Perlunya Kepedulian Seluruh Masyarakat untuk Melindungi Anak

Sleman – Kejahatan jalanan, terutama terhadap anak yang fluktuatif menimbulkan keserahan tersendiri bagi para orang tua. Untuk mengatasinya dibutuhkan kepedulian masyarakat untuk peduli dan merespon bahwa hal ini berpangkal dari ketahanan keluarga.

Jika semua keluarga berketahanan, maka tidak ada anak  yang harus keluar untuk mencari hiburan keluar rumah di waktu malam. Perlu dipahami bahwa bisa jadi anak merupakan pelaku maupun korban. Untuk itu harus kita amankan bersama agar tidak berkembang ke arah yang negatif dan hal tersebut merupakan tugas kita sebagai orang dewasa di manapun berada.

“Selaku tokoh masyarakat dan selaku orang dewasa di sekitarnya, harus mempunya perspektif dan  mindset yang sama tentang perlindungan anak,” ungkap Sri Budiyatiningsih, Plt. Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman saat membuka Sosialisasi Perbup no 45 tahun 2020 tentang Jam Istirahat Anak yang diikuti oleh Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Sleman di Dinas P3AP2KB Sleman, Kamis (15/12/2022).

Untuk itu, wanita yang akrab dipanggil Bu Budi ini mengharapkan agar KIM  bisa menyebarkan informasi positif ini di masyarakat.

“Paling tidak informasi hari ini bisa mengetuk hati orang tua agar mempertahankan keluarganya agar tidak menjadi korban. Karena keluarga yang tidak harmonis korbannya adalah anak dan akan mencari hiburan sendiri di luar jika tidak ditangani,” ungkapnya.

Pemkab Sleman, lanjut Budi, telah merencanakan berbagai aksi untuk mengatasi masalah kesehatan jalanan ini. Beberapa diantaranya adalah pemasangan 500 CCTV, perbaikan penerangan jalan oleh, pengadaan kegiatan positif berupa sport center, pengaktifan anak putus sekolah, pembinaan OSIS, alumni dan pencegahan kenakalan remaja.

Selain itu ada juga pengaktifan satga PPA dan pembuatan kelompok positif sebaya, melibatkan PKK dengan pendataan remaja yang terindikasi memiliki perilaku menyimpang lewat dasawisma, penguatan ketahanan keluarga, serta berkolaborasi dengan BNN.

“Koordinasi bukan hanya antar dinas tapi juga melibatkan relawan seperti paksikaton, jaga warga dan PKK,” tandas Budi.

Sementara itu, Suprapti, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga menjelaskan bahwa berdasarkan Perbup no 45 tahun 2020 tentang Jam Istirahat Anak, jam rumah/jam istirahat anak dimaksudkan sebagai upaya perlindungan terhadap anak yang ditujukan untuk mencegah anak di luar rumah tanpa ada tujuan yang jelas, tanpa didampingi orang tua atau wali serta memaksimalkan pengawasan dan tanggung jawab orang tua atau wali dalam upaya perlindungan terhadap anak.

“Jam istirahat pukul 22 sampai jam 4 pagi. Pengecualian diberikan jika ikut kegiatan yang diselenggarakan sekolah atau lembaga resmi, ikuti kegiatan sosial atau keagamaan, anak bersama orang tua wali, bencana, darurat atau penjelasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan atau jika menunjukkan surat dokumen lainnya,” terangnya

Selain itu, masyarakat di tingkat RT dan RW juga diharapkan Suprapti dapat berperan dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan, serta menyampaikan informasi dan edukasi ke anak atau orang tua wali, dan memberikan informasi ke satgas. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Peran PPKBD dan Sub PPKBD dalam Mengendalikan Jumlah Penduduk

Sleman – Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD merupakan kepanjangan tangan pemerintah khususnya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk, keluarga berencana maupun mewujudkan ketahanan keluarga.

“PPKBD dan Sub PPKBD memiliki tugas yang sangat mulia bagi masyarakat bangsa dan negara karena berperan aktif dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas,” ungkap Dani Prasetyo, Kamituo Kalurahan Donoharjo saat memberikan insentif bagi Kade PPKBD dan Sub PPKBD di Angkringan Prapatan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Rabu (14/12/2022).

Dani juga menghaturkan ucapan terima kasih kepada para kader yang terdiri dari ibu-ibu, karena sudah mengabdi bagi masyarakat Donoharjo.

“Ibu-Ibu adalah sangatlah istimewa karena untuk menjadi kader memiliki banyak kriteria. Yang pertama semangat,  kedua cermat, ketiga peduli kondisi sosial kesehatan masyarakat di sekitarnya,” ujar Dani.

Senada dengan Dani, Sri Lestari selaku PLKB Ngaglik menyampaikan tentang pentingnya peran Ibu-Ibu PPKBD dan Sub PPKBD.

