Pemkab Sleman Canangkan 6 Kalurahan Bersih Dari Narkoba

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mencanangkan 6 Kalurahan sebagai Kalurahan Bersih Dari Narkoba (BERSINAR). Pencanangan tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman bertempat di Pendopo Parasamya, Kamis (5/1/2022).

Pencanangan Kalurahan BERSINAR ini juga disertai dengan deklarasi yang dipimpin oleh BNNK Sleman sebagai komitmen Kalurahan bersih dari narkoba. Kalurahan yang dicanangkan adalah  Maguwoharjo dan Caturtunggal dari Kapanewon Depok, Sariharjo dan Sinduharjo dari Kapanewon Ngaglik, Sinduadi dari Kapanewon Mlati, dan Kalurahan Tridadi dari Kapanewon Sleman.

Kepala BNNP DIY dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Umum BNNP DIY, Setiya Pranata menyampaikan bahwa pencanangan Kalurahan BERSINAR ini merupakan salah satu sinergi BNN dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) khususnya di wilayah Sleman.

Dalam sambutan tertulisnya, Kepala BNNP DIY, Susanto menjelaskan pentingnya upaya P4GN hingga tingkat desa ini dikarenakan kondisi peredaran narkotika di indonesia sangat masif dan terorganisir. Dia menyebut peredaran narkotika tidak hanya menyasar remaja dan dewasa, tetaoi juga merambah kepada anak-anak dengan berbagai modus.

Berdasarkan hal tersebut, Susanto mengajak seluruh pihak untuk ikut andil dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan dukungannya terhadap seluruh upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkotika di Sleman.

Lebih lanjut, Kustini menjelaskan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan berbagai upaya bersifat pre-emtif, preventif, kuratif dan rehabilitasi. Namun demikian, Kustini menyebut Pemerintah tidak tidak mungkin bekerja sendiri dalam melakukan hal tersebut dan sangat memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari Kalurahan.

“Untuk mengantisipasi merebaknya penyalahgunaan narkoba diwilayah kita, maka seluruh pemangku kepentingan yang ada diwilayah tersebut dituntut untuk memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi. Waspadai setiap ada hal-hal yang tidak biasa. Dengan langkah tersebut maka kita semakin mempersempit ruang gerak dan kesempatan penyalahgunaan narkotika diwilayah ini,” ujar Kustini.

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga berharap dengan dibentuknya Kalurahan Bersinar, masyarakat dapat proaktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, karena penyalahgunaan dapat dicegah salah satunya lewat kesadaran masyarakat.

Selain itu, dalam kegiatan pencanangan Bersinar ini juga dilakukan pnandatanganan deklarasi yang dilakukan oleh Kepala BNNK Sleman, Bupati Sleman, Panewu, dan Lurah, sebagai bentuk komitmen dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah Sleman.




Resto Kopi Lali, Tempat Makan dengan Konsep ‘Makan Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya’

Sleman – Menjamurnya usaha kuliner di Yogyakarta membuat calon pemilik usaha harus memiliki inovasi dan keunikan yang harus ditawarkan untuk menarik konsumen. Tak terkecuali yang dilakukan oleh Sri Fathonah, pemilik Resto Kopi Lali. Ia menerapkan konsep di mana pelanggan bisa menikmati semua jenis hidangan hanya dengan membayar seikhlasnya.

“Semua jenis hidangan dapat dinikmati hanya dengan membayar seikhlasnya,” ujar Sri Fathonah saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (3/1/2023).

Kopi Lali Resto sendiri adalah sebuah restaurant yang berada di Lereng Gunung Merapi, tepatnya di Pulowatu, Beneran, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY. Restoran ini dibangun di atas tanah seluas 1500 m2 di tengah ratusan pohon salak yang mengitari bangunan utamanya.

