Karang Taruna Kabupaten Sleman Serahkan Donasi untuk Korban Gempa Bumi Cianjur dan Tanah Longsor Gunungkidul

Sleman- Karang Taruna Kabupaten Sleman melalui bidang Unit Kesejahteraan Sosial (UKS) menyerahkan bantuan donasi warga masyarakat Sleman kepada korban terdampak gempa Cianjur, Minggu (05/02/2023). Penyerahan ini merupakan serangkaian aksi kemanusiaan Karang Taruna se-Kabupaten Sleman. Berbagai kegiatan penggalangan mulai dari konser amal hingga pengajian akbar dilakukan di berbagai kalurahan di Sleman. Total dana terkumpul sebanyak Rp yang disalurkan ke Cianjur dan Gunungkidul.

Sebelumnya KT Kab Sleman melakukan assessment di Cianjur pada Minggu 18 Desember 2022 lalu dan penyerahan donasi tanah longsor di Gunungkidul pada Senin, 9 Januari 2023. Dalam pelaksanaannya, kami bekerjasama dengan Himpunan Alumni IPB Cianjur (hiaci) Peduli dan Karang Taruna Kapanewon Semin, Gunungkidul.

Samirin selaku ketua umum KT Kab Sleman menyatakan belasungkawa terhadap para korban bencana yang terdampak dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu meringankan beban saudara kita.

“Mendengar musibah yang melanda saudara kita di Cianjur dan Gunungkidul, kami turut berbela sungkawa lalu berinisiasi untuk menggalang donasi. Alhamdulillah disambut warga masyarakat Sleman dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan amanah kepada kami. Semoga apa yang kita lakukan mampu meringankan saudara kita yang terkena musibah,” ungkapnya.

Menurut Samirin, pemberian donasi dari warga Sleman merupakan wujud empati dan simpati terhadap saudara kita di Cianjur dan Gunungkidul.

“Tahun 2006 warga Sleman merasakan dahsyatnya gempa bumi Bantul dan Erupsi Gunung Merapi 2010. Hal ini membuat warga Sleman menjadi lebih mudah berempati dan bersimpati terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah”.

Ketua Hiaci Peduli Brian Koesoema Adhie menyampaikan ucapan terima kasih terhadap warga sleman yang telah peduli terhadap masyarakat Cianjur.

“Matur nuhun untuk teman-teman warga Sleman yang telah membantu meringankan beban masyarakat Cianjur. Mohon doanya supaya kami dapat segera bangkit dan beraktivitas seperti sedia kala,” pungkas Brian.

Adapun donasi yang sudah terkumpul dibelanjakan untuk pembangunan fasilitas umum di Cianjur seperti hunian sementara (huntara), madrasah, instalasi air, mck serta sarana dan prasarana penunjang lainnya. Sedangkan di Gunungkidul dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga yang terdampak serta uang tunai. (Imam SW)




Kabupaten Sleman Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima piagam penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2022 dengan nilai 91,57. Penghargaan tersebut merupakan hasil kegiatan pengawasan pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI.  Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menerima piagam penghargaan yang diserahkan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY, Budhi Masthuri pada Senin (6/2/2023),

Budhi Masthuri mengatakan, penyerahan penghargaan tersebut merupakan agenda tahunan yang diberikan oleh Ombudsman RI. Dengan meraih nilai sebesar 91,57, membuat Kabupaten Sleman masuk dalam kategori zona hijau kualitas tertinggi. Pencapaian tersebut, dikatakan Budhi layak untuk diapresiasi.

“Kami sampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Sleman yang berhasil masuk dalam kategori zona hijau. Saya yakin dengan angka 91,57 tersebut tidak mudah untuk mencapainya. Karena masih banyak juga daerah yang mendapatkan hasil di bawah angka 80, sehingga ini layak untuk diapresiasi,” kata Budhi.

Budhi sekaligus berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi pematik untuk Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan pelayanan. Dengan membangun komunikasi yang sehat bersama masyarakat, Budhi berharap persepsi positif terhadap Kabupaten Sleman pun turut semakin meningkat.

