Forda MAN 1 Sleman Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur

Sleman (MAN Sleman)—Forum Dakwah (Forda) MAN 1 Sleman menggalang dana untuk membantu meringankan beban para  korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian dan sebagai wujud bela sungkawa keluarga besar MAN 1 Sleman kepada para korban.

Wakil Kepala Humas, Praptiningsih menginformasikan donasi yang terkumpul dari guru, pegawai, dan siswa telah terkumpul sebanyak ,00. Selanjutnya, dana sosial tersebut akan disalurkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kita semua berdoa semoga para korban bencana gempa bumi Cianjur diberikan ketabahan dan kekuatan, ikhlas dan sabar dalam menerima musibah ini. Semoga apa yang kami berikan ini bisa meringankan beban para korban,” kata Prapti.

Menurut data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa Cianjur telah menyebabkan korban jiwa 268 orang, orang terluka dan orang mengungsi, rumah rusak berat, rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan. (smn)




Sertifikat Halal Permudah Pemasaran Produk

Ngaglik – Tiga belas pelaku usaha di kalurahan Donoharjo mengikuti pelatihan aplikasi sertifikasi halal yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan pemerintah kalurahan Donoharjo di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (23/11/2022).

Agus Susila, pendamping sekaligus narasumber workshop mengatakan bahwa pelatihan sertifikasi halal merupakan program bagi 300 ribu pelaku UMKM yang dibiayai pemerintah melalui program Layanan Fasilitasi Sertifikat Halal Gratis (Sehati).

“Selama ini banyak kendala bagi pelaku usaha untuk memasukkan produk ke supermarket , pasar swalayan, atau pasar modern lainnya di antaranya karena tidak memiliki sertifikat halal,” kata Agus.

Ia menambahkan beberapa keuntungan apabila pelaku usaha memiliki sertifikat halal di antaranya berhak menempelkan logo halal di kemasan produk karena sertifikat halal merupakan salah satu syarat bagi pengusaha untuk memasarkan dan mengedarkan produk yang dimiliki. Ini sudah sesuai dengan aturan tentang sertifikat halal yang tercantum dalam Undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Proses pengurusan sertifikat termasuk mudah apalagi sudah ada upaya jemput bola berupa pendampingan dari penyelenggara. “Para pelaku usaha dapat mengakses Sertifikasi Halal Gratis ini melalui aplikasi Sihalal pada laman untuk mendaftar fasilitas Sehati yang dilakukan secara elektronik atau online,” kata Agus.

Layanan pemberian sertifikat halal melalui self declare (pernyataan status halal oleh pelaku usaha itu sendiri) diberikan untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang harus memenuhi persyaratan, dan kemudian akan dilakukan verifikasi oleh pendamping.

“Dibutuhkan beberapa dokumen pelengkap di antaranya data pelaku usaha (KTP), Nomor Induk Berusaha /NIB , nama dan jenis produk yang harus sesuai dengan yg didaftarkan, daftar produk dan bahan yang digunakan, dan proses pengolahan produk,” terang Agus.

Bagi pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat halal wajib mencantumkan label halal pada kemasan produk yang mudah dilihat, pastikan tidak mudah rusak, lepas, atau terhapus. Logo halal harus sesuai standar yang ditetapkan LPPOM MUI dengan tulisan halal di bagian tengah, juga harus membubuhkan nomor serifikat di bagian bawah logo.

“Harapannya dengan sertifikat halal ini menjadi langkah awal untuk masuk ke dalam ekosistem halal global,” pungkas Agus. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Sleman Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022

Sleman – Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah pelaksanaan Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022, pada Kamis (24/11). Dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sleman, acara dihadiri oleh Ketua Asosiasi Kelompok UPPK Nasional, GKR Mangkubumi, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Pada kesempatan itu, GKR Mangkubumi menjelaskan, kegiatan Jambore Nasional Kewirausahaan  Sosial 2022 menjadi upaya untuk mendukung, mendampingi dan meningkatkan UMKM di DIY. Acara ini sekaligus menjadi usaha untuk membangkitkan perekonomian usai terpuruk akibat pandemi Covid-19 sejak 2 tahun silam.

“Mudah mudahan dengan pameran yang ada di Jambore sampai Minggu nanti dan ada talkshow juga, mudah-mudahan masa sulit tidak seperti yang kita bayangkan. UMKM bisa terus bangkit di tengah masa pandemi yang kita hadapi,” kata GKR Mangkubumi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo,  yang hadir mewakili Gubernur DIY, menyampaikan bahwa sektor kewirausahaan atau UMKM merupakaan salah satu pilar ekonomi nasional. Singgih mengajak agar pelaku UMKM membangun komitmen yang kuat untuk mengembangkan usahanya.

“Di tengah terjangan pandemi, kerjasama menjadi sebuah keharusan. Pelaku UMKM juga harus mempunyai komitmen agar bisa naik kelas dari segala aspek,” ungkap Singgih.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno yang hadir secara virtual, menilai kegiatan Jambore ini menjadi upaya untuk mengonversi peluang usaha. Sandiaga juga mengajak generasi muda, untuk bisa beradaptasi dan berani berinovasi mengikuti perkembangan zaman, salah satunya dengan literasi digital.

