Panwascam dan Polsek Gamping Berkomitmen Wujudkan Pemilu 2024 yang Kondusif

Sleman – Untuk menjalin kemitraan demi terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif memasuki tahapan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 khususnya di wilayah Gamping, maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan/Kapanewon Gamping menyambangi Markas Kepolisian Sektor Gamping yang berlokasi di jalan raya Yogya-Wates Km. 5 Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (9/11/2022).

Kunjungan Badan Ad-hoc dibawah naungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman yang bertugas di wilayah Kapanewon Gamping tersebut terdiri dari Ketua Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping merangkap Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi, Adnan Iman Nurtjahjo, didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat,  dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito.

Rombongan diterima dan disambut baik di Ruang Unit Intelkam secara langsung oleh Panit Opsnal Intelkam Kepolisian Sektor Gamping, Aiptu Eko Familiyanto beserta jajarannya mewakili Kapolsek Gamping, Kompol Bartolomeus Muryanto yang masih ada agenda lain.

Dengan adanya silaturahmi ini Aiptu Eko Familiyanto menyampaikan kesiapan dalam bekerjasama dan bersinergi untuk mewujudkan pelaksanaan pengawasan tahapan Pemilihan Umum Serentak 2024 berlangsung dengan aman.

“Menjelang Pemilu Tahun 2024 Jajaran Kepolisian Sektor Gamping siap mendukung Panwascam untuk menciptakan suasana keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif agar dapat terselenggara Pemilu yang lancar dan damai di wilayah Kapanewon gamping,” tutur Aiptu Eko.

Hal senada disampaikan Ketua Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bahwa pihaknya sangat mengapresiasi jajaran Kepolisian Sektor Gamping yang telah bersedia berkolaborasi dengan jajaran Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping secara aman dan terkendali.

“Kerja pengawasan Pemilu Serentak 2024 harus dilaksanakan secara kolaboratif. Karena, Pemilu merupakan momentum demi menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Salah satunya melalui pendidikan politik yang dapat dilakukan secara kolaboratif bersama institusi yang berkompeten untuk melakukannya,” ujar Adnan.

Ia juga berharap dapat menjalankan pendidikan pemilih berbasis pada citizen jurnalism memanfaatkan social media supaya masyarakat dapat bijak bermedia sosial serta berpartisipasi secara nyata dengan mengambil peran aktif demi menjalankan fungsi sebagai Warga Negara Indonesia yang baik.

“Panwascam Gamping mengupayakan terlaksananya pendidikan pemilih agar masyarakat dapat melaksanakan dua fungsi, yang pertama dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, yang kedua dapat mengambil peran aktif dalam pengawasan proses pemilu dan melaporkan temuan dugaan pelanggaran pemilu kepada kami,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Gapoktan Condongcatur Belajar Tata Cara Pertanian Organik di Salatiga

Sleman – Untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur Condongcatur yang merupakan gabungan dari beberapa kelompok tani , kelompok ternak, dan KWT melakukan studi tiru di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda, Sumber Hasil Kopeng Getasan Salatiga, Selasa (8/11/2022).

Murgiyanta, perwakilan Gapoktan Tani Makmur Condongcatur menuturkan bahwa maksud dan tujuan studi tiru ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota Gapoktan Tani Makmur Condongcatur  tentang pengelolaan tanaman holtikultura dari proses pembuatan bibit, penanaman , pengolahan hasil , pengemasan dan pemasaran hasil panen sehingga dapat bernilai lebih.

“Saat ini di kalurahan Condongcatur ada 17 KWT, 9 Poktan dan 2 kelompok ternak yang aktif berkegiatan,” ujar Murgiyanta yang juga merupakan Ulu-Ulu Condongcatur ini.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua P4S Citra Muda, Shofyan Adi Cahyono. Dalam kesempatan tersebut, Shofyan memaparka beberapa penejelasan mengenai tata cara budidaya sayuran organik, terutama di pekarangan rumah.

Menurut Shofyan, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman organik merupakan salah satu strategi baru dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan. “Di samping hasil sayuran lebih sehat (tanpa bahan kimia) juga biaya operasional yang lebih murah,” ungkap Shofyan.

Sistem organik, lanjut Shofyan juga memiliki manfaat di antaranya adalah ketahanan pangan keluarga bisa dilakukan melalui usaha dilahan sempit/pekarangan, sumber penghasilan keluarga ketika sudah dilakukan usaha dalam komunitas yang besar dengan jenis tanaman yang beragam maka akan menjadi komoditas yang mempunyai nilai jual, anggaran belanja rumah tangga masyarakat sehari hari dapat lebih ditekan, hasil tanam lebih sehat, dan menumbuhkan kesadaran lingkungan.

