Meriahkan Muktamar Muhammadiyah ke-48, Muhammadiyah Gamping Gelar MGE

Sleman – Perserikatan Warga Muhammadiyah Gamping menggelar Muhammadiyah Gamping Expo (MGE) 2022 di Halaman Kantor Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (6/11/2022). Acara yang digelar untuk memeriahkan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Surakarta ini dihadiri langsung oleh Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais menggarisbawahi mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan di masa ini.

“Muhammadiyah sebagai salah satu elemen ummat Islam yang bercita cita mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar benarnya sudah seharusnya menjadi teladan dalam membangun ukhuwwah Islamiyah. Semoga Muhammadiyah menjadi contoh dalam musyawarah yang berkeadaban,” ucap Amien.

Sementara itu, Jamaluddin Ahmad dari LPCR PP Muhammadiyah menyoroti peran ranting Muhammadiyah dalam membina jemaah.

“Ranting adalah ujung tombak dakwah Persyarikatan. Denyut dakwah perysarikatan berada ditingkat ranting yang secara langsung membina jamaah , sehingga penguatan ranting dan cabang harus selalu dilakukan secara terus menerus,” ujar Jamaluddin.

Acara MGE ini juga semakin meriah dengan digelarnya Bazar Expo Ranting dan Amal Usaha Cabang Gamping, di mana ada 20 stan bazar yang menampilkan aneka produk dan potensinya masing-masing.

Disamping itu ada juga pemeriksaan gratis dari Kampus UNISA Yogyakarta dan Pashmina Gamping untuk para peserta, di samping hiburan berupa pentas seni. (Arief Hartanto)




Warga Kayen Bangun Fasum Secara Gotong-Royong

Sleman – Warga RW 45 Kayen Condongcatur melaksanakan kerja bakti warga untuk pembangunan Cor Blok hasil bantuan dari Kalurahan Condongcatur dan swadaya masyarakat, Minggu (6/11/2022).

Pemerintah Kalurahan Condongcatur sesuai program pembangunan berbasis di RW setiap tahunya memberikan bantuan rata-rata senilai 40 juta kepada setiap RW selama 6 tahun kedepan sesuai dengan RPJMKal 2022 – 2027. Pada bulan November 2022 ini warga RW 45 Kayen menerima bantuan untuk pembangunan Cor Blok di Jl. Kayen 1, di mana sebelumnya berbentuk konblok yang telah rusak

Ketua RW 45 Kayen, Sukirman menyampaikan bahwa sesuai program tahun ini, bantuan pembangunan dari Kalurahan Condongcatur diprioritaskan untuk Corblok. Namun mengingat jalan yang akan dikerjakan cukup panjang, sehingga bantuan dari kalurahan tidak dapat menjangkau semuanya.

“Maka dilakukan Pengalangan dana melalui WAG RW 45 dan alhamdulillah dalam waktu sepekan berkat spontinitas dan juga kesadaran warga terkumpul sumbangan semen warga sekitar 250 sak,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa warga juga dapa menyumbang  semen berwujud uang tunai dan transfer dengan harga 50000/sak-nya, split, pasir serta dana untuk konsumsi. “Total terkumpul dana Rp. ,” ungkap Sukirman.

Sementara itu, bantuan dari Kalurahan Condongcatur sendiri senilai sekitar Rp. 40 juta yang terdiri dari pasir 40 M3 (8 truck), Split 21 M3 (3 truck), semen 300 sak, ember, cangkul, sekop dan upah PKT.

Sementara Ketua Pembangunan RW 45, Jindarto menyampaikan bahwa untuk pembangunan Cor Blok ini melibatkan seluruh warga dalam bentuk kerja bakti massal/gotong royong. Pengerjaan dilakukan selama dua hari, yaitu pada Sabtu (5/11/2022) berupa persiapan elefasi jalan, penanaman Pralon saluran air hujan, pembuatan begesting bak kontrol SAL /IPAL melibatkan 6 orang tukang, dan hari Minggu (6/11/2022) yang melibatkan seluruh warga kerja bakti massal dengan pekerjaan mulai pengecoran.

