Cukupi Kebutuhan Sayur dan Buah, KWT Srikandi Mandiri Gejayan Panen Raya Timun Baby

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mandiri Padukuhan Gejayan melakukan Panen buah Timun Baby bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Panewu Depok dan Lurah Condongcatur, Jumat (20/1/2023).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono, didampingi Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Liem Astuti, menyampaikan bahwa Dinas Pertanian Sleman mendapat tugas dari Bupati Sleman untuk mengembangkan budidaya sayuran dan buah-buahan di Kabupaten Sleman karena kebutuhan buah dan sayur di Sleman serta DIY sangat tinggi, dan masih didatangkan dari luar daerah.
“Untuk menanganinya, salah satunya dengan cara mengerakkan KWT yang berada di Sleman untuk bertanam, tidak sekedar di halaman tetapi di tanah-tanah yang lebih luas seperti di tanah pelungguh atau tanah Padukuhan dan sebagainya, agar hasil produksinya lebih meningkat dan dapat menyesuaikan pasar,” ujar Suparmono.
Ia juga mengapresiasi KWT di Kalurahan Condongcatur, di mana ada 18 padukuhan yang KWT-nya aktif, salah satunya KWT Srikandi Mandiri Gejayan ini yang bertanam Timun Baby.
“Kebetulan kebutuhan di Sleman sangat banyak, salah satu titik kumpul penjualan sayuran dan buah buahan di Sleman rata rata saat ini kebutuhan timun 5 ton/per hari, itupun masih kurang. Makanya tahun ini Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman akan menggerakkan lagi KWT-KWT untuk menanam timun baby dan sayuran lainya dengan pendapingan yang intensif agar kebutuhan akan sayuran dan buah-buahan di Kabupaten Sleman lambat laun dapat terpenuhi dari wilayah kabupaten Sleman sendiri,” ungkap Suparmono.
Ia menambahkan bahwa cara utama yang akan dilakukan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman untuk menyukupi kebutuhan buah dan sayur adalah dengan meningkatkan produktivitas (produksi) masyarakat dan nilai uang karena secara makro menurut survei resmi yang baru dirilis angka kemiskinan di DIY tertinggi di Pulau Jawa, sehingga salah satu upaya untuk mengatasinya dengan menggerakkan masyarakat di bawah untuk bergerak di sektor pertanian.
“Karena teknologinya ada, pendampingnya ada, fasilitasi dari dinas terkait ada, tinggal masyarakat mau bergerak didukung kapanewon dan kalurahan. Maka lambat laun kemiskinan akan dapat berkurang seiring tingkat kesejahteraan masyarakat bertambat dengan usaha salah satunya melalui bidang pertanian ini,” imbuh Suparmono lagi.
Sementara itu, Ketua KWT Srikandi Mandiri Gejayan, Retno Setyaning menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dukuh Gejayan atas diberikannya lahan persawahan untuk kegiatan KWT Srikandi Mandiri, sehingga dapat ditanami sekitar 1750 pohon Timun Baby yang dapat dipanen sebanyak 30x panen selama kurang lebih dalam waktu 2 bulan.
“Hari ini adalah panen yang ke 8, diperikirakan sampai panen yang terakhir dapat terkumpul sekitar 4 Ton timun bahkan bisa lebih karena tanahnya sangat subur dengan tingkat keasaman tanah pH 7 sehingga panen dapat optimal,” ujar Retno.
“Untuk penjualan tidak kendala karena disamping dibeli oleh warga masing masing RT di Gejayan dengan memanfaatkan pemasaran via Whatsaap Grub juga di daerah Gejayan banyak terdapat usaha usaha warung makan seperti pecel lele, warung penyetan dsb terakhir dapat menjual dengan harga yang cukup baik Rp. 5000/Kg,” imbuhnya.
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi KWT Srikandi Mandiri Gejayan yang cukup berhasil mengembangkan budidaya tanaman timun baby di Lahan seluas 1300 M2 dengan hasil panen yang banyak.
“Dengan kegiatan ini dapat mengedukasi warga untuk bersama sama bergotogong royong dan memperkenalkan berbagai macam teknik pertanian yang menghasilkan income yang luar biasa sehingga masyarakat dapat menerima manfaatnya secara langsung,” ujar Reno.
Ia menambahkan bahwa di Kalurahan Condongcatur semua Padukuhan Telah memiliki KWT, di mana terakhir yang baru dirintis dan berdiri adalah KWT Dewi Sri Padukuhan Kentungan yang terus akan mendapat pembinaan dan didampingi dari Kalurahan, PPL, Kapanewon dan Dinas
“Kapanewon Depok melalui Jawatan Kemakmuran berharap semoga KWT di Depok tetap semangat memanfaatkan keterbatasan lahan untuk menanam berbagai tanaman sekaligus untuk menambah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di wilayah Depok yang terus semakin berkurang dengan berdirinya rumah hunian dan bangunan lainya, lahan kosong yang ada semaksimal mungkin juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan KWT dan kegiatan lainya yang dapat menghasilkan income bagi warga masyarakat,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)



