Buka Akira ke 8 MBS Prambanan, Bupati Sleman Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka acara Ajang Kreasi dan Prestasi Anak ke 8 (AKIRA 8) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan secara simbolis dengan memukul gong, Sabtu, (17/12) di Halaman komplek MBS Prambanan.

Dalam sambutannya, Kustini mengapresiasi dan mendukung pembentukan karakter melalui kegiatan ini. Menurutnya potensi dalam anak harus diberikan wadah untuk meningkatkan kreativitas dan percaya diri untuk bekal masa depan generasi penerus.

“Demi mempersiapkan generasi yang berkualitas diperlukan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak salah satunya dengan acara Akira ini,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga mengingatkan kepada orang tua dan para pendidik untuk selalu mendorong, memotivasi serta memfasilitasi kreativitas anak agar dapat tersalurkan dan dapat bermanfaat bagi anak-anak.

Akira ke 8 ini diikuti peserta sebanyak 500 anak dan masih akan bertambah. Kegiatan ini diikuti dari seluruh PAUD dan TK se DIY-Jateng. Acara ini dimaksudkan untuk menjadi wadah bagi anak-anak usia TK dan PAUD dalam menyalurkan bakatnya di bidang keagamaan.




Bupati Sleman Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadiri sekaligus memberi arahan dalam evaluasi program hibah pendidikan Kabupaten  Sleman Tahun Anggaran 2022 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (16/12/2022). Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman ini dihadiri perwakilan lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SLB, RA, dan Madrasah yang ada di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Kustini menyampaikan bahwa program hibah pendidikan ini sejalan dengan visi misi yang dicanangkan dalam RPJMD yakni terwujudnya masyarakat Sleman yang cerdas dan berdaya saing.

“Saya berharap dengan adanya program ini dapat merespon kebutuhan lembaga pendidikan terkait prasarana serta mendorong percepatan peningkatan pembangunan SDM melalui pendidikan,” jelasnya

Lebih lanjut, ia berharap lembaga pendidikan yang menerima dapat menggunakan secara optimal agar dapat menunjang serana dalam belajar mengajar serta dikelola secara akuntabel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menyampaikan bahwa program dana hibah pendidikan ini diserahkan kepada 47 lembaga pendidikan. Ia mengatakan ini sebagai bentui komitmen Pemkab Sleman dalam mendukung sarana pendidikan di Kabupaten Sleman.

“Kedepan semoga lembaga yang diberikan dapat bertambah untuk kita bantu melalui program dana hibah pendidikan ini agar kualitas Pendidikan di Kabupaten Sleman menjadi lebih baik,” ujarnya. (Humas Sleman)




700 Peserta Meriahkan Senam Massal IKABA

Sleman – Sebanyak 700 peserta mengikuti Senam Massal dalam rangka memperingati HUT ke 3 Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Bangunkerto (IKABA) yang diselenggarakan di Lapangan Punthuk, Wonokerto, Turi, Sleman, Minggu (18/12/2022).

Triyono, Ketua Panitia Senam Massal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk jalinan silaturahmi IKABA dengan masyarakat sekitar. “Dengan olahraga ringan yang menyehatkan, serta sangat efektif dalam membangun komunikasi dan kebersamaan,” ujar Triyono.

Acara ini sendiri juga diselingi oleh penampilan music dan pengundian doorprize berupa alat rumah tangga, sepeda, televisi, dan emas.

Selain senam, disediakan juga lapak UMKM hasil kerja sama dengan Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Turi dengan menampilkan berbagai produk makanan, minuman maupun kerajinan lainnya.

“Ini juga bisa menjadi sarana bangkitnya perekonomian warga di Turi,” imbuh Triyono. (Arief Hartanto)




Sonjo Kekadangan Kenalkan Risiko Memelihara Ular Kobra

Sleman – Guna menambah wawasan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat pecinta reptil khususnya dalam pemeliharaan ular King Cobra (Ophiophagus Hannah), maka Komunitas Kekandhangan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Pendopo Kekandhangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman, Minggu (18/12/2022).

Kegiatan yang dipandu Renny Kusuma diikuti oleh Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Purworejo yang tergabung dalam Komunitas Hasta Pala, dan Komunitas Pojok Reptil Yogyakarta dengan menghadirkan Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Donan Satria Yudha sebagai narasumber yang didampingi Ketua Komunitas Kekandhangan, drh. Komang Tri Kumara.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Kekandhangan, drh. Komang Tri Kumara menyampaikan berbagai aktivitas sosial yang dilakukan komunitas yang tergabung dalam kekandhangan antara lain Dharma Laku, Sahabat Ular (Sahular), Tarung Derajat Satlat Demakijo, Sehat Rohani Jasmani (Seroja), serta pemeriksaan kesehatan masyarakat secara rutin yang dilakukan oleh tenaga medis Bulan Sabit Merah Indonesia.

Sementara itu, Donan Satria Yudha menguraikan tentang biologi ular kobra dan memberikan himbauan agar lebih berhati-hati dalam memelihara ular kobra secara pribadi. Dirinya juga mengingatkan supaya menjaga kebersihan rumah dari penumpukan benda-benda, serta membersihkan material dan daun-daun kering yang menumpuk di perkarangan rumah lantaran dapat digunakan sebagai tempat persembunyian ular kobra.