“Karena dengan menanam berarti kita sudah melakukan sesuatu terhadap lingkungan,” ungkap pria bergelar S2 Agro Teknologi yang juga merupakan pemilik usaha Sayur Organik Merbabu (SOM) ini.

Selain itu, peluang permintaan produk sayur organik pun semakin meningkat dan dari segi harga relatif stabil.

Dalam kesempatan ini Shofyan juga membagikan beberapa hal seputar Pertanian Organik yang sangat bermanfaat dan menggugah semangat generasi muda untuk bertani. Pertanian Organik adalah  sistem produksi tanaman dengan menjaga kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia yang bergantung pada proses hayati dan alami.

Pertanian organik menggabungkan  inovasi, tradisi, dan ilmu pengetahuan untuk menguntungkan lingkungan dan mempromosikan hubungan yang baik. “Organik” merupakan pelabelan yang menyatakan bahwa produk mereka telah diproduksi sesuai dengan standar sistem pertanian organik dan disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik yang terakreditasi.  

“Pertanian organik didasarkan pada penggunaan input eksternal secara minimal serta tidak menggunakan pupuk dan pestisida sintetis,” terang Shofyan lagi.

Terdapat beberapa syarat dalam bertani organik, antara lain tidak boleh menggunakan pupuk kimia sintetis, tidak boleh menggunakan pestisida kimia sintetis, tidak boleh menggunakan varietas sayuran hasil rekayasa genetik (GMO), dan lahan telah bersih dari residu kimia sintetis. (Wasana/KIM Depok)




Dinas Pertanian Sleman Gelar Pelatihan Budidaya Cabai

Sleman – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyelenggarkan pelatihan budidaya cabai selama dua hari pada dari Selasa (8/11/2022) sampai dengan Rabu (9/11/2022) di rumah salah satu warga Padukuhan Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Pelatihan yang merupakan usulan dari Wakil Ketua Komisi C DPRD Sleman, Guntur Yoga Purnawan ini diikuti oleh petani dan calon petani cabai warga padukan se-Kalurahan Jogotirto.

“Sebenarnya kegiatan  ini memanfaatkan peluang karena  ada perubahan anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, harapannya agar merata di semua masyarakat se-Kabupaten Sleman,” ujar Guntur.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Guntur bahwa cabai merupakan bahan pangan yang harus ada dalam rumah tangga. Cabai juga memiliki kebutuhan di pasar yang selalu tinggi meski harganya fluktuatif. “Dasarnya budidaya cabai secara ekonomi tetap menjanjikan, meski dalam penanaman cabai perlu ketelitian dengan perhitungan musim yang tepat sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Guntur berharap para petani maupun calon petani cabai mampu memanfaatkan ilmu yang didapat. ‘”Semoga dengan pelatihan ini bisa menambah keilmuan peserta agar lebih baik lagi dalam budidaya pertanian khususnya cabai,” ucap Guntur.

Pelatihan sendiri diberikan langsung oleh Ahli Penyuluh Pertanian DPPP Sleman, Supriyanto yang menyampaikan materi mengenai budidaya cabai secara umum. Selain itu, ada juga materi tentang teknik pemupukan yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Pertama UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah III DPPP Sleman, Saraswati.

Materi lainnya adalah tentang Teknis Aplikasi Pestisida dalam Pengendalian OPT yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Muda DPPP Sleman Jaelani Ma’nawi, materi tentang panen dan pasca-panen cabai oleh Kepala UPTD BP4 Wilayah VII, Akhid Saikhu, serta materi tentang Analisa Usaha Tani Tanaman Cabai oleh Penyuluh Pertanian Utama DPPP Sleman, Yuni Mundiari.

Dalam pelatihan, para peserta peserta juga mendapatkan bantuan mulsa dan bibit cabai untuk ditanam. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pentingnya Menanamkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah untuk Kelompok Belajar Sekolah Jumat Putri Mandiri Sendangtirto Berbah di ruang rapat Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (8/11/2022).

Carik Sendangtirto, Herman Padiyanto menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan usulan dari Pemerintah Kalurahan Sendangtirto melalui Murenbang. Tujuannya adalah untuk memberikan pengertian kepada warga mengenai pentingnya pengelolaah sampah.

