Kalurahan Condongcatur Lantik Pamong Terpilih

Sleman – Pamong Terpilih Kalurahan Condongcatur dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu (28/12/2022). Pelantikan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PMK Sleman, Muspika Kapanewon Depok dan Kalurahan Condongcatur. Pelantikan dilakukan langsung oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji.

Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Lurah Condongcatur oleh Dukuh Pringwulung tentang pengangkatan Carik, Kaur Pangripta, dan Dukuh Soropadan. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan jabatan yaitu pertama dari Carik yang sebelumnya dijabat oleh Plt. Carik, Al Thouvik Sofisalam kepada Riska Dian Nur Lestari. Selanjutnya Plt. Kaur Pangripta, Rusmanto kepada Wahyu Nurendra, serta Plt. Dukuh Soropadan Fernandya Riski Hartantri kepada Shalahudin Kamal.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada pamong yang baru terlantik, dan berpesan kepada pejabat baru yang masih muda dan fresh untuk bekerja dengan keras dan untuk tanggap mendengar aspirasi masyarakat meraih kemajuan Condongcatur ke depan.

“Condongcatur membutuhkan SDM yang handal, tangguh, terampil dan menguasai IT, dan percaya para pejabat baru ini dapat bekerja dengan maksimal karena merupakan hasil penjaringan melalui serangkaian test bekerjasama dengan UNY,” ujar Reno.

Sementara itu, Kepala Dinas PMK Sleman mengapresiasi langkah Kalurahan Condongcatur yang berhasil melaksanakan pengisian pamong kalurahan sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu Perda Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019 yang bekerjasama dengan perguran tinggi terakreditasi paling rendah B, dan mempunyai kompetesni dalam melaksanakan ujian.

Samsul Bahri juga menyampaikan bahwa saat ini banyak di Kalurahan kalurahan di Kabupaten Sleman Pamong terlantik mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi.

“Ini adalah hal positif, banyak pamong yang berpendidika SI dan S2 tentunya akan berpengaruh pada pola kepemimpinan dan kemampuan dalam mengemban tugas akan lebih kompeten walaupun di perda hanya dipersyaratkan pendidikan minimal SLTA sederajat,” ujar Samsul. (Wasana/KIM Depok)




Press Tour Diskominfo Sleman Promosikan Destinasi Wisata Girikerto

Sleman – Salah satu wujud dari upaya promosi pengembangan bidang pariwisata di wilayah Kabupaten Sleman adalah desa wisata dimana berbagai elemen pengembangan wisata disana mempunyai integrasi dan harmonisasi terhadap kehidupan masyarakat lokal dengan komponen fisik kawasan suatu desa. Hal ini dikemukakan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya pada pembukaan Pasar Tani Tegal Loegood yang terletak di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Selasa (27/12/2022).

Kegiatan bertajuk Press Tour yang diselenggarakan oleh Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman mengundang 40 orang wartawan media massa cetak maupun elektronik, termasuk pegiat informasi yang tergabung dalam Forum Kelompok Informasi Masyarakat Sembada Kabupaten Sleman untuk diajak mengunjungi sentra susu kambing Desa Wisata Nganggring yang merupakan pusat edukasi peternakan kambing dan produk olahannya, Pasar Tani Tegal Loegood sebagai Pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta Omah Partoredjan Desa Ekowisata Pancoh yang ketiganya berada di wilayah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi.

Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Sleman, Hj Kustini Sri Purnomo yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menuturkan bahwa Girikerto merupakan kalurahan yang mandiri budaya dan memiliki berbagai potensi lokal yang dapat diangkat ke tingkat nasional maupun internasional sehingga menjadi salah satu sarana Usaha Mikro Kecil dan Menengah naik kelas.

“Saya berharap para wartawan untuk mempromosikan obyek wisata ini, walaupun sudah ada kemajuan dengan jualan lewat online, namun juga perlu adanya promosi dari mulut ke mulut untuk disampaikan ke masyarakat. Sehingga dengan adanya produk unggulan yang ada di Girikerto ini bisa mengangkat potensi yang ada menjadi potensi yang besar dan menurunkan angka kemiskinan,” tutur Kustini.

Ia menambahkan, Desa Wisata Pancoh yang memiliki 36 rumah sebagai Home Stay dan 65 kamar serta beragam menu kuliner adalah bentuk pengelolaan destinasi pariwisata berbasis masyarakat yang diharapkan dapat menggerakkan masyarakat lokal sebagai pelaku usaha wisata, sedangkan desa wisata yang pengelolaannya dilakukan oleh investor maka desa wisata tersebut bukan merupakan desa wisata yang sesungguhnya.