“Dengan literasi digital akan timbul komunikasi yang baik. Semoga acara ini berjalan lancar dan sukses. Mari bersama kolaborasi sinergi, berperan aktif dalam perekonomian indonesia,” begitu ajakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Dalam agenda itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan harapan agar kegiatan Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman. Danang juga mengajak masyarakat agar hadir dan terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut.

“Saya menyampaikan ini kepada masyarakat  baik di Sleman maupun di DIY. Silakan jambore ini diadakan 3 hari, kalau mau berkunjung silakan monggo belanja produk nasional kita. Agar perekonomian nasional cepat pulih, UMKM naik kelas dan Insya Allah UMKM kita tetap jaya,” kata Danang. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Terbaik STBM Berkelanjutan Kategori Demand Creation

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi dalam pelayanan masyarakat. Kali ini, Pemkab Sleman mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Kategori Demand Creation dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono kepada Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa pada acara Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2022 yang diselenggarakan di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Rabu (23/11/2022).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu dalam laporannya menyampaikan kegiatan STBM Awards ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi bagi komitmen dan implementasi aksi provinsi, kabupaten/kota dan instansi yang terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan bertujuan mewujudkan perilaku masyarkat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Diharapkan pada tahun 2025, Indonesia bisa mencapai sanitasi total untuk seluruh masyarakat, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) Indonesia,” jelasnya

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan bahwa penghargaan penghargaan ini merupakan suatu kebanggan bagi Kabupaten Sleman dapat kembali meraih penghargaan STBM Berkelanjutan.

“Semoga dapat menjadi motivasi bagi Pemkab Sleman untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat menorehkan prestasi kembali di bidang kesehatan kedepannya,” ujar Danang

Lebih lanjut, Danang berharap kedepannya diperlukan upaya terobosan yang melibatkan semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam melakukan sinkronisasi antar sektor terkait pembangunan sanitasi untuk mencapai target universal access sanitasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengatakan bahwa saat ini progres STBM Kabupaten Sleman terdapat 84 Kalurahan atau sebesar 97,67 persen yang telah melaksanakan deklarasi 5 pilar STBM.

Lebih lanjut Cahya menjelaskan bahwa  STBM tahun 2022 ini merupakan penghargaan ke 5 yang diraih Kabupaten Sleman setelah 4 tahun sebelumnya Kabupaten Sleman selalu meraih penghargaan STBM secara berturut-turut sejak tahun 2018.




Bank Dunia Kunjungi di KPSPAMS Tirto Wening Donoharjo

Ngaglik – Perwakilan Bank Dunia melakukan kunjungan ke Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum Sanitasi (KPSPAMS) Tirto Wening di Padukuhan Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (23/11/2022).

Oni, perwakilan dari Bank Dunia menyampaikan bahwa maksud kunjungan dalam rangkaian membuat laporan akhir. “Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) merupakan Dana Hibah dari Pemerintah Australia yang disalurkan melalui Bank Dunia. Tahun 2022 merupakan tahun terakhir dan  sekarang kami mengunjungi program tahun sebelumnya dan program tahun terakhir di 2022,”  ujar Oni.

Oni  menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan proses belajar di lapangan. “Kami hadir bukan dalam rangka mencari kesalahan tetapi untuk menggali pengalaman tentang bagaimana proses pengelolaan KPSPAMS yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pembelajaran. Jadi jika ada Pamsimas lagi, akan diketahui tahapan sebagai media belajar untuk mengetahui  prosesnya seperti apa,” jelas Oni.

Dalam kunjungan ini Bank Dunia didampingi rombongan terdiri dari Kementerian PUPR, Dinas Pekerjaan Umum DIY dan Kabupaten Sleman, konsultan level pusat dan provinsi, serta pendamping Pamsimas kabupaten.

KPSPAMS Tirto Wening terletak di Padukuhan Penen yang terdiri dari 226 KK, 156 rumah, dan 666 jiwa. Pamsimas III di Penen dibangun dengan dana APBN tahun 2019 dengan nilai hibah sebesar Rp175 juta, Dana Desa sebesar Rp25 juta, dana swadaya sebesar Rp10 juta dan gotong royong senilai Rp40 juta dalam bentuk jaringan pipa sepanjang m dan 1 unit PMA (penangkap mata air).

Dalam proses selanjutnya, untuk memperlancar pelayanan air bersih, masyarakat berswadaya untuk pembangunan sumur  gali 1 unit, pembangunan reservoir 1 unit serta swadaya pemasangan meteran sebanyak 109 SR. Adapun 1 unit sumur bor, pompa, dan instalasi listrik dibangun dengan Dana Desa.

KPSPAMS Tirto Wening Penen yang berhasil meraih Juara III pada lomba pengelolaan air bersih perdesaan Kabupaten Sleman tahun 2022 lalu, saat ini sudah melayani sebanyak 109 sambungan rumah dan masih 46 rumah yang belum dapat terlayani karena letaknya yang lebih tinggi dari sumber air dan dari reservoir. (KIM Ngaglik/Endarwati)