“Saya percaya ini bisa menjadi pemantik untuk meningkatkan pelayanan dengan hati. Semoga tahun depan Sleman bisa mendapat nilai yang lebih tinggi,” ucap Budhi.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ombudsman yang telah mempercayakan penghargaan tersebut kepada Kabupaten Sleman. Bupati menilai, apresiasi itu menjadi bentuk upaya pencegahan sekaligus mencari solusi terhadap masalah dan hambatan yang ditemui pada sistem pemerintahan.

“Alhamdulillah hasil penilaian kepatuhan implementasi standar pelayanan oleh Ombudsman RI pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Sleman berada di zona hijau dengan nilai 91,57 . Hasil ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik di masa yang akan datang,” kata Kustini.

Dilanjutkan Kustini, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk melakukan peningkatan kompetensi pelaksana dan pemenuhan sarana prasarana pelayanan. Termasuk juga, dengan mengelola pengaduan masyarakat melalui berbagai kanal untuk menghindari terjadinya mal-administrasi. 

“Dengan begitu, diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan publik yang mudah, efisien sesuai standar operasional yang ditentukan,” sambung Kustini.

Pada kesempatan itu, terdapat 6 OPD Kabupaten Sleman yang juga meraih penghargaan. Keenam OPD tersebut di antaranya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan nilai 94,27, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan nilai 93,21, Puskesmas Gamping 2 dengan nilai 92,72, Puskesmas Ngaglik 1 dengan nilai 89,92, Dinas Sosial dengan nilai 89,67, serta Dinas Pendidikan dengan nilai 89,65.




Bupati Sleman Berharap Paguyuban Bregada Rakyat Sembada Jadi Garda Terdepan Pelestarian Kebudayaan

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengukuhkan pengurus Paguyuban Bregada Rakyat Sembada Kabupaten Sleman, bertempat di Omah Dhahar Mbah Wanto, Berbah, Minggu (5/2/2023). Dalam kesempatan tersebut, Kustini berharap Paguyuban Bregada Rakyat Sembada ini dapat aktif dalam upaya pelestarian budaya yang ada di Sleman.

“Bregada ini adalah bagian dari keistimewaan Yogyakarta. Saya harapkan Bregada tidak hanya aktif di event-event, tapi juga aktif dalam melestarikan kebudayaan jawa secara umum,” ujarnya.

Lebih lanjut Kustini berharap para bregada juga dapat menjadi teladan yang baik di masyarakat, khususnya dalam hal kebudayaan. Di samping itu, Bregada juga diharapkan dapat bersinergi dengan pihak terkait di wilayahnya masing-masing dalam rangka menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Melestarikan budaya tidak mudah. Karena harus bisa menjadi tauladan, baik dalam perkataan ataupun perbuatan,” ungkapnya.

Sementara Yulianto, Ketua Paguyuban Bregada Rakyat Sembada, melaporkan ada sebanyak 35 orang dari 17 Kapanewon yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut. Ia juga menyebutkan saat ini kurang lebih ada 200 paguyuban bregada yang telah terdaftar di Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

“Sebenarnya lebih banyak dari itu, tapi masih banyak yang belum mempunyai NIK (Nomor Induk Kebudayaan). Yang belum mengurus NIK silahkan diurus, kami siap membantu,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa paguyuban ini berdiri sejak 1 Februari 2022 lalu. Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, sambungnya, Paguyuban Bregada Rakyat Sembada sering mengadakan pelatihan bagi anggotanya. Selain itu, paguyubannya juga selalu turut andil dalam memeriahkan acara HUT Kabupaten Sleman.




