DPPP Kabupaten Sleman Akan Gelar Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Produk Padukuhan Blendung

Moyudan – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman melaksanakan program Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Produk kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Maju Sumbersari. Sosialisasi mengenai kegiatan tersebut diadakan di Padukuhan Blendung, Kapanewon Moyudan pada Selasa (10/1/2023) oleh Hesti Rah Sitomurni dari Seksi Bina Usaha Bidang TP DPPP Kabupaten Sleman kepada 25 anggota KWT Sari Maju. Sosialisasi juga dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Sleman, Muhammad Zuhdan, Lurah Sumbersar Sukadi, dan Petugas Penyuluh Lapangan Sumbersari Naryanto.

Pada paparannya Hesti mengatakan bahwa pelatihan akan diadakan selama 3 hari yaitu tanggal 20-23  Februari 2023. Adapun pelatihan ini meliputi pengolahan bahan-bahan makanan dan cara memasarkannya.

“Bahan-bahan baku untuk membuat produk makanan harus yang mudah didapat disini, bukan yang langka. Dan produk makanan yang kita buat hendaknya yang  kemedol sehingga mudah laku,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan teknik pelatihan yang akan dijalankan peserta yang terbagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing mendapatkan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. Adapun bahan yang telah disepakati bersama untuk praktik adalah beras, beras ketan, ketela, ubi jalar, pisang, dan talas.

Sementara itu Muhammad Zuhdan dalam sambutannya mengatakan siap  membantu program kegiatan pelatihan tersebut sebagai mitra kerja dari DPPP kabupaten Sleman. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bupati Sleman Dukung Percepatan Pembangunan Kalurahan Lewat Padat Karya

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan hasil padat karya di dusun Kragilan, Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Selasa (10/1/2022). Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih, Panewu Godean Ikhsan Waluyo, dan jajaran Forkopimda Sleman. Bupati Kustini meresmikan hasil padat karya secara simbolis dengan pemotongan pita.

Hari Priyanto, selaku perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Sidoluhur melaporkan,  alokasi APBD untuk kegiatan padat karya disambut baik oleh masyarakat. Hal ini menjadi semangat masyarakat untuk bangkit usai terpuruk karena wabah Covid-19.

Meskipun proses pengerjaan sempat terkendala oleh musim hujan, namun pihaknya mengaku bersyukur karena hasil padat karya bisa diselesaikan tepat waktu.

Hari melanjutkan, kegiatan padat karya di dusun kragilan menghasilkan jalan cor blok sepanjang 310 meter persegi. Cor blok yang berlokasi di RW 31 dan RW 32 tersebut, dalam proses pengerjaannya dilakukan oleh 52 pekerja sejak 28 Oktober 2022 hingga 23 November 2022.

“Dengan program padat karya memberikan dampak baik pada masyarakat, di antaranya meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur masyarakat, menumbuhkan swadaya dan menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat untuk meningkatkan produktivitas,” kata Hari.

Sementara itu, lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Menurutnya program ini tak hanya memberikan dampak baik kepada masyarakat namun juga mempermudah akses masyarakat Kragilan dan sekitarnya.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Dinas Tenaga Kerja dan Bupati Sleman, yang sudah memberikan kemudahan kepada kami. Insya Allah segala usaha yang sudah dilakukan akan dihitung sebagai amal kebaikan,” ucap Hernawan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kustini menyampaikan bahwa kegiatan padat karya bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal, serta bertujuan untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati berharap, pelaksanaan pembangunan di kalurahan dapat dilakukan dengan lebih cepat, sehingga dapat segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada, terutama yang terkait dengan infrastruktur, kemiskinan dan pengangguran.

“Saya berharap program padat karya ini juga akan menumbuhkan rasa handarbeni masyarakat Sidoluhur terhadap keberadaan fasilitas umum di lingkungannya. Karena berbagai fasilitas umum tersebut dibangun dengan partisipasi masyarakat setempat,” kata Bupati.




Pemkab Sleman Anggarkan 7 Milyar Untuk Lansia Pada Tahun 2023

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, membuka acara diskusi stakeholder dan diseminasi studi komparatif perawatan lanjut usia (lansia), Selasa (10/1/2022), di University Club, Universitas Gajah Mada, Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama SurveyMETER, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta dan University of Southampton, United Kingdom.

Kustini dalam sambutannya menyambut baik serta mengapresiasi acara tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi para stakeholder yang nantinya berguna untuk penetapan kebijakan perawatan penduduk lansia.

“Terlebih informasi yang disampaikan pada kesempatan ini merupakan hasil dari penelitian, sehingga tentunya informasi yang disampaikan bersifat komprehensif yang berdasar pada kondisi real di lapangan,” ujarnya.

Agar lansia dapat beraktivitas dan menjalani kehidupan dengan baik, Pemkab Sleman juga telah menetapkan sejumlah kebijakan. Menurutnya pada tahun 2023 ini Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran untuk lansia di Kabupaten Sleman sebesar 7 milyar rupiah, diantaranya untuk bantuan pangan dan sandang bagi lansia.

Sedangkan dalam hal pelayanan publik, Pemkab Sleman memiliki inovasi layanan sosial berupa Layanan Antar Rumah atau N(G)ANTAR PAIMAH, yakni Program pelayanan sosial yang memudahkan warga terlantar, lansia dan difabel yang terkendala transportasi dalam mengakses layanan publik.

