Rawan Angin Kencang di Musim Hujan, Masyarakat Diminta Awasi Pohon Sekitar

Ngaglik – Relawan dan tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Donoharjo lakukan mitigasi bencana dengan memangkas dan menebang pohon besar di padukuhan-padukuhan yang ditengarai rawan terjadi angin besar (puting beliung) di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (30/12/2022).

Agus Hardiyo Pancoro, Ketua Destana Donoharjo mengatakan bahwa Destana Donoharjo telah mengadakan pemetaan padukuhan rawan terdampak bencana angin kencang di padukuhan Ngepas Lor, Ngepas Kidul, Jetis Suruh, Suruh, Brengosan, Kayunan, kemudian padukuhan rawan banjir di Wonosari, Balong Gondang Lutung, serta rawan terdampak gempa di Bantarjo, Penen, Panasan.

Selanjutnya Agus mengungkapkan bahwa kegiatan pemangkasan dan pemotongan pohon tersebut sebagai upaya mengurangi resiko atau dampak bencana terutama saat terjadinya hujan lebat atau angin kencang.

“Di padukuhan yang ditengarai rawan terdampak angin puting beliung memang terdapat beberapa pohon besar yang cukup membahayakan bila sewaktu-waktu tumbang apalagi berdekatan dengan jaringan listrik. Ditambah saat ini telah masuk musim penghujan, perubahan cuaca secara ekstrem sering terjadi, sehingga bencana alam yang berhubungan dengan iklim misalnya angin kencang sewaktu waktu bisa merobohkan pohon atau bangunan,” terangnya saat pemangkasan pohon di Ngepas Lor, Ngepas Kidul, Jetis Suruh, Suruh, Brengosan, dan Kayunan.

Agus yang juga aktif sebagai tim SAR DIY ini menambahkan bahwa untuk mengurangi resiko bencana akibat angin kencang, masyarakat bisa ikut melakukan tindakan mitigasi bencana secara mandiri.

“Kalau sekiranya kondisi pohon sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya, maka segera ditebang atau diganti yang baru. Jangan biarkan angin merobohkan tanpa arah dan membayakan orang atau properti yang ada di bawahnya,” himbau Agus.

Selain memangkas dan menebang pohon masyarakat juga bisa melakukan pemeriksaan batang pohon, karena faktanya beberapa pohon tumbang atau patah lebih banyak disebabkan oleh pohon yang sudah tua dan tidak dapat tumbuh lagi, batang keropos di bagian tengahnya, dimakan rayap sehingga batang mulai mengering, posisi pohon yang sudah miring, dan mulai ada retakan di sekelilingnya.

“Jika menanam pohon baru, sebaiknya dengan stek sehingga akar berkembang ke samping yang otomatis akan menguatkan batang pohon dan tidak mudah roboh,” pungkas Agus. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




37.665 UMKM Go Digital, Sleman Peringkat Pertama Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022

Sleman – Kabupaten Sleman berhasil meraih peringkat pertama Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022. Pada penilaian yang dilakukan oleh Litbang Kompas ini, Kabupaten Sleman mendapatkan nilai tertinggi untuk kategori Kabupaten Sangat Besar, dengan poin nilai sebesar 5,00.

Hasil penilaian diumumkan dalam acara Indonesia Digital Economy Conference 2022 yang digelar oleh Harian Kompas bersama Lazada di hotel The Westin, Jakarta, Selasa (29/11). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang sekaligus dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam diskusi terkait Indeks Literasi Ekonomi Digital dan Transformasi Ekonomi Digital di Indonesia.

Dalam paparannya, Danang mengaku bangga sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kompas yang telah mengadakan penilaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait yang ada di Kabupaten Sleman. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi cambuk bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus mendorong UMKM agar berdaya saing dan naik kelas.

“UMKM ini akan terus kita dampingi, salah satunya dengan mendorong para pelaku UMKM masuk ke pasar digital. Dengan begitu, produk UMKM dapat dipasarkan lebih luas lagi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa di tahun 2022 ini sudah ada UMKM go digital di Kabupaten Sleman yang merupakan hasil kolaborasi dari 11 OPD pengampu dan organisasi profesi. Guna mendukung program nasional mewujudkan 8 juta UKM go digital, Pemkab Sleman telah menyediakan infrastruktur berupa pemasangan WiFi gratis hingga tingkat padukuhan

“Untuk mendukung digitalisasi UMKM ini, kita lakukan pemerataan akses WiFi gratis di 917 padukuhan dari target padukuhan di tahun 2022. Tidak ada blank spot area di wilayah Kabupaten Sleman,” terangnya.

Sementara Ignatius Kristanto, General Manager Litbang Kompas, menyebutkan penilaian ini dilakukan untuk melihat tingkat pemahaman masyarakat di setiap daerah terkait ekonomi digital. Penilaian Indonesia Digital Economy Literacy Index ini dilakukan berdasarkan lima dimensi, diantaranya infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pengadopsian inovasi dan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta e-commerce.

“Kriterianya berdasarkan lima dimensi yang merujuk pada draft Toolkit For Measuring the Digital Economy hasil dari G20 Argentina 2018,” ujarnya.

Indeks peringkat 1 pada penilaian ini terbagi ke dalam 6 kategori, yaitu kategori Kota dan Kabupaten dengan jumlah populasi sebanyak 250 ribu, 500 ribu, dan di atas 1 juta penduduk. Sleman sendiri menempati peringkat 1 untuk kategori Kabupaten dengan populasi di atas 1 juta orang.




Sleman Terjunkan TRC BPBD untuk Bantu Korban Bencana di Cianjur

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Tim TRC Sleman dilepas langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, bertempat di Halaman Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (29/11/2022). Pelepasan TRC BPBD Sleman diawali dengan apel kemudian dilanjutkan arahan Bupati Sleman dan doa bersama agar diberikan kelancaran selama bertugas.

