Bimtek Bawaslu Sleman, Tingkatkan Kemampuan Panwascam Tangani Pelanggaran Pemilu

Sleman – Guna meningkatkan kemampuan teknis Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) se-Kabupaten Sleman mengenai penanganan pelanggaran pemilihan umum, termasuk cara melakukan analisis dan kajian dalam kaitannya dalam pengambilan keputusan, maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan di Griya Persada Convention Hotel and Resort, Kaliurang, Sleman, Minggu (13/11/2022).

Kegiatan peningkatan kapasitas yang dipandu oleh Staf Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan hukum, Nur Hendi Widyatmoko diikuti oleh Komisioner Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping beserta 16 Kapanewon lainnya di wilayah Kabupaten Sleman seperti Kapanewon Mlati, Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Sleman, Tempel, Turi, Depok, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Cangkringan, Kalasan, Prambanan, dan Berbah.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menuturkan bahwa dalam pelaksanaan tahapan pemilu serentak tahun 2024 tidak menutup kemungkinan akan bermunculan berbagai macam persoalan mulai dari pendaftaran peserta, pendaftaran calon, kampanye, hingga pemungutan suara maupun pada tahapan lainnya. Sehingga menuntut penyelenggara Pemilu agar mengubah regulasinya menjadi lebih efektif, efisien, dan harus cepat tanggap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun peserta Pemilu.

“Karenanya, diperlukan adanya kerjasama yang baik dan kekompakan dari semua pihak yang berkompeten sehingga dapat menjadi satu kesatuan yang utuh demi mengoptimalkan penanganan dugaan pelanggaran pemilu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Karim.

Ia juga berharap materi penyelesaian pelanggaran pemilu serentak tahun 2024 bagi Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sleman tersebut dapat menjadi ilmu yang sangat bermanfaat dalam mempersiapkan diri apabila terjadi pelanggaran pemilu di waktu yang akan datang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengingatkan kepada seluruh Komisioner Panwaslu Kecamatan/Kapanewon agar sesegera mungkin dalam menangani temuan dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi dan tidak menunggu lama untuk melaksanakan penyelidikan terkait temuan ataupun laporan yang diterima.

Sementara itu, Koodinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito memberikan kiat terkait penyelesaian pelanggaran pemilu secara prosedural yang dapat diterapkan di lapangan oleh Komisioner Panwaslu Kecamatan/Kapanewon, serta praktek melakukan analisis temuan dugaan pelanggaran maupun laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat.

“Klarifikasi atas dugaan pelanggaran pemilu dilakukan Panwaslu Kecamatan guna memperoleh keterangan dengan meminta kehadiran pelapor, terlapor, saksi, dan/atau ahli melalui mekanisme tatap muka atau media daring,” jelas Ibnu.

Menurutnya, proses klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran Pemilu dapat dilakukan melalui metoda daring apabila terdapat permasalahan yang berkaitan dengan kondisi geografis, keamanan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta bencana alam atau bencana nonalam. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




TIngkatkan Kualitas Pengajar, Mbah Wanto Center Gelar Bimtek IKM Guru PAUD Berbah

Sleman – Mbah Wanto Center menggelar bimbingan teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi guru pengajar PAUD se-Kapanewon Berbah selama 2 hari yaitu Jumat (11/11/2022) dan Sabtu (12/11/2022). Kegiatan yang digelar di Omah Dahar mbah Wanto jl. Sampakan – Berbah Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman tersebut diikuti oleh semua  guru pengajar PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidikan Anak Usia dini Indonesia (HIMPAUDI) sejumlah 82 orang terdiri dari guru pengasuh dari 20 lembaga PAUD non formal (KB, TPA, SPS).

Ratna Dwi Rahayu, salah satu pengurus penggerak HIMPAUDI Berbah menyatakan bahwa lembaga pendidikan PAUD adalah salah satu bagian dari proses pendidikan mencerdaskan anak bangsa yang meletakkan pondasi pembelajaran bagi calon pemimpin bangsa, namun keberadaan Lembaga pendidikan PAUD keberadaannya belum sepenuhnya diakui oleh dinas pendidikan.

Namun semangat para pendidik PAUD tidak pernah surut dalam memberikan  sumbangsih untuk mencerdaskan anak bangsa. Meski secara  finansial sangat timpang dibanding guru Taman Kanak-kanak yang keberadaan sudah diakui sepenuhnya.

“Sampai saat ini belum ada guru PAUD yang mendapat insentif dari pemerintah apalagi menjadi pegawai Negeri. Memang menjadi  dilema disaat kita ikut berjuang mencerdaskan anak bangsa disisi lain kita tidak terperhatikan masalah ekonomi, tapi kami iklas dan istiqomah menjalankan tugas pengabdian ini,” kata Ratna.

“Oleh karena kurangnya perhatian dinas pendidikan dan mengingat pentingnya penambahan kapasitas sumber daya pengajar PAUD pengurus HIMPAUDI Berbah menggandeng Mbah Wanto Center   dan mbak Nunung  untuk menyelenggarakan Bimbingan tehnik Implementasi Kurikulum Merdeka. Bimtek ini sangat diperlukan untuk mempersiapkan sistem pendidikan anak asuh, meskipun Kurikulum ini belum diputuskan pemakaian oleh kementerian  pendidikan,” tambah Ratna .