“Bagi warga yang karena punya agenda acara lain dapat menyumbang makanan sebagai ganti tidak mengikuti kerja bakti sehingga semua warga terlibat. Para ibu-ibu menyiapkan masakan untuk warga yang kerja bakti,” terang Jindarto.

Sementara ditempat terpisah Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan warga RW 45 dalam Gotong Royong massal ini, karena kegiatan gotong royong adalah satu diantara ciri khas bangsa Indonesia.

“Gotong royong dianggap sebagai kepribadian dan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia, walaupun saat ini dibeberapa tempat khususunya wilayah perkotaan sudah mulai menurun seiring kesibukan dan aktivitasnya masing masing,  sehingga perilaku gotong royong ini perlu ditanamkan kembali dalam setiap elemen lapisan masyarakat khususnya di condongcatur,” ungkap Reno.

Menurutnya, dengan adanya kesadaran masyarakat untuk bergotong royong bisa membuat hubungan persaudaraan makin erat, di mana gotong royong diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat serta peningkatan peran aktif masyarakat dalam pembangunan.

“Semoga kesadaran warga RW 45 ini untuk gotong royong dan kesadaran berswadaya masyarakat dalam penggalangan dana pembangunan jalan cor blok Jl. Kayen 1 ini dapat menjadi inspirasi dan diikuti Padukuhan lainnya, Komunikasi dan transparansi pengurus dalam pelaksanaan suatu program adalah kunci sukses keberhasilan kegiatan,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)




Kalurahan Sidoagung Dikukuhkan Sebagai Rintisan Desa Budaya

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengukuhkan Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean sebagai Desa Rintisan Budaya, Sabtu (5/11/2022) di Pendopo Kesenian Siswo Mudo Budoyo Padukuhan Bendungan. Pengukuhan ini akan menambah jumlah rintisan desa budaya di Kabupaten Sleman. Sampai saat ini Kabupaten Sleman sudah memiliki 19 Rintisan Desa Budaya yang telah mendapatkan SK Gubernur serta memiliki 5 Desa yang telah mendapatkan status Desa Mandiri Budaya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi kepada Kalurahan Sidoagung atas upayanya sehingga dapat dikukuhkan menjadi Desa Rintisan Budaya. Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Sleman akan terus mendukung dan mendampingi kalurahan yang akan menjadi Rintisan Desa Budaya untuk naik satu tingkat menjadi Desa Mandiri Budaya.

“Saya berharap dengan masyarakat yang kreatif, inovatif dibarengi dengan gotong royong, kedepannya Kalurahan Sidoagung dapat meningkatkan statusnya Desa Mandiri Budaya,” ujarnya

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa dengan dikukuhkannya Kalurahan Sidoagung menjadi Rintisan Desa Budaya maka akan diberi akses dalam memperoleh bantuan terkait pengembangan budaya dan ekonomi kerakyatan khususnya di Kalurahan Sidoagung.

Sementara itu, Lurah Sidoagung, Edy Utomo menyampaikan rasa terimakasih serta harapannya agar pengukuhan Sidoagung menjadi Rintisan Desa Budaya ini dapat memotivasi pamong dan warga masyarakat agar kedepannya dapat naik tingkat menjadi Desa Mandiri Budaya.

“Semoga dengan dikukuhkannya Sidoagung menjadi Rintisan Desa Wisata dapat memotivasi kami pengurus serta seluruh masyarakat Sidoagung untuk kedepan menjadi Desa Mandiri Budaya,” ujarnya.

Rintisan Desa Budaya merupakan program strategis Gubernur DIY yang pelaksanaannya diserahkan kepada Kabupaten atau Kota dengan pembiayaan melalui Dana Keistimewaan DIY. Adapun tujuan pembentukan Rintisan Desa Budaya adalah bentuk upaya pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan potensi budaya di Kalurahan/Desa. (Humas Sleman)




Gelar Kongres Tahunan, Askab PSSI Sleman Targetkan Inovasi Baru di Persepakbolaan Sleman

Sleman – Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Sleman kembali menggelar konggres tahunan pada hari Minggu (6/11/2022). Bertempat di Hotel Prima SR, konggres kali ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Ketua Umum Koni Sleman, dan Ketua Umum Askab PSSI Sleman.

