Sinergikan Fungsi Pencegahan dan Penindakan Jadi Strategi Pengawasan Pemilu 2024

Sleman – Strategi pengawasan pada tahapan pemilihan umum tahun 2024 mendatang yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman  berbeda dengan strategi pengawasan pemilihan umum tahun sebelumnya. Sesuai dengan Peraturan Bawaslu Republik Indonesia, Bawaslu Kabupaten Sleman akan lebih mengutamakan pencegahan daripada penindakan dalam pengawasan tahapan pemilihan umum tahun 2024, karena dalam proses pengawasannya telah mensinergikan fungsi pencegahan dan penindakan secara terintegrasi.

Hal tersebut dituturkan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar dalam kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan Non Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum di Kabupaten Sleman yang digelar di Porta by The Ambarrukmo Hotel, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (2/12/22).

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa didampingi Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati, bersama Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, serta Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sleman, Mujibur Rahman.

Hadir sebagai peserta sosialisasi antara lain Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman, Ketua Panwaslu Kecamatan dan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sleman, Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Sleman, Kasubag Administrasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, Perwakilan Kepolisian Resort Kota Sleman, serta Perwakilan Komando Distrik Militer 0732/Sleman.

Dalam pemaparan materinya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar menegaskan bahwa pelaksanaan pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 dilakukan secara ramah lingkungan dengan memperhatikan perlindungan fungsi lingkungan hidup dan prinsip  pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta didukung sistem teknologi informasi dan komunikasi.

Adapun jenis pengawasan yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan meliputi tahapan pemutakhiran data pemilih, penetapan daftar pemilih sementara, dan daftar pemilih tetap, pelaksanaan kampanye, logistik Pemilu dan pendistribusiannya, pelaksanaan pemungutan suara dan proses penghitungan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara, pergerakan surat suara, berita acara penghitungan suara, dan sertifikat hasil penghitungan suara dari Tempat Pemungutan Suara sampai ke Panitia Pemilihan Kecamatan, pengawasan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, pergerakan surat tabulasi penghitungan suara dari Tempat Pemungutan Suara sampai Panitia Pemilihan Kecamatan, serta pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, maupun Pemilu susulan.

“Untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan dilakukan pengoordinasian dan pengendalian oleh Anggota Panwaslu Kecamatan yang mengoordinasikan fungsi sumber daya manusia, organisasi, data, dan informasi bersama-sama dengan anggota Panwaslu Kecamatan yang mengoordinasikan fungsi penanganan pelanggaran,” pungkas Arjuna. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tingkatkan Kapasitas FKDM, Bakesbangpol Sleman Berikan Pendidikan Intelijen

Sleman – Peran intelijen diperlukan sebagai sarana deteksi dini adanya ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap kondusivitas keamanan dan ketertiban wilayah. Atas pertimbangan hal tersebut, maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar rapat kerja bagi pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kabupaten Sleman sekaligus mengikuti pendidikan intelijen yang berlangsung di Twins Asri Resto, Tridadi, Sleman, Jumat (2/12/2022).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, H. Hery Sutopo didampingi Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kabupaten Sleman, R. Hery Subagio. Adapun materi pendidikan intelijen diberikan oleh Kasat Intelkam Kepolisian Resort Kota Sleman, AKP Dwi Daryanto selaku narasumber.

Peserta peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di kalangan FKDM tersebut diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua FKDM Kapanewon Gamping, Godean, Mlati Moyudan, Minggir, Seyegan, Sleman, Tempel, Depok, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Ngaglik, Kalasan, Prambanan, serta Berbah. Yang menerima materi terkait pengumpulan bahan keterangan untuk selanjutnya diolah dan disajikan kepada Panewu dalam menentukan kebijakan dengan risiko yang telah diperhitungkan terlebih dahulu mengenai pencegahan dini terhadap potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di wilayah Kapanewon.

Dalam paparan materinya, Kasat Intelkam Kepolisian Resort Kota Sleman, AKP Dwi Daryanto menyampaikan bahwa dalam melakukan penyelidikan harus tetap memperhatikan berbagai tahapan penyelidikan diantaranya perencanaan, pengumpulan bahan keterangan, pengolahan bahan keterangan serta penyajian menggunakan cara terbuka maupun tertutup sesuai dengan sasaran yang dihadapi.