” Seluruh data yang Ibu kumpulkan merupakan landasan bagi perencanaan program tahun berikutnya, sehingga validitas data sangat penting. Semua diawali data, dilaporkan. Sekarang sudah akhir tahun, maka dimohon pendataan kembali karena ada pembaharuan data,” ungkap Sri Lestari.

Sementara  Abidah selaku Koordinator PLKB Ngaglik menyampaikan bahwa Kader posyandu, kader KB dan tim pendamping keluarga juga terus diminta perannya untuk mencegah stunting.

“Untuk dasar tindakan yang tepat sasaran, diminta data untuk bahan Kalurahan membuat program. Jangan lupa, data yang sudah dikumpulkan agar tetap disimpan. Harapannya tahun 2023 saya valid berapapun tingkat kesertaaan KB nya”.

Abidah juga menjelaskan hasil Pendataan Keluarga tahun 2021 karena hasil tahun 2022 masih dalam proses. Data tersebut diantaranya jumlah PUS (pasangan usia subur) yang tidak ingin anak lagi 78% dan ingin anak ditunda 22%.

“Mohon Ibu-Ibu untuk lebih meningkatkan komunikasi, lebih jeli dan rajin mengajak para pasangan usia subur pada kelompok ini untuk segera atau tetap ber KB”.

Pada kesempatan tersebut Abidah juga memberikan apresiasi atas kinerja kader yang datanya relatif valid, sesuai dengan kondisi yang sekarang ada di lapangan. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Mengupayakan Kelancaran Irigasi Melalui Lembaga P3A

Sleman – Bagi Kalurahan Donoharjo yang sebagian besar lahan ditanami padi, maka air menjadi salah satu kunci yang dapat mendukung peningkatan produksi pangan. Untuk itu, ketersediaan air harus menjadi perhatian khusus, salah satunya dengan memanfaatkan peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Peran P3A ini penting karena saat ini, banyak lahan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk pertanian diubah menjadi area pemukiman, yang menyebabkan penutupan saluran pengairan sering terjadi. Sehingga perlu adanya pengawasan terhadap saluran air yang akan dimanfaatkan. Hal tersebut penting karena akibat pembangunan area pemukiman tersebut. Akibatnya, petani yang lain akan terganggu saat akan mengairi sawah mereka. Untuk itulah partisipasi dan pengawasan dari P3A ini sangat penting.

“Untuk meningkatkan peran dan partisipasi P3A inilah maka diselenggarakan pembinaan P3A,” ungkap Ulu-Ulu Donoharjo, Seto Aji Kusumantoro dalam acara Pembinaan P3A Donoharjo yang diselenggarakan di Aula Kalurahan Donoharjo, Rabu (14/12/2022).

Waryjono, Sub Koordinator Kelompok Subsatnsi Perencanaan Teknis dan Pembinaan Sumber Daya Alam Kabupaten Sleman mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Sleman untuk membina P3A yang sebelumnya berada di bawah naungan Dinas Pertanian, dan sekarang dialihkan di bawah Dinas PUPKP Sleman. “Kegiatan ini juga untuk menampung aspirasi atau usulan pembenahan,” ungkap Warjono.

Mengenai perairan untuk irigasi, Warjono menuturkan bahwa PUKP Sleman telah menyediakan sarana dan prasaran agar pelayanan irigasi lancar.

“Sementara untuk penggunaan atau pemanfaatan air ada pada Dinas pertanian dengan kata lain  teknis irigasi pada PUKP dan teknis agrobisnis pada Dinas Pertanian,” ungkap Warjono.

Warjono mengimbau agar P3A dapat berpartisipasi dalam hal mengembangkan saluran irigasi yang akan dimanfaatkan bagi pertanian ini.”Partisipasi P3A diharapkan dari awal mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan,” tuturnya.

Untuk itu, P3A menurut Warjono juga perlu memiliki badan hukum tersendiri, sebagai perilndungan dalam menangani penyalahgunaan pemanfaatan irigasi.

“P3A biasanya sudah berbadan hukum, legal, resmi untuk melaksanakan tugas pokoknya. Kewenangannya di saluran air tersier. Kalau airnya terganggu penutupan, langkah pertama peringatan kepada yang menutup. Kedua ditanyakan izinnya. Jika ada, biasanya sudah lancar karena ada rekomendasi. Langkah selanjutnya jika ngeyel, bersurat ke dinas yang menangani ke PUKP tentang adanya pelanggaran,” tandas Warjono.(Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Kalurahan Sukoharjo Terima Bantuan Pembangunan Saluran Irigasi

Sleman – Sebagai penunjang untuk meningkatkan hasil pertanian, keberadaan saluran irigasi memiliki posisi yang sangat penting. Saluran irigasi yang bagus akan menunjang peningkatan hasil pertanian sehingga perekonomian nantinya akan terus berjalan dan berkembang.

Hal ini yang mendorong Pemerintah Kalurahan Sukoharjo untuk terus mengupayakan adanya bantuan  untuk pembangunan saluran irigasi. Salah satunya adalah melalui Pelaksanaan Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2022 untuk para petani di Ngebo, Kalurahan Sukoharjo, yang tergabung dalam Perkumpulan Pemakai Air P3A Muji Lestari.