Ketua Umum Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan menyampaikan, kongres ini tak hanya menjadi media silaturahmi namun juga menjadi wadah untuk menampung aspirasi. Sehingga diharapkan akan lahir inovasi dan pemikiran baru agar kualitas persepakbolaan Sleman menjadi lebih baik.

Wahyudi juga menyampaikan, Sleman merupakan tanah subur untuk pembinaan sepak bola Indonesia. Hal ini didukung mulai dari fasilitas infrastruktur, sumber daya manusia, pelatih dan klub yang tersedia secara lengkap. Ia pun berharap agar hal baik ini dapat menjadi sumber kekuatan untuk Kabupaten Sleman.

“Kita memiliki semuanya, infrastruktur, sumber daya manusia, pelatih sampai klub-klub akademi. Semoga Sleman juga bisa menjadi tanah yang subur untuk pembinaan sepak bola Indonesia,” ujar Wahyudi Kurniawan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Koni Sleman Joko Hastaryo, turut menyampaikan apresiasi terhadap Kabupaten Sleman. Terlebih lagi dengan keberhasilan menjadi juara umum Porda XVI DIY lalu, Joko berharap Sleman dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk masa depan.

“Semoga dengan pencapaian tersebut atlet-atlet Sleman dapat terus berprestasi baik untuk pemain untuk pemula maupun pemain professional,” jelas Joko.

Sementara itu, Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan bahwa Sleman berhasil menunjukkan jati dirinya melalui kongres tahunan. Menurutnya, sepak bola tetap harus berjalan sebagai salah satu bentuk pembinaan karakter bangsa. Ahmad menilai Sleman dapat menjadi kiblat Askab di DIY apabila dapat mempertahankan konsistensi dan kedisiplinan.

“Mari kita jaga semangat ini, pertahankan kedisiplinan sehingga Sleman bisa menjadi kiblat Askab di DIY,” kata Ahmad.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam sambutannya menyatakan bahwa warga Sleman patut berbangga bahwa Sleman memiliki banyak fasilitas pendukung terutama untuk persepakbolaan. Saat ini, Kabupaten Sleman sudah memiliki 3 sport center yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun pada tahun 2023 mendatang, ditargetkan ada 6 sport center yang bisa difungsikan untuk menunjang semangat olahraga terutama untuk dunia sepak bola di Sleman.

“Mudah-mudahan, kekompakan, kerjasama yang bagus ini bisa kita pertahankan untuk menyongsong kompetisi,  pertandingan di tahun 2023. Insya Allah dengan adanya kongres ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Yang baik kita pertahankan, yang belum mari kita diskusikan (solusinya) bersama,” begitu pesan Danang. (Humas Sleman)




Jaga Kelestarian Budaya, Kalurahan Wedomartani Gelar Gledhen Ageng Jemparingan

Sleman – Dalam rangka Merti Desa Budaya, Pemerintah Kalurahan Wedomartani menggelar Gledhen Ageng Jemparingan di Lapangan Dolo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada Sabtu (5/11/2022). Kegiatan berupa lomba panahan tradisional yang rutin digelar ini dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto, menerangkan kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 155 peserta dari berbagai daerah di DIY. Peserta lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni putra dan putri.

“Kategori putra merebutkan tropi Bupati Sleman, sedangkan kategori putri merebutkan tropi Kepala Dinas Kebudayaan Sleman,” jelasnya.

Tema yang diangkat pada event ini sendiri adalah yaitu Urip iku Urup yang artinya adalah hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Wedomartani. Menurutnya kegiatan ini merupakan wadah untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal kita, terutama budaya jemparingan.

“Ini pesertanya juga banyak yang muda-muda. Untuk yang senior saya harap selalu mendampingi yang masih muda. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya ini, siapa lagi?”, ujarnya.

Ia juga berharap dari kegiatan ini nantinya dapat melahirkan atlet berprestasi di bidang panahan, sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Sleman baik di kancah nasional maupun internasional.

“Dari Wedomartani sudah ada yang berhasil meraih perunggu saat PORDA kemarin. Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan,” kata Kustini.