BNNK Sleman Beri Penguatan P4GN-PN Bagi Aparatur Sipil Negara

Sleman – Dalam rangka penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN-PN) bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, maka Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman melakukan kegiatan sosialisasi pada apel pagi yang berlangsung di Halaman Kantor DinasTenaga Kerja Kabupaten Sleman Jalan Parasamya, Tridadi, Sleman, Senin (12/9/2022).

Dalam kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah bertindak sebagai Pembina Apel menyampaikan amanatnya mengenai situasi dan kondisi penyalahgunaan  Narkotika, Psikotropika, dan obat-obatan terlarang (Narkoba) khususnya di wilayah Kabupaten Sleman, dan terkait Rencana Aksi Nasional P4GN-PN sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 agar seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara turut berpartisipasi dengan melaksanakan kegiatan secara intensif.

“Mari kita laksanakan Rencana Aksi Nasional yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 secara bersama-sama dan penuh tanggung jawab untuk memerangi penyalahgunaan Narkoba agar Kabupaten Sleman bersih dari Narkoba,” tegas AKBP Alfiah dihadapan peserta apel.

Lebih lanjut Ia mengatakan masih perlu adanya peningkatan kampanye publik melalui penyediaan dan penyebaran informasi terkait pencegahan bahaya narkotika dan prekursor narkotika khususnya kepada Aparatur Sipil Negara. Serta melakukan sosialisasi P4GN-PN dan tes urin dalam setiap pelaksanaan kegiatan generasi berencana yang dilakukan bersama instansi terkait lainnya.

Di akhir kegiatan, Kepala BNN Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah berpesan kepada seluruh peserta apel pagi agar selalu menjaga kesehatan dan konsistensinya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, serta mengharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di tubuh Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman terus meningkatkan kinerjanya supaya lebih kreatif dan inovatif guna pelayanan publik maupun dalam pemberantasan narkoba di wilayah kerjanya masing-masing. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kalurahan Sidoluhur Terima Bantuan Gamelan dari DIY

Sleman – Kalurahan Budaya Sidoluhur Kapanewon Godean menerima bantuan seperangkat gamelan pelog dan slendro dari Pemerintah Provinsi DIY. Serah terima dilakukan oleh Kasi Pembinaan Adat Tradisi, Lembaga dan Seni Budaya (ATLAS) Kundha Kabudayan DIY Endang Widuri kepada Lurah Sidoluhur Hernawan Zudanto, Selasa (13/9/2022) di Pendapa Kalurahan Sidoluhur, disaksikan langsung oleh Ketua Kalurahan Budaya, BP Kal dan Tim Monitoring Pendamping Kalurahan Budaya.

Dalam sambutannya, Endang Widuri mengatakan bahwa bantuan ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi DIY dalam upaya pelestarian kebudayaan bersama dengan masyarakat. Dengan bantuan gamelan perunggu itu diharapkan masyarakat semakin semangat dibawah koordinasi pemerintah Kalurahan dan lembaga.

“Kami berharap gamelan dirawat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dan akan lebih baik perangkat Kalurahan menjadi pelopor memulai latihan,” tutur Endang Widuri.

Sementara itu Lurah Sidoluhur Haenawan Zudanto dalam sambutan penerimaan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DIY, Kepada Kundha Kabudayan DIY yang telah memberikan bantuan gamelan perunggu, bahkan diberikan pada kesempatan pertama masa periode penyaluran tahun 2022 ini. Lebih lanjut Hernawan mengatakan, masyarakat sudah tidak sabar menunggu bantuan gamelan, karena banyak masyarakat yang mencintai dan bisa berkesenian karawitan, tetapi tidak memiliki alat yang representatif.

“Selanjutnya Pemerintah Kalurahan bersama pengurus Kalurahan Budaya akan merumuskan ketententuan penggunaan dan penjadwalan agar semua berjalan baik dan tetap terawat,” ujar Hernawan.

Kalurahan Sidoluhur merupakan Kalurahan Budaya sejak akhir tahun2021 bersama 19 Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman baik yang sudah katagori Rintisan Mandiri Budaya maupun Mandiri Budaya.(Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pemkab Sleman Berkomitmen Kembangkan Pertanian Sehat Manfaatkan Agen Hayati

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mengembangkan pertanian cabai secara sehat dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo ketika Panen Cabai dan Temu Lapang terkait Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Trimulyo di Padukuhan Kalirase, Trimulyo, Sleman (13/9/2022).