“Saluran irigasi yang dibangun di Ngebo Sukoharjo berasal dari DAM Jayan. Pembangunan saluran air mencapai panjang 541.8 m dan volume 163.4 m3. Pekerjaan sendiri dilakukan secara padat karya dan bersifat swakelola,” ungkap Pujo Wasana, Ketua P3A Muji Lestari, saat penyerahan bantuan di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Selasa (13/12/2022).

Pelaksanaan pembangunan saluran irigasi ini telah dilaksanakan sejak bulan Juni 2022. Pada tanggal 13 Desember 2022 telah dilaksanakan serah terima, dari Satker kepada Pemerintah Kalurahan Sukoharjo yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dari Kalurahan Sukoharjo kepada P3A Muji Lestari.

“Agar saluran irigasi  tetap bisa digunakan dengan baik,seyogyanya semua pengguna air melakukan perawatan secara rutin membersihkan saluran-saluran irigasi ini dari sampah dan benda-benda yang dapat merusak bangunan saluran air,” harap Nurul Azizah selaku Pendamping Dalam Pelaksanaan Proyek Pembangunan Saluran Irigasi.

Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto menyambut baik bantuan saluran irgasi ini. Ia berharap nantinya pembangunan serupa dapat dilakukan di saluran lainnya, sehingga dapat memaksimalkan hasil pertanian para warga.

“Bisa lebih menyejahterakan masyarakat Padukuhan Ngebo khususnya dan warga masyarakat pada umumnya,” tukas Hadi.

Warga Padukuhan Ngebo juga menyambut positif pembangunan saluran irigasi ini. Suharna salah satu warga menyebutkan bahwa dengan adanya pembangunan ini, dia bersama petani lainnya akan lebih mudah dan cepat dalam melakukan pengairan di sawahnya.

“Kami lebih mudah dan cepat dalam hal pengairan tanaman di sawah kami, yang sebelumnya memang mengalami kesulitan, terutama pada saat musim kemarau, air sudah habis terserap di tanah karena jauhnya jarak sumber air dengan sawah kami. Pembangunan ini benar-benar sangat membantu kami,” ungkap Suharna. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)




Cegah PMK, Kalurahan Sukoharjo Kebut Pemberian Vaksin untuk Hewan Ternak

Sleman – Merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan ternak, terutama sapi membuat Kementerian Pertanian RI mengambil kebijakan untuk melakukan pencegahan penyebarannya. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai cara dan metode, salah satunya adalah melalui vaksinasi.

Para peternak sebelumnya dapat memastikan kondisi hewan ternak mereka, karena PMK ini dapat dilihat dari gejalanya.

“Sapi yang terkena PMK ini,akan mengalami susah makan,suhu badan meningkat,dan masalah pada kaki terutama pada kuku sapi,sehingga mengganggu pertumbuhan dan kesehatan sapi dan bisa juga sampai mengakibatkan kematian, yang merugikan banyak peternak,” terang Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto saat ditemui di sela-sela persiapan hari jadi Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Rabu (14/12/2022).

Hadi menambahkan bahwa di Ngaglik sendiri, kematian dan potong paksa sapi akibat PMK ini menyentuh angka 42 kasus, dari 995 kasus yang dilaporkan ke puskeswan.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Sleman sendiri telah menggeber beberapa upaya untuk meminimalisir penyebaran kasus PMK ini, salah satunya adalam melalui vaksinasi.

“Vaksin akan diberikan 3 tahap. Tahap pertama sudah diberikan sejak akhir September, sekarang sudah mulai dilakukan vaksin tahap dua, dan selisih 6 bulan kedepan akan dilakukan vaksin 3 (Booster). Diharapkan dengan pemberian vaksin ini, tahun 2025 nanti sapi-sapi yang ada di Indonesia ini akan terbebas dan bersih dari PMK,” jelas Setyo Budi Suroso, Dokter Hewan di wilayah Ngaglik yang juga merupakan anggota Tim Vaksin.

“Untuk pemberian vaksin hari ini 75 sapi dari beberapa padukuhan. Sapi yang sudah tervaksin dari vaksin pertama sampai dengan vaksin kedua hari ini sudah lebih dari 3000 dosis yang tersebar di beberapa Kalurahan yang ada di kecamatan Ngaglik,” imbuh Setyo.

Pemberian vaksinasi ini juga mendapatkan reaksi positif dari para peternak. Haryanto, salah satu peternak sapi Kelompok Ternak Sedyo Mulyo padukuhan Ngebo mengatakan bahwa dengan adanya vaksin ini, dirinya juga merasa lebih yakin dan tidak khawatir lagi dengan adanya PMK yang akan menyerang sapinya.

“Saya sangat mendukung program ini,dengan vaksin ini jadi lebih tenang memelihara sapi, tidak terlalu was-was sapi akan sakit lagi,” ujar Haryanto. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)