Banyak Manfaatnya, Bupati Sleman Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengunjungi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Makmur Lestari di Padukuhan Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sabtu, (4/2/2023). Dalam acara tersebut, Kustini memberikan arahan sekaligus secara simbolis memberikan sedekah ikan dan mengajak masyarakat untuk Gemar Makan Ikan (Gemari)

Dalam arahannya, Kustini mengapresiasi Kelompok Makmur Lestari dalam inisiasinya memanfaatkan tanah kas desa untuk menjadi lahan produktif. Ia berharap dengan adanya Kelompok Pembudidaya Ikan Makmur Lestari dapat mengangkat perekonomian masyarakat Tambakbayan. Untuk itu, Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian Pangam dan Perikanan akan melakukan pendampingan serta dukungan yang diperlukan.

“Saya berharap kedepan Pokdakan Makmur Lestari dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat Tambakbayan dan dapat mengembangkan agar lebih produktif,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan karena ikan memiliki manfaat bagi kecerdasan dan kesehatan anak. Menurutnya, dengan gemari kedepan dapat memenuhi gizi anak di Kabupaten Sleman sehingga dapat menekan prevalensi Stunting.

“Saya juga mengajak masyarakat Tambakbayan untuk gemar makan ikan karena baik untuk kesehatan serta dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak kita,” ujar Kustini

Sementara itu, Ketua Pokdakan Makmur Lestari, Supriyanto melaporkan bahwa saat ini terdapat 60 anggota yang telah dikukuhkan Lurah Caturtunggal. Ia menjelaskan bahwa potensi air di Tambakbayan cukup melimpah sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk perikanan khususnya komoditi bawal dan nila.

“Saya berterimakasih atas arahan Bupati  Sleman dan kedepan berharap dukungan dari Pemkab Sleman agar bisa berdaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambakbayan,” ujar Supriyanto




Kodim Bersama Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Guna Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Sleman – Dalam rangka mendukung program percepatan stunting di Kabupaten Sleman, Kodim 0732/ Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman salurkan 100 paket bantuan bagi anak stunting di wilayah Sleman.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Dandim Sleman Danny Arianto Pardamean Girsang yang sekaligus sebagai Bapak Asuh Stunting Kabupaten Sleman bertempat di Balai Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Sabtu (4/2/2023).

Dandim Sleman, Danny Arianto Pardamean Girsang menyampaikan bahwa penyerahan bantuan bagi anak stunting ini merupakan kerjasama antara TNI-POLRI dan Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai tindaklanjut dari arahan Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI yang memiliki priortas salah satunya percepatan penurunan stunting.

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas TNI-POLRI dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung program percepatan penurunan stunting khususnya di wilayah Sleman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dandim Sleman juga menjelaskan dibanding dengan Kabupaten/Kota di DIY, kasus stunting di sleman terbilang rendah. Namun hal tersebut menurutny tidak menurunkan upaya TNI-POLRI dan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus melakukan langkah – langkah percepatan penurunan stunting di Sleman.

Adapun bantuan yang diserahkan dalam kesempatan tersebut yaitu 100 paket yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur ayam 1 kilogram, susu anak khusus, dan minuman sari kacang ijo.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman, menyampaikan bahwa kemiskinan dan permasalahan stunting menjadi perioritas Pemerintah saat ini.

Terkait kondisi stunting di sleman, Danang menyebut data terakhir tahun 2022, stunting di sleman mengalami penurunan. Dijelaskan Danang, pada tahun 2021 angka stunting di Sleman berada di angka 6,9 persen. Sementara pada tahun 2022 berada di angka 6,8 persen.

Penurunan satu persen ini menurutnya tidak bisa dilihat hanya persentasi. Namun, ada perbedaan dari cakupan data pada tahun 2021 dan tahun 2022.

“Pada tahun 2021 data yang dikumpulkan terkait stunting hanya mencakup 63 persen dari balita yang ada di Kabupaten Sleman. Cakupan tersebut dikarenakan adanya kendala terlebih kondisi Covid. Sementara pada tahun 2022, pendataan mencakupi hingga 93 persen balita yang ada di Sleman,” jelasnya.

Danang menyebut, penurunan angka stunting yang ada di sleman ini hasil dari kerjasama yang baik dari seluruh pihak yang berkomitmen untuk menghadapi permasalahan stunting yang ada di Sleman.