258 anggota PPS se-Kabupaten Sleman Resmi Dilantik

Sleman – Sebanyak 258 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 86 Kalurahan di Kabupaten Sleman dilantik pada Selasa (24/1/2023) pukul WIB, bertempat di Sheraton Mustika Yogyakarta,

Didampingi oleh Rohaniwan, anggota PPS secara khidmat mengucapkan sumpah janji dengan dipandu Ketua KPU Kabupaten Sleman. Seusai upacara pengucapan sumpah janji, anggota PPS yang dilantik juga menandatangani Pakta Integritas sebagai bagian dari penyelenggara pemilu.

Di temui selepas acara Aswino Wardhana, Kadiv SDM, Parmas dan Sosdiklih KPU Kab. Sleman memastikan bahwa PPS yang dilantik hari dibentuk melalui proses dan mekanisme sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku.

“Secara kelembagaan kami mengucapkan selamat bergabung dan selamat bertugas kepada semua yang dilantik pada hari ini. Siapapun yang hadir disini saya kira adalah pilihan baik dari calon terbaik di Kab. Sleman,” ujar Aswino.

Sementara itu, Syaqia Fikriatul Ulfa, anggota PPS terlantik dari Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik mengungkapkan kegembiraannya usai dirinya menerima SK Pengangkatan PPS.

“Sebagai salah satu pendatang baru dalam dunia penyelenggara pemilu, secara pribadi saya sebenarnya tidak menyangka bisa diterima sebagai anggota PPS. Meski demikian, sesuai sumpah janji dan pakta integritas yang kami tanda tangani hari ini, kami merasa siap dengan sepenuh hati untuk menyukseskan gelaran pemilu 2024,” terang Ulfa.

Menelisik lebih jauh komposisi keanggotaan PPS di Kapanewon Ngaglik sendiri, Achmad Novrizal Hidayat dari Divisi SDM dan Sosialisasi PPK Ngaglik menyebut bahwa 18 orang PPS terlantik dari 6 Kalurahan yang ada, keterwakilan perempuan mencapai 55% dan dari 18 orang tersebut, 50% persen adalah wajah- wajah baru dalam keanggotaan PPS di Kapanewon Ngaglik.

“Semoga hal tersebut menjadi preseden baik bagi proses seleksi penyelenggara pemilu di tingkatan manapun. Setidaknya merujuk komposisi PPS yang di lantik dari Kapanewon Ngaglik, tidak tercermin bias gender ataupun bias senioritas,” tutup Rizal. (DHI/Ngaglik)




Efektifkan Tugas Pengawasan, Panwaslu Gamping Bentuk PKD

Sleman – Guna mengefektifkan tugas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum serentak tahun 2024, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Gamping membentuk Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) yang berlandaskan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022.

Usai menerima berkas pendaftaran dari 18 calon Panwaslu Kelurahan/Desa, maka Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Panwaslu Kelurahan/Desa, Panwaslu Kecamatan Gamping melaksanakan tahapan penelitian berkas administrasi pendaftaran yang berlangsung di Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (24/01/2023) untuk memeriksa keabsahan dan legalitas fisik dokumen persyaratan calon anggota Panwaslu Kelurahan/Desa.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Pokja Pembentukan Panwaslu Kelurahan/Desa, Adnan Iman Nurtjahjo, pihaknya akan melakukan penelitian berkas administrasi selama tiga hari sejak penerimaan berkas dengan memeriksa kelengkapan persyaratan seperti usia minimal 21 tahun dan berdomisili di wilayah Kapanewon Gamping yang ditunjukkan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk, fotokopi ijazah pendidikan terakhir minimal Sekolah Menengah Atas dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, Daftar Riwayat Hidup, mampu secara jasmani yang ditunjukkan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah, termasuk puskesmas, surat izin dari atasan langsung untuk mengikuti seleksi dan bekerja penuh waktu apabila terpilih, serta mengisi formulir berkas administrasi calon anggota Panwaslu Kelurahan/Desa yang dibubuhi materai secukupnya. Adapun pengumuman hasil peserta lulus administrasi calon anggota Panwaslu Kelurahan/Desa akan diumumkan pada tanggal 28 Januari 2023 setelah sehari sebelumnya dilakukan rapat pleno Komisioner Panwaslu Kecamatan Gamping.

“Sesuai dengan Pasal 108 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, Panwaslu Kelurahan/Desa adalah Panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kecamatan untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di tingkat Kelurahan/Desa yang berpedoman kepada prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, professional, akuntabel, efektif, efisien, aksesibilitas, dan afirmasi,” terang Adnan.

