yang ke tujuh kalinya.

“Event Sleman Temple Run #7 merupakan uji coba penyelenggaraan pasca pandemi Covid-19 yang masih menerapkan aturaan pemerintah yang berupa pembatasan-pembatasan protokol kesehatan. Dari target awal 500 peserta ternyata memperoleh antusiasme yang tinggi dari para atlet skala lokal, nasional maupun internasional sehingga tercatat 659 peserta,” ungkapnya.

Kedepan, lanjutnya, dengan adanya pembatasan-pembatasan yang semakin longgar diharapkan kepesertaan Sleman Temple Run akan lebih banyak lagi.

“Sehingga melalui event ini kepariwisataan Kabupaten Sleman yang menyuguhkan pemandangan kemegahan warisan budaya yang berupa candi-candi, pemandangan alam yang masih alami dan natural dikawasan perdesaan serta suguhan potensi seni budaya lokal dapat lebih menasional dan bahkan menginternasional,” ujar Ishadi lagi.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap event Sleman Temple Run ini dapat mempromosikan wisata Sleman Timur, terutama wisata candi. Karena seperti tahun sebelumnya, penyelenggaraan Sleman Temple Run tahun 2022 ini juga mengambil rute kawasan sekitar Candi Banyunibo, Candi Ijo, Candi Miri, Spot Riyadi dan beberapa kawasan lainnya yang menampilkan potensi wisata Candi dan alam di wilayah Sleman.

“Dalam event lari yang rutin diselenggarakan setiap tahunini, disiapkan rute yang menampilkan berbagai potensi wisata di Sleman, sehingga dapat menambah daya tarik bagi pariwisata dan diharapkan event lari ini menjadi event lari unggulan yang dinanti-nanti sehingga dapat mendorong pemulihan pariwisata pasca pandemi khususnya di wilayah Sleman,” tutup Kustini Sri Purnomo.




Hadiri Misa HUT Pandowoharjo, Wabup Sleman Tekankan Pentingnya Toleransi dan Kebersamaan

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri Misa Syukur dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-76 Kalurahan Pandowoharjo bertempat di Graha Amarta Kalurahan Pandowoharjo, Sabtu (19/11/2022) malam.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama Lurah Pandwoharjo, Catur Sarjuniharta dan beberapa tamu undangan lainnya mengikuti ramah tamah usai Misa Syukur bersama ratusan Umat Katolik.

Dalam kesempatan tersebut, Danang Maharsa mengucapkkan  selamat sekaligus mengapresiasi kerukunan warga Kalurahan Pandowoharjo dalam memperingati hari jadinya yang ke-76. Danang berharap peringatan Hari Jadi ini menjadi motivasi para pamong kalurahan dalam meningkatkan kinerja mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sleman lahir dan batin.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga Danang menyampaikan bahwa momen Hari Jadi Kalurahan Pandowoharjo ini juga menjadi pengingat akan pentingnya toleransi dan kebersamaan yang bisa dibangun bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Ia menilai, memelihara toleransi dan kebersamaan inilah yang menjadi kunci dalam terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, sekaligus menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program pembangunannya.

“Misa syukur ini merupakan wujud toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kalurahan Pandowoharjo. Saya berharap yang seperti ini juga dilakukan oleh kalurahan-kalurahan lain di Kabupaten Sleman. Mari bersama-sama masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan keharmonisan dan toleransi umat beragama, sehingga akan tercipta kehidupan yang damai, tidak ada konflik. Bukan agamanya yang disatukan, tapi umat beragamanya yang bersatu sehingga dapat mewujudkan keharmonisan dan mempererat rasa persaudaraan,” ujar Danang. (Humas Sleman)




Absen 2 Tahun Karena COVID-19, Ngayogjazz Kembali Digelar

Sleman – Setelah absen selama 2 tahun akibat Pandemi COVID-19, event tahuna Ngayogjazz kembali digelar pada Sabtu (19/11/2022). Bertempat di Dusun Cibuk Kidul, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Ngayogjazz dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Pada tahun 2022 ini, Ngayogjazz mengusung tema “Kena Jazz e, Tetep Bening Banyune”.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja menjelaskan bahwa Ngayogjazz Tahun 2022 memilih Dusun Cibuk Kidul karena potensi alamnya yakni melimpahnya air bersih sehingga sektor perikanan dan pertanian unggulannya. Melalui Ngayogjazz ini, diharapkan ada sinergi antara jazz dan kearifan lokal sehingga tercipta keharmonisan.

Ia berharap dengan adanya event seperti Ngayogjazz ini masyarakat di desa dapat terbiasa menerima wisatawan dari luar daerah bahkan luar negeri.

