PKG Ngaglik Tingkatkan Kreativitas Pendidik dengan Membatik Shibori

Ngaglik- Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kapanewon Ngaglik melalui kelompok kerja kewirausahaannya melaksanakan Pelatihan Pembuatan Batik Shibori di MI Darul Ulum, Sinar Melati, Bulus II, Candibinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Selasa (20/12/2022). Kegiatan ini diikuti oleh 13 perwakilan pendidik dari Gugus PAUD yang ada di Kapanewon Ngaglik.

Eni Sumiyati, Ketua PKG Ngaglik menuturkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai rangka peningkatan kapasitas para pendidik, terutama dalam memanfaatan batik.  

“Pelatihan ini diharapkan bisa menghasilkan kain batik yang nantinya bisa kita gunakan sebagai seragam identitas PKG yang baru,dan mewajibkan kegiatan ini diimbaskan ke gugus paud masing-masing,” ujar Eni.

Palatihan ini sendiri dipandu Hastuti Setyaningrum dan Martini, dua ahli membatik dari Kalurahan Wedhomartani.

 “Pembuatan Shibori membutuhkan proses yang lumayan lama terutama pada saat melipat kain,karena membutuhkan ketelitian,kerapian dan kesabaran,Shibori sendiri bukan termasuk batik karena dalam proses pembuatannya tidak menggunakan malam,” terang Hastuti.

“Dengan pelatihan membatik ini kita bisa berkarya,berkreasi dan menghasilkan sesuatu yang bisa kita gunakan sendiri,mungkin juga bisa kita kembangkan menjadi lapangan pekerjaan baru,” imbuh Rusmiyati. (Eswe/KIM-Sukoharjo Ngaglik)




Perempuan Cerdas Sebagai Agen Perubahan di Era Digital

Sleman – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman mengajak seluruh perempuan agar mampu menghadapi tantangan membangun perempuan cerdas dan memperkuat ketahanan keluarga di era digital melalui Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke-23 Kabupaten Sleman Tahun 2022 yang mengusung tema “Membangun Perempuan Cerdas untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (20/12/2022).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya yang disampaikan oleh dr. Mafilindati Nuraini selaku Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat menjelaskan bahwa di era digital seperti saat ini perempuan memiliki kesempatan yang lebih untuk berdaya dan menunjukkan produktivitas yang mumpuni.

“Jika sebelumnya wanita terkendala sejumlah peran domestik yang tidak dapat dikesampingkan, di era digital ini memberi peluang bagi wanita untuk berdaya tanpa meninggalkan ketugasan domestiknya,” terang dr. Mafilindati Nuraini.

Ia melanjutkan, perempuan harus membekali diri dengan keilmuan dan penguasaan teknologi digital. Pasalnya, dengan pengetahuan digital, kaum perempuan dapat mengedukasi keluarga maupun masyarakat secara luas untuk penguatan ekonomi melalui karya atau bisnis yang dijalankan melalui media digital. Selain itu, perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam memanfaatkan teknologi digital saat ini.

“Saya berharap pengingkatan kapasitas perempuan dapat mendorong pengingkatan kualitas keluarga. Penguasaan teknologi digital penting dilakukan perempuan mengingat ibu merupakan garda terdepan dalam proses memilih dan memilah informasi bagi keluarga. Saya harap dengan keberadaan ibu yang melek teknologi digital akan tercipta keluarga yang bijaksana dalam memanfaatkan teknologi digital,” pungkasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DWP Kabupaten Sleman, Parmila Harda Kiswaya, mengajak seluruh perempuan termasuk anggota DWP Sleman untuk belajar satu sama lain untuk terus mengatakan keahlian di berbagai sektor. Tak lupa ia juga mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas keluarga dan masyarakat. Setiap perempuan harus memiliki semangat kepemimpinan dan gotong royong agar dapat berkontribusi sebagai penggerak keluarga maupun masyarakat.