“Untuk melumpuhkan mangsanya, ular kobra menggigit dan menginjeksikan bisa racunnya melalui taring. Bisa ular tersebut dapat melumpuhkan saraf dan otot korban ataupun mangsanya  dalam waktu yang singkat karena ular kobra mempunyai kelenjar yang memproduksi bisa yang membahayakan manusia, untuk itu kita harus hati-hati dan selalu konsentrasi jika memeliharanya,” tegas Donan.

Selain itu, Donan mengingatkan kepada peserta kegiatan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah tempat tinggal untuk menghindari masuknya ular ke dalam rumah. Dengan cara membersihkan lantai menggunakan cairan pembersih yang beraroma menyengat karena ular akan menghindari aroma yang tajam.

“Jangan meninggalkan sampah bekas makanan di dalam rumah, karena sampah tersebut akan mendatangkan tikus yang dapat dijadikan mangsa ular,” tambah Donan.

D akhir diskusi, Ketua Sahular, Febrianto Yudi Susilo menguraikan tentang jenis gigitan ular. Gigitan ular tidak berbisa akan menimbulkan bengkak, dan rasa nyeri pada area yang tergigit. Sedangkan gigitan ular berbisa akan mengancam jiwa korbannya karena adanya pelepasan racun, sehingga membutuhkan perawatan lanjutan menggunakan anti venom atau Serum Anti Bisa Ular (SABU) yang dosisnya disesuaikan dengan intensitasnya untuk menetralisir racun pada gigitan ular.

 “Hindari penyedotan racun bisa ular ataupun menyayat kulit, serta mengikat kencang menggunakan kain pada luka gigitan ular untuk menahan aliran darah. Sebaiknya lakukan pertolongan pertama yang direkomendasikan dengan melakukan imobilisasi tubuh dan menenangkan korban,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Margomulyo Gelar Musyawarah Susun Rencana Kerja untuk BUMKal

Sleman – Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Rencana Kerja untuk Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Usaha Mulia pada Sabtu (17/12/2022). Bertempat di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta berasal dari berbagai unsur di Kalurahan Margomulyo.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto menuturkan bahwa penyusunan renja ini harus didasari pada sinergisitas dengan lembaga kalurahan yang ada, mengingat tujuan dari BUMKal adalah profit, dan nantinya akan dibebani tugas untuk meningkatkan PAD Margomulyo.

Ia berjanji akan memfasilitasi kegiatan unit usaha BUMKal yang memiliki tujuan yang sesuasi dengan harapan kalurahan, seperti pengelolaan UMKM agar go digital dan usaha kaki lima sebagai kegiatan penataan lingkungan perkantoran kalurahan.

“Ini artinya Bumkal diharapkan dapat bekerjasama dengan lembaga lembaga yang ada, termasuk dengan Gapoktan dan KWT,” ungkap Eko.

Sri Lestari, Ulu-Ulu Margomulyo menambahkan, dalam menyusun renja, BUMKal hendaknya menyertakan analisa usahanya, agar lebih jelas dan terencana secara maksimal.

“Bumkal hendaknya merencanakan kegiatan yang kecil kecil dulu mengingat pendanaan dari dana desa juga masih relatif kecil,” ujar Sri.

Ketua BPKal Margomulyo, Sarjono dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa banyak peluang usaha yang bisa dijalankan termasuk pasar kuliner yang tempatnya sudah mulai dirintis pembangunannya. Ini juga sesuai harapan dari kalurahan untuk penataan tata ruang dan pengelolaan kaki lima.

“Harapannya tahun 2024, Bumkal Usaha Mulia sudah action dengan kegiatan yang kecil kecil dulu dan mulai menjalin kerja sama dengan lembaga lembaga yang lain,” imbuh Sarjono.

Sementara Agung Mujimulyanto, Ketua BUMKal Usaha Mulia Margomulyo menyatakan bahwa pengurus BUMKal sudah membuat langkah pertama yaitu memetakan potensi yang ada di wilayah Margomulyo yang meliputi 13 pudukuhan. “Pemetaan tersebut difokuskan pada pemanfaatan hasil bumi/budi daya pertanian,” ujar Agung.

Agung juga mengajukan permintaan kepada Lurah, untuk dapat mengelola Gedung untuk usaha persewaan yang bisa dijalankan. Disamping itu, kedepannya BUMKal Usaha Mulia juga akan mengembangkan usaha ternak kambing, pemotongan ayam dan mengelola pasar kuliner.

Pendamping Kalurahan, Rini Indarti juga memberikan pengarahan dengan memberikan rambu-rambu kepada BUMKal untuk jangan membuka usaha yang menyaingi usaha masyarakat.

Diingatkan juga oleh Rini, bahwa prioritas dana desa tahun 2023 untuk peningkatan ekonomi masyarakat pasca covid. “Untuk itu Bumkal dapat menangkap peluang dengan unit usaha yang dikembangkan yang terindikasi untuk peningkatan taraf perekonomian masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)