Wabup Sleman Ajak Para Perempuan Untuk Memperhatikan Kesehatan Dalam Peringatan Hari Ibu di Dusun Santren

Sleman – Peringati Hari Ibu ke-94, Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal,  Kapanewon Depok, menyelenggarakan beragam lomba yang melibatkan para wanita. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir dalam acara yang dilaksanakan di halaman SD Negeri Deresan, pada Minggu (11/12/2022).

Ketua kelompok PKK Dusun Santren, Lia, melaporkan bahwa pada peringatan Hari Ibu tahun ini, Padukuhan Santren melaksanakan tiga lomba yakni, lomba bola voli plastik, merangkai bunga dari barang bekas yang diikuti oleh 15 RT, serta fashion show yang melibatkan 25 kelompok dasawisma. Menariknya, para penampil fashion show turut menggunakan pakaian yang terbuat dari barang-barang bekas, seperti tutup botol plastik, bungkus makanan, hingga botol bekas.

“Penggunaan barang bekas pada peringatan Hari Ibu kali ini bukan tanpa alasan, melainkan kami ingin berkreasi untuk mengolah barang-barang bekas, terutama yang terbuat dari plastik agar menjaga bumi menjadi lebih baik,” begitu keterangan Lia.

Di samping itu, Lia berharap dalam peringatan pada tahun ini, dapat menjadikan perempuan lebih berdaya, lebih sehat, dan  mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar. 

Mendukung hal tersebut, Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada seluruh ibu. Peran ibu dalam membersamai, mendidik, dan merawat keluarga, dinilai Danang memberikan pengaruh besar, terutama dalam melahirkan generasi bangsa yang cerdas.

Selain itu, Danang  menyebutkan angka stunting di Kabupaten Sleman yang sempat mengalami peningkatan. Hal itu salah satunya diakibatkan oleh pandemi Covid.  Ia pun mengajak para ibu dan calon ibu untuk lebih memperhatikan kesehatan pada diri sendiri. Menurut Danang, dengan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, risiko anak stunting di Kabupaten Sleman dapat semakin ditekan. 

“Peran ibu sangat luar biasa, tentu dampaknya juga tidak kalah hebat. Sehingga mari untuk ibu-ibu dan remaja putri yang akan menjadi seorang ibu, untuk menjaga kesehatan. Dengan begitu, bersama kita bisa lebih produktif dan memberikan banyak manfaat untuk lingkungan di sekitar kita,” ajak Danang. (Humas Sleman)




Sinergi Relawan untuk Pengabdian Terbaik bagi Masyarakat

Sleman – Penyerahan Bendera Panji/Pataka Relawan Donoharjo dari Seto Aji Kusumantoro kepada Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko pada Minggu (11/12/2022) di Aula Kalurahan Donoharjo menandai resminya pergantaian Perngurus Baru Organisasi Relawan Donoharjoo (Relado). Relado sekarang resmi dikelola oleh pengurus baru yang akan bertugas pada periode 2023 hingga 2026, dengan Ketua terpilihnya adalah Suratmi.

Hadi dalam kesempatan tersebut mengingatkan agar para pengurus baru Relado dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, karena Donoharjo merupakan daerah penyangga karena berada di posisi penyangga bencana, yaitu bencana erupsi Merapi di sebelah utara dan gempa bumi di selatan.

“Kendati demikian, saya merasa nyaman, aman, dan terlindungi karena ada relawan yang 24 jam siap berjuang, berbakti untuk kemanusiaan. Karena itu, atas pengabdian dengan hati dan keikhlasannya,  hanya rasa syukur dan mewakili masyarakat terimakasih sedalam-dalamnya yang bisa kami haturkan,” jelas Hadi.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS ), Yoga berharap pergantian pengurus ini dapat menambah semangat baru bagi Relado.

“Semangat Relado akan menjadi semangat kita semua relawan di kabupaten Sleman. Harapannya semakin mendewasakan kita untuk terus meningkatkan kapasitas semata mata untuk kemanusiaan di Donoharjo atau di manapun,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Lurah Donoharjo yang senantiasa mendampingi Relado dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Kehadiran relawan mikro di tingkat Kalurahan mutlak dibutuhkan. Pak lurah berkewajiban melindungi namun tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu keberadaan relawan merupakan berkah bagi masyarakat”.

Sehingga Yoga berharap agar Relado ini dapat terus hadir di tengah masyarakat setiap saat, tidak hanya saat bencana alam saja.

“Ketika tidak ada bencana,  mari bersama terjun di masyarakat membantu pak lurah untuk melakukan kegiatan sosial. Kita bantu pembangunan yang berkelanjutan, salah satunya dalam penanggulangan bencana. Bagusnya masukan pembangunan dilakukan berdasar pada pengurangan resiko bencana. Kita tak bisa mengukur kejadian bencana, tapi jika ada komunitas tingkat mikro maka penanganan akan lebih siap,” jelas Yoga lagi.

Ia juga menyarankan agar Relado dapat berkoordinasi dengan elemen masyarakat lainnya seperti bhabinkambtibmas, babinsa, serta destana dalam menjalankan tugas mereka, serta ikut terlibat dalam musrenbang.

Sementara itu, Ketua Relado Periode 2023-2026, Suratmi mengajak masyarakat Donoharjo untuk senantiasa mendukung kiprah Relado. “Saya bukan apa apa dan tidak bisa apa-apa tanpa dukungan semuanya. Semoga kesempatan ini menjadi titik awal yang baik untuk relawan yang lebih baik,” harapnya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik).




