Bupati Sleman Kukuhkan Personil KSB Bangunkerto

Sleman – Sebanyak 60 personil Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi dikukuhkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sabtu (18/6/2022), di area Wisata Agro. Personil yang dikukuhkan yang berasal dari berbagai komponen diwilayah Kalurahan Bangunkerto.

Menurut laporan kepala Dinas Sosial Provinsi DIY Endang Patmintarsih, rangkaian pembentukan dimulai tanggal 16 Juni dan berakhir pada saat pengukuhan Sabtu 18 Juni 2022.

KSB Bangunkerto dilengkapi dengan lumbung sosial dengan logistiknya, harapannya ketika terjadi emergensi akibat bencana alam, KSB dapat berperan penting dan cepat.

Kegiatan KSB menurut Patmintarsih, merupakan solusi untuk menumbuhkan ketanggapan dan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana diwilayah. Kesiapsiagaan mempunyai arti penting untuk meminimalkan adanya korban, baik jiwa maupun metri. Karena di DIY terdapat titik-titik rawan bencana, termasuk bencana sosial. “Hingga saat ini di DIY telah ada sebanyak 52 KSB,” ujar Patmintarsih.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo usai mengukuhkan dalam sambutanya memberikan apresiasi atas terbentuknya KSB di Bangunkerto. Kustini berharap agar KSB dapat memperkuat dan melengkapi unsur-unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana diwilayah Kapanewon Turi.

KSB memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, karena harus menggerakkan masyarakat untuk dapat peduli dan sadar serta memiliki kapasitas dalam penanggulangan bencana,” ujar Kustini.

Kabupaten Sleman, lanjut Kustini, hingga saat ini terdapat 15 KSB. Untuk tahun 2022 diprogramkan pembentukan 5 KSB. “Diharapkan setiap Kapanewon terbentuk KSB agar masyarakat memilik wadah dan akses yang sama. Karena di kabupaten sendiri terdapat potensi bencana meliputi erupsi gunung Merapi, banjir dan lahar dingin, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan kebakaran,” tandas Kustini.

Sebelum dilakukan pengukuhan, diperagakan simulasi penangan pengungsi akibat erupsi Merapi oleh masyarakat setempat dan pengurus KSB. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Program Rehabilitasi Sosial di Taman Wreda LKS Mugi Waras Sumbersari Moyudan

Moyudan – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Mugi Waras, Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman menerima program bantuan sosial dari Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan ini merupakan program rehabilitasi sosial tahun 2022, sub program pembinaan dan bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial untuk lanjut usia.

Selama enam bulan kedepan, sebanya 25 lansia yang tergabung dalam kegiatan day care Taman Wreda LKS Mugi Waras akan diberikan pendampingan dan pembinaan yang meliputi keterampilan, kesehatan, pertanian, agama, dan kesenian. Kegiatan ini diadakan dua minggu sekali dan dimulai pada hari Minggu, (19/6/2022) di sekretariat LKS Mugi Waras.

Pada pertemuan pertama ini ada 2 kegiatan yaitu pembinaan fisik berupa senam lansia dan pendampingan keterampilan yaitu membuat kalung dari manik-manik. Senam lansia dipimpin instruktur senam Tri Linawati dari Semingin Sumbersari Moyudan, sedangkan ketrampilan membuat kalung manik-manik  dibimbing oleh Suti Lestari dari Blendung, Sumbersari Moyudan, dibantu para kader.

“Kita harus bersyukur dan berterima kasih mendapat program ini karena sangat bermanfaat  bagi kehidupan sehari-hari untuk kesejahteraan anggota. Melihat panjenengan sedaya  senang, hati  saya senang. Dan saya berterima kasih kepada segenap kader yang penuh semangat bersedia  mendampingi para lansia pada kegiatan ini,” ujar Ketua LKS Mugi Waras Djumanah. (Eny MS/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemuda Kalangan Kunjungi Bank Sampah dan Sedekah Sampah Moyudan

Sleman – Pemuda Kalangan, Desa Ambartawang, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang melakukan kunjungan ke Bank Sampah Sumber Rejeki di Padukuhan Sombangan Sumbersari, Moyudan dan Shadaqoh Sampah Basuki di Kruwet, Sumberagung, Moyudan, Sabtu (18/6/2022).

Ninik selaku ketua rombongan mengatakan bahwa maksud dan tujuannya berkunjung untuk melihat bagaimana cara mendirikan pengelolaan sampah mandiri. :Dikarenakan di Kalangan belum ada pengelolaan sampah mandiri maka pemuda berkeinginan untuk membentuk. Karena belum berpengalaman kepingin untuk menimba ilmu,” kata Ninik.

Sugiyanto direktur Bank Sampah Sumber Rejeki yang juga sekretaris JPSM Kapanewon Moyudan Kabuten Sleman menuturkan bahwa untuk mengelola sampah yang terpenting adalah niat dan kemauan. Untuk pengelolaan yang berbentuk bank sampah, harus ada buku induk untuk mencatat pembelian sampah dari nasabah. “Biasanya nasabah menjual ke bank sampah masih campur atau belum dipilah sehingga harus dipilah sesuai jenisnya. Kredibilitas pengurus juga harus dijaga untuk menjaga kepercayaan dari nasabah,” kata Sugiyanto.

