Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah Berbah

Wilayah Jawa, termasuk Jogja merupakan wilayah yang secara geologis masuk wilayah rawan bencana khususnya bencana gempa tektonik dan angin. Kejadian bencana umumnya terjadi dalam rentang periode yang lama sehingga masyarakat sekitar seringkali abai terhadap kewaspadaan bencana sehingga akhirnya resiko atas korban menjadi cukup tinggi. Diperlukan sosialisasi dan pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki budaya sadar risiko bencana.

Untuk itu, kewaspadaan masyarakat terhadap kebencanaan harus terus ditingkatkan, termasuk di lingkungan sekolah. Hal ini yang menjadi perhatian SMK Muhammadiyah Berbah dengan membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan memberikan sosialisasi dan pendampingan sistematis kepada satuan tersebut untuk terus sadar bencana .

Kegiatan ini sendiri digelar selama 4 hari dari Senin, 5 Desember 2022 sampai dengan Kamis 8 Desember 2022 di Aula SMK Muhammadiyah Berbah. Selain sosialisasi ada juga simulasi penanganan bencana gempa bumi.

Dalam pelatihan, beberapa materi yang berkaitan dengan kebencanaan disampaikan oleh narasumber, diantaranya adalah Manajemen Bencana dan SPAB  Komprehensif, Kajian Risiko Bencana, dan Pemetaan Ancanam Bencana yang disampaikan oleh Fauzah Yakhsya dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sleman.  

”Tujuan diadakannya pelatihan SPAB di SMK Muh Berbah adalah  untuk membangun budaya siaga dan aman atas risiko bencana serta ketahanan dan sikap yang benar apabila terjadi bencana,” ungkap Wagiman, Kepala SMK Muhammadiyah Berbah, Kamis (8/12/2022).

Dia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum tumbuhnya budaya siaga bencana yang terwujud dalam sistem pendidikan, baik itu melalui kurikulum atau pembelajaran, tata ruang atau prasarana, kultur siaga bencana, dan berbagai uaya untuk meminimalisir dampak apabila terjadi bencana. (Arief Hartanto)




Condongcatur Kumpulkan Bantuan Senilai 134 Juta untuk Korban Bencana Gempa Cianjur

Sleman – Bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur menggugah rasa kemanusiaan setiap warga, termasuk warga Kalurahan Condongcatur. Untuk itu, Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengumpulkan donasi  untuk disalurkan untuk korban gempa cianjur. Dalam hal ini, pengumpulan dilakukan sejak Sabtu, 26 November 2022 sampai dengan Rabu 7 Desember 2022.

“Posko Condongcatur Peduli Gempa Bumi Cianjur yang dibuka sejak tanggal 26 November 2022 sampai dengan 7 Desember 2022 dan terkumpul sebanyak Rp. , semoga bantuan dari warga masyarakat ini dapat membantu meringankan para korban gempa bumi Cianjur Jawa barat,” ungkap Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur, Jumat (9/12/2022).

Bantuan tersebut menurut Reno rencananya akan disalurkan secara bertahap, baik secara langsung berupa uang dan material, serta transfer.

“Pada tahap pertama diserahkan uang sebesar 25 juta rupiah serta alat-alat pertukangan senilai 24,3 juta rupiah. Sementara pada tahap kedua akan diserahkan uang tunak sebesar 52 juta rupiah. Sebelumnya telah ditransfer uang ke posko di Cianjur sebesar 24,6 juta rupiah untuk pengadaan bahan seperti GRC, asbes, dan sebagainya,” ungkap Reno.

Reno mengatakan bahwa dengan bantuan tersebut, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Condongcatur membuat 25 unit hunian sementara (Huntara) di Kampung Surupan, Desa Sukawangi, Kecamatan Watukondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bantuan sendiri akan disampaikan langsung oleh Tim penjemput relawan yaitu Rusmanto, Jagabaya Condongcatur, dan Rohadi sebagai supir. Keduanya dilepas Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, pada 8 Desember 2022 pukul WIB menyusul Tim yang sebelumnya telah berada di Cianjur.

“Tim yang masih di Cianjur sebanyak 3 orang relawan, yaitu Bagiya, Sutaryo dan Fery Hidayat,” terang Reno.

“Semoga bantuan yang dikoordinir RT, RW, dukuh dan tokoh masyarakat ini dapat meringankan para korban gempa Cianjur, Jawa Barat,” kata Reno. (Wasana/KIM Depok)