Sleman – Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Rencana Kerja untuk Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Usaha Mulia pada Sabtu (17/12/2022). Bertempat di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta berasal dari berbagai unsur di Kalurahan Margomulyo.
Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto menuturkan bahwa penyusunan renja ini harus didasari pada sinergisitas dengan lembaga kalurahan yang ada, mengingat tujuan dari BUMKal adalah profit, dan nantinya akan dibebani tugas untuk meningkatkan PAD Margomulyo.
Ia berjanji akan memfasilitasi kegiatan unit usaha BUMKal yang memiliki tujuan yang sesuasi dengan harapan kalurahan, seperti pengelolaan UMKM agar go digital dan usaha kaki lima sebagai kegiatan penataan lingkungan perkantoran kalurahan.
“Ini artinya Bumkal diharapkan dapat bekerjasama dengan lembaga lembaga yang ada, termasuk dengan Gapoktan dan KWT,” ungkap Eko.
Sri Lestari, Ulu-Ulu Margomulyo menambahkan, dalam menyusun renja, BUMKal hendaknya menyertakan analisa usahanya, agar lebih jelas dan terencana secara maksimal.
“Bumkal hendaknya merencanakan kegiatan yang kecil kecil dulu mengingat pendanaan dari dana desa juga masih relatif kecil,” ujar Sri.
Ketua BPKal Margomulyo, Sarjono dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa banyak peluang usaha yang bisa dijalankan termasuk pasar kuliner yang tempatnya sudah mulai dirintis pembangunannya. Ini juga sesuai harapan dari kalurahan untuk penataan tata ruang dan pengelolaan kaki lima.
“Harapannya tahun 2024, Bumkal Usaha Mulia sudah action dengan kegiatan yang kecil kecil dulu dan mulai menjalin kerja sama dengan lembaga lembaga yang lain,” imbuh Sarjono.
Sementara Agung Mujimulyanto, Ketua BUMKal Usaha Mulia Margomulyo menyatakan bahwa pengurus BUMKal sudah membuat langkah pertama yaitu memetakan potensi yang ada di wilayah Margomulyo yang meliputi 13 pudukuhan. “Pemetaan tersebut difokuskan pada pemanfaatan hasil bumi/budi daya pertanian,” ujar Agung.
Agung juga mengajukan permintaan kepada Lurah, untuk dapat mengelola Gedung untuk usaha persewaan yang bisa dijalankan. Disamping itu, kedepannya BUMKal Usaha Mulia juga akan mengembangkan usaha ternak kambing, pemotongan ayam dan mengelola pasar kuliner.
Pendamping Kalurahan, Rini Indarti juga memberikan pengarahan dengan memberikan rambu-rambu kepada BUMKal untuk jangan membuka usaha yang menyaingi usaha masyarakat.
Diingatkan juga oleh Rini, bahwa prioritas dana desa tahun 2023 untuk peningkatan ekonomi masyarakat pasca covid. “Untuk itu Bumkal dapat menangkap peluang dengan unit usaha yang dikembangkan yang terindikasi untuk peningkatan taraf perekonomian masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)