Tertib Cegah Wabah Virus Penyakit Mulut dan Kuku, Kapanewon Ngemplak Gelar Vaksinasi PMK Keliling

Sleman – Dalam rangka menyukseskan program nasional vaksinasi untuk mencegah wabah virus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ngemplak melakukan vaksinasi PMK dengan menerjunkan tim vaksinasi yang terdiri dari dokter hewan puskeswan, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petugas kawin suntik, dan mahasiswa MBKM Fakultas Peternakan UGM, untuk berkeliling ke kandang ternak sapi kelompok dan kandang ternak sapi pribadi, secara door to door di sekitar Kapanewon Ngemplak, pada Jumat (4/11/2022).

Vaksinasi ini menyasar pada lima kalurahan yang ada pada Kapanewon Ngemplak, yakni Kalurahan Sindumartani, Kalurahan Bimomartani, Kalurahan Widodomartani, Kalurahan Wedomartani, dan Kalurahan Umbulmartani, yang sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Juni.

“Untuk wilayah Kapanewon Ngemplak sudah kita mulai dari Juni. Juni sudah meliputi dari lima kalurahan, tapi belum semua,” tutur Yeni Kurniawati selaku dokter hewan wilayah Kapanewon Ngemplak.

Yeni memaparkan bahwa vaksinasi PMK keliling selama dua minggu terakhir difokuskan pada Kalurahan Wedomartani, yakni sejak tanggal 17 Oktober 2022 hingga hari ini.

“Untuk capaian semua di wilayah Wedomartani ini kita mulai dari tanggal 17 Oktober sampai sekarang kurang lebih capaiannya sudah 500 ekor lebih. Ini kita sasar tidak hanya di kandang kelompok, tetapi juga di rumah-rumah penduduk. Jadi ada beberapa yang di kandang ternak kelompok, ada yang beberapa di rumah. Kita sasar semua ternak yang sehat. Jadi memang kita habiskan. Selama dua minggu ini kita fokus ke wilayah Wedomartani,” terang Yeni.

Di Kalurahan Wedomartani sendiri, penyebab belum tervaksinnya semua ternak datang dari berbagai faktor.

“Untuk wilayah Wedomartani, alhamdulillah sudah hampir 100 persen, hanya tinggal beberapa ekor saja yang belum karena sesuatu hal, misalnya sakit, atau rumah pemilik ternak kosong, atau beberapa belum cukup umur. Minimal umurnya dua bulan.” jelas Yeni.

Setelah vaksinasi dilakukan, petugas juga akan melakukan penandaan dengan menyematkan eartag pada telinga kiri sapi untuk bukti sapi telah mendapatkan vaksin dan menjadi media untuk melacak data sapi melalui barcode yang tertera pada eartag.

“Tidak hanya vaksinasi yang kita lakukan, kita juga melakukan penandaan sebagai bukti, barcode seperti ini. Itu nanti isinya adalah nama pemilik, NIK, domisili pemilik, umur, serta jenis ternaknya. Jadi misalnya ternaknya jantan atau betina, itu nanti terlihat di sana,” tutur Yeni.

“Pergerakan ternak itu juga bisa terpantau. Jadi dari Wedomartani pindah ke Depok, pindah ke kecamatan lain, kabupaten lain, atau antar provinsi, nanti akan terekam di sana.” imbuhnya.

Yeni berharap, dengan adanya vaksinasi ini, angka kasus PMK dapat ditekan dan wilayah Ngemplak segera terbebas dari wabah virus PMK dengan minimal 80 persen dari populasi sapi di wilayah Ngemplak tervaksin. (Rep Nesya)




Wabup Sleman Harap “Pamer” Dapat Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka event Pamer (Pekan Anak Muda Eksis dan Kreatif) 2022 di lapangan Pojok, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Jumat (4/11/2022)

Danang menyambut baik sekaligus mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menunjukkan eksistensi dan kreativitasnya. Yang tak kalah penting, kata Danang, dalam event ini juga diberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan sekaligus mempromosikan produk-produknya.

“Ini sesuai dengan yang disampaikan bapak Gubernur. Bahwa setiap event yang diadakan harus berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Sugeng Priyadi selaku Ketua Panitia acara tersebut menjelaskan bahwa acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Sugeng menyampaikan bahwa event ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada tanggal 4 sampai 6 November 2022.

“Kegiatan ini sudah pernah kita adakan tahun 2019 lalu. Kemudian sempat berhenti akibat pandemi. Dan sekarang kita adakan lagi selama tiga hari. Ini peningkatan dari event di tahun 2019 yang hanya satu hari,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan kegiatan ini turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, diantaranya pentas seni, bazar UMKM, dan olahraga.




Bangun Sinergi Jaga Kamtibmas, Polresta Sleman Gelar Safari Keliling

Sleman – Polres Sleman menggelar Safari Keliling ke Masjid Baitussalam, Kendal, Bangunkerto, Turi, pada Jumat (4/11/2022). Perwakilan Polresta Sleman, Kompol Suraji dari Polsek Turi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk upaya Polres Sleman sebagai Polres tipe C, di mana salah satu upaya untuk menjaga Kambtibmas adalah bersinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat.

“Hal ini dikarenakan Kabupaten Sleman merupakan daerah yang sangat padat dengan pertumbuhan penduduknya yang cepat. perkembangan tantangan cukup tinggi,yang dihadapi, sehingga Polri secara resmi menetapkan peningkatan tipe kepolisian Resor Sleman. Kini, resmi menjadi Kepolisian Resor Kota Sleman,” ungkap Suraji.

