Peringati Hari Ibu, Komunitas Emak-Emak Berbah Gelar Senam Syantik

Sleman – Memperingati hari ibu tahun 2022, Komunitas Emak-Emak Syantik menyelenggarakan senam Syantik bersama warga dan masyarakat Berbah Minggu (18/12/2022) di Lapangan Gamelan Sendangtirto , Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Awang Kurniawan, salah satu panitia acara menuturkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh lima ribu peserta. “Kebanyakan peserta adalah emak-emak dan warga masyarakat Berbah yang antusias mengikuti senam,” ujar Awang.

Awang menambahkan bahwa kegiatan ini juga mengikutsertakan para pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM Mandiri binaan Mbah Wanto Center.

“Selain gelaran produk UMKM ada juga stand khusus yg menampilkan coaching clinic tentang pengelolaan sampah dan pembuatan Eco enzyme dari Forum Lingkungan Hidup Berbah, karena Komunitas Senam Syantik juga peduli lingkungan,” jelas Awang.

Pada kesempatan ini juga disediakan paket sembako yang akan dibagikan untuk membantu masyarakat, yang sebelumnya telah didata. “Masyarakat penerima meliputi empat kalurahan yang ada di Kapanewon Berbah,” imbuh Awang.

Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai doorprize seperti alat rumah tangga, sepeda, mesin cuci, dan kulkas.

Sementara itu Lurah Sendangtirto, Amir Junawan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif untuk para peserta. “Semoga dengan dilakukan senam ini  akan tambah sehat dan semangat untuk berkarya lebih baik,” kata Amir. (Kusnadi/KIM Berbah)




Bupati Sleman Resmikan Pamsimas di Margomulyo

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan langsung Fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang terletak di Dusun Sawaha, RT 01, RW 01, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sabtu (17/12/2022).

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto menuturkan bahwa peresmian yang dilaksanakan ini merupakan wujud syukur atas selesainya program pamsimas, pembangunan corblock dan talud jalan yang pelaksanaannya hampir bersamaan.

“Program Pamsimas ini diusulkan oleh Lurah karena kualitas air bersih yang menurun mengingat jumlah pemukiman yang semakin padat sehingga rumah saling berimpitan. Dengan kondisi yang demikian, pencemaran bakteri Ecoli di sumur sumur warga banyak terjadi. Inilah alasan utama untuk program ini dilakukan,” ungkap Eko.

Ketua Pokmas Tirto Mulyo, Supriyadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa dana hibah 400 juta dari APBN Pusat untuk pembangunan telah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Pokmas. Selain itu ada juga penggalangan dana in-kind sebesar 45 juta dari masyarakat merupakan bukti bahwa rasa kepemilikan yang diberikan oleh masyarakat cukup tinggi.

Supriyadi juga melaporkan, selain bangunan reservoir juga dilaksanakan pemasangan sambungan rumah (SR) sebanyak 70 unit yang tersebar di 6 RT yang ada di wilayah sawahan. Ditambahkan oleh Supriyadi juga, bahwa dalam program Pamsimas ini juga dilaksanakan pembangunan sarana sanitasi berupa  Toilet dan sarana cuci tangan bagi disabilitas.

“Adapun tempat pembangunan toilet bagi disabilitas adalah di SD Negeri Sompokan dan alat cuci tangan ada di SD Negeri Ngemplaksari,” ujar Supriyadi.

Ditambahkan oleh Supriyadi, pembangunan reservoir Pamsimas ini memerlukan tambahan bangunan penyaring karena hasil laboratorium terhadap kualitas air masih menunjukkan angka Fe yang tinggi sehingga perlu treatment dengan menggunakan batu zeolit untuk menanganinya.

“Selain kegiatan fisik, dilaksanakan juga kegiatan pelatihan yaitu pelatihan PHBS bagi kader kesehatan, pelatihan keuangan/administrasi dan pelatihan Teknis bagi Pokmas. Juga dilakukan penyuluhan berkaitan PHBS bagi masyarakat dan sekolah,” terang Supriyadi

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya juga menyampaikan tentang pentingnya air bersih yang sudah dinikmati oleh sebagian dari warga sawahan.

“Harapannya tentunya untuk menunjang derajat hidup masyarakat mengingat angka stunting yang masih cukup tinggi sehingga diharapkan perbaikan sanitasi dapat menurunkan angka stunting. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Wabup Sleman Berharap Kesejahteraan Petani Cabai Meningkat

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri acara Gebyar Akhir Tahun New Lelang Mandiri Cabai dan Sayur, Minggu (18/12/2022) yang bertempat di pasar Turi, Donokerto, Turi, Sleman.

Danang menyambut baik sekaligus mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh New Lelang Mandiri ini. Ia berharap New Lelang Mandiri ini bisa menjadi solusi untuk mempermudah bagi para petani cabai di Kabupaten Sleman untuk memasarkan produk pertaniannya. Sehingga diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Sleman.