Sri Fathonah menuturkan, rumah makan ini merupakan usaha keluarga  yang mulai beroperasi sejak tanggal 16 Juli 2020, ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

“Mengingat situasi pandemi banyak warga masyarakat kehilang pekerjaan, mencari penghasilan juga susah maka terlahirlah konsep berbagi makan sepuasnya dengan membayar seiklasnya. Malah kalau memang tidak ada uang, tidak membayar juga tidak apa-apa. Semua yang datang akan dilayani dengan ikhlas,” tutur Sri Fathonah.

Ia mengakui bahwa dengan konsep yang diusung tersebut, usahanya dapat berkembang dengan pesat meskipun di awal mengalami berbagai hambatan.

“Awal-awal mulai usaha dengan konsep berbagi ya boleh dikatakan merugi tetapi dengan keikhlasan dan istiqomah usaha ada sampai saat ini. Dalam berjalannya waktu resto tetap buka malah makin berkembang,” kata Sri.

Sri menambahkan bahwa dirinya mengelola usaha tempat makannya bersama kerabatnya, Sujarwo yang memang memiliki keahlian memasak dengan pilihan menu yang beragam, seperti oseng salak, oseng keong sawah, oseng terong, ayam kecombrang, dan lainnya.

“Yang bikin ketagihan adalah nasi rempah gurih dengan rasa rempah yang kerasa, tetapi tetap juga disediakan nasi putih biasa tergantung selera konsumen,” tukas Sri.

Selain itu, juga pilihan makanan ringan yang dikombinasikan dengan salak, sehingga menambah keunikan yang ditawarkan.

“Mungkin di restoran lain ada mendoan tempe goreng, pisang goreng namun di lalu kopi ada salak goreng seperti pisang goreng namun isiannya buah salak rasanya gurih manis ada aroma wangi yang ngangeni,” terang Sri.

Sementara untuk minuman, tersedia berbagai macam pilihan seperti kopi rempah, serta jenis kopi lainnya.

Hal unik lain yang ditawarkan Kopi Lali Resto adalah tidak adanya kasir karena konsep pembayaran yang dilakukan seikhlasnya. Pelanggan dapat memasukkan uang untuk membayar pesanan di kotak yang telah disediakan. Selain itu, restoran ini juga tidak memiliki pramusaji.

“Bila menginginkan makan akan dilayani dibawa sendiri di meja makan yang dipilih. Ketika selesai makan pelanggan wajib mengumpulkan peralatan makan piring, gelas, sedok ditaruh pada tempat yang sudah disediakan,” pungkas Sri Fathonah. (Kusnadi/KIM Berbah)




Joglo Lama Kalurahan Condongcatur Dipindah ke Green Kayen

Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengawali tahun 2023 dengan memulai pemindahan joglo lama untuk dibangun kembali joglo kalurahan baru. Kegiatan tersebut ditandai dengan seremonial doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pada Rabu (4/1/2023).

Dalam sambutannya Reno menyampaikan bahwa pembangunan pendopo baru Kalurahan Condongcatur sudah direncanakan sejak tahun 2022, tetapi karena waktu dan banyaknya kegiatan sehingga baru dapat dimulai awal tahun 2023 ini.

“Joglo lama yang akan di pindah di Green Kayen ini mempunyai sejarah panjang di mana pendopo lama ini merupakan saksi sejarah Pamong Kalurahan Condongcatur di dalam pengabdiannya,” imbuh Reno.

Sementara Panewu Depok, Wawan Widiantoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Kalurahan Condongcatur yang terus berbenah dan terus berkembang.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama pamongnya selalu bersifat terbuka dan dinamis yang merupakan  modal ‘ngrampungke permasalahan permasalahan yang ada dengan bijak’. Terbuka dan dinamis, pamong kalurahan selalu mengikuti perkembangan zaman dengan cepat untuk masa depan Condongcatur yang lebih maju,” ujar Wawan. (Wasana/KIM Depok)




Peringati HUT yang ke-25, Kelompok Ternak Sedyo Mulyo Gelar Upacara Gumbrengan

Sleman – Memperingati HUT yang ke 25, Kelompok Kandang Ternak Sapi Sedyo Mulyo Jragung mengadakan upacara adat Gumbregan di Kandang kelompok Sedyo Mulyo jragung, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY pada hari Sabtu (31/12/2022). Upacara Gumbregan dihadiri dukuh Jragung, owner omah dahar mbah Wanto, sesepuh , pengurus , anggota kelompok kandang  ternak sapi Sedyo Mulyo berserta keluarga.