Sementara itu Lurah Girikerto, H. Sudibya mengungkapkan bahwa potensi wisata alam di Desa Wisata Nganggring diantaranya Salak Pondoh yang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sleman, dan Sungai Mejing yang diapit oleh dua tebing sehingga menciptakan kesan unik karena berbentuk menyerupai lorong gua. Selain itu terdapat potensi wisata budaya seni memanah gaya Mataraman atau Jemparingan yang merupakan salah satu atraksi yang mulai dikembangkan sejak bulan Maret 2017 dan menggunakan lakon Punakawan menjadi atraksi wisata.

Adapun potensi wisata buatan yang ada di Desa Wisata Nganggring yaitu peternakan kambing Peranakan Etawa (PE) yang merupakan komoditi unggulan Kabupaten Sleman selain padi, salak pondoh, dan budidaya bambu yang dikelola oleh Kelompok Tani Ternak Mandiri.

“Usaha pengolahan susu kambing PE dijalankan oleh CV Tamto Mandiri milik seorang warga Desa Wisata Nganggring yang memberdayakan masyarakat lokal sebagai sumberdaya manusianya dengan produk unggulan berupa susu kambing PE bubuk yang saat ini dikembangkan sebagai fasilitas welcome drink bagi para wisatawan yang dimasukkan dalam paket wisata, serta sebagai buah tangan khas dari Desa Wisata Nganggring,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Pemkab Sleman Serahkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Bantuan Sosial

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman serahkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi Buruh Tani Tembakau di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa (27/12). BLT diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Eko Suhargono dalam laporannya mengatakan bahwa DBHCHT ini diserahkan kepada 221 Buruh Tani Tembakau yang berada di wilayah Kabupaten Sleman dengan nominal bantuan sebesar setiap orangnya.

BLT yang diberikan kepada Buruh Tani Tembakau ini merupakan hasil dari pengembalian cukai tembakau yang dibagikan kepada petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Sleman. Sementara penerima BLT tersebut merupakan para buruh tani tembakau yang senelumnya telah diusulkan sebagai calon penerima BLT oleh Instansi terkait.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan secara simbolis sejumlah bantuan bagi beberapa kategori penerima yaitu Lansia terlantar, anak terlantar, dan bagi anak yatim piatu akibat Covid-19.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Pemkab Sleman dalam membantu meringankan beban dan memudahkan penerima dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Melalui pemberian bantuan ini saya harapkan dapat membangkitkan dan menambah semangat serta tekad yang kuat, untuk lebih maju dan mandiri. Pemberian bantuan sosial ini saya harapkan juga akan mendorong semakin tumbuhnya gerakan kemanusiaan untuk saling menolong sesama terlebih di masa-masa sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kustini menururkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman. Namun demikian, Ia menyebut bahwa permasalahan kesejahteraan masyarakat juga perlu ditangani lintas sektoral, berkesinambungan dan sinergis.

“Permasalahan kesejahteraan masyarakat dapat menjadi sumber dari munculnya permasalahan lain seperti stunting, penelantaran anak, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, masalah kesejahteraan merupakan masalah yang harus ditangani secara serius oleh para stake holder secara sinergis dan berkelanjutan,” jelas Kustini.

Selain itu, dalam kesempatan tersebug juga Kustini menghimbau kepada para penerima bantuan untuk memanfaatkan dan menggunakan bantuan yang diterima dengan sebaik – baiknya.




Bupati Sleman Resmikan Hasil Padat Karya 17 Kapanewon

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja kembali meresmikan hasil padat karya pada Selasa (27/12/2022) di Balong, Trimulyo, Sleman. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kembali meresmikan secara langsung 17 hasil kegiatan padat karya yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, potong tumpeng serta pemotongan pita.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiasih melaporkan 17 hasil kegiatan padat karya yang diresmikan di antaranya LPMK Trimulyo sebanyak 2 kegiatan, LPMK Argomulyo, LPMK Madurejo, LPMK Sendangsari, Sub LPMK Gadung Bangunkerto Turi, Sub LPMK Jurangjero, Sub LPMK Krikilan Sumberan, Sub LPMK Ngetiran, LPMK Sumberadi, Sub LPMK Jlegongan Margorejo, LPMK Ambarketawang, LPMK Margodadi, Sub LPMK Sumber Lor Kalitirto, LPMK Condongcatur, LPMK Sumberagung, dan LPMK Sidoluhur.

Sesuai dengan tujuan kegiatan, Sutiasih berharap hasil kegiatan padat karya ini dapat menjadi upaya untuk mengurangi pengangguran. Terlebih lagi dengan menggandeng masyarakat sekitar, diharapkan dapat membuka kesempatan pekerjaan bagi warga serta mengurangi pengangguran dan semi pengangguran.