“Saat itu pak Satrianta saya tanya tujuannya membuat tempat lelang ini apa. Terus dijawab katanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani cabai di Kabupaten Sleman. Nah, kata itu yang terus saya pegang. Akhirnya kita bikinkan. Saya masih ingat dulu tempat lelang ini diresmikan kalau tidak salah tanggal 21 Maret 2022, hari Senin Legi,” ujarnya.

Sementara Satrianta, ketua New Lelang Mandiri mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang selalu mendampingi New Lelang Mandiri, sejak berdirinya hingga saat ini. Ia juga mengaku siap berkolaborasi dengan instansi terkait di Pemkab Sleman agar produktivitas kegiatan lelang di tersebut dapat optimal.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini tengah mengembangkan sistem tabungan bagi para petani. Tabungan tersebut diambilkan dari setiap kilo cabai petani dengan nominal yang telah disepakati bersama.

Untuk itu, saat ini ia mengaku tengah berupaya menjalin kerjasama dengan bank BPD DIY untuk membuat rekening tabungan bagi para petani. Dalam kerjasama tersebut, ia juga berharap agar nantinya mendapat keringanan potongan pajak dari pihak bank sehingga tidak membebani  para petani.

“Kita cari bank yang pro petani. Jadi tabungan yang tidak seberapa ini, kalau pajaknya besar, akan membebani petani. Semoga ini dapat terwujud,” ungkapnya.

Kegiatan Gebyar Akhir Tahun New Lelang Mandiri kali ini mengangkat tema “Gumregah lan Nyawiji”. Pada kesempatan tersebut juga dibagikan sejumlah doorprize, dengan hadiah utama satu unit sepeda motor.




Forkom UMKM Kabupaten Sleman Dikukuhkan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan 37 pengurus Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Forkom UMKM) tingkat Kabupaten Sleman bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (17/12). Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman kepada Ketua Forkom UMKM Sleman, Marsono Boedi Raharjo.

Fokom UMKM tingkat Kabupaten Sleman ini dibentuk berdasarkan SK Bupati Sleman yang memiliki sejumlah tugas salah satunya sebagai mitra Dinas dalam rangka mengembangkan jaringan usaha dan kemitraan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Kepengurusan Forkom UMKM tingkat Kabupaten Sleman ini melibatkan beberapa unsur di dalamnya, yaitu unsur Forkom UMKM tingkat Kapanewon, Praktisi, Akademisi dan unsur Media.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa keberadaan Forkom UMKM tingkat Kabupaten Sleman ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat eksistensi UMKM di Kabupaten Sleman.

“Forkom UMKM Kabupaten Sleman ini dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan pelaku usaha dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Padukuhan. Dengan demikian semua informasi terkait pelaku usaha seperti pelatihan, pameran, fasilitasi HKI, PIRT, Halal, penguatan permodalan dapat tersampaikan dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Kustini juga menyebut Forkom UMKM dapat menjadi menjadi media bertemunya produsen dengan konsumen, tidak hanya tingkat lokal namun juga tingkat nasional dan bahkan internasional.

“Forkom UMKM juga dapat menjadi penghubung pelaku UMKM dengan konsumen baik lokal, nasional maupun internasional. Oleh karena itu saya berharap Forkom UMKM dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk dapat mendampingi para anggota sehingga menjadi pelaku usaha yang berdaya saing global,” ujar Kustini.




Promosikan Potensi Ekonomi dan Budaya Lewat Grebeg Madurejo

Sleman – Dalam rangka mempromosikan UMKM Desa Budaya dan Desa Wisata Madurejo, Kalurahan Madurejo menggelar Madurejo Fair “Grebeb Madurejo, Sabtu (17/12/2022). Bertempat di Pasar Rakyat Potrojayan, acara tersebut dibuka secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dengan memukul kenong sebagai tanda dimulainya rangkaian acara Madurejo Fair 2022.

Widodo selaku Ketua Panitia Madurejo Fair 2022 menyampaikan dalam laporannya bahwa  tujuan digelarnya grebeg antara lain meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha UMKM dan pertanian, menciptakan produk unggulan kalurahan dalam bidang Pertanian dan UMKM, serta melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan dalam kerangka pengembangan potensi pariwisata.

“Grebeg Madurejo atau Madurejo Fair akan dilaksanakan tanggal 17-18 Desember diawali dengan kirab Boyong Projo, Jathilan, Festival potensi budaya, dan sendratari Ramayana. Selain itu juga digelar pameran potensi UMKM, pertanian, wisata dan kebudayaan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi dan menyambut acara ini karena merupakan upaya dalam menggeliatkan kembali pariwisata dan perekonomian di Madurejo. Selain itu, ia menyampaikan bahwa dengan acara kebudayaan yang dipadukan dalam gelar UMKM ini dapat menjadi sarana pelestarian budaya dan sarana promosi bagi pelaku UMKM di Madurejo untuk memperluas jangkauan pemasarannya.

“Semoga dengan acara ini mampu membuat masyarakat lebih guyub rukun dalam melestarikan kebudayaan dan bersama-sama meningkatkan perekonomian,” ujarnya.