Menurut Kustini, hal tersebut perlu dilakukan karena Kabupaten Sleman merupakan salah satu sentra cabai nasional, sehingga penting untuk memperhatikan penanganan dan pengendalian hama secara optimal dan sehat. Salah satu caranya dengan memanfaatkan agen hayati serta pestisida nabati.

Dalam hal tersebut, Pemkab Sleman memiliki  14 Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) dan 24 Regu Pengendali Tanaman (RPT) yang merupakan sukarelawan petani.

“Saya berharap dengan adanya petugas PPOPT dan RPT maka dapat mengedukasi para petani untuk mengantisipasi hama dan penyakit tanaman dengan cara yang sehat dan tepat,” jelas Kustini.

Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementrian Pertanian RI, Ginting Tri Pamungkas, menyampaikan tujuan program PPHT adalah untuk mensosialisasikan mengenai cara pengendalian hama tanaman Hortikultura khususnya cabai. Ia menyampaikan bahwa PPHT menggunakan cara yang terpadu dan ramah lingkungan.

“PPHT yang dilaksanakan oleh Gapoktan Trimulyo ini berdasar pemantauan kami berjalan dengan baik dan kedepannya Trimulyo bisa menjadi kampung hortikultura yang nantinya akan kami fasilitasi dari pra hingga pasca panen,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Lapang PPHT Gapoktan Trimulyo, Parjono menyampaikan komoditi hortikultura khususnya cabai menjadi salah satu penopang kehidupan petani Gapoktan Trimulyo. Penggunaan agen pengendali hayati dalam pertanian hortikultura di Trimulyo memberikan hasil positif yakni mengurangi 90 persen layu dan busuk batang.

“Kami berharap kedepannya dapat diberikan dukungan dan kolaborasi dalam rangka mengoptimalkan pertanian hortikultura di Gapoktan Trimulyo ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman melaksanakan potong tumpeng sebagai wujud syukur masyarakat atas hasil panen cabai yang sehat dan melimpah serta memberikan sertifikat kepada Gapoktan Trimulyo. (Humas Sleman)




Festival KWT untuk Mendukung Bisnis Pertanian di Depok

Sleman – Kapanewon Depok melakukan inovasi kegiatan untuk mendukung pertanian dan UMKM dengan menyelenggarakan acara Festival Pontensi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kapanewon Depok Tahun 2022, Selasa (13/9/2022). Kegiatan ini diikuti oleh 3 Paguyuban KWT dari Kalurahan Caturtunggal, Condongcatur dan Maguwoharjo.

Menurut Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, konsep acara Festival potensi KWT ini adalah Gelar Potensi Urban Farming dan Produk Olahan Berbasis Komoditas Unggulan Wilayah di Kapanewon Depok.

“Selain itu, ada juga Talkshow dengan tema Meningkatkan Peran Petani Milenial dalam mendukung pengembangan Agribisnis di Kapanewon Depok dengan peserta Talkshow dari perwakilan KWT, Kelompok Tani, Kelompok Ternak dan Kelompok Perikanan,” ujar Isti.

Isti menambahkan bahwa, pada Festival Potensi KWT ini disediakan 3 stand untuk masing-masing kelompok KWT Kalurahan yang menampilkan potensi KWT, baik tanaman budi daya sayur dan tanaman pangan lainnya, serta produk-produk olahan dari bahan-bahan yang dihasilkan KWT.

Untuk penilaian Festival Potensi KWT ini, lanjut Isti, berasal dari berbagai unsur yaitu dari Akademisi (Dosen UPN, UNY), Dinas Koperasi dan UKM Kab. Sleman, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dan dari UPTD BP4 Wilayah VII.

“Dengan indikator penilaian meliputi Kegiatan Urban Farming dan Komoditas Unggulan, Produk Olahan (basah dan kering), Penataan Stand,  Penguasaan Stand dan Inovasi Agribisnis,” tambahnya.

Dari hasil lomba dalam festival potensi KWT ini adalah Juara 1 dari Paguyuban KWT Caturtunggal “Wijaya Kusuma”,  Juara 2, Paguyuban KWT Condongcatur “Tani Makmur” dan Juara 3, Paguyuban KWT Maguwoharjo masing masing memperoleh Tropy, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan dari Kapanewon Depok

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi diadakannya festival KWT ini. Ia mendukung penuh kegiatan tersebut karena di Kapanewon Depok sendiri, jumlah lahan pertanian terbatas dan sempit, sehingga harus dapat dimaksimalkan dengan inovasi yang tepat.