Pemilihan Sekolah Jumat Putri Mandiri sebagai sasaran pelatihan adalah karena kelompok tersebut meripakan kelompok belajar khusus ibu-ibu dari semua padukuhan yang ada di Sendangtirto.

“Karena ibu ibu yang banyak beraktivitas didapur dan dapur adalah banyak menghasilkan sampah maka tepat sasaran sosialisasi pengelolaan sampah kali ini diperuntukkan sekolah jumat yang anggotanya ibu-ibu,” ujar Herman.

Materi sosialisasi pengelolaan sampah disampaikan oleh Pengurus Forum Lingkungan Hidup Berbah yang juga anggota Bank Sampah Sedyo Luhur Kranggan satu, Jogotirto, Berbah, Awang Kurniawan.

Dalam kesempatan itu Awang menjelaskan pentingnya mengelola sampah karena sampah bisa menimbulkan berbagai masalah baik lingkungan, sosial, dan kesehatan. Sampah yang tidak terkelola dengan baik juga bisa menyebabkan banjir, sehingga dapat mengganggu budidaya pertanian dan merusak keseimbangan alam.

“Yang penting adalah kesadaran mengelola sampah dari diri sendiri dan rumah tangga. Pilah sampah dari rumah atau dari sumbernya,” kata Awang.

Lebih lanjut, Awang menjelaskan tentang tata cara mengelola sampah rumah tangga, di mana sampah yang telah dipilah, sampah bisa langsung dijual ke tukang rosok atau disetorkan ke bank sampah terdekat.

Ia juga menyarankan agar setiap kampung memiliki kelompok pengelola sampah, baik berbentuk bank sampah , sedekah sampah, atau TPS3R.

“Nantinya bila terbentuk kelompok atau mau mendirikan kelompok pengelola sampah dari Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah akan bersedia mendampingi,” ungkap Awang.

“Harapannya bila sampah sampah dilingkungan sendiri terkelola dengan baik bisa dikembangkan ke warga yang lain sehingga terbentuk kawasan yang bersih, sehat, nyaman. Juga dari sampah bisa menambah perekonomian warga,” tambah Awang lagi. (Kusnadi KIM Berbah)




Panwaslu Gamping Audiensi ke Panewu Siapkan Kantor Sekretariat

Guna menyiapkan Kantor Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Gamping dan perekrutan staf Kesekretariatannya dalam perhelatan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024, maka Komisioner Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping melakukan kegiatan audiensi di Kantor Panewu Gamping, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Senin (7/11/2022) siang.

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo merangkap Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi, didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat,  dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito, diterima secara langsung oleh Panewu Gamping, Sarjono, beserta Panewu Anom Gamping, Dewanto Tri Nugroho di ruang kerjanya.

Kegiatan paska resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa pada tanggal 28 Oktober 2022 yang lalu, maka Komisioner Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping diwajibkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kapanewon guna membicarakan persiapan pembentukan kantor kesekretariatan beserta stafnya.

Menurut keterangan Ketua Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bahwa Sekretariat Panwaslu perlu dibentuk untuk mendukung kelancaran tugas dan wewenang Panwaslu Kecamatan/Kapanewon. Selanjutnya, Sekretariat Panwaslu Kecamatan/Kapanewon memiliki tugas memberikan dukungan administratif dan teknis operasional kepada Panwaslu Kecamatan/Kapanewon, Panwaslu Kalurahan/Desa (PKD), serta Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

“Sekretariat Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping secara administrasi bertanggung jawab kepada Kepala Sekretariat atau Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman dan secara fungsional bertanggung jawab kepada Ketua Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping,” terangnya.

Di sela-sela peninjauan kantor sekretariat, Panewu Gamping, Sarjono menyambut baik adanya Panwaslu Kecamatan/Kapanewon pada pengawasan Pemilihan Umum Serentak 2024. Pihaknya saat ini telah menyediakan gedung yang representatif untuk dijadikan sebagai Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping yang berada di kompleks Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping sehingga mempermudah dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dalam kegiatan pengawasan.

“Kami menyediakan satu unit gedung untuk Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping. Bangunan yang terdiri dari 3 kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang pertemuan, 2 kamar mandi, 1 dapur, dan garasi sudah dibersihkan dan siap untuk ditempati,” tutur Sarjono.

Adapun sumber daya manusia pada Sekretariat Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping berasal dari Pegawai Negeri Sipil dan bukan Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari tenaga pelaksana dan staf pendukung. Sedangkan pengangkatan Pegawai Sekretariat Panwaslu Kecamatan/Kapanewon Gamping diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Sekretariat/Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman melalui Surat Keputusan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)