Condongcatur Kumpulkan Bantuan Senilai 134 Juta untuk Korban Bencana Gempa Cianjur

Sleman – Bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur menggugah rasa kemanusiaan setiap warga, termasuk warga Kalurahan Condongcatur. Untuk itu, Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengumpulkan donasi  untuk disalurkan untuk korban gempa cianjur. Dalam hal ini, pengumpulan dilakukan sejak Sabtu, 26 November 2022 sampai dengan Rabu 7 Desember 2022.

“Posko Condongcatur Peduli Gempa Bumi Cianjur yang dibuka sejak tanggal 26 November 2022 sampai dengan 7 Desember 2022 dan terkumpul sebanyak Rp. , semoga bantuan dari warga masyarakat ini dapat membantu meringankan para korban gempa bumi Cianjur Jawa barat,” ungkap Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur, Jumat (9/12/2022).

Bantuan tersebut menurut Reno rencananya akan disalurkan secara bertahap, baik secara langsung berupa uang dan material, serta transfer.

“Pada tahap pertama diserahkan uang sebesar 25 juta rupiah serta alat-alat pertukangan senilai 24,3 juta rupiah. Sementara pada tahap kedua akan diserahkan uang tunak sebesar 52 juta rupiah. Sebelumnya telah ditransfer uang ke posko di Cianjur sebesar 24,6 juta rupiah untuk pengadaan bahan seperti GRC, asbes, dan sebagainya,” ungkap Reno.

Reno mengatakan bahwa dengan bantuan tersebut, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Condongcatur membuat 25 unit hunian sementara (Huntara) di Kampung Surupan, Desa Sukawangi, Kecamatan Watukondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bantuan sendiri akan disampaikan langsung oleh Tim penjemput relawan yaitu Rusmanto, Jagabaya Condongcatur, dan Rohadi sebagai supir. Keduanya dilepas Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, pada 8 Desember 2022 pukul WIB menyusul Tim yang sebelumnya telah berada di Cianjur.

“Tim yang masih di Cianjur sebanyak 3 orang relawan, yaitu Bagiya, Sutaryo dan Fery Hidayat,” terang Reno.

“Semoga bantuan yang dikoordinir RT, RW, dukuh dan tokoh masyarakat ini dapat meringankan para korban gempa Cianjur, Jawa Barat,” kata Reno. (Wasana/KIM Depok)




TOT Sekolah Sampah Siap Lahirkan Pejuang Sampah di Kabupaten Sleman

Bertempat di Bank Sampah Kasturi, Condongcatur, Depok, Sleman Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman, mengadakan kegiatan Training Of Trainer (TOT) bagi pengelola sampah di 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Diwakili oleh perwakilan pengurus Bank sampah dan Sedekah Sampah di masing-masing wilayah kapanewon, TOT yang berlangsung 2 hari yaitu tanggal Selasa 6/12/2022) sampai Rabu (7/12/2022) menampilkan narasumber dari beragam kalangan, yaitu praktisi, akademisi dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Dihadiri oleh 34 peserta, kegiatan TOT ini dibuka secara resmi oleh Sub Koordinator Kelompok Substansi Pengelolaan Persampahan, Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Sleman, Muhammad Yidin.

Dalam sambutan pembukaannya, Yidin menyampaikan bahwa dengan keterbatasan dana sehingga acara yang sudah lama direncanakan ini baru terlaksana diakhir tahun. “TOT bagi pengelola sampah ini diharapkan melahirkan pejuang lingkungan yang siap mengambil bagian dalam meminimalisir timbulan sampah dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.

Yidin juga mengingatkan tantangan kedepan berkaitan dengan tutupnya TPST  Piyungan karena umur teknisnya sudah berakhir.

Setelah membuka kegiatan, Yidin yang mewakili Kepala DLH memberikan materi seputar Pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman.  “Hal ini perlu mendapat perhatian yang seksama mengingat TPST Piyungan sudah penuh sehingga pengelolaan sampah terutama di Rumah tangga dimaksimalkan,” ungkap Yidin.

Ia menambahkan sampah terbanyak adalah organik yang mencapai 300 ton/ hari. Harapannya ada inovasi terbaru sehingga sampah dapat dikelola kembali dan dimanfaatkan. Selain itu dibutuhkan dukungan dari banyak pihak terutama Dinas terkait.

Menyinggung kampanye Bupati Sleman berkaitan dengan terbitnya SE Bupati no. 30/2022 tentang Gerakan pilah sampah dari rumah, Yidin mengatakan bahwa hal tersebut adalah langkah Kabupaten Sleman dalam pengurangan sampah.

“Adapun dua hal lain yang perlu mendapat dukungan adalah optimalisasi pemilahan sampah di 14 Transfer Depo dan optimalisasi pengelolaan sampah di 17 TPS3R. Ditingkat implementasinya, program pemilihan dan pengelolaan sampah tersebut membutuhkan kontribusi dari banyak pihak,” terang Yidin lagi.

Yidin memberi gambaran bahwa dengan ditutupnya TPST Piyungan, di wilayah Sleman akan segera dibangun sarana pengelolaan sampah yang pada tahun depan (2023) akan dibangun di wilayah Sleman Timur dan Sleman Barat. Diperkirakan TPST Sleman Timur akan menampung sampah sebanyak 80 ton/ hari sedangkan TPST Sleman Barat menampung sampah sebanyak 60 ton/ hari.

