Tingkatkan Kapasitas FKDM, Bakesbangpol Sleman Berikan Pendidikan Intelijen

Sleman – Peran intelijen diperlukan sebagai sarana deteksi dini adanya ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap kondusivitas keamanan dan ketertiban wilayah. Atas pertimbangan hal tersebut, maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar rapat kerja bagi pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kabupaten Sleman sekaligus mengikuti pendidikan intelijen yang berlangsung di Twins Asri Resto, Tridadi, Sleman, Jumat (2/12/2022).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, H. Hery Sutopo didampingi Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kabupaten Sleman, R. Hery Subagio. Adapun materi pendidikan intelijen diberikan oleh Kasat Intelkam Kepolisian Resort Kota Sleman, AKP Dwi Daryanto selaku narasumber.

Peserta peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di kalangan FKDM tersebut diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua FKDM Kapanewon Gamping, Godean, Mlati Moyudan, Minggir, Seyegan, Sleman, Tempel, Depok, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Ngaglik, Kalasan, Prambanan, serta Berbah. Yang menerima materi terkait pengumpulan bahan keterangan untuk selanjutnya diolah dan disajikan kepada Panewu dalam menentukan kebijakan dengan risiko yang telah diperhitungkan terlebih dahulu mengenai pencegahan dini terhadap potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di wilayah Kapanewon.

Dalam paparan materinya, Kasat Intelkam Kepolisian Resort Kota Sleman, AKP Dwi Daryanto menyampaikan bahwa dalam melakukan penyelidikan harus tetap memperhatikan berbagai tahapan penyelidikan diantaranya perencanaan, pengumpulan bahan keterangan, pengolahan bahan keterangan serta penyajian menggunakan cara terbuka maupun tertutup sesuai dengan sasaran yang dihadapi.

“Teknik penyelidikan terbuka untuk mendapatkan bahan keterangan dapat dilakukan melalui wawancara, penelitian, dan interogasi,” tutur AKP Dwi Daryanto.

Langkah awal dalam penelitian adalah melakukan identifikasi dengan cara memilah dan memilih kemudian mengelompokkan jenis dan kualitas informasi atau bahan keterangan   sesuai data fakta yang telah ditulis atau disiarkan oleh media yang bersifat subjektif terhadap dampak sosial adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang menjadi sasarannya.

“Kelanjutan dari cara penelitian adalah wawancara karena secara logika hasil penelitian adalah bahan keterangan yang masih bersifat pasif subjektif artinya bahwa hasil analisa data yang diperoleh masih mungkin terjadi bias kepentingan dari misi intelijen, sehingga diperlukan wawancara untuk menggali informasi secara nyata terhadap sasaran penyelidikan,” lanjut AKP Dwi.

Dirinya juga menegaskan bahwa wawancara ditujukan guna menggali fakta, alasan, motivasi, opini atas fenomena maupun peristiwa yang telah, sedang atau kemungkinan yang akan terjadi, serta mengonfirmasi, melengkapi bahan keterangan dan data yang ada, serta mendorong sumber informasi untuk menjelaskan fakta secara konstruksionis dalam rangka mencari pemberitaan yang bersifat positif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bupati Dukung UMKM Sleman Go Digital

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir pada acara Workshop dan Bimtek Digital Marketing serta Pembuatan Website yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UKM Sleman. Kegiatan yang diadakan diadakan di rumah dinas Bupati Sleman, Sabtu (3/12/2022) ini bertujuan untuk mendorong UMKM Sleman go digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Haris Martapa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 200 pelaku UMKM se-Kabupaten Sleman. Dijelaskan bahwa 200 UMKM tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman bekerjasama dengan koperasi Sasuka Online Indonesia pada tanggal 16 sampai 19 November 2022 di The Alana Hotel. 

“Koperasi Sasuka ini merupakan satu-satunya koperasi milik kita yang sudah go nasional di bidang digitalisasi. Kemudian ditangani oleh anak-anak muda. Maka kita kolaborasi dengan koperasi Sasuka untuk membangun Sleman lewat digitalisasi terutama nanti untuk UMKM dan Koperasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Haris menerangkan bahwa pihaknya juga telah membuatkan website untuk 200 UMKM peserta bimtek tersebut. Selanjutnya, UMKM tersebut juga akan dipandu serta didampingi oleh narasumber dan instruktur sampai saat ini selama kurang lebih satu tahun kedepan.