“Tidak hanya manfaat peningkatan kesejahteraan bagi pekerja, namun juga diharapkan bermanfaat bagi masyarakat karena peningakatan prasarana infrastruktur,” ujar Sutiasih.

Lebih lanjut, Sutiasih melaporkan pada setiap kegiatan padat karta melibatkan sebanyak orang dalam pelaksanaan di 77 lokasi kegiatan padat karya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan padat karya yang telah dilaksanakan. Kustini menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal serta bertujuan untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarat.

“Dengan keberadaan program padat karya ini diharapkan pelaksanaan pembangunan di kalurahan dapat dilakukan dengan lebih cepat serta dapat segera menyelesaikan persoalan yang ada terkait dengan infrastruktur, kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Kustini juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bergotong-royong dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Sleman sehingga perekonomian masyarakat dapat berjalan dan meningkat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga meninjau jalan cor blok yang baru saja diresmikan dan melakukan peninjauan UMKM.




FLH Berbah Terima Bantuan Sarpras Pengelolaan Sampah dari DLH Sleman

Sleman – Forum Lingkungan Hidup kapanewon Berbah mendapatkan bantuan Sarana Prasarana Pengelolaan Sampah dari DLH Kabupaten Sleman  berupa gerobak sampah, komposter, drum plastik dan timbangan digital. Bantuan tersebut merupakan usulan Pokok Pikiran (Pokir) dari Anggota DPRD Sleman komisi C, Susilo Nugroho. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut secara simbolis dilaksanakan pada Minggu (25/12/2022) di Joglo Rinara Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY.  Penyerahan juga dihadiri oleh Panewu Anom Berbah, Anggota DPRD Sleman, Jawatan Kemakmuran Berbah, serta pengurus dan anggota FLH Berbah.

Kusnadi selaku ketua FLH Berbah mengucapkan terimakasih atas bantuan sarpras pengelolaan sampah dari DLH kabupaten Sleman untuk FLH Berbah ini. Ia berharap bantuan ini dapat memberi tambahan semangat FLH Berbah untuk berbuat lebih baik lagi untuk lingkungan. 

“Harapan kedepannya semoga dari anggota dewan akan semakin banyak yang lebih peduli dengan lingkungan terutama penangan  dan pengelolaan sampah sehingga terjadi sinergi yang lebih baik antar dewan, pemerintah, pegiat lingkungan dan masyarakat,” harap Kusnadi.

Sedangkan Panewu Anom Berbah, Joko Susilo, merasa bangga akan kegiatan FLH yang rela meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan peduli lingkungan juga mengelola sampah di Kapanewon Berbah. Ia berharap, FLH Berbah dapat meningkatkan fungsinya dalam menjaga lingkungan di Berbah sambil bersinergi dengan berbagai pihak serta tidak lelah mengajak masyarakat. Bila di kelompok masyarkat sudah mengelola sampah dengan baik akan mendapatkan yang lebih banyak lagi,

“Nantinya pendampingan dan bantuan bisa diajukan lewat mekanisme yang sudah ditetapkan akan dibantu dan dikawal oleh pemerintah kapanewon,” jelasnya. 

Sementara itu, Anggot DPRD yang Susilo Nugroho yang memiliki pokir penyerahan bantuan ini mengapresiasi kegiatan FLH kapanewon Berbah yang selalu mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Harapannya kepedulian masyarakat tentang lingkungan dan sampah bisa menjadi gaya hidup keseharian sampai hal sekecil apapun untuk mengurangi sampah, terutama sampah plastik yang sangat merusak alam.

“Akibat dari rusaknya alam yang dirasakan masyarakat saat ini adalah kondisi alam yang susah diprediksi, musim yang berubah ubah disebut musim salah mongso sehingga merubah semua tata kehidupan, yang paling merasakan dampak perubahan musim adalah petani, karena budidaya  bercocok tanam adalah sangat tergantung dengan musim,” jelasnya.

Untuk itu menjaga keseimbangan alam adalah mutlak harus dilakukan salah satunya nya adalah mengelola sampah dengan mengurangi timbulan sampah dan memilah sampah dari sumbernya sehingga mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir.

“Karena bumi hanya titipan dari cucu kita bila kita salah mengelola akan berdapak kurang baik untuk kehidupan cucu kita,” tukas Susilo.

“Peran aktif semua lapisan masyarakat  sangat dibutuhkan untuk mengatasi sampah, dinas lingkungan hidup memfasilitasi sarana prasarana, dewan mengusulkan mengawal kebijakan semua terlibat saling menguatkan,” imbuh Susilo lagi. (Kusnadi/KIM Tirto Gunregah Berbah )