“Sementara untuk sedekah sampah, pelaksanaannya lebih mudah karena cukup ditimbang dan dipilah, dan hasilnya, sebagian bisa untuk operasional, dan sebagian bisa digunakan untuk kegiatan kampung, sesuai kesepakatan bersama,” pungkas Sugiyanto. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kakanwil Kemenag DIY Apresiasi Stand MAN 4 Sleman di Bazar Expo Pesparawi XIII

Sleman – MAN 4 Sleman berkesempatan untuk mengikuti Bazar Expo pada gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pasparawi) XIII tingkat nasional, di mana DIY sebagai tuan rumah. Kegiatan sendiri dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Masmin Afif.

“Kami ucapkan selamat kepada MAN 4 Sleman yang ikut andil dalam Bazar Expo Pesparawi XIII.  Hasil karya anak-anak ini diharapkan bisa diterima masyarakat melalui stand ini. Ini juga untuk menegaskan bahwa madrasah terus membekali siswa-siswinya dengan keterampilan, mengembangkan bakat minat,selain menempuh ilmu agama.  Selamat semoga lancar,” kata Masmin Afif, saat mengunjungi stand MAN 4 Sleman di Jogja Expo Center (JEC) Ahad (19/6/2022).

Melalui kegiatan ini Madrasah Aliyah yang merupakan sekolah Islam memberi bukti nyata dalam menerapkan moderasi beragama. 

“Seluruh komponen Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk Madrasah Aliyah terlibat dalam gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pasparawi).  Kemenag dan madrasah-madrasah menjadi LO (liaison Officer) menjemput para Kepala Kantor wilayah (kakanwil) Kementerian Agama se-Indonesia.  Ini bentuk riil kita mengaplikasikan moderasi beragama, menghargai perbedaan saling mendukung saling membantu.  Semoga kerukunan umat beragama di DIY terus dapat kita jaga dan kita wujudkan bersama,” lanjut Masmin Afif.

Dalam expo tersebut, MAN 4 Sleman menampilkan hasil karya siswa dari Kelas Ketrampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) berupa berbagai jenis makanan kreatif abon dari Nangka muda, berbagi kue kering dan lainnya.  Sementara siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) memamerkan karya seperti seperti t-shirt, mugs, cover buku, aneka lukisan maupun hasil desain, pin gantungan kunci dan masih banyak lagi. (Edy/KIM Moyudan)




Merti Sungai Untuk Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Kendalikan Lingkungan Hidup

Sebagai wujud nyata tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup terhadap pencemaran air di sepanjang aliran Sungai Bedog maka Komunitas Bedog Lestari melaksanakan kegiatan ‘Merti Sungai’ yang digelar di Bantaran Sungai Bedog, Kaliabu, Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (19/6/2022).

Kegiatan pembersihan sungai dari kotoran sampah yang dipimpin oleh Ketua Komunitas Bedog Lestari, Iskandar ini dihadiri Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Purwoko Sasmoyo, Perwakilan Pemerintah Kapanewon Gamping dari Jawatan Kemakmuran, Kepala Unit Intelijen Keamanan Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Sigit Sudarmanto, serta Ketua Rukun Warga 13 Kaliabu, Kirmanto. Selain itu, turut terlibat Komunitas Dharma Laku, Kekandhangan, Sahular, Siaga Satwa, KIM Pararta Guna, serta segenap warga RT 03, RT 04, dan RT 05.

Sebelum memulai kegiatan, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Purwoko Sasmoyo menyampaikan pentingnya merawat dan melestarikan sungai, serta mengajak warga di bantaran sungai agar ikut aktif dalam kegiatan bersih sungai.

Selain itu, disampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman telah melakukan kajian berupa identifikasi sumber pencemar sungai terkait dengan ikan endemik di sepanjang aliran Sungai Bedog yang sudah banyak menurun populasinya dengan melibatkan pihak ketiga.

“Keberadaan ikan endemik atau ikan sungai yang asli seperti Wader, Cethol, Nilem, Uceng, Tawes, serta Udang Air Tawar maka ekosistem sungai akan terawat. Karenanya, kita harus menjaga kehidupannya agar ikan endemik dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cara tidak menangkap ikan di sungai menggunakan setrum atau racun,” pesan Purwoko.

Ia menambahkan untuk menjamin kelangsungan pemanfaatan sumber daya ikan dan mempertahankan kelestariannya di sungai, pihaknya bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan program restocking atau penebaran benih ikan guna meningkatkan jumlah populasi ikan endemik sekaligus melestarikan keragaman sumberdaya ikan.

Aktivitas pengangkatan sampah dan ranting-ranting pohon bambu yang menghambat aliran sungai Bedog sepanjang 200 meter di wilayah RW 13 Kaliabu tersebut dilakukan oleh warga sekitar dibantu oleh sejumlah relawan yang hadir menggunakan Perahu Alumunium Jon Boat the Trekkers yang dilengkapi peralatan yang diperlukan.

Secara serentak kegiatan Merti Sungai hari ini dilakukan oleh lima komunitas sungai yang tergabung dalam Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) yaitu Komunitas Kalidoso Banaran, Komunitas Kali Sembung Krapyak, Komunitas Kali Krajan, Komunitas Kali Buntung Gebang, termasuk Komunitas Bedog Lestari Kaliabu. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)