Selain itu, dalam hal bantuan sosial, Pemkab Sleman menyalurkan sejumlah bantuan bagi penduduk lansia terlantar berdasarkan Keputusan Bupati Sleman tentang Penerima Bantuan Sosial Berupa Uang Kebutuhan Dasar Sandang dan Pangan berupa Uang Jaminan Sosial Bagi Lanjut Usia Terlantar pada Dinas Sosial TA 2022.

“Kami juga memastikan agar penduduk lansia di Kabupaten Sleman dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan. Untuk itu pada tahun 2023 ini Pemkab Sleman telah mengalokasikan anggaran pelayanan kesehatan bagi lansia sebesar . Kami targetkan agar pelayanan kesehatan lanjut usia dapat mencapai 100 persen,” jelasnya.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Sleman sebagai Rumah Bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Untuk itu kami berupaya mencapai visi tersebut diantaranya melalui pemenuhan fasilitas dan pelayanan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Prof. Dr drg. Yvonne Suzy Handajani, MKM, dari Pusat Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta menjelaskan acara ini merupakan diseminasi Studi Komparatif Perawatan Lanjut Usia dan peluncuran Policy Brief bertajuk “Jaringan Perawatan Lansia di Indonesia: Temuan dan Rekomendasi”.

Dijelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memahami siapa yang terlibat dalam perawatan lansia, apa preferensi dan kebutuhan lansia, dan bagaimana keluarga lansia dapat didukung oleh layanan kesehatan, lembaga pemerintah, dan non-pemerintah.

“Studi komparatif berbentuk penelitian etnografi ini dilakukan di lima lokasi di Indonesia (DKI Jakarta, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur),” terangnya. (Humas Sleman)




Evaluasi Kegiatan, JPSM Moyudan Gelar Pertemuan Tahunan

Moyudan – Dengan difasilitasi Pemerintah Kapanewon Moyudan, Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Moyudan mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi kegiatan pada tahun 2022 dan membuat rencana program ditahun 2023.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa (9/1/2023) di Kantor Kapanewon Moyudan ini dihadiri oleh Panewu Moyudan, Kawat Ekonomi Moyudan, Penyuluh Regional KLHK, dan anggota JPSM Moyudan.

Panewu Moyudan Harsowarsono dalam sambutanya menyampaikan pertemuan yang pertama di tahun 2023 ini bisa dijadikan sebagai evaluasi kegiatan tahun lalu dan merencanakan program di tahun 2023. Lebih lanjut Harsawarsono menuturkan bahwa ditahun 2023 telah dianggarkan lewat DPA pertemuan JPSM  sebanyak lima kali. Ia berharap fokus kegiatan yang dilaksanakan benar-benar efektif.

Selanjutnya Darmo sebagai penyuluh regional dari KLHK memaparkan perubahan iklim dunia karena adanya gas metan sehingga lapisan ozon menjadi terbuka akhirnya menimbulkan pemanasan global.

“Proklim terbagi menjadi tiga kriteria yaitu Sadar lingkungan, ramah lingkungan dan berbudaya lingkungan. Ramah lingkungan harus memiliki 3 unsur yaitu komunitas, RTH dan pengelolaan sampah. Sadar lingkungan dari tiga unsur tadi ditambah konserfasi air, sedangkan berbudaya lingkungan  ditambah satu unsur lagi yaitu energi terbarukan,” ujar Darmo. (Sugiyanto/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bentuk Kepengurusan, DMI Sukoharjo Gelar Mukeran

Sleman – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ranting Kalurahan Sukoharjo menggelar Musyawarah Kerja Ranting di Aula Kalurahan Sukoharho, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Minggu (8/1/2023). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembentukan pengurusn DMI Ranting Sukoharjo dan terpilih sebagai ketua adalah Ari Sujarwo.

Hadi Subronto, Lurah Sukoharjo menyambut baik adanya Muskeran DMI ini. “Artinya, Sukoharjo ada tambahan lembaga keagamaan yang baru yaitu Dewan Masjid Indonesia. Dengan terbentuknya DMI ini diharapkan dapat meningkatkan peran masjid dan musala dalam pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat dan jamaah,” ujar Hadi.

Ia mengatakan bahwa pemerintah kalurahan menyambut baik dan mendukung terbentuknya DMI Sukoharjo ini.

“Pihak Pemerintah Kalurahan Sukoharjo melalui Kamituo atau Kesra bisa merencanakan kegiatan bersama untuk kemajuan Masjid dan Musholla se Sukoharjo,” ungkap Hadi.

Sementara itu Ketua DMI Cabang Kapanewon Ngaglik Sukamta menjelaskan bahwa DMI sendiri mulai terbentuk pada 22 Juni 1972 sehingga sudah berumur 51 tahun. Sekarang, DMI terus dikembangkan di mana sesuai dengan AD dan ART nya, DMI harus dibentuk sampai garda depan yaitu tingkat Ranting Kalurahan.

Sukamta juga menyampaikan bahwa DMI memiliki azas Pancasila dan sifat kegiatan Independen, netral tidak berpihak manapun.

“Tujuan utamanya memberdayakan masjid dan musholla yang dasarnya adalah Al Qur’an Surat At Taubah ayat 18,” ungkap Sukamta lagi. (Srp/KIM Ngaglik)