Selama dua hari Jumat dan Sabtu 11 – 12 November guru pengasuh PAUD mendapatkan bimbingan teknis implementasi Kurikulum Merdeka dari pengurus HIMPAUDI Provinsi DIY Sri Wahyuni. Dalam kesempatan tersebut, Sri Wahyuni menjelaskan mengenai pentingnya kurikulum Merdeka bagi proses pembelajaran pada anak. (Kusnadi/KIM Berbah)




Bupati Sleman Resmikan Masjid Al-Ihsan Sumbersari

Moyudan- Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menandatangani prasasti Masjid Al-Ihsan di Papungan, Sumbersari Moyudan, Sleman, pada Minggu (13/11/2022). Penandatanganan prasasti tersebut didampingi oleh Panewu Moyudan, Danramil, Kapolsek, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman Arif Kurniawan, Lurah Sumbersari, Ketua Takmir, serta disaksikan oleh keluarga wakif, Pengurus Cabang Muhammadiyah Moyudan, tamu undangan,  dan segenap jamaah Al-Ihsan Papungan.

Dalam sambutannya Ketua Takmir Masjid H. Suharno yang sekaligus mewakili panitia menyampaikan  laporannya, bahwa masjid Al-Ihsan dibangun diatas tanah milik Almarhum H. Andjrah Utomo yang  diwakafkan untuk umat islam di dusun Papungan.

“Tanah yang sudah diwakafkan ini, insya Allah akan diganti oleh Allah SWT dengan kebaikan dan kebahagiaan yang abadi disana, sampai ke anak cucu dan keturunannya, ” tuturnya.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan  terima kasihnya kepada keluarga wakif, H. Andjrah Utomo yang telah mewakafkan tanahnya untuk tempat beribadah warga dusun tersebut. Ia juga berpesan  kepada jamaah Papungan agar menggunakan masjid itu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Silakan masjid ini digunakan dengan sebaik-baiknya. Selain untuk tempat beribadah khusus, masjid juga dapat  digunakan sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan untuk kemakmuran umat,”  paparnya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan sertifikat tanah yang seluas 217 m2 dari keluarga Almarhum H. Andjrah Utomo yang diwakili oleh Muhammad Yassin, diberikan kepada Ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan Sudiyana Irsyad, kemudian oleh Ketua PCM diberikan kepada Ketua Takmir Masjid H. Suharno.

Usai acara penandatanganan prasasti, dilanjutkan pengajian oleh Ustadz Saijan yang memberikan materi tentang amal jariyah, investasi akhirat, dan karakter manusia. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).




Pesilat Putri MAN 1 Sleman Raih Juara 1 Kejurkab IPSI Kab. Sleman

Sleman – Pesilat putri MAN 1 Sleman, Linta Khoirunisa berhasil meraih juara 1 pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Tingkat SMA/MA/SMK Kabupaten Sleman (Kejurkab IPSI)  yang berlangsung berlangsung pada 10-13 November  di Gd. Olahraga LPMP DIY, Kalasan, Sleman.

Pada ajang  KEJURKAB diikuti siswa SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA/SMK se- Kabupaten Sleman tersebut, Linta yang merupakan siswi kelas XI IPS 2 tersebut  berhasil meraih juara 1 pada kategori kelas D Putri. Ia mengaku bersyukur, senang dan termotivasi untuk berprestasi pada ajang perlombaan berikutnya.

”Alhamdulillah bersyukur, semoga menjadi penyemangat untuk berlatih menghadapi POPDA Kab. Sleman 2023,” ungkap Linta, Minggu (13/11/2022).

Sementara itu Kepala MAN 1 Sleman, H. Soir, mengapresiasi keberhasilan Linta mengucapkan selamat. “ Selamat dan sukses, semoga keberhasilan ini menambah motivasi Linta dan teman-temannya untuk meraih prestasi pada ajang perlombaan berikutnya,” kata H. Soir.

Ia juga berharap anak-anak semakin banyak yang termotivasi untuk menjadi yang terbaik sesuai potensi, minat dan bakatnya masing-masing. (smn)




Tingkatkan Kualita SDM, Tagana Sleman Ikut Jambore Tagana 2022

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, melepas tim relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman untuk melaksanakan kegiatan Jambore Tagana tahun 2022 di Gunung Kidul, Sabtu (12/11/2022). Bertempat di halaman Dinas Sosial Kabupaten Sleman, pelepasan Tagana Kabupaten Sleman diawali dengan apel dan diakhiri penyerahan bantuan sosial sembako.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Jambore Tagana Kabupaten Sleman tahun 2022 diikuti 120 peserta dari anggota Tagana dan Kader Tagana, serta akan dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 12-13 November 2022. Pelaksanaan Jambore tersebut akan melalui serangkaian kegiatan berupa apel, sarasehan, out bond, dan berbagai macam lomba-lomba lainnya.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas anggota Tagana dalam meningkatan kesiapsiagaan terkait penanggulangan bencana,” ujarnya

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengapresiasi sekaligus mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kapasitas, solidaritas dan kesiapsiagaan SDM Tagana Sleman dalam menghadapi bencana alam yang kemungkinan terjadi di Kabupaten Sleman.

“Dengan mengikuti jambore, saya berharap anggota TAGANA bisa mendapatkan keterampilan-keterampilan baru serta menambah wawasan terkait penanggulangan bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kustini berharap dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi kedepannya, seluruh anggota Tagana serta para pemangku kepentingan yang lainnya untuk bersama-sama menyiapkan diri.

“Untuk menekan risiko kerugian akibat bencana, saya berharap seluruh anggota Tagana Sleman dapat bersinergi dengan stakeholder di lingkungan Pemkab Sleman untuk bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi,” pungkasnya