“Selaku anggota DWP kita terus mengingat bahwa ibu yang hebat dan perempuan yang cerdas adalah penentu kualitas keluarga dan masyarakat kita. Oleh karena itu peringatan ini mengangkat tema untuk membangun perempuan cerdas dan memperkuat ketahanan keluarga di era digital dan juga sekaligus untuk meluncurkan gerakan keluarga cerdas membaca,” jelas Parmila.




Perkuat Kelembagaan, Forkom KIM DIY Sahkan AD/ART

Sleman – Forum Komunikasi (Forkom) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) DIY mengadakan pertemuan dalam rangka finalisasi dan penandatanganan AD/ART pada Senin (19/12/2022). Bertempat di Aula Kresna Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, pertemuan ini dihadiri oleh 20 orang pengurus Forum KIM DIY, yang merupakan perwakulang dari FKIM Kabupaten/Kota se-DIY.

Kepala Dinas Kominfo DIY, Hari Edi Wahyu Nugroho, menyampaikan bahwa KIM sebagai mitra dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di DIY menempati posisi yang strategis sebagai jembatan penghubung antara pemerintah dan masyarakat maupun sebaliknya.

“Informasi menjadi bagian yang sangat penting dan urgent dan KIM menyampaikan seobjektif  dan sesuai dengan fakta yang terjadi,” ujar Hari.

Hari menambahkan dengan banyaknya informasi yang terpapar ke masyarakat, tidak bisa dihindari dan DIY dengan predikat keistimewaannya perlu disyukuri sebagai suatu anugerah yang perlu dirawat dengan kearifan lokal.

“Untuk itu peran  KIM untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat sebagai wujud dari pelestarian nilai-nilai keistimewaan,” imbuh Hari.

Sementara itu, Ketua FK KIM DIY, Suripto menyampaikan bahwa AD/ART yang dibuat harus sesuai dengan nilai-nilai Keistimewaan DIY. “Sehingga draft yang telah disusun beberapa waktu lalu perlu pencermatan kembali dan perlu dilakukan revisi,” ujarnya.

Mengulang kembali apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo DIY, Suripto menggarisbawahi bahwa FK KIM DIY harus netral dan tidak berafiliasi dengan pihak manapun. Sehingga dalam penyusunan AD/ART perlu dilakukan penyesuaian penyesuaian.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, memimpin langsung finalisasi AD/ART FK KIM DIY dengan melakukan pencernaan pasal demi pasal  terhadap draft yang sudah disusun beberapa waktu lalu. Banyak masukan yang menjadi bahan diskusi dalam finalisasi tersebut yang akan menyempurnakan AD/ART yang akan disahkan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Melihat Pacuan Kuda Kepang, Olahraga Kesenian Khas Sleman

Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kalurahan Sendangarum menggelar perlombaan pacuan kuda kepang dengan tajuk Pacuanku DxPang di Joglo Wisata Daratan 3, Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Selasa (20/12/2022).

Kepala Dispora Sleman, Agung Armawanta menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dispora Sleman memperkenalkan olahraga tradisional pacuan kuda kepang yang hanya ada di Sleman, kepada masyarakat.

“Kegiatan ini untuk memperkenalkan olahraga tradisional pacuan kuda kepang, yang memang telah memiliki hak paten di Sleman, lomba sport tradisional ciri khas di Sleman kepada masyarakat,” ungkap Agung.

Pacuan Kuda Kepang sendiri merupakan perpaduan olahraga dan kesenian yang dikembangkan oleh Dispora Sleman sejak tahun 2018, dan telah dipatenkan sejak tahun 2019 sebagai salah satu olahraga kesenian khas Sleman.

Olahraga ini dimainkan secara sederhana, di mana peserta akan dibagi beregu dengan anggota regu 2-3 orang. Setiap peserta menaiki kuda kepang dengan jarak tempuh 45 meter yang dibagi menjadi 4 area.

