Pengurus LP3K Kabupaten Sleman Dikukuhkan

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengukuhkan sebanyak 65 pengurus Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani Katolik (LP3K) Kabupaten Sleman periode 2022-2025. Pengukuhan dilaksanakan pada Kamis (29/12/2022), di Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam sambutannya, Kustini mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik tersebut. Ia berharap kepengurusan yang baru ini dapat meneruskan estafet dari kepengurusan sebelumnya dengan lebih baik lagi.

“Pesparani memegang peranan sangat penting dalam pelaksanaan aktivitas pelayanan Gereja. Saya percaya, pengurus yang baru dilantik ini bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kustini mengajak semua umat beragama untuk selalu menjaga toleransi satu sama lain. Terlebih, menurutnya Sleman merupakan Rumah Bersama bagi semua elemen masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, etnik dan budaya.

“Pemkab Sleman memiliki visi Terwujudnya Sleman sebagai Rumah Bersama yang Cerdas, Sejahtera, dan Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong,” jelasnya.

Ketua Umum LP3K Kabupaten Sleman yang baru dilantik, Bambang Sigit Sulaksana, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sleman beserta jajarannya yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada umat Katolik, khususnya LP3K Kabupaten Sleman. Dikatakan pihaknya siap bekerjasama dengan pemkab Sleman, serta mendukung pembangunan yang ada di Kabupaten Sleman.




Pemkab Sleman Resmikan Hasil Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bantuan Baznas

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman meresmikan hasil  bantuan rumah bagi warga masyarakat yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH. Bertempat di Padukuhan Tegalsari, Pakembinangun, Pakem, peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pemberian IMB oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Pada kesempatan tersebut Bupati juga meninjau rumah yang akan diserahkan kepada penerima manfaat yakni Joko Budi Santoso

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kasubditbinpolmas Polda DIY, Kompol Darmawan dan Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti.

Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman, Kriswanto dalam laporannya menyampaikan bahwa melalui 5 program unggulan, Baznas Sleman menyalurkan bantuan RTLH dan santunan sembako bagi warga kurang mampu.

“Pada tahun 2022 ini, Baznas Sleman telah menyalurkan 31 bantuan rumah bagi RTLH dan 10 paket sembako bagi warga miskin,” ujar Kriswanto

Kriswanto juga berterimakasih kepada para Muzaki yang telah mempercayakan Baznas Sleman dalam pengelolaan ZIS. Ia juga berharap melalui program-program Baznas dapat memberikan kemanfaatan bagi warga masyarakat Sleman yang membutuhkan.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak khususnya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman. Ia berharap dengan program RTLH ini dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dengan mewujudkan rumah yang layak huni.

“Kami terus berupaya dalam melakukan penanganan RTLH dengan tujuan memenuhi kebutuh primer selain sandang dan pangan bagi masyarakat Sleman yang kurang mampu,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga berpesan kepada penerima manfaat untuk memiliki rasa handarbeni agar rumah yang di renovasi dapat dirawat dengan baik.

“Semoga penerima manfaat dapat Baiti Jannati yang artinya rumahku surgaku agar dihuni dengan rasa memiliki dan dapat bermanfaat kedepannya,” ujar Kustini. (Humas Sleman)




UKP Bidang KPKKP Dukung Ketahanan Pangan di Sleman

Sleman – Sebagai upaya membangun ketahanan pangan, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerjasama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono melakukan kunjungan di Kabupaten Sleman pada Kamis (29/12).

Dalam kunjungannya, Muhamad Mardiono didampingi secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau Merapi Farm yang merupakan salah satu lokasi peternakan kambing dan sapi di wilayah Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungannya, Muhamad Mardiono menyampaikan bahwa Presiden RI menugaskan dirinya untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan terkait pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan khususnya di sektor peternakan.

“Saya diberi tugas khusus oleh Bapak Presiden Jokowi untuk turun ke lapangan melihat secara langsung kondisi (pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan) di lapangan seperti apa, khususnya di bidang peternakan,” jelasnya.

Didampingi Bupati Sleman dan jajarannya, Muhamad Mardiono meninjjau secara langsung kondisi peternakan Merapi Farm sekaligus berkesempatan berbincang dengan sejumlah peternak.

“Peternak ini merupakan ujung tombang ketahanan pangan di masyarakat. Khususnya untuk ketersediaan daging, dimana kita masih sering mengandalkan impor daging. Maka sektor peternakan ini menjadi fokus. Kami ingin mendengar langsung seperti apa kondisinya sehingga bisa kami sampaikan dan akan menjadi pertimbangan Pemerintah dalam menentukan kebijakan,” katanya.

Sementara itu, Dani (30) peternak sekaligus pemilik Merapi Farm mengutarakan kondisi yang selama ini menandi kendala yang dialami sebagain peternak di wilayahnya. Dani menyebut kendala yang dialami olehnya dan para perernak lain yaitu terkait stok pakan untuk para ternak, keterbatasan lahan peternakan, dan kendala jumlah bibit dan genetik. Sementara untuk pasar, Dani mengaku dirinya tidak mengalami kendala untuk memasarkan hasil ternaknya.

Sedangkan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan Sektor peternakan di Kabupaten Sleman merupakan sektor yang cukup potensial, hal ini dibuktikan dengan kenaikan pertumbuhan PDB sektor pertanian yang sangat signifikan.