“Teknik penyelidikan terbuka untuk mendapatkan bahan keterangan dapat dilakukan melalui wawancara, penelitian, dan interogasi,” tutur AKP Dwi Daryanto.

Langkah awal dalam penelitian adalah melakukan identifikasi dengan cara memilah dan memilih kemudian mengelompokkan jenis dan kualitas informasi atau bahan keterangan   sesuai data fakta yang telah ditulis atau disiarkan oleh media yang bersifat subjektif terhadap dampak sosial adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang menjadi sasarannya.

“Kelanjutan dari cara penelitian adalah wawancara karena secara logika hasil penelitian adalah bahan keterangan yang masih bersifat pasif subjektif artinya bahwa hasil analisa data yang diperoleh masih mungkin terjadi bias kepentingan dari misi intelijen, sehingga diperlukan wawancara untuk menggali informasi secara nyata terhadap sasaran penyelidikan,” lanjut AKP Dwi.

Dirinya juga menegaskan bahwa wawancara ditujukan guna menggali fakta, alasan, motivasi, opini atas fenomena maupun peristiwa yang telah, sedang atau kemungkinan yang akan terjadi, serta mengonfirmasi, melengkapi bahan keterangan dan data yang ada, serta mendorong sumber informasi untuk menjelaskan fakta secara konstruksionis dalam rangka mencari pemberitaan yang bersifat positif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bupati Dukung UMKM Sleman Go Digital

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir pada acara Workshop dan Bimtek Digital Marketing serta Pembuatan Website yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UKM Sleman. Kegiatan yang diadakan diadakan di rumah dinas Bupati Sleman, Sabtu (3/12/2022) ini bertujuan untuk mendorong UMKM Sleman go digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Haris Martapa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 200 pelaku UMKM se-Kabupaten Sleman. Dijelaskan bahwa 200 UMKM tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman bekerjasama dengan koperasi Sasuka Online Indonesia pada tanggal 16 sampai 19 November 2022 di The Alana Hotel. 

“Koperasi Sasuka ini merupakan satu-satunya koperasi milik kita yang sudah go nasional di bidang digitalisasi. Kemudian ditangani oleh anak-anak muda. Maka kita kolaborasi dengan koperasi Sasuka untuk membangun Sleman lewat digitalisasi terutama nanti untuk UMKM dan Koperasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Haris menerangkan bahwa pihaknya juga telah membuatkan website untuk 200 UMKM peserta bimtek tersebut. Selanjutnya, UMKM tersebut juga akan dipandu serta didampingi oleh narasumber dan instruktur sampai saat ini selama kurang lebih satu tahun kedepan.

“Saat ini yang sudah tercatat UMKM kita untuk bergerak digitalisasi untuk penjualan ada UMKM. Kalau dengan yang belum tercatat sudah mencapai angka sekitar . jadi hampir kurang sedikit,” terangnya.

Kustini dalam pidatonya menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mendukung sekaligus mendorong upaya digitalisasi terhadap UMKM yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan sistem digital, menurutnya akan semakin membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan serta mempromosikan produknya ke pasar yang lebih luas lagi.

“Kita juga sudah pasang WiFi gratis di seluruh padukuhan. Jadi semua wilayah di kabupaten Sleman sudah bisa mengakses internet,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk selalu menjaga kualitas produknya, mulai dari pengemasan, rasa (untuk produk makanan), hingga menentukan strategi pemasaran yang baik. Dengan begitu, produk UMKM diharapkan mampu bersaing di pasaran.

“Saya berharap setelah ikut bimtek ini, para peserta ini harus bisa membuat inovasi-inovasi baru, harus berani mencoba dan terus mencoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabupaten Sleman menempati peringkat pertama Indeks Literasi Ekonomi

Digital dari hasil survey Litbang Kompas Tahun 2022 untuk kategori kabupaten dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa. Hasil penilaian tersebut diumumkan dalam acara Indonesia Digital Economy Conference 2022 di hotel The Westin, Jakarta, Selasa (29/11), yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. (Humas Sleman)