Hadiri HUT SD Negeri Deresan, Wabup Harap Sekolah di Sleman Dapat Cetak Generasi Unggul

Sleman – SD Negeri Deresan yang berada di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menggelar acara peringatan HUT ke-60 pada Senin (16/1/2023). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Sekolah SD Negeri Deresan, Nanik Suprihatin, mengatakan peringatan HUT ke-60 SD Negeri Deresan ini baru pertama kali dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini telah berdiri sejak 1963 lalu. Awalnya, kata Nanik, SD Negeri Deresan ini terdiri dari dua SD yang kemudian dijadikan satu.

“Dulu awalnya disini ada SD Tunggal Jiwo 1 dan Tunggal Jiwo 2. Lalu seiring berjalannya waktu menjadi SD Deresan 1 dan SD Deresan 2. Baru di tahun 2003 menjadi SD Negeri Deresan,” ujarnya.

“Seperti nama di awal berdirinya, yakni SD Tunggal Jiwo, saya berharap mari kita satukan jiwa kita untuk membersamai anak-anak untuk meraih prestasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wabup Sleman, Danang Maharsa berharap, di usianya yang ke-60 ini SD Negeri Deresan dapat terus mengembangkan kegiatan pembelajarannya agar dapat mencetak generasi unggul di masa depan.

“Saya percaya alumni dari SD Negeri Deresan ini telah banyak yang sukses. Tapi bagaimana pun yang namanya SD pasti akan terus teringat, pasti terkenang,” kata Danang.

Menurutnya peringatan HUT ini merupakan momentum yang baik sebagai refleksi diri dalam memaknai perjalanan SD Negeri Deresan selama 60 tahun ini. Dengan begitu diharapkan SD Negeri Deresan akan lebih semangat lagi untuk meningkatkan prestasi murid-muridnya.

“Ini tadi saya juga melihat hasil kreasi anak-anak, pentas seni. Ini menunjukkan kualitas pendidikan di SD Negeri Deresan ini terus terjaga,” ucapnya. (Humas Sleman)




Pentingnya Keaktifan Pengurus RT dan RW Dalam Mengayomi Masyarakat

Sleman – Pengurus RT dan RW memiliki peran penting dalam bermasyarakat karena bersinggungan langsung dengan warga.  Sehingga, pengurus RT dan RW diharapkan lebih memperhatikan dinamika masyarakat.

Hal tersebut yang ditekankan oleh Zamzuri Latif, Dukuh Nasri III saat dalam Rapat Koordinasi RT dan RW se-Padukuhan Nasri III yang diselenggarakan di Pendapa Jetis Nasri III, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman, Sabtu (14/1/2023).

“Bila ada warga yang sakit atau kurang mampu kita bicarakan solusi agar mereka dapat hidup layak.  Data warga miskin seperti janda sepuh yang sudah disepakati nantinya kita ajukan untuk mendapatkan bantuan,” ujar Zamzuri.    

Zamzuri menuturkan bahwa dalam administrasi kependudukan, baik karena menikah, warga meninggal, atau kelahiran, maka warga diharapkan segera mengurus akta kelahiran atau akta kematian, karena akan perubahan dalam kartu keluarga (KK). 

“Warga harus mengurus akta kelahiran putra-putrinya untuk keberlangsungan hidup dan pendidikannya,” lanjut Latif. 

Terkait kegiatan keamanan lingkungan (Kamling), Latif mengapresiasi Kamling Jagabaya RW 07 yang tetap eksis.  Ia meminta Kamling RW 6 dan RW 8 diaktifkan kembali.  Hal itu untuk menjaga keamanan ketertiban serta ketenangan warga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Zamzuri Latif juga menyampaikan informasi adanya lowongan Jagabaya Kalurahan Sumbersari dan akan disosialisasikan pada bulan Februari. 

Terkait tahun politik 2024, suhu politik mulai terasa sehingga diharapkan warga tetap rukun dan damai meski beda pendapat atau  beda pilihan. “Yang tak kalah penting, perlunya dipersiapkan tenaga-tenaga muda nantinya menjadi panitia pemilihan,” tegas Latif. 

Koordinasi diakhiri dengan pemberian Kalender 2023 yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.  (Edy – KIM Sumberbiwara Moyudan)




Sanggar Tari Larassati Gelar Ujian Tari

Moyudan – Bertempat di Garden lantai 1 Sleman City Hall, Sanggar Tari Larassanti, Moyudan Sleman melaksanakan ujian tari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (15/1/2023). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya, orang tua penari, pengurus sanggar dan penonton yang lain. Tari yang diujikan yaitu untuk kelas anak tari Pitik Walik sedangkan untuk kelas dewasa tari Mangastuti.

Wusanti, Kepala Sanggar Tari Larassanti dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ujian merupakan kegiatan rutin di setiap akhir materi pembelajaran. Unsur yang dinilai dalam ujian adalah wiraga,wirama dan wirasa. Wiraga adalah keterampilan dasar gerak tari, wirama yaitu ketepatan gerak dengan irama sedangkan wirasa yaitu kemapunan mengekpresikan tari.