Kukuhkan Forum Makmure, Bupati Sleman Ingatkan Pentingnya Ulu-Ulu Bersinergi Dalam Memajukan Wilayah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Makmure (Ulu Ulu) Kabupaten Sleman periode tahun 2022 – 2027 bertempat di Pendopo Parasamya, pada Jumat (10/12/2022) malam. Pengukuhan dilakukan secara simbolis kepada 11 perwakiln Ulu Ulu dan juga disaksikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya.

Forum Komunikasi (Forkom) Makmure ini merupakan forum yang berisikan Ulu Ulu (unsur pelaksana teknis pembantu Lurah bidang pembangunan dan kemakmuran) seluruh Kalurahan di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pengukuhan para pengurus Forkom Makmure Kabupaten Sleman.

Kustini menilai, Ulu Ulu memiliki peran strategis dalam melaksanakan pembangunan serta meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat kalurahan. Maka dari itu, Kustini mengingatkan Ulu Ulu untuk selalu bersatu padu membangun kebersamaan, menegaskan komitmen dan niat untuk bekerja keras bersama-sama seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan Sleman yang lebih maju dan sejahtera.

“Manfaatkan Forkom ini untuk meningkatkan profesionalisme Saudara selaku Ulu-ulu. Intinya saling bersinergi dengan kabupaten dan kapanewon, untuk memajukan wilayah saudara,” ujar Kustini.

Selain pengukuhan pengurus forkom, dalam dalam kegiatan ini juga dilakukan dialog secara langsung antara Bupati Sleman beserta jajarannya dengan para Ulu Ulu terkait kendala para Ulu Ulu dalam menjalankan tugasnya di Kalurahan. (Humas Sleman)




1199 Calon Haji Kabupaten Sleman Tahun 2023 Ikuti Acara Ta’aruf

Sleman – Sebanyak 1199 Calon Jemaah Haji Kabupaten Sleman hadir di Serambi Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Sleman untuk mengikuti kegiatan Taaruf Calon Haji Kabupaten Sleman tahun 2023, Sabtu (10/12/2022). Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Kustini menyebut momen taaruf atau perkenalan calon jamaah haji ini merupakan kesempatan yang baik untuk saling mengenal satu sama lain di antara sesama calon jamaah haji asal Kabupaten Sleman. Selain itu, dalam kegiatan ini diharapkan para calon jamaah haji juga dapat saling bertukar informasi mengenai haji yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 nanti.

“Inilah salah satu hikmah ibadah haji, yaitu mempererat persaudaraan, saling kenal mengenal, dan saling mendoakan sesama jamaah haji,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar para calon jamaah haji untuk mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang diperlukan untuk berhaji, termasuk kesehatan fisik. Sebab, ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang membutuhkan banyak kegiatan fisik, seperti thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah serta Jumrah.

Kabag Kesra Mustadi dalam laporannya menyebutkan kegiatan ini diikuti sebanyak 1199 peserta, terdiri dari 1026 calon jamaah haji Kabupaten Sleman, 78 calon jamaah haji mutasi, dan 26 cadangan. Selain sebagai ajang silaturahmi antar calon jamaah haji, kegiatan ini menurutnya juga sebagai ajang silaturahmi antara calon jamaah haji dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, dan unsur-unsur lainnya yang akan terlibat nantinya.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan berbagai hal terkait persiapan ibadah haji,” kata Mustadi. (Humas Sleman)




Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah Berbah

Wilayah Jawa, termasuk Jogja merupakan wilayah yang secara geologis masuk wilayah rawan bencana khususnya bencana gempa tektonik dan angin. Kejadian bencana umumnya terjadi dalam rentang periode yang lama sehingga masyarakat sekitar seringkali abai terhadap kewaspadaan bencana sehingga akhirnya resiko atas korban menjadi cukup tinggi. Diperlukan sosialisasi dan pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki budaya sadar risiko bencana.

Untuk itu, kewaspadaan masyarakat terhadap kebencanaan harus terus ditingkatkan, termasuk di lingkungan sekolah. Hal ini yang menjadi perhatian SMK Muhammadiyah Berbah dengan membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan memberikan sosialisasi dan pendampingan sistematis kepada satuan tersebut untuk terus sadar bencana .

Kegiatan ini sendiri digelar selama 4 hari dari Senin, 5 Desember 2022 sampai dengan Kamis 8 Desember 2022 di Aula SMK Muhammadiyah Berbah. Selain sosialisasi ada juga simulasi penanganan bencana gempa bumi.

Dalam pelatihan, beberapa materi yang berkaitan dengan kebencanaan disampaikan oleh narasumber, diantaranya adalah Manajemen Bencana dan SPAB  Komprehensif, Kajian Risiko Bencana, dan Pemetaan Ancanam Bencana yang disampaikan oleh Fauzah Yakhsya dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sleman.  

”Tujuan diadakannya pelatihan SPAB di SMK Muh Berbah adalah  untuk membangun budaya siaga dan aman atas risiko bencana serta ketahanan dan sikap yang benar apabila terjadi bencana,” ungkap Wagiman, Kepala SMK Muhammadiyah Berbah, Kamis (8/12/2022).

Dia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum tumbuhnya budaya siaga bencana yang terwujud dalam sistem pendidikan, baik itu melalui kurikulum atau pembelajaran, tata ruang atau prasarana, kultur siaga bencana, dan berbagai uaya untuk meminimalisir dampak apabila terjadi bencana. (Arief Hartanto)