Pemkab Sleman Berikan Bansos untuk Anak Yatim

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan sosial kepada anak yatim piatu pada Selasa (31/1/2023). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, kepada 4 perwakilan penerima, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Kepala Dinas Sosial, Eko Suhargono melaporkan, bantuan tersebut berasal dari  Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak yang menyalurkan program bantuan sosial ATENSI anak yatim, piatu, dan yatim piatu 2022. Bantuan tersebut diberikan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia bukan karena Covid-19.

“Bantuan ATENSI ini disalurkan secara non tunai selama tiga bulan mulai Oktober sampai dengan Desember,  masing-masing Rp per penerima dengan total bantuan Rp per penerima manfaat,” jelas Eko.

Eko menambahkan, bantuan tersebut masih dalam proses penyaluran melalui kantor pos, Bank BNI, dan Bank Mandiri. Pada kesempatan itu, sekaligus disalurkan bantuan kepada 191 penerima yang hadir di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Di sisi lain, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan, penyerahan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membantu meringankan anak Yatim Piatu. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, bantuan tersebut diharapkan Bupati dapat menambah semangat penerima untuk maju, mandiri, dan produktif. Sehingga Bupati mengimbau penerima agar lebih bijak dalam memanfaatkan bantuan.

“Gunakanlah bantuan yang diberikan secara bijak dan sesuai dengan peruntukannya dan sebisa mungkin sisihkan sebagian diantaranya untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di masa mendatang,” kata Kustini.

Kustini juga mengajak seluruh pihak untuk bekerjasama dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kustini menyampaikan, meski pemerintah secara berkala terus menyalurkan bantuan dan stimulan namun jangkauan pemerintah akan lebih terbantu dengan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat. (Humas Sleman)




Bank Sampah Resik Mulyo Tegaltirto Lakukan Penimbangan Sampah Perdana

Sleman – Ketua Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah, Kusnadi mendampingi penimbangan perdana bank sampah Resik Mulyo Dondong Tegaltirto, Berbah Sleman pada Minggu (29/1/2023). Pendampingan dilakukan sebagai upaya pembelajaran bagi warga agar dapat memilah sampah dengan benar.

“Karena baru pertama kali dilakukan,” ujar Kusnadi.

Dirinya mengaku bangga atas terbentuknya bank Sampah Resik Mulyo Dondong Tegaltirto Berbah yang juga merupakan inisiasi dari KKN UGM ini. Ia berharap, dengan adanya bank sampah ini, warga lebih semangat dalam mengelola sampah, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih sehat dan nyaman. 

“Selain lingkungan menjadi bersih warga bisa mendatangkan hasil dari tabungan sampah  yang dikumpulkan akhirnya sanpah bisa menjadi berkah,” ucap Kusnadi.

Sementara itu, Maria Michelle Anggelica, salah satu peserta KKN UGM menuturkan bahwa Bank sampah Resik Mulyo terbentuk dari hasil inisiasi KKN UGM sub unit 3 dan 4 yang melakukan kegiatan KKN  tanggal 20 Desember 2022 dan berakhir tanggal 4 Februari 2023 

Ia menambahkan, sebelum melakukan pembentukan bank sampah melakukan observasi lingkungan dan warga masyarakat Dondong  dan sekitarnya. Dari hasil observasi didapatkan permasalahan mengenai dampak sampah yang ada. Salah satunya adalan TPA Piyungan yang sudah Overload dan baunya bisa sampai ke Dondong meski jaraknya puluhan kilometer. 

Dari hasil itu dirumuskan dengan tim, maka dihasilkan kesepakatan untuk melakukan pemahaman tentang sampah di kampung Dondong.

“Perihal ini sesuai dengan tema yang  usung KKN kali ini yaitu Pemberdayaan Masyarakat serta Pengelolaan Lingkungan dan sampah di kalurahan Tegaltirto dan Sendangtirto,” ujar wanita yang biasa disapa Icha ini.