“Mohon kalian sungguh-sungguh dan serius dalam mengikuti ujuan,” tutur Wusanti.

Harda Kiswaya Sekda Sleman atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi  dilaksanakanya ujian tari bagi sanggar tari Larasanti. Beliau juga berharap agar tetap berkreasi untuk melestarikan budaya, untuk menciptakan talenta-talenta di bidang seni.

Selain ujian tari juga ditampilkan penampilan lagi oleh Theona Widya Paramita, dance, senam pelajar Pancasila dan resmob senam Sleman bangkit. (Sugiyanto/ KIM Sumber Biwara Moyudan )




Kemenag Sleman Gelar Peringatan HAB ke-77

Sleman – Perhelatan puncak Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-77 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dengan tema Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat di Kabupate Sleman dimeriahkan dengan Jalan Sehat Kerukunan dan Deklarasi Kerukunan Umat berlangsung Sabtu (14/01/2023) di Dewi Pule Desa Wisata Pulesari kapanewon Turi Kabupaten Sleman. Kegiatan diikuti seluruh guru dan pegawai pada satuan kerja madrasah dan Kantor Urusan Agama di Kemenag Kabupaten Sleman.

Puncak acara dihadiri Sidik Pramono, Kepala Kantor Kemenag Sleman beserta jajarannya, Mustadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pemda Sleman Pimpinan Bank Mitra, Ketua Baznas Kabupaten Sleman, para tokoh agama, ormas dan tamu undangan lainnya.

Sidik Pramono menegaskan bahwa acara puncak HAB Ke-77 dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia.

“Kegiatan HAB dibuka oleh Menag Jumat sore (24/12/2022) dengan senam bersama dan ditutup hari ini Sabtu (14/01/2023) dengan Jalan Kerukunan secara serempak di Kementerian Agama di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh agama menggaungkan Deklarasi Kerukunan Umat Pemuka Lintas Agama sekaligus penandatangan deklarasi. Selain itu, dilakukan pula penyerahan Bantuan Sosial yang diselenggarakan oleh Darma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sleman di bawah komando Sri Wulandari Sidik Pramono.  Bantuan 100 paket sembako diserahkan kepada warga kurang mampu yang tinggal di sekitar wilayah Kapanewon Turi.

Kemenag Sleman juga mengundang Juara 1 ajang bergengsi Keluarga Sakinah Teladan tingkat DIY, yakni pasangan Suwanto dan Kusmiyati  yang berdomisili di Desa Garongan Wonokerto Turi Sleman. Keduanya akan maju ke tingkat nasional mewakili DIY. Selain itu ada juga penanaman 77 batang pohon dilakukan di sepanjang jalan yang dilalui saat jalan sehat.

“Penanaman pohon sebagai wujud kepedulian Kemenag dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, serta investasi udara bersih dan oksigen,” tandas Sidik.

Kemenag juga mengundang 7 pasang pengantin yang ikut serta dalam penanaman pohon, pelepasan burung dan pelepasan benih ikan di sungai yang berada di belakang arena acara.

Turut memeriahkan acara, Paduan Suara DWP Kemenag Sleman, Flash mob Kelompok Kerja Guru (KKG) RA se-Kabupaten Sleman, Bazar UMKM Sleman, dan door prize menarik dengan 3 hadiah utama berupa sepeda gunung, kulkas dan almari 3 pintu. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bupati Sleman Harap PMI Dapat Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka sekaligus memberikan arahan dalam acara Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Sabtu (14/1) di Ballroom Hotel The Rich Jogja. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta dan Wakil Ketua PMI DIY, Irjen Pol (Purn) R.M Haka Astana M. Widya.

Dalam sambutannya, Kustini berharap dengan adanya Musyawarah Kerja ini dapat mengoptimalkan kinerja organisasi, peningkatan kemampuan personel dan upaya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

“Berkaitan dengan program kerja yang akan  direncanakan, saya berharap agar program kerja PMI Cabang Sleman semakin berorientasi pada peningkatan pelayanan pada masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini mengharapkan program kerja PMI kedepannya dapat bersinergi dengan program Pemkab Sleman dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum, mendukung percepatan penurunan stunting serta sosialisasi kepada masyarakat terkait budaya dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sleman, Sunartono menjelaskan bahwa Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Sleman bertujuan untuk mengevaluasi kinerja setahun kebelakang yakni tahun 2022 sekaligus menyusun rencana program 2023 yang selanjutnya akan diterjemahkan dalam rapat kerja untuk tahun 2023.

“Kami mengharap dukungan dan sinergi dengan pemkab sleman untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyaraka,” ujar Sunartono

Lebih lanjut, Sunartono menjelaskan bahwa PMI Sleman kedepan dituntut semakin komplek dan lebih spesifik dalam melayani masyarakat. Oleh karenanya dengan sinergi dan kerjasama dengan Pemkab Sleman diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan standar PMI Kabupaten Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Humas Sleman)