Lomba dimulai dengan peserta akan melakukan tebar pesona dengan menampilkan tarian hiburan seperti pentas seni jathilan di area pertama (10 meter pertama), sambil menunggu aba-aba dari panitia. Setelah itu, panitia akan memberikan tanda untuk peserta bisa memulai berlari dengan gaya berkuda kepang, sambil melewati 3 rintangan, masing-masing setinggi 10 cm, 20 cm, dan 30 cm.

Selanjutnya, para peserta akan melewati rintangan setinggi 1,5 meter dengan menengadah ke atas, sebelum kemudian berlari secepat mungkin sampai garis finish.

Agung menjelaskan bahwa permainan ini didesain secara sederhana sebagai salah satu pelengkap hiburan wisata di Kabupaten Sleman.

“Lomba pacuan kuda kepang ini nantinya diharapkan juga dapat dikembangkan menjadi salah satu hiburan wisata yang khusus ada di Sleman. Nanti kalo ada turis, wisatawan bisa bermain dengan cara sederhana. Sehingga masyarakat dengan adanya ini bisa sehat, bugar, serta ekonomi-nya jalan,” jelas Agung.

Agung menambahkan, permainan ini akan terus dikembangkan oleh Pemkab Sleman sehingga nantinya akan menjadi ciri khas Sleman. “Nanti harapannya, di setiap kegiatan seperti 17-an, di kampung wisata, itu akan dilakukan dengan mudah oleh anak-anak, anak muda, orang tua, dan lainnya,” tutup Agung.




Sepak Terjang Kormi Menanamkan Budaya Berolahraga di Kehidupan Masyarakat

Sleman – Ribuan peserta mengikuti acara Gebyar senam Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (Kormi) yang diselenggarakan Minggu (18/12/2022) di Lapangan Palagan Rejodani Sariharjo Ngaglik Sleman.

Ketua Panitia, Naryanto, menjelaskan bahwa kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Kormi dengan Kapanewon Ngaglik dan Kalurahan Sariharjo ini merupakan upaya Kormi sebagai mitra pemerintah untuk membudayakan olahraga dalam kehidupan masyarakat.

“Sebagai organisasi yang berkomitmen untuk terus menerus berperan aktif dalam mendorong dan memotivasi masyarakat untuk tetap sehat, maka KORMI menyelenggarakan gebyar  senam dengan tema sehat, bugar, bergembira bersama,” terang Naryanto.

Kormi sendiri dibentuk berdasarkan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang keolahragaan nasional, di mana pemerintah membentuk sebuah organisasi berupa komite, yang  pembentukannya mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

“Sebagai olahraga rekreasi, bidang-bidang kegiatan Kormi diantaranya sehat bugar, tradisional serta petualangan tantangan,” tambah Naryanto.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Agung Armawanto menambahkan bahwa Kormi merupakan komite yang memayungi olahraga rekreasi, berbeda dengan Koni.

“KORMI memiliki cakupan yang lebih luas  karena dari anak sampai orang dewasa dan meliputi seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Ia berharap Kormi Sleman dapat terus bersinergi dengan pemerintah untuk membawa masyarakat agar selalu bugar dan produktif.

“Dengan olah raga masyarakat akan menjadi sehat, kegiatan olah raga bersama juga akan memberikan dampak yang luas karena selain masyarakat sehat, UMKM dapat menggelar usaha dagangannya sehingga menjadi lebih produktif, memberi lahan kerja kepada tukang parkir, wisata juga bisa terangkat,” jelasnya.

Sementara itu, Rohman, Ketua Paguyuban Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI ) cabang Ngaglik menyampaikan kegembiraannya karena teman-teman difabel diberi kesempatan untuk ikut bergabung meskipun baru sekitar 15 teman yang hadir karena bersamaan dengan beberapa agenda lain.

“Kami berharap akan dilibatkan kembali pada event-event mendatang,” ujarnya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)