Dalam arahannya, Kustini berharap tim yang berangkat dapat melaksanakan tugas dengan baik serta memberikan usaha terbaik untuk membantu masyarakat Cianjur yang terkena dampak gempa bumi beberapa waktu lalu.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Cianjur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sleman, Makwan menjelaskan bahwa BPBD Sleman telah berkoordinasi dengan BNPB terkait dukungan perlengkapan pengungsian. Ia menjelaskan bahwa Sleman memiliki stok tenda keluarga berukura 3 kali 4 knockdown. Tenda ini menurutnya memang salah satu yang sesuai dan manusiawi untuk digunakan menjadi tempat pengungsian.

“Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk warga masyarakat yang membutuhkan disana,” ujarnya.

TRC BPBD Sleman mengirimkan 7 personil yang dibagi dalam 2 armada. Jumlah tenda yang dikirimkan sejumlah 20 unit  tenda ukuran 3×4 meter dan ditambah 1 tenda 6×12 meter untuk tahap pertama. Apabila masih membutuhkan, akan dikirimkan bantuan tenda pengungsian kembali pada tahap selanjutnya.




Bupati Serahkan Penghargaan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyerahkan penghargaan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, pada Selasa (29/11).  Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan secara langsung kepada 6 perwakilan penerima penghargaan.

Penghargaan tersebut merupakan wujud peningkatan kesadaran masyarakat dan peningkatan kinerja aparat yang melaksanakan tugas di bidang administrasi kependudukan di wilayah Kabupaten Sleman melalui sosialisasi, pembinaan kapasitas aparatur, peningkatan kinerja pelayanan, serta pembinaan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan GISA.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Susmiarto menyampaikan, penerima penghargaan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok A untuk wilayah Kapanewon dengan penduduk lebih dari jiwa, dan kelompok B kurang dari jiwa. Selanjutnya berdasar penilaian administrasi terhadap 17 wilayah, kemudian dipilih masing-masing 3 nominasi.

“Dipilih masing-masing 3 nominasi untuk dilakukan kunjungan ke kantor kapanewon, kalurahan dan rumah bapak ibu Dukuh. Dukuh menyampaikan paparan pembinaan masyarakat agar tertib adminduk,” kata Susmiarto.

Dari hasil evaluasi pelaksanaan GISA tahun 2022 didapatkan hasil untuk Kapanewon terbaik kategori A diraih oleh Kapanewon Kalasan, Ngemplak, dan Depok. Untuk Kapanewon kategori B diraih oleh Kapanewon Cangkringan, Seyegan dan Tempel. Kemudian untuk kategori Kalurahan A, diraih oleh Kalurahan Sumberadi, Purwomartani, dan Condongcatur.

Sementara itu untuk Kalurahan B diraih oleh Kalurahan Glagaharjo, Mororejo, dan Kalitirto. Sedangkan untuk kategori Padukuhan A diraih oleh Padukuhan Gabahan, Kalibulus, dan Sebaran. Untuk kategori Padukuhan B diraih oleh Padukuhan Karanggawang, Sumber Kulon, dan Dukuh.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kerjasama pelaksanaan pos pelayanan dokumen kependudukan, peresmian penggunaan aplikasi layanan daring, serta workshop pendaftaran penduduk non permanen.

Bupati Kustini Sri Purnomo menyampaikan, penyerahan penghargaan merupakan bentuk apresiasi dan motivasi bagi pamong untuk meningkatkan pengabdian dan pelayanan publik bagi masyarakat. Bupati berharap para penerima penghargaan dapat menjadi panutan dan memberi teladan bagi para pamong di instansi lain.

“Penghargaan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan tahun 2022 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak baik dalam sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutakhiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan, maupun sadar pelayanan adminduk bagi masyarakat,” jelas Kustini.

Dengan penyelenggaraan kegiatan itu, Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Kemendagri, David Yama, turut memberikan apresiasi terhadap capaian Kabupaten Sleman. Sistem layanan publik yang lekat dengan kesan lambat, dinilai David tak tampak di kabupaten Sleman.

“Saya sampaikan apreasiasi terhadap usaha Bupati dan seluruh jajaran. Sistem layanan publik di Sleman justru dapat lebih praktis dan memudahkan masyarakat,” kata David. (Humas Sleman)




Peringati HUT Ke-51 Korpri, Bupati Dorong Korpri Sleman Lebih Inovatif

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-51 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tahun 2022 bertempat di lapangan Pemda Sleman, Selasa (29/11/2022). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bertindak sebagai Inspektur Upacara. Pejabat beserta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman turut hadir dan mengikuti penyelenggaraan upacara bendera.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar KORPRI Kabupaten Sleman atas sumbangsih dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa  dan negara.

Kustini menyebut peringatan KORPRI ini hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan menjaga soliditas, solidaritas dan sinergitas KORPRI Kabupaten Sleman. Ia juga berpesan kepada para ASN untuk menjunjung tinggi netralitas KORPRI.

Dalam kesempatan tersebut, Kustini juga mendorong jajaran KORPRI untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi khususnya dalam menentukan kebijakan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai selaras dengan tema peringatan HUT KORPRI tahun ini yaitu “KORPRI Melayani, Berkontribusi dan Berinovasi Untuk Negeri”.

“Anggota KORPRI dituntut lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan memberikan pelayanan prima, yaitu cepat, mudah, dan murah kepada masyarakat,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Kustini juga berharap KORPRI menjadi organisasi dengan budaya yang penuh inovasi, kreativitas, modern dan efisien, serta mampu melayani dengan jiwa dan semangat Pancasila.