“Peningkatan tipe membawa konsekuensi tugas dan tanggung jawab yang lebih tinggi. seluruh personel diharapkan mampu meningkatkan semangat komitmen dan kinerja, sehingga kualitas pelayanan semakin baik dan meningkat,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, beberapa masukan disampaikan oleh masyarakat Kendal, terutama untuk menambah keamanan dan ketertiban masyarakat di Kendal sendiri. Salah satunya Dukuh Kendal, sekaligus Takmir Masjid Baitussalam, Agus Dwi Subekti yang menyampaikan usulan pemasangan lampu lalu lintas di perempatan Kendal, serta pemasangan cermin cembung di pertigaan Kendal dan perempatan selatan Kendal

Dalam kesempatan itu juga membahas aturan hukum mengenai Peraturan Padukuhan tentang hewan ternak dan Unggas yang akan diterapkan mulai bulan Januari tahun 2023, serta kendaraan bermotor yang tidak sesuai peraturan. (Arief Hartanto)




Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah dengan SPAB

Sleman – Sebanyak 55 sekolah/madrasah se- DIY dikukuhkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana rintisan 2020 – 2022 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (2/11/2022). SPAB ini dimaksudkan agar sekolah yang dikukuhkan dapat membentuk tim siaga di sekolah masing-masing.

 “Hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah rawan bencana, termasuk DIY. Tidak hanya bencana alam, namun DIY juga memiliki potensi bencana non alam maupun bencana sosial, “kata KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur DIY pada sambutan peresmian SPAB, Rabu (2/11/2022).

Dengan dibentuk SPAB, sekolah mendapat bekal cara mengantisipasi agar mencegah jatuhnya korban jika terjadi bencana. Di samping itu juga mengedukasi warga sekolah untuk melakukan tindakan yang benar jika terjadi bencana. Seperti melindungi kepala, tidak saling dorong, tidak berdesak-desakan dan memberi pertolongan pertama jika terdapat korban.

Dalam kesempatan ini sekolah juga mendapatkan bantuan alat komunikasi HT dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Capaian ini mendorong sekolah untuk menyiapkan SDM guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi,” tambah Paku Alam.

Untuk membekali kemampuan dan kesiapan sekolah menghadapi bencana, BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan workshop Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Kontinjensi, Pengintegrasian Materi Pengurangan Risiko Bencana kedalam Kurikulum, Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi Kepala Sekolah dan tim siaga bencana bagi sekolah yang menjadi SPAB.

SMK Muhammadiyah 2 Turi menjadi salah satu dari 55 sekolah/madrasah yang dikukuhkan sebagai SPAB. Kurikulum pada Kompetensi keahlian Asisten Keperawatan di SMK Muhammadiyah 2 Turi diselaraskan dan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kesehatan yang siap membantu memberikan pertolongan pertama yang dibutuhkan bagi korban bencana. Sekolah juga membuat film pendek tentang simulasi penanggulangan  bencana untuk mengedukasi seluruh warga sekolah. Tujuannya agar warga sekolah mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

“Kami bersyukur sekolah dikukuhkan sebagai salah satu SPAB. tidak berharap bencana akan  menimpa sekolah atau masyarakat sekitar sekolah. Tetapi kami berharap dengan mempunyai kesiapan dalam menghadapi bencana mampu memberi rasa aman bagi peserta didik saat belajar di sekolah disamping mampu memberi pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat,”ujar Pamuji Sri Subekti, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi. (Arief Hartanto)




Peringati HUT ke-76, Kalurahan Sendangtirto Menggelar Aksi Donor Darah

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Kalurahan Sendangtirto, Pemerintah Kalurahan Sendangtirto bekerja sama dengan PMI Kapanewon Berbah dan PMI Kabupaten Sleman menggelar aksi kegiatan Donor Darah selama 5 hari dari Rabu (2/11/2022) sampai dengan Minggu (6/11/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung Serba Guna Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman tersebut mengawali rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-76 Kalurahan Sendangtirto, yang menampilkan berbagai kegiatan senam sehat, gelar produk UMKM dan potensi daerah, serta pertunjukan kesenian tradisional.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat berbah yang ingin mendonorkan darahnya serta menarik minat bagi masyarakat yang belum pernah melakukan donor darah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah persediaan darah PMI Kabupaten Sleman.

“Ternyata rasa kemanusiaan dan minat untuk mendonorkan darah masyarakat Kapanewon Berbah,  semakin meningkat dari pagi sudah banyak mengantri untuk mendonorkan darahnya,” ungkap Amir.

Sementara itu, Panewu Berbah, Rohmiyanto menambahkan, bagi para warga yang ingin mendonorkan darahnya harus dalam kondisi bugar. Untuk itu, sebelum donor dilakukan skrining dan cek tekanan darah. ” Jadi tidak semua yang datang mendaftar bisa lolos skrining, termasuk saya kali ini tidak bisa ikut donor darah karena kondisi kurang fit, baru kena flu,” kata Rohmiyanto.

Selain itu, pendonor juga harus memenuhi syarat durasi donor terakhir, di mana pendonor hanya bisa melakukan donor darah minimal setiap 3 bulan sekali. Seperti yang dialami oleh Suharmaji, Dukun Kranggan 1, Kalurahan Jogotirto.

“Saya lupa karena baru donor bulan kemaren jadi tidak bisa donor kali ini. Untuk bisa donor minimal tiga bulan dari donor terakhir,” ungkap Suharmaji.

Sementara itu, Saifurizal, salah satu pendonor yang juga merupakan Direktur BMT BIF mengatakan bahwa donor darah sangat bermanfaat bagi kondisi kesehatan tubuh.

“Dengan melakukan donor darah secara rutin harapannya bisa membantu sesama dan menjaga kesehatan diri sendiri minimal tiga bulan sekali dilakukan cek kesehatan dan badan menjadi fresh,” ujarnya. (Kusnadi/KIM Berbah)