“Ketika ekonomi kerakyatan sudah berjalan diperlukan sustainability atau keberlanjutan sehingga dapat berjangka panjang,” ujarnya

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengapresiasi acara ini sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata DIY dan panitia karena telah memilih Kabupaten Sleman sebagai tempat diselenggarakannya Ngayogjazz 2022. Ia menyampaikan bahwa ciri khas Ngayogjazz yang selalu diadakan di pedesaan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat salah satunya adalah ekonomi kerakyatan.

“Tema Ngayogjazz tahun ini diambil dari pepatah kena iwak e, ojo nganti buthek banyune dimana boleh kita mengembangkan ekonomi kerakyatan tapi jangan sampai melupakan bahkan merusak sektor lainnya,” ujarnya

Lebih lanjut, Danang berharap kedepannya Ngayogjazz dapat menciptakan inovasi dan kreasi baru namun tetap harus mempertahankan roh nya yakni sebagai wadah berkreasi musisi jazz dan pemberdayaan masyarakat desa.

Tahun ini Ngayogjazz menghadirkan beberapa penampil yang meramaikan Ngayogjazz 2022, di antaranya Barry Likumahuwa Jazz Connection, NonaRia x Dua Empat, Monita Tahalea, Irsa Destiwi Quintet, Kua Etnika ft. Bonita, SanDrums x Sri Hanuraga ft. Rodrigo Parejo (Spanyol), NJJO & Maarten Hogenhuis (Belanda), Gaga Gundul (Pemaï – Perancis & Gayam 16 – Indonesia), MLDJAZZPROJECT, Sax Party, ISI Yogyakarta Big Band, Yohanes Gondo Trio, Huaton Dixie, Acapella Mataraman, Taksu, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan juga komunitas-komunitas jazz se-Indonesia.

Selain penampilan musik, ada pula kesenian tradisional dan Pasar Jazz yang merupakan bentuk keterlibatan dan partisipasi warga masyarakat setempat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Ngayogjazz. Pasar Jazz adalah salah satu bentuk dukungan untuk memajukan UMKM desa di mana akan ada banyak stan yang menampilkan beragam produk kerajinan dan kuliner potensi Desa Cibuk Kidul. Selain itu, berbagai komunitas seni, fotografi, otomotif, edukasi hingga perupa pun juga turut diberikan ruang untuk memeriahkan perhelatan tahunan ini.




76 Tahun Pandowoharjo Menuju Desa Mandiri Budaya

Sleman – Kalurahan Pandowoharjo memperingati Hari Jadi Ke 76 dengan menggelar upacara di Taman Pandawa, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Minggu (20/11/2022).

Rangkaian acara peringatan hari jadi Pandowoharjo diselenggarakan sejak 6 November sampai dengan 27 November dengan berbagai acara di antaranya pasar tiban, senam masal, pentas musik, jathilan, kebaktian, gelar karawitan, kenduri, ziarah, aneka lomba, pengajian akbar, misa, parade, sosioteatrikal, ketoprak, panggung hiburan, parade bregodo, serta wayang kulit.

Dalam sambutannya, Lurah Pandowoharjo, Catur Sarjumiharto menyampaikan bahwa hari jadi Pandowoharjo ditetapkan tanggal 11 Nopember 1946. “Kalurahan Pandowoharjo telah mendapatkan predikat kalurahan mandiri budaya dimana predikat tersebut sebagai amanah karena mandiri budaya merupakan wajah keistimewaan Yogyakarta,” ujar Catur.

Menurut Catur, desa mandiri merupakan penghargaan paling tinggi yang artinya Pandowoharjo bisa membawa semangat desa menuju kemandirian kalurahan.

“Tahun ini Pandowoharjo maju evaluasi perkembangan Desa dan Kalurahan mendapatkan nomor dua. Dengan hasil tersebut semoga menjadi penyemangat dan pengingat bahwa masih banyak yang harus dilakukan dan ditingkatkan. Semoga bisa meningkatkan semangat agar masyarakat semakin sejahtera,” kata Catur.

Peringatan hari jadi Kalurahan Pandowoharjo ini, juga diselingi pemberian penghargaan yang disampaikan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada alm. Bayu dan alm. Purbantoro atas dedikasi dan loyalitasnya sebagai pejuang kesenian dan kebudayaan di Pandowoharjo. Penghargaan juga diberikan kepada Danu Widiantoro atas jasanya sebagai pencipta lagu Mars Pandowoharjo dengan judul Pandowoharjo Jaya. (Endarwati/KIM Ngaglik)