SD Muhammadiyah Semingin Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila        

Sleman – Untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila, SD Muhammadiyah Semingin menyelenggarakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Halaman SD Muhammadiyah Semingin, Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Rabu (21/12/2022).  Seluruh siswa bekerja secara berkelompok dengan didampingi guru dan wali kelas.  Ini merupakan perwujudan Profil Pelajar Pancasila yaitu memiliki jiwa bergotong-royong, mandiri, berpikir kritis dan kreatif. 

“Siswa dibagi beberapa kelompok sesuai kelas.  Masing-masing menampilkan hasil projek karya, barang, makanan, hasil prakarya dipajang dan dijual,” terang Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eni Purwaningsih.  

“Saat siswa membuat, menyiapkan hingga menyajikan, mereka memperoleh pengalaman gotong-royong, berkreasi dan semua dilakukan secara mandiri. Kegiatan dirancang agar setiap siswa memiliki pengalaman bekerja sama, gotong royong, berpikir kreatif dan kritis,” imbuh Eny.

Hasil projek yang dipajang cukup menarik karena semua dihiasi dengan beraneka asesoris sehingga terlihat indah dan asri.  Dalam kegiatan tersebut, seluruh guru dan siswa mengenakan baju tradisional.

“Pameran Karya Profil Pelajar Pancasila ini sesuai visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Enam profil pelajar Pancasila yakni beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, berpikir kritis, dan kreatif.  Penyelenggaraan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mendapat dukungan dari wali murid dan pengurus komite,” terang Eny.

Turut hadir dan membuka secara resmi pengawas sekolah, dan Pimpinan Muhammadiyah Moyudan, jajaran pengurus komite serta orang tua. 

“Selaku pengurus komite, kami mengapresiasi usaha sekolah menyelenggarakan  Gelar Projek P5 ini.  Semoga bisa menjadi pengalaman berharga sekaligus sebagai pendidikan budi pekerti,” tutur Ketua Komite SDN Muhammadiyah Semingin, Zamahsari. (Edy KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemkab Sleman Luncurkan Aplikasi Sida Sembada

Sleman – Guna meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meluncurkan aplikasi Sida Sembada atau Sistem Informasi Daerah sebagai Sarana Elektronik untuk Menata Berita dan Data Desa. Acara yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman ini dilaksanakan pada hari Rabu (21/12), di Hotel Sarina Vidi, jalan Magelang, Mlati, Sleman.

Bupati Sleman, Kustini, mengapresiasi semua pihak yang turut membangun serta mengembangkan aplikasi Sida Sembada ini. Aplikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan perangkat daerah di Pemkab Sleman untuk mendapatkan data dan info yang dibutuhkan secara cepat, lengkap dan akurat.

“Dengan begitu, kita akan lebih mudah delam melakukan upaya perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman, serta mengoptimalkan potensi-potensi yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas PMK Sleman, Samsul Bahri, mengatakan aplikasi Sida Sembada merupakan tindak lanjut dari aplikasi sebelumnya, Sidesi Manis atau Sistem Informasi Desa Terintegrasi untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Istimewa, yang telah akif di seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman. Dikatakan bahwa aplikasi ini merupkan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa yang menjelaskan bahwa pemerintah daerah mempunyai kewajiban mengembangkan sistem Informasi Desa (SID). Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 29.3 Tahun 2019 tentag SID.

“Aplikasi ini berisi akumulasi data dari semua kalurahan. Contoh, kalau butuh data tentang pamong, jumlah penduduk, dan sebagainya, tinggal buka di Sida Sembada,” jelasnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif. Samsul menyebutkan kegiatan ini merupakan pelaksnaan Perbup Nomor 38 Tahun 2022 tentang Evaluasi Kalurahan Inovatif. Penghargaan ini, kata Samsul, bertujuan untuk mendorong dan memotivasi semua kalurahan di kabupaten Sleman agar dapat melakukan kreasi dan inovasi di wilayahnya masing-masing.