Dalam rangka mewujudkan pemahaman tentang pengelolaan sampah kepada warga, tim KKN juga melakukan beberapa kegiatan di antaranya sosialisasi pengelolaan sampah di sekolah dan kepada warga, sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga, pembuatan tempat sampah, pembuatan botol bekas menjadi pot tanaman 

“Dari beberapa kegiatan yang dilakukan pemahaman tentang sampah memunculkan program besar  pembentukan bank sampah,” jelas Icha lagi.

Melalui sosialisasi dan pendekatan dengan warga, maka terbentuklah bank sampah Resik Mulyo di dusun Dondong Tegaltirto yang diketuai oleh mas Yanto dengan tagline Resiki Sampahmu Supoyo Mulyo Uripmu.

“Dengan semboyan ini semoga memberi semangat warga untuk terus mengelola sampah supaya mendapatkan kemuliaan,” harap.

Penimbangan sampah perdana ini juga dihadiri oleh petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup P3EJ, Darmo. Dalam kesempatan tersebut, Darmo ikut memberikan pemahaman kepada warga untuk lebih semangat mengelola sampah dan disetor di bank sampah. 

“Sampah jangan dibakar karena bisa memberikan efek tidak baik untuk lingkungan dan kesehatan, mending disetor ke bank sampah bisa bernilai dan menjadi uang,” jelas Darmo.

(Kusnadi/KIM Berbah)




JDIH untuk Wujudkan Pendokumentasian Informasi Hukum Secara Sistematis

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Hukum melakukan Sosialisasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) kepada 86 Kalurahan se-Kabupaten Sleman, Senin (30/1/2023). Bertempat di Srawung Resto Kalasan, pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memberikan sambutan dan arahan terkait JDIH di tingkat Kalurahan.

Dalam arahannya, Danang menyampaikan bahwa JDIH Kabupaten Sleman memiliki misi mewujudkan pendokumentasian dan penyebarluasan informasi hukum secara sistematis. Dalam mewujudkan misi tersebut, diperlukan konsistensi dan komitmen anggota JDIH tingkat Kalurahan dalam mengelola JDIH

“Harapan saya seluruh Kalurahan di Kabupaten Sleman bisa menciptakan pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang terpadu dan terintegrasi di berbagai instansi pemerintah dan instansi lainnya di tingkat Kalurahan,” ujarnya

Lebih lanjut, Danang menyampaikan bahwa belum lama ini Sleman juga telah mendapatkan penghargan 5 besar nasional dalam mengelola JDIH. Oleh karenanya, ia juga berharap Pemerintah Kalurahan dapat berkolaborasi untuk bersama-sama mengelola JDIH secara lengkap dan akurat serta dapat diakses secara cepat dan mudah.

“Dengan penghargaan yang sudah diraih, tugas kita adalah terus mempertahankan bahkan meningkatkan pengelolaan JDIH secara lengkap dan akurat serta dapat diakses secara cepat dan mudah,” ujar Danang.




Berdayakan UMKM Sekolah, Disperindag Sleman Siap Gelar CMFest

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rumah Kreatif Sleman bekerjasama dengan SMA Negeri 1 Cangkringan akan mengadakan kegiatan Creative Millennialpreneurs Festival 3.0 (CM Fest) 2023. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama  4 hari pada tanggal 2-5 Februari 2023, mulai dari pukul s/d WIB bertempat di Atrium Rama, Ground Floor, Sleman City Hall.  Ini merupakan ketiga kalinya CMFest digelar setelah sebelumnya digelar pada tahun 2019 bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Cangkringan, dan pada tahun 2020 bekerja sama dengan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo).

Sekretaris Disperindag Sleman, Tina Hastani menuturkan bahwa Creative Millennialpreneur Festival 3.0 ini dilaksanakan bersamaan dengan memperingati hari ulang tahun SMAN 1 Cangkringan ke-25 dan mengangkat tema ”SemangArt!”.

“Tagline ”SemangArt!” diambil untuk menyampaikan pesan kepada pelaku IKM dan generasi muda untuk terus bersemangat berkarya dengan mengembangkan produk  bernilai seni dan budaya,” ujar Tina dalam Jumpa Pers di Pendopo Parasamya Sekda Sleman, Senin (30/1/2023).

