Gedung IPHI Sukoharjo Diresmikan

Sleman – Gedung Persaudaraan Haji Indonesia tahap II di Kalurahan Sukoharjo Diresmikan pada Rabu (28/12/2022). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo sekaligus melakukan serah terima Pembangunan Struktur Lantai 2 dan atap Masjid Al Hidayah, Krajan, Mancasan pada Rabu (28/12/2022) di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Suripto, Ketua Panitia Pembangunan Gedung IPHI menuturkan bahwa pembangunan telah dilakukan sejak tahun 2017.

“Tahun 2016, pengurus IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo sepakat dengan niat ikhlas, semangat dan nekat mencari lokasi dengan luas tanah sekitar , memanfaatkan Tanah Kas Desa yang sudah SK Gubernur. Dilanjutkan pada  Rabu 5 Februari 2017 diselenggarakan pengajian Akbar oleh Al Ustadz Drs KH Sunardi Sahuri,MSi sekaligus peletakan batu pertama dengan bantuan jamaah sebesar Rp , maka sejak 5 Februari 2017 dimulai Pembangunan Gedung IPHI Ranting Sukoharjo Tahap I,”  jelas Suripto.

Proses pembangunan sendiri dilakukan selama dua tahap yaitu tahap pertama selesai pada tahun 2018, di mana pondasi dan tembok dinding sudah berdiri, tinggal atap bangunan.

“Ketika itu kondisi kas keuangan krisis, dana habis namun diusahakan atap terpasang supaya bisa untuk kegiatan IPHI Ranting Sukoharjo. Atap baja ringan selesai dan panitia harus bayar atap baja ringan segera, sehingga Panitia memiliki hutang. Namun Panitia berkeyakinan bahwa dengan niat baik dan tulus ikhlas, Allah SWT akan memberikan jalan,” ujar Suripto.

Suripto menambahkan bahwa pada bulan Agustus 2022 lazizmu pusat menugaskan untuk mendampingi pembangunan.

“Target 9 Minggu harus selesai, ternyata 8 Minggu 3 hari sudah selesai tinggal menunggu peresmiannya,  menunggu BPKH hadir, yang nanti akan hadir melalui zoom meeting,” jelas Suripto lagi.

“Dengan sumber dana dari BPKH dan lazizmu, pembangunan gedung akhirnya bisa terwujud, semua unsur masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan, dan untuk  semua untuk  pihak yang sudah membantu semoga menjadi amal jariyah,” imbuh Suripto.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap, IPHI Sukoharjo diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Gedung yang sudah terbangun juga amanah untuk dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga ia mengajak anggota IPHI untuk melakukan kegiatan  sosial dengan turut  berpartisipasi membantu sesama.

“Bisa dengan menjadi  ibu asuh di bidang pendidikan maupun kesehatan. Hal tersebut dimaksudkan untuk  memutus mata rantai warga miskin dan rentan miskin, meskipun investasi di bidang pendidikan itu tidak bisa secara langsung bisa dirasakan, hasilnya mungkin baru bisa kita lihat 5 atau 10 tahun yang akan datang,” kata Kustini.

Kustini berharap gedung yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah ilmu, memfasilitasi kegiatan positif, serta berharap agar dapat dirasakan  kemanfaatannya oleh masyarakat sekitar. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Kalurahan Condongcatur Lantik Pamong Terpilih

Sleman – Pamong Terpilih Kalurahan Condongcatur dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu (28/12/2022). Pelantikan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PMK Sleman, Muspika Kapanewon Depok dan Kalurahan Condongcatur. Pelantikan dilakukan langsung oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji.

Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Lurah Condongcatur oleh Dukuh Pringwulung tentang pengangkatan Carik, Kaur Pangripta, dan Dukuh Soropadan. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan jabatan yaitu pertama dari Carik yang sebelumnya dijabat oleh Plt. Carik, Al Thouvik Sofisalam kepada Riska Dian Nur Lestari. Selanjutnya Plt. Kaur Pangripta, Rusmanto kepada Wahyu Nurendra, serta Plt. Dukuh Soropadan Fernandya Riski Hartantri kepada Shalahudin Kamal.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada pamong yang baru terlantik, dan berpesan kepada pejabat baru yang masih muda dan fresh untuk bekerja dengan keras dan untuk tanggap mendengar aspirasi masyarakat meraih kemajuan Condongcatur ke depan.

“Condongcatur membutuhkan SDM yang handal, tangguh, terampil dan menguasai IT, dan percaya para pejabat baru ini dapat bekerja dengan maksimal karena merupakan hasil penjaringan melalui serangkaian test bekerjasama dengan UNY,” ujar Reno.

Sementara itu, Kepala Dinas PMK Sleman mengapresiasi langkah Kalurahan Condongcatur yang berhasil melaksanakan pengisian pamong kalurahan sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu Perda Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019 yang bekerjasama dengan perguran tinggi terakreditasi paling rendah B, dan mempunyai kompetesni dalam melaksanakan ujian.

Samsul Bahri juga menyampaikan bahwa saat ini banyak di Kalurahan kalurahan di Kabupaten Sleman Pamong terlantik mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi.

“Ini adalah hal positif, banyak pamong yang berpendidika SI dan S2 tentunya akan berpengaruh pada pola kepemimpinan dan kemampuan dalam mengemban tugas akan lebih kompeten walaupun di perda hanya dipersyaratkan pendidikan minimal SLTA sederajat,” ujar Samsul. (Wasana/KIM Depok)