Kalurahan Wonokerto Kapanewon Turi berhasil meraih peringkat pertama dalam Evaluasi Kalurahan Inovatif ini dan berhak mendapatkan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaa sebesar 150 juta rupiah. Sedangkan untuk peringkat dua oleh Kalurahan Sinduadi Kapanewon Mlati dengan hadiah piagam dan uang pembinaan 100 juta rupiah. Di peringkat ketiga ada Kapanewon Sambirejo Kapanewon Prambanan dan berhak mendapatkan piagam dan uang pembinaan sebesar 50 juta rupiah.

“Ini adalah apresiasi kepada kalurahan yang mampu membuat inovasi untuk mengatasi permasalahan yang ada di wilayahnya. Harapannya nanti kalau semua kalurahan punya inovasi dan maju, otomatis kabupaten juga maju,” ujarnya.




Dorong Budaya Membaca, Pemkab Sleman Hibahkan Pojok Baca dan Bahan Pustaka

Sleman – Sebagai upaya meningkatkan budaya membaca, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman hibahkan pojok baca dan bahan pustaka. Penyerahan hibah tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada perwakilan dari 22 lembaga sosial masyarakat, bertempat di Pendopo Parasamya, Rabu (21/12/2022).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Sri Wantini menyampaikan bahwa gerakan pembudayaan gemar membaca ini merupakan program bersama yang dilakukan oleh Pemerintah.

“Gerakan pembudayaan gemar membaca ini merupakan suatu usaha nyata dan keteladanan yang memicu masyarakat luas untuk berbuat sama dalam meningkatkan minat baca dan kebiasaan gemar membaca perlu digalakan,” jelasnya.

Lebih kanjut, Sri Wantini menuturkan terdapat 18 paket pojok baca dan 4 paket bahan pusata yang dihibahkan dalam kesempatan tersebut. Ia menyebut hibah diserahkan kepada 22 lembaga bersifat nirlaba, dan bersifat sosial kemasyarakatan berupa kelompok masyarakag yang bergerak dalam kegiatan pembudayaan gemar membaca baik di tingkat Padukuhan hingga Kalurahan.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya atas program gerakan budaya membaca yang direalisasikan ke dalam fasilitas pojok membaca.

Kustini menyebut gerakan gemar membaca ini tidak bisa sepenuhnya hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, melainkan perlu adanya andil dari seluruh pihak.

Menurutnya, minat membaca ini juga perlu dibudayakan secara baik di kalangan masyarakat, sehingga seluruh pihak memiliki andil dalam meningkatkan budaya membaca.

Kustini juga menyampaikan bahwa budaya minat membaca ini juga berdampak kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sekaligus juga akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, Kustini mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk ikut serta dalam pembudayaan gemar membaca.




Siswa SDN Berbah 1 Belajar Pilah Sampah dengan Permainan Mencari Harta Karun

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah melakukan pendampingan pengelolaan sampah di SD Negri Berbah 1, Maredan, Sendangtirto, Berbah, Selasa (20/12/2022). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, serta oleh seluruh guru.

Ketua FLH Berbah, Kusnadi mengatakan bahwa untuk kegiatan pendampingan kali ini mengambil tema pemilahan sampah anorganik atau sampah yang tidak bisa diurai dengan cepat secara alami seperti plastik , beling, sterofom, besi dan lain sebagainya. “Terutama plastik yang merupakan sampah paling dominan di lingkungan,” ungkap Kusnadi.

Pembelajaran sendiri dilakukan dengan metode permainan mencari harta karun, sebagai upaya agar proses pembelajaran tidak membosankan.

“Harapannya dengan permainan ini siswa bisa menerima pembelajaran dengan senang semangat dan lebih tertanam dalam sanubari hingga dewasa nanti,” ujar Kusnadi.

Permainan sendiri dipimpin oleh anggota FLH Berbah yaitu Awang Kurniawan, Yaya, Ina dan Narni. “Permainan mecari harta karun adalah cara yang efektif untuk pembelajaran  memilah sampah untuk siswa sekolah Dasar karena dengan permainan ini siswa lebih aktif juga melatih kecermatan dalam memilah sampah sambil bermain,” terang Awang.