Adapun secara detil tugas Panwaslu Kelurahan/Desa yaitu mencegah terjadinya praktik politik uang,  mengawasi netralitas semua pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan tahapan pemilu di wilayah kelurahan/desa, serta melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Walaupun jumlah Panwaslu Kelurahan/Desa hanya satu orang di setiap wilayah Kalurahan, tetapi mereka berkewajiban menjalankan tugas dan wewenangnya secara adil, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara, menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Panwaslu Kecamatan sesuai dengan tahapan Pemilu secara periodik atau berdasarkan kebutuhan, serta menyampaikan temuan atau laporan kepada Panwaslu Kecamatan mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PPS dan KPPS yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di wilayah Kalurahan se-Kapanewon Gamping,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Belajar Adat Istiadat Jawa di Sanggar Anak Wahyu Tirto Wening Tegaltirto

Sleman – Pada dasarnya, usia anak-anak adalah usia bermain. Keberadaan tempat bermain yang aman dan menyenangkan adalah dambaan setiap anak dan menyenangkan bukanlah mesti identik dengan kemewahan. Namun alangkah baiknya bila tempat bermain yang menyenangkan bisa sekaligus memberikan ruang untuk mengekspresikan suasana hati, dan juga bisa sebagai tempat belajar mengenal alam, budaya dan segala pengetahuan yang berguna bagi perkembangan kepribadian anak dimasa mendatang. Kebutuhan itu semua terpenuhi oleh Sanggar Anak Wahyu Tirto Wening  yang berlokasi di kampung Serut, Tegaltito, Berbah, Sleman, Jogjakarta.

Menurut Ketua Pengurus Sanggar, Kusmiyatun, Sanggar anak Wahyu Tirto Wening  menempati area tanah kas Kalurahan Tegaltirto seluas kurang lebih 1000 meter persegi dikelilingi pagar kayu dan bambu.  Memasuki area Sanggar, pengunjung akan disambut dengan pepohonan cukup banyak, bekas ban  yang ditata dan dicat warna-warni. Selain itu ada jugaa alat bermain tempat duduk dari kayu, gazebo, dan aula terbuka. “Dibikin sedemikian rupa selain lebih menyatu dengan alam juga udara bisa mengalir dengan leluasa,” jelas Kusmiyatun saat ditemui di Sanggar Anak Wahyu Tirto Wening, Minggu (22/1/2023).

Ia menambahkan bahwa sebenarnya Sanggar Anak Wahyi Tirto Wening ini sudah berjalan beberapa tahun dan sebelumnya berkegiatan di Kadisono, bergabung dengan kegiatan sosial yang lain. Mengingat sanggar untuk anak itu butuh tempat luas nyaman maka dari pihak kalurahan memberikan tanah kas untuk dipergunakan sebagai tempat kegiatan sanggar di dusun Serut yang resmi dipergunakan tanggal  4 September 2022

“Dengan menempati lokasi yang baru lebih luas lebih nyaman harapannya siswa sanggar akan lebih giat belajar dan perkembangan karakter akan lebih baik,” imbuhnya.

Sedangkan Mardiyanti, Koordinator Kegiatan di Sanggar menyatakan bahwa  siswa yang terdaftar di sanggar Wahyu Tirto Wening sejumlah 80 anak berasal dari Kalurahan Tegaltirto dan sekitarnya. Menurutnya, keberadaan Sanggar anak Wahyu Tirto Wening merupakan bentuk kegelisahan pengurus melihat banyaknya anak-anak lupa dengan adat istiadat budaya Jawa, baik tata krama, unggah-ungguh, dan kesenian tradisi. Kalau tidak ada yang peduli, ditakutkan budaya Jawa adiluhung akan hilang ditelan budaya barat.

“Oleh karena itu program pelatihan pembelajaran lebih di titik beratkan dengan belajar tradisi Jawa  meskipun pembelajaran lain juga tidak dikesampingkan dibuat berimbang,” kata wanita yang biasa disapa Anti ini.

Adapun pertemuan sanggar Wahyu Tirto Wening dilaksanakan seminggu sekali tiap hari Minggu dengan materi pembelajaran yang berbeda di antaranya tari tradisional, tari moderen, melukis, dongeng,  pelajaran bahasa Jawa dan lain-lain. “Dari pengurus akan mengundang tentor yang kopenten dibidangnya,” tambah Anti. (Kusnadi/KIM Berbah)




Jambore Pemuda Tegaltirto Eksplor Potensi Wisata di Berbah

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Sejuta pohon Sedunia, Karang Taruna Tirta Yodha Tegaltirto Berbah mengadakan kegiatan Jambore Pemuda Tegaltirto pada hari Minggu (22/1/2023) di Dusun Serut dan Lembah Bumi Wangi, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Kegiatan yang mengambil tema Pemuda Cinta Lingkungan ini dihadiri langsung oleh Panewu Berbah, Panewu Anom Berbah, Lurah Tegaltirto, Kepala UPTD BP IV Pertanian, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Babinkmtbnas, Karang Taruna Sleman, ketua Karang Taruna Berbah, Anggota DPR  Susilo Nugroho SIP, tokoh masyarakat, serta anggota KarangTaruna Tirta Yodha Tegaltirto sejumlah 120 orang.

Ketua Panitia Jambore Pemuda Tegaltirto, Ahmad Fatwa Falah, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para pemuda terhadap lingkungan, serta meningkatkan peran pemuda dalam karakter kepemimpinan dan tanggungjawab sosial kalurahan Tegaltirto dan sekitarnya.