Kustini juga menjelaskan bahwa untuk memastikan produksi ternak Sleman terus meningkat, Pemkab Sleman telah melakukan berbagai upaya diantaranya peningkatan kapasitas SDM peternak tentang agribisnis peternakan, pelayanan kesehatan dewan, bantuan bibit ternak, sarana prasarana penyediaan air minum, Bantuan peralatan pembuatan pakan ruminansia (Baller Silase), dan lainnya.




Pemkab Sleman Serahkan BLT DBHCHT Bagi Pekerja Pabrik Rokok

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial kembali menyerahkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Kamis (29/12). Bantuan yang ditujukan kepada pekerja pabrik rokok di Kabupaten Sleman tersebut, diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa di kantor PT Mitra Adi Jaya, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Danang Maharsa, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 5 perwakilan pekerja. Para penerima bantuan menerima BLT sebesar . Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Bank Sleman dalam penyaluran bantuan tersebut.

Tejo Saputro, sebagai perwakilan manajemen PT Mitra Adi Jaya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman. Tejo berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Danang dan jajaran pemerintah Kabupaten Sleman yang sudah memperjuangkan hak para pekerja. Semoga seluruh karyawan kami bisa kembali menerima di tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan-Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia DIY, Waljid Budi, menyampaikan penerimaan BLT DBHCHT ini merupakan kali kedua. Pihaknya menyampaikan terima kasih, sebab pada tahun sebelumnya pemerintah Kabupaten Sleman juga menyerahkan bantuan dalam bentuk fasilitas pelatihan kepada para pekerja.

Waljid Budi melanjutkan, pada tahun ini terdapat 922 pekerja yang mendapatkan BLT DBHCHT. Dan dilaporkan, 100% pekerja PT Mitra Adi Jaya menerima bantuan tersebut. Dalam momen penyerahan itu, ia pun menyampaikan apresiasi serta ucapan syukur atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Yang patut kita syukuri, 100% karyawan di sini (PT Mitra Adi Jaya) mendapatkan bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Setiap pekerja nanti akan menerima masing-masing . Tentunya ini akan memberikan manfaat yang baik untuk para pekerja,” jelas Waljid.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan, bantuan tersebut merupakan hasil upaya berbagai pihak. Sehingga Danang berharap, penerima manfaat BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau bisa memanfaatkan bantuan sebaik mungkin.

“Monggo bapak ibu silakan diterima bantuan yang sudah diserahkan hari ini. Pesan saya, tolong dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Danang.




Gedung IPHI Sukoharjo Diresmikan

Sleman – Gedung Persaudaraan Haji Indonesia tahap II di Kalurahan Sukoharjo Diresmikan pada Rabu (28/12/2022). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo sekaligus melakukan serah terima Pembangunan Struktur Lantai 2 dan atap Masjid Al Hidayah, Krajan, Mancasan pada Rabu (28/12/2022) di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Suripto, Ketua Panitia Pembangunan Gedung IPHI menuturkan bahwa pembangunan telah dilakukan sejak tahun 2017.

“Tahun 2016, pengurus IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo sepakat dengan niat ikhlas, semangat dan nekat mencari lokasi dengan luas tanah sekitar , memanfaatkan Tanah Kas Desa yang sudah SK Gubernur. Dilanjutkan pada  Rabu 5 Februari 2017 diselenggarakan pengajian Akbar oleh Al Ustadz Drs KH Sunardi Sahuri,MSi sekaligus peletakan batu pertama dengan bantuan jamaah sebesar Rp , maka sejak 5 Februari 2017 dimulai Pembangunan Gedung IPHI Ranting Sukoharjo Tahap I,”  jelas Suripto.

Proses pembangunan sendiri dilakukan selama dua tahap yaitu tahap pertama selesai pada tahun 2018, di mana pondasi dan tembok dinding sudah berdiri, tinggal atap bangunan.

“Ketika itu kondisi kas keuangan krisis, dana habis namun diusahakan atap terpasang supaya bisa untuk kegiatan IPHI Ranting Sukoharjo. Atap baja ringan selesai dan panitia harus bayar atap baja ringan segera, sehingga Panitia memiliki hutang. Namun Panitia berkeyakinan bahwa dengan niat baik dan tulus ikhlas, Allah SWT akan memberikan jalan,” ujar Suripto.

Suripto menambahkan bahwa pada bulan Agustus 2022 lazizmu pusat menugaskan untuk mendampingi pembangunan.

“Target 9 Minggu harus selesai, ternyata 8 Minggu 3 hari sudah selesai tinggal menunggu peresmiannya,  menunggu BPKH hadir, yang nanti akan hadir melalui zoom meeting,” jelas Suripto lagi.

“Dengan sumber dana dari BPKH dan lazizmu, pembangunan gedung akhirnya bisa terwujud, semua unsur masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan, dan untuk  semua untuk  pihak yang sudah membantu semoga menjadi amal jariyah,” imbuh Suripto.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap, IPHI Sukoharjo diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Gedung yang sudah terbangun juga amanah untuk dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga ia mengajak anggota IPHI untuk melakukan kegiatan  sosial dengan turut  berpartisipasi membantu sesama.

“Bisa dengan menjadi  ibu asuh di bidang pendidikan maupun kesehatan. Hal tersebut dimaksudkan untuk  memutus mata rantai warga miskin dan rentan miskin, meskipun investasi di bidang pendidikan itu tidak bisa secara langsung bisa dirasakan, hasilnya mungkin baru bisa kita lihat 5 atau 10 tahun yang akan datang,” kata Kustini.

Kustini berharap gedung yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah ilmu, memfasilitasi kegiatan positif, serta berharap agar dapat dirasakan  kemanfaatannya oleh masyarakat sekitar. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)