Perawat Bersama Rakyat Sesarengan Mbangun Sleman Sehat

Sleman – Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Musyawarah Daerah X dengan tema Perawat Bersama Rakyat Sesarengan Mbangun Sleman Sehat yang diikuti oleh 23 Dewan Pengurus Komisariat (DPK). Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Artotel Yogyakarta pada Sabtu (11/6/2022). Pada Musyawarah Daerah X (Sepuluh) PPNI tersebut juga diadakan acara seminar bertema “Peran Perawat dalam Penanggulangan Bencana Multi Hazard di Kabupaten Sleman”.
Ketua DPD PPNI Sleman, Nasrukin Salasa mengatakan bahwa Musyawarah daerah PPNI merupakan agenda besar di tingkat kabupaten yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali.
“Musyawarah daerah merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten yang sangat penting bagi perkembangan kemajuan organisasi PPNI. Segala keputusan yang disepakati dalam musyawarah daerah adalah mutlak dan harus dilaksanakan guna menentukan arah pergerakan PPNI, agar menjadi acuan dalam menyusun program-program kerja PPNI selama 5 tahun kedepan,” ungkapnya.
Pada keterangannya Nasrukin menuliskan bahwa Kabupaten Sleman memiliki porsi perawat terbanyak jika dibandingkan dengan profesi kesehatan lainnya. Perawat di Kabupaten Sleman berjumlah lebih dari orang (55,3%) yang tersebar di berbagai instansi baik di dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, sampai ke desa. Dengan adanya jumlah yang tidak sedikit maka perawat bersama dengan pemerintah Daerah Sleman akan dapat memberikan pengaruh terhadap pembangunan nasional khususnya di bidang kesehatan
Sementara itu, Bupati Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo yang berkesempata hadir dalam kegiatan tersebut mengapapresiasi adanya kegiatan tersebut dan berterima kasih lepada seluruh jajaran perawat Kesehatan di Sleman dalam perannya menghadapi Pandemi COVID-19. Sehingga Kustini berharap dengan adanya Musda yang baru ini dapat mencari sosok pemimpin-pemimpin yang kompeten dan bisa mengampu semuannya.
Kustini juga menyebutkan dengan diterimanya penghargaan UHC (Universal Health Coverage) yang mencapai 95,79 persen, ia berambisi agar dapat terus meningkatkan prestasi tersebut. Melihat adanya peningkatan akhir-akhir ini mendekati 96%, Kustini tidak henti-hentinya selalu memfokuskan agar selalu ada peningkatan.
“Harapan pemerintah agar tahun 2024 harus mencapai 98 persen. InsyaAllah bisa kita laksanakan pada tahun 2023,” ungkap Kustini. Ia kembali mengucapkan terima kasih karena hal tersebut akan sulit tercapai tanpa peran dari tenaga kesehatan.
Melihat Sleman yang merupakan salah satu kabupaten yang rawan bencana baik bencana alam, wabah, maupun konflik-koflik sosial, mengharuskan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menanggulangi hal tersebut. “Dalam urusan kesehatan, tentu badan kesehatan menjadi ujung tombak dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan,” ujar Kustini.
Syahirul Alim, selaku Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Sleman pada sesi seminar mengatakan bahwa multi hazard merupakan suatu peristiwa berbahaya yang disebabkan oleh lebih dari satu potensi bahaya. Apalagi dengan adanya COVID-19 yang menambah satu dari sekian banyak bahaya di Kabupaten Sleman. Sehingga peran perawat tentunya sangat penting pada keadaan yang tidak menentu seperti saat ini.
Syahirul menjelaskan mengenai pentingnya peran perawat baik pada fase pra-insiden, insiden, dan pasca-insiden. Syahirul juga tidak lupa mengingatkan agar nakes/perawat juga jangan sampai lupa untuk merawat diri mereka sendiri.
“Pemahaman terkait bencana multi hazard penting untuk perawat agar bisa mengidentifikasi dan melakukan penanganan yang tepat saat bencana,” ujar Syahirul. (Rep Ivan)