Juga dikatakan bahwa kegiatan Jambore Pemuda Tegaltirto bisa terselenggara atas kerjasama semua komponen yang mendukung baik dari  pemerintahan kalurahan , Karang Taruna, pengusaha maupun perseorangan

“Semoga kegiatan ini bisa diagendakan  terselenggara secara rutin untuk meningkatkan kesadaran Pemuda cinta lingkungan dan mau bersosialisasi dengan masyarakat,” ungkap Ahmad.

Lurah Tegaltirto, Sarjono memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan Jambore Pemuda Tegaltirto tahun 2023  dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia

“Dengan menanam pohon akan ikut serta mengurangi pencemaran yang ada di bumi karena sebagai masyarakat yang baik kita harus ikut serta menjaga bumi,” ujar Sarjono.

Sementara itu, Panewu Berbah bapak Rohmiyanto, AP merasa bangga dengan kegiatan Jambore Pemuda  Tegaltirto yang diselenggarakan Karang Taruna Yodha karena kerap mengadakan kegiatan yang bermanfaat yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat

“Semoga kegiatan yang baik ini bisa menular menjadi contoh bagi kepemudaan Karang Taruna kalurahan lainnya,” kata Rohmiyanto.

Dalam kesempatan itu, Rohmiyanto juga memberikan sleyer secara simbolis kepada peserta. Selain itu ada juga pemberian bibit pohon secara simbolis dari UPTD BP IV Pertanian.

Fajar Hariyanto, Ketua Karang Taruna Tirto Yodha memaparkan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan peserta berjalan kaki sejauh 5 km menuju Lembah Bumi Wangi, sambil melakukan pengembaraan lintas padukuhan untuk mengeksplorasi potensi yang mungkin bisa dijadikan destinasi wisata.

“Tempat-tempat yang dilalui adalah taman IPAL Tegaltirto, wisata baru exotic, embung Tegaltirto dan terakhir  sebagai finish adalah Lembah bumi Wangi yang mempunyai telaga buatan berada di pinggir sungai Opak serta memiliki jembatan gantung Kalijogo yang membentang di atas sungai Opak. Juga di lembah Bumi Wangi diadakan lomba video kategori vlog dan cerdas cermat tentang wawasan kebangsaan,” terang Fajar.

Masih menurut mas Fajar bahwa di setiap destinasi wisata yang dilalui peserta lomba pengembaraan melakukan kegiatan penanaman pohon penghijauan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Antisipasi Bencana, Warga Rejosari Gotong Royong Tebang Pohon dan Kuras Sumur Resapan

Sleman – Kondisi iklim yang saat ini tidak bisa diprediksi, di mana curah hujan tinggi dan angin kencang dapat menyebabkan  bencana yang merugikan masyarakat. Untuk mengurangi risikonya, dibutuhkan tindakan preventif dengan melakukan berbagai langkah pengurahan risiko ketika terjadi bencana. Hal tersebut yang dilakukan oleh warga Padukuhan Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, yang menggelar Gotong-royong mitigasi bencana dengan melakukan penebangan pohon dan menguras sumur resapan pada Minggu (22/1/2023).

Dukuh Rejosari, Mohammad Dalis Kurniawan menuturkan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk meminimalisir risiko bencana, seperti pengurasan sumur resapan, karena beberapa sumur yang berada di Padukuhan Rejosari sudah penuh dengan tanah.

“Ketika terjadi hujan lebat membuat air hujan tidak terserap ke dalam tanah sehingga menjadikan genangan dan mengganggu kegiatan warga,” ungkap Dalis.

Sedangkan penebangan dan pemangkasan pohon, lanjut Dalis, merupakan kegiatan berkala yang dilakukan warga terutama dilakukan pada area yang berdekatan dengan jalur kabel jaringan listrik PLN. “Harapannya tidak terjadi gangguan pada jaringan listrik,” ujar Dalis.

Dalis mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan secara swadaya gotong royong, di mana hal tersebut adalah inisiatif warga sendiri.  

“Kegiatan ini semua juga bertujuan untuk keamanan dan kenyamanan warga masyarakat sendiri. Sebagai kepala Dukuh Rejosari sangat senang dan mengapresiasi warga masih melestarikan budaya gotong royong demi kebaikan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Waimin, Ketua RW 14 menambahkan, kegiatan gotong-royong  difokuskan pada titik yang paling parah yaitu di RT 01 RW 14 Rejosari, karena di situ terdapat cekungan sehingga ketika hujan air terkumpul di satu titik. Sedangkan sekitarnya merupakan bangunan rumah permanen. 

“Ternyata sumur resapan yang ada kurang memadai kemampuan resapnya, sehingga perlu dilakukan pemasangan pipa paralon 4 dim untuk mengalirkan genangan air,” kata Waimin.

“Semoga dengan pemasangan pipa bisa menyelesaikan masalah genangan air yang sudah bertahun terjadi ketika hujan datang,” pungkas Waimin. (Kusnadi/KIM Berbah)