Pembicara berikutnya adalah Hijrah Purnama Putra, Ketua JPSM Sehati Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan tersebut, ia memberi materi tentang Leveling dalam sosialisasi. Hijrah mengingatkan kepada peserta bahwa TOT yang dilaksanakan ini adalah mempersiapkan pengelola sampah sebagai ujung tombak sosialisasi di masyarakat sehingga ilmu pengelolaan sampah akan masif tersebar.

Disampaikan oleh Hijrah, bagaimana pesan dalam sosialisasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Dengan metode 5 W 1 H ( what, where, when, who, why dan How) diharapkan materi yg disampaikan akan mudah dipahami dan tepat sasaran,” ungkap Hijrah.

Hijrah juga menambahkan tentang tips tips sebelum sosialisasi sebagai bagian dari mempersiapkan materi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Penguasaan materi ini sangat diperlukan mengingat ada leveling dalam sosialisasi yang membutuhkan pencermatan apakah tingkat pemahaman dari peserta baru pada tingkatan memulai, merawat atau mengembangkan sistem pengelolaan sampahnya. Sehingga kebutuhan materi dari setiap tingkatan tersebut bisa disesuaikan mulai dari pengenalan, memberikan support, mengenalkan inovasi sampai dengan pemanfaatan teknologi,” jelas Hijrah. ( Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kalurahan Sariharjo Lakukan Pembinaan WKSBM Menur Rejodani II

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sariharjo mengadakan Pembinaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Menur bertempat di Rumah Dukuh Padukuhan Rejodani II, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Rabu (7/12/2022). Pembinaan ini dilakukan sebagai bentuk realisasi anggaran Kalurahan Sariharjo.

Kristiana, Kamituwo Sariharjo menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk usaha dari kalurahan untuk mendukung pengembangan WKSBM Menur. “Kalurahan berusaha mendukung dengan memfasilitasi anggaran,” ungkapnya.

Ia meminta seluruh padukuhan juga bisa menumbuhkan WKSBM-nya masing-masing, tentunya dengan pendampingan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Dalam kesempatan tersebut kemudian dijelaskan bahwa WKSBM Menur surah melakukan berbagai kegiatan kepada masyarakat, seperti sosialisasi, penggalangan dana, donatur, penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan, warga meninggal, anak yatim, membantu seragam anak putus sekolah, lansia, pendampingan ODGJ, dan pendampingan sosial lainnya.

Kegiatan tersebut diapresiasi oleh Forum WKSBM Sleman, yang diwakili oleh Subiyanto. Menurutnya, WKSBM Menur telah memiliki kegiatan yang bervariasi, sehingga hanya perlu ditingkatkan saja. (Iwan/KIM Ngaglik)




Sleman Terjunkan TRC BPBD Kedua untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melepas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (8/12/2022). Pengiriman bantuan ini merupakan tahap kedua setelah tahap pertama di berangkatkan akhir November lalu.

Dalam arahannya, Danang berharap tim yang dikirim tahap kedua ini  memiliki persiapan yang maksimal dalam rangka misi kemanusiaan. Ia juga berharap bantuan tahap 2 ini dapat memenuhi kebutuhan terkait kekurangan pada saat tahap yang pertama lalu.

“Saya berharap dengan bantuan tahap kedua ini dapat meringankan beban serta menunjukkan kepedulian masyarakat Kabupaten Sleman terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Sleman, Makwan menjelaskan bahwa bantuan tahap kedua ini merupakan hasil dari evaluasi dan asesmen dari tahap pertama yang lalu.

“Target kami pada tahap 2 ini yakni dapat memotivasi dan mengedukasi masyarakat disana untuk segara bangkit pasca gempa,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa pada tahap 2 ini dikirimkan 13 personil dengan 3 armada. Selain itu, tim tahap 2 ini membawa tenda keluarga sebanyak 15 unit ditambah dengan alat kerja bakti serta titipan dari Kalurahan Margodadi yakni logistik untuk anak-anak sekolah seperti buku, alat tulis, dan lain sebagainya.

Tim BPBD Sleman nantinya akan berada disana selama 4 hari tepatnya di Dusun Pawati, Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. (Humas Sleman)




Forum Pembauran Kebangsaan Sleman Dikukuhkan

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengukuhkan 15 anggota pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sleman, Kamis (8/12/2022) di Pendapa Parasamya Pemkab Sleman.

Pemkab Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berkomitmen untuk memfasilitasi dan mendampingi pembentukan forum yang mendukung terciptanya kerukunan dan kamtibmas di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan bahwa pengukuhan forum ini adalah implementasi visi Sleman sebagai rumah bersama. Oleh karenanya, masyarakat dari berbagai macam suku dan agama yang tinggal di Kabupaten Sleman harus diterima dan dihargai.

“Forum ini akan kami fasilitasi serta dampingi melalui Kesbangpol untuk menjadi wadah saling bertukar pikiran antar suku dan agama serta mendukung kerukunan dan kamtibmas,” ujarnya

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang tetapi menjadi semangat dan kekuatan kita untuk menangkis paham yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.

“Kerukunan dan persatuan di Kabupaten Sleman harus selalu kita jaga. Marilah kita jaga Kabupaten Sleman agar tetap tentram dan damai,” pungkasnya.

Pada pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sleman ini menetapkan Muhammad Nur Kholis, Tokoh Pemuda Komite Nasional Pemuda Kabupaten Sleman sebagai ketua. Sedangkan Dhandung Hartono, Tokoh Masyarakat Sleman dan A.A. Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, Tokoh Perempuan Bali sebagai Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 2. (Humas Sleman)