Untuk langkah awal pembimbing menyiapkan trash bag yang telah ditempel kertas dengan tulisan jenis sampah. Selanjutnya siswa diminta untuk mencari harta karun berupa sampah yang ada di sekitar lingkungan sekolah yang kemudian dimasukkan ke dalam trash bag, sesuai jenis sampahnya. Setelah terkumpul dan terpilah baru dilakukan penimbangan sesuai jenisnya dan kemudian dibeli oleh FLH.

“Disebut game mencari harta karun karena siswa mencari sampah yang berserakan yang tidak ada nilai ketika dikumpulkan dan dipilah akan berubah menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi. Harapannya dengan melaksanakan game tersebut siswa-siswa  lebih peduli lingkungan dan kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan dalam kehidupan di masyarakat,” jelas Awang.

Kepala sekolah SD Negeri Berbah 1, Henny Sri Rantauwati, menyambut gembira kegiatan pembelajaran pengelolaan sampah ini.

“Semoga ini menjadi kebiasaan baik dalam kegiatan mengelola sampah yang dilakukan di lingkungan, di sekolah juga dirumah  masing-masing. Sehingga bisa membantu mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” tukas Henny.(Kusnadi, KIM Berbah)




Pemkab Sleman Berikan 2 Milyar Bantu Korban Gempa Cianjur

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyerahkan bantuan Sleman Peduli Gempa Cianjur, pada Selasa (20/12). Penyerahan bantuan kali ini merupakan tahap ketiga usai  diserahkan sebelumnya pada (29/11) dan (8/12) lalu. Pada kesempatan ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan langsung bantuan secara simbolis kepada Bupati Cianjur, Herman Suherman,  di Kantor Bupati Cianjur.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan keuangan yang bersumber dari APBD Sleman sebanyak , KORPRI Sleman Peduli sebanyak , serta Baznas Sleman sebanyak .

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, bantuan yang diserahkan merupakan amanah dan kepedulian yang diberikan masyarakat Sleman.  Bupati Kustini berharap, bentuan tersebut dapat meringankan beban yang dirasakan masyarakat Cianjur usai mengalami bencana gempa bumi beberapa waktu yang lalu.

“Total bantuan yang kami sampaikan sebesar (dua milyar delapan puluh dua juta tujuh ratus enam puluh tujuh ribu empat ratus enam puluh rupiah).  Semoga bantuan kami ini dapat meringankan sedikit beban saudara-saudara kami warga Cianjur atas musibah yang tengah dialami,” ujar Kustini.

Bupati melanjutkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengirimkan bantuan berupa tenda, terpal, logistik serta 13 personil relawan pada penyerahan bantuan tahap pertama dan kedua.

Sementara itu Bupati Cianjur,  Herman Suherman, menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi terhadap kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman. Bantuan yang telah diterima dikatakan Herman akan disalurkan kepada masyarakat korban gempa, terutama kepada 16 kecamatan yang terdampak bencana.

“Kami haturkan terima kasih yang begitu besar atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah Kabupaten Sleman. Bantuan yang sangat besar ini insya Allah sangat membantu warga kami. Semoga amal kebaikan bapak ibu semua dan masyarakat Sleman dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Herman.

Pada kunjungan itu, Bupati dengan didampingi jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman,  turut meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid yang diprakarsai oleh SAR DIY. Masjid tersebut dibangun di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, yang merupakan  titik pusat gempa Cianjur. Bupati juga menyerahkan secara langsung bantuan Sleman Peduli Gempa Cianjur kepada warga Desa Sarampad.

Wenti, perwakilan warga Sarampad, menuturkan ucapan syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan tersebut tak hanya meringankan beban namun juga memberikan dampak dukungan moril terhadap masyarakat  Sarampad. 

“Terima kasih ibu Bupati sudah jauh-jauh sampai ke sini. Semoga segala kebaikan yang diberikan akan kembali menjadi kebaikan untuk warga Sleman,” tutur Wenti.