“Dengan adanya kegiatan ini, seperti talkshow, para petani milenial mendapat pengetahuan untuk memaksimalkan potensi yang ada,” kata Kustini.

“Banyak ibu-ibu muda milineal apabila diarahkan untuk menggeluti agribisnis dengan potensi dan inovasinya maka akan membuka peluang-peluang ekonomi,” tambah Kustini.

Selain itu, ia mengimbau agar pertanian Depok dapat dimanfaatkan dengan memanfaatkan kerja sama yang bisa dijalin dengan hotel dan resto yang banyak menjamur di Kapanewon Depok.

“Ini merupakan potensi pasar yang sangat besar untuk dikolaborasikan, dengan penyediaan makanan olahan yang sesuai dengan tren dan menu masa kini,” ujarnya lagi.

Ia berharap dengan adanya acara ini dapat mendukung perkembangan bisnis pertanian di Kapanewon Depok.

Senada, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh Kapanewon Depok ini untuk memberikan ruang bagi para kelompok tani maupun ternak.

Ia juga menuturkan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur secara konkrit telah memberikan pembinaan, pelatihan dan dana stimulan setiap tahunya kepada kelompok wanita tani (KWT) yang saat ini sudah ada 16 KWT juga ada Kolompok Tani (POKTAN) dan Kelompok Ternak. (Wasana/KIM Depok)




Hibah Air dan Sanitasi dari Australia, 2.387 Sanitasi Sleman Telah Dibangun Pada Periode 2016-2021

Sleman – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman dalam rangka monitoring dan evaluasi program hibah air minum dan sanitasi dari Pemerintah Australia. Rombongan Dubes dan Bupati Sleman melakukan kunjungan ke rumah warga penerima manfaat hibah air minum pada Senin, (12/9/2022) di Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Dalam keterangan tertulisnya, Penny Williams mengatakan bahwa Pemerintah Australia telah beberapa kali menyalurkan bantuan hibah air minum dan sanitasi ke Pemerintah Kabupaten Sleman. 

Pertama, Program Hibah Air Minum Perkotaan dari Pemerintah Australia (AusAID) yang dilaksanakan pada tahun 2013 dan 2014 untuk membangun sebanyak sambungan rumah (SR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Telah mendapatkan reimburse sebesar ,- (empat miliar rupiah).

Kedua, Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) pada tahun 2021 hingga 2024 dengan dana hibah yang akan diterima setinggi-tingginya ,- (enam miliar sembilan ratus sembilan puluh enam juta rupiah).

“Kedua program tersebut dilaksanakan secara teknis oleh PDAM Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Pada tahun 2021 Pemkab Sleman sudah mendapatkan reimburse dana hibah AMBK sebesar ,- (tujuh ratus dua belas juta lima ratus ribu rupiah). Sisanya akan dimintakan reimburse secara bertahap.

Ketiga, Program Hibah sAIIG pada tahun 2016 s.d. 2020 untuk pembangunan sanitasi sebanyak sambungan rumah air limbah sistem pengolahan terpusat dan telah mendapatkan reimburse sebesar ,- (sepuluh miliar delapan ratus dua puluh satu juta rupiah).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah yang telah diberikan dan berharap melalui upaya ini masyarakat Sleman dapat semakin sejahtera.

“Pada tahun 2021 akses air minum telah mencapai 100 persen, dimana 20,60 persen merupakan jaringan perpipaan sementara 79,40 persen merupakan jaringan non-perpipaan,” kata Kustini. 

Jaringan perpipaan perkotaan, lanjutnya, dikelola oleh PDAM Tirta Sembada, sementara jaringan perpipaan perdesaan dikelola oleh Masyarakat melalui Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan Pedesaan (SPAMDES) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). 

Hingga 2022 Sleman telah memiliki 63 Desa PAMSIMAS yang tersebar di 16 kapanewon. Sementara Jaringan non perpipaan berupa sumur gali dimiliki masyarakat secara mandiri. 

Untuk sanitasi Pemkab Sleman fokus pada penyediaan akses layak dan aman air limbah domestik. Pada tahun 2021 akses layak dan aman air limbah di Kabupaten Sleman telah mencapai 98%. Terdiri dari, akses sanitasi layak sebesar 76,23% dan akses sanitasi aman sebesar 21,77 %. Sementara 2% lainnya merupakan sanitasi belum layak.

”Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menyelesaikan 2% sanitasi belum layak menjadi layak dan aman,” tutup Kustini.