“Saat ini yang sudah tercatat UMKM kita untuk bergerak digitalisasi untuk penjualan ada UMKM. Kalau dengan yang belum tercatat sudah mencapai angka sekitar . jadi hampir kurang sedikit,” terangnya.

Kustini dalam pidatonya menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mendukung sekaligus mendorong upaya digitalisasi terhadap UMKM yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan sistem digital, menurutnya akan semakin membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan serta mempromosikan produknya ke pasar yang lebih luas lagi.

“Kita juga sudah pasang WiFi gratis di seluruh padukuhan. Jadi semua wilayah di kabupaten Sleman sudah bisa mengakses internet,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk selalu menjaga kualitas produknya, mulai dari pengemasan, rasa (untuk produk makanan), hingga menentukan strategi pemasaran yang baik. Dengan begitu, produk UMKM diharapkan mampu bersaing di pasaran.

“Saya berharap setelah ikut bimtek ini, para peserta ini harus bisa membuat inovasi-inovasi baru, harus berani mencoba dan terus mencoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabupaten Sleman menempati peringkat pertama Indeks Literasi Ekonomi

Digital dari hasil survey Litbang Kompas Tahun 2022 untuk kategori kabupaten dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa. Hasil penilaian tersebut diumumkan dalam acara Indonesia Digital Economy Conference 2022 di hotel The Westin, Jakarta, Selasa (29/11), yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. (Humas Sleman)




Karang Taruna Sendangadi Cup 2022, Ajang Pencarian Bakat Pesepakbola Mlati

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sendangadi melalui Karang Tarunanya menggelar turnamen mini soccer antar padukuhan se-Sendangadi pada Jumat (2/12/2022). Bertempat di Lapangan Mlatim event ini dibuka secara simbolis oleh panewu Kapanewon Mlati, Drs. Arifin, M. Laws. Turut hadir juga Sugengno, Lurah Sendangadi beserta jajarannya.

Ketua Panitia Sendangadi Cup, Singgih Kalbu Ardi mengatakan event ini diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 2-4 Desember 2022 dan diikuti oleh 14 padukuhan yang ada di Sendangadi.

“Peserta memperebutkan hadiah untuk juara 1 sebesar 2 juta rupiah, juara 2 sebesar 1,5 juta rupiah, dan juara 3 sebesar 1 juta rupiah,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Sugengo selaku Lurah Sendangadi menjelaskan event ini merupakan ajang pengkaderan pemain Ps Mlati. Selain itu, Karang Taruna Sendangadi Cup 2022 ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar Karang Taruna yang ada di Sendangadi.

“Kami berharap akan muncul potensi dari peserta untuk bisa menjadi pemain Ps Mlati yang mana Ps Mlati kini berkompetisi di divisi satu Askab PSSI Sleman,” ujar Sugengno.

Sementara itu, Panewu Kapanewon Mlati, Arifin mengapresiasi insiasi yang dilakukuan oleh Karang Taruna Sendangadi. Diharapkan event ini menjadi ajang silaturahmi pemuda pemudi Mlati setelah sekian lama tidak bisa berbaur akibat pandemi.

“Event ini menjadi titik balik dan sangat membanggakan sekali sehingga diharapkan bisa dinaikkan levelnya dari tingkat Kalurahan menjadi tingkat Kapanewon,” tutup Arifin




169 Lansia di Mlati Ikuti Vaksinasi Booster ke-2

Sleman – Dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat terkait dengan pencegahan wabah covid 19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Yayasan Wredha Mulya DIY bekerja sama dengan Poltekes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan layanan kepada warga masyarakat sekitar sendowo dan paguyuban wredha mulya serta masyarakat umum yang telah umur 60 tahun keatas atau lanjut usia.

Vaksinasi sendiri digelar di Sasana Yayasan Wredha Mulya, Kapanewon Mlati, Sleman, Yogyakarta pada Jumat  (2/12/2022) Jam , dan diikuti 169 peserta dengan layanan berbagai vaksin sesuai dengan kondisi peserta pada waktu booster 1.