Tina menuturkan, festival yang akan diikuti oleh 24 kelompok wirausaha siswa SMAN 1 Cangkringan dan 40 IKM anggota Rumah Kreatif Sleman (RKS) ini dilakukan bertujuan untuk memfasilitasi akses pasar secara langsung kepada IKM Kabupaten Sleman dalam rangka pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha bagi generasi muda khususnya siswa SMA di Kabupaten Sleman

“Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan wawasan setiap peserta dan pengunjun tentang kewirausahaan yang berbasis teknologi informasi dan digitalisasi,” ungkap Tina.

Untuk itu, Tina mengajak kepada seluruh warga Sleman mendukung dan mensukseskan acara ini yang diadakan juga untuk mendukung program Borong bareng produk IKM Sleman dan menguatkan para generasi muda mengembangkan wirausaha kreatif.

Sementara itu, Kepala SMA N 1 Cangkringan, Warsun Latif berharap kegiatan ini dapat mengembangkan kapasitas dan kreativitas para siswanya dalam berkarya dan berwirausaha, karena SMA N 1 Cangkringan berfokus untuk meningkatkan minat dan bakat para siswanya, termasuk salah satunya mengembangkan usaha dan wirausaha.

“Nantinya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal para siswa setelah lulus, menjadi salah satu pilihan jika tidak berkuliah, bisa berwirausaha,” tutupnya.




Turunkan Angka Pengangguran, Pemkab Sleman Kembali Resmikan Hasil Padat Karya

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja kembali meresmikan hasil padat karya tahun 2022 pada Senin (30/1/2023). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dengan menandatangani prasasti di tiga lokasi yakni di Dusun Watulangkah, Dusun Rewulu Wetan, dan Kalurahan Sidokarto.

Bupati Kustini, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh warga yang kini bisa menikmati hasil kegiatan padat karya. Menurut Bupati, program tersebut tak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun juga menambah pendapatan serta mengurangi kemiskinan. Kegiatan padat karya merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat kalurahan.

“Melalui pemberdayaan ini semoga bisa sekaligus menyelesaikan permasalahan lain seperti ketersediaan akses jalan yang memadai, sarana irigasi, ketersediaan air bersih dan sanitasi dan lain sebagainya,” kata Kustini.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih menyampaikan, hasil kegiatan padat karya tahun 2022 disalurkan di 77 lokasi. Pada masing-masing lokasi tersebut, dikerjakan oleh 52 orang, sehingga Sutiasih menyatakan sebanyak orang telah terlibat dalam pengerjaanya. Sutiasih menambahkan bahwa dalam program padat karya ini Kabupaten Sleman menerapkan cara yang berbeda dari daerah lain.

“Untuk Sleman teknisnya kami hibahkan kepada LPMK di Kalurahan, sehingga mereka bisa memberdayakan toko-toko yang ada di sekitar kalurahan. Teknisnya tidak kami lelangkan, karena dari pengalaman kemarin ternyata hasilnya kurang memuaskan,” kata Sutiasih.

Sutiasih juga mejelaskan, dampak positif dari hasil padat karya 2022 berhasil menurunkan angka pengangguran. Berdasarkan data BPS, penurunan angka pengangguran tercatat 0,08 persen. Sehingga ia pun berharap, data tersebut dapat terus menurun pada tahun 2023.

Apresiasi terhadap program padat karya disampaikan oleh perwakilan warga, Dwi Hartana, Dukuh Rewulu Wetan. Hartana mengaku senang karena bisa merasakan dampak hasil padat karya 2022. Akses jalan yang sebelumnya berupa tanah, kini telah diperbaiki dan mempermudah mobilitas masyarakat setempat.

“Secara dampak kegunaan sudah bisa kami rasakan. Yang selama ini jalannya tanah becek sekarang sudah tidak lagi. Dampak secara kemajuan ini juga dirasakan oleh para petani. Selain itu ada taludnya juga, sehingga aliran irigasi menjadi lebih lancar, keamanan dari jalan tersebut juga lebih terjaga,” jelasnya. (Humas Sleman)