Supriyanto, Ketua Kelompok Ternak Sapi Sedyo Mulyo mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya membangun dan memelihara kelompok hingga saat memiliki anggota 50 orang dengan  kepemilikan sapi sejumlah 94 ekor.

“Semoga jalinan kerjasama kelompok ini akan terus terjaga harapannya kelompok ternak Sedyo Mulyo semakin berkembang,” ujar Supriyanto.

Sedangkankan Tikno, Dukuh Jragung mengucapkan selamat karena kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo sudah melewati waktu 25 tahun. 

“Semoga dengan diadakannya upacara sesaji gumbregan  sapi dan yang memeliharanya sehat dan sejahtera, terhindar dari penyakit dan marabahaya,” harap Tikno.

Menurut sesepuh kelompok ternak sapi Sedyo Mulyo, Sutedjo upacara adat Gumbregan adalah suatu bentuk upacara adat yang dilakukan oleh pemilik ternak dengan maksud menyampaikan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas kesejahteraan yang diberikan, dalam wujud hewan hewan piaraan yang sehat tanpa aral yang berarti sehingga memberikan kesejahteraan kepada pemiliknya. Dengan harapan semoga kedepannya hewan hewan ternak lebih baik dan berkembang.

“Perlengkapan upacara adat Gumbregan ada beberapa macam yang merupakan simbul ucapan rasa syukur, yang utama adalah sego tumpeng nasi putih berbentuk kerucut dikitari gudangan dan lauk pauk juga pisang sanggan melambangkan satu tujuan doa dan harapan. Selain itu juga ada ingkung ayam tilamsari, sambel gepeng, kembang setaman dan bokor wadah air suci,” jelas Sutejo.

“Semua perlengkapan ini setelah didoakan oleh pemimpin agama nantinya akan dimakan bersama sama oleh para peternak sebagai bentuk kebersamaan,” tutup Sutejo. (Kusnadi/KIM Berbah)




Barata Ke-37 Resmi Ditutup, Sangga MAN 1 Sleman Juara Umum, Pangkalan Sidokarto Raih Tunggul

Sleman – Kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (Barata) Ke-37 Kwarcab Sleman resmi ditutup pada hari Minggu (1/1/2023) pagi, bertempat di lapangan Pemda Sleman. Kegiatan kepramukaan yang diikuti oleh

pelajar SMK/SMA/MA se-Kabupaten Sleman ini ditutup oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Danang berharap Barata Ke-37 ini dapat menjadi bekal bagi para generasi muda untuk berkontribusi positif dan berperan aktif dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan. Diharapkan pula dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak generasi muda yang terinsipirasi untuk  memberi dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan.

“Jika adik adik mengetahui potensi diri dan fokus pada pengembangannya sejak dini maka saya yakin adik adik semua dapat menjadi insan yang berprestasi dan sukses,” kata Danang.

Dalam acara tersebut juga diserahkan sejumlah trophy penghargaan bagi kelompok yang berprestasi dalam kegiatan Barata Ke-37 ini. Pangkalan MAN 1 Sleman keluar sebagai Juara Umum pada Barata Ke-37 Kwarcab Pramuka Sleman dengan poin 13,4. Sedangkan sangga Sidokarto meraih Tunggul pada kegiatan ini dengan total poin 300.

“Saya ucapkan selamat kepada para penerima trophy kejuaraan, semoga kemenangan ini menjadi semangat dan motivasi di masa yang akan datang,” kata Danang.

Sebelumnya, kegiatan Barata Ke-37 dibuka pada Rabu (28/12/2022) oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, di Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan yang mengusung tema Boyong Kaprajan ini dilaksanakan pada hari Rabu sampai dengan Minggu, tanggal 28 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023, dan diikuti oleh 501 orang peserta pramuka penegak se-Kabupaten Sleman