Suwardi selaku Ketua Panitia Penyelenggara Layanan Vaksin  booster ke 2 ini mengatakan bahwa sebelumnya, pelaksanaan vaksinasi ini sempat tertunda karena prioritas vaksin pada waktu itu hanya untuk nakes, sebelum akhirnya keluar edaran pelayanan vaksinasi untuk lansia.

“Dengan diizinkannya layanan lansia maka Yayasan Wredha Mulya DIY mengirim surat ke Poltekes Kemenkes RI untuk memberikan Layanan para lansia masyarakat sekitar Sendowo dan pengurus juga lembaga dibawah binaan Yayasan serta masyarakat umum yang telah booster ke 1. Syaratnya hanya membawa KTP dan Kartu Vaksin masing masing.” ungkap Suwardi.

Suwardi menambahkan bahwa Poltekes Kemenkes RI Yogyakarta dengan Yayasan Wredha Mulya DIY ini merupakan kerja sama kesian kalinya yang telah dilakukan, setelah sebelumnya telah ada kerja sama seperti layanan kesehatan posyandu lansia bagi warga binaan Yayasan Wredha Mulya DIY.

“Untuk itu saya atas nama Yayasan Werdha Mulya DIY, menyampaikan terima kasih semoga semua yang dilaksanakan menjadikan catatan amal bagi kita semua,” pungkas Suwardi. (Srp/KIM Ngaglik)




Dukung Perkembangan Dunia Pendidikan, Bupati Ajak Guru Tingkatkan Literasi Digital

Sleman – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional 2022 Kabupaten Sleman, dilaksanakan pada Kamis (1/12). Pada tahun ini kegiatan tersebut mengangkat tema Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju. Bupati Kustini Sri Purnomo turut hadir memberikan arahan pada acara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Sleman itu.

Ketua PGRI Sleman, Mujiyanto, melaporkan peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kabupaten Sleman pada tahun ini diisi dengan beberapa kegiatan, seperti halnya peningkatan kapasitas guru, sosialisasi kode etik guru, dan perlombaan olahraga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh ibu Kustini. Dan terima kasih juga atas perjuangan seluruh kontingen Sleman yang berhasil menjadi juara di tingkat DIY,” kata Mujiyanto.

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI DIY, Timbul Widodo, mengajak tenaga pendidik agar bangkit bersama-sama untuk memulihkan kondisi pendidikan yang pada 2 tahun terakhir mengalami kendala karena adanya wabah Covid-19. Selain itu, Timbul juga menyampaikan bahwa para guru kini juga dituntut untuk mengikuti perkembangan dunia digital.

“Kepada teman-teman PGRI dan pengurus, mari untuk bisa selalu menjaga solidaritas untuk meraih misi dari PGRI sebagai organisasi yang kuat dan bermartabat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sleman. Tantangan baru era Covid-19, kita dituntut proses digitalisasi yang begitu cepat. Jangan sampai guru tertinggal oleh peserta didik,” jelas Timbul Widodo.

Turut memberikan dukungan terhadap penyataan tersebut, Bupati Kustini memberikan arahan agar guru lebih ‘melek’ digital. Terlebih lagi dengan sistem pendidikan yang sempat dialihkan secara daring, Bupati berharap guru dapat terus melahirkan kreatifitas dan inovasi termasuk melalui dunia digital.

“Saudara adalah tonggak 5 utama dalam mendidik anak-anak calon pemimpin bangsa yang akan membangun Sleman bahkan Indonesia di masa mendatang. Saya percaya satu orang hebat bisa melahirkan beberapa karya hebat. Tapi satu guru hebat bisa melahirkan ribuan orang hebat,” kata Kustini.

Bupati berharap, melalui peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sleman, dan khususnya para guru sendiri, untuk lebih meningkatkan lagi pembangunan sumber daya manusia melalui bidang pendidikan.

Pada kesempatan itu, Bupati sekaligus menyerahkan trofi dan piagam kepada prestator peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional 2022 di Kabupaten Sleman. (Humas Sleman)