Tingkatkan Kapasitas Pengajar, KKG Godean Gelar Workshop untuk Guru TK

Sleman – Kelompok Kerja Guru (KKG) TK se-Kapanewon Godean mengadakan workshop untuk Guru TK di Kapanewon Godean pada Kamis (9/2/2023) di Joglo Sawah Tannuka, Sidoagung, Godean, Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana,  Pengawas TK,SD Korwi Godean Sasmiyati dan 40 guru TK PNS se Kapanewon Godean.

Ketua KKG TK Kapanewon Godean Sarjiyem dalam sabutanya menyampaikan bahwa  kegiatan workshop bagi guru TK PNS atau ASN Kapanewon Godean sudah tersusun selama satu tahun dengan berbagai materi. ” Saya mohon kepada semua guru untuk bisa mengikuti,” tutur Sarjiyem.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana dalam sambutannya menuturkan bahwa guru adalah status yang tidak lekang dimakan waktu. Untuk itu, pengelola atau guru TK harus mampu membentuk peserta didik menjadi mandiri, unggul kompetitif dan unggul koperatif agar.

“Dengan Biamillahirrahmanirahim Workshshop guru TK Kapanewon Godean kami buka,” ucap Ery mengakhiri sambutannya. (Sugiyanto/ KIM Sumber Biwara Moyudan)




Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNN Sleman Gelar Sosialisasi di MAN 1 Sleman

Sleman – Dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman melaksanakan Sosialisasi Bahaya Narkoba dengan menyanyikan Lagu Mars BNN di MAN 1 Sleman, Kamis (9/2/2023).

Pada kesempatan tersebut, Rindra Septy Wahyuningrum, tim penyuluh Narkoba  BNN Kabupaten Sleman menjelaskan bahaya narkoba sambil mengajak seluruh siswa MAN 1 Sleman  menyanyikan Lagu Mars BNN untuk menyampaikan pesan “War On Drugs”

Dirinya berharap kegiatan ini menjadi terobosan baru tentang sosialisasi anti narkoba terutama bagi para remaja. “Kami mengajak bernyanyi dengan harapan semakin banyak orang terutama para remaja terpapar imun tolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” terang Septy.

“Selain itu, kegiaatan ini merupakan rangkaian  peringatan Hari Ulang Tahun BNN yang acara  puncak akan berlangsung pada tanggal 7 Maret 2023. Target BNN Kabupaten Sleman dapat mengumpulkan orang  untuk menyanyikan lagu Mars BNN,” tambahya.

Septy menuturkan, BNN telah menunjuk 10 sekolah terpilih untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini salah satunya adalah MAN 1 Sleman dengan jumlah 613 orang.

“Saat ini BNN kabupaten Sleman sudah berhasil mengumpulkan orang dari 10 sekolah. Sedangkan untuk seluruh Indonesia telah mencapai 2,4 juta orang,” pungkas Septy.

Sementara itu, H. Soir, Kepala MAN 1 Sleman berpesan kepada siswa agar tidak mencoba-coba dengan narkoba. “Jangan pernah mencoba naroba dalam bentuk apapun,” imbaunya. (smn)




Pentingnya Pengetahuan Kader untuk Deteksi Dini Stunting

Sleman – Salah satu upaya untuk pendeteksian dini stunting adalah dengan melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala dengan Antropometri Kit dan alat deteksi dini perkembangan anak (Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang/ SDIDTK Kit) untuk mendapatkan hasil yang valid dan akurat.

Hal tersebut salah satu yang ditekankan oleh Cahyaningtyas Triwinarni. Nutrisionis Penyelia UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pakem saat menjadi narasumber dalam Bimtek Kader Posyandu Aktif yang digelar oleh Bagian Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masayarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kalurahan Donoharjo di Aula Kalurahan Donoharjo, Rabu (8/2/2023).

Cahyaning menuturkan, diperlukan peningkatan pengetahuan , pemahaman, dan keterampilan kader posyandu sebagai pemantau pertumbuhan dan perkembangan Anak di  posyandu yang dilakukan secara rutin setiap bulan.

“Yang dimaksud dengan pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu misalnya anak bertambah berat badan dan panjang atau tinggi badan. Sedangkan Perkembangan yang dimaksud adalah berkembangnya fungsi tubuh psikomotorik, mental dan sosial, sebagai contoh anak dari berbaring mampu duduk, berdiri , berjalan, berbicara, bermain dan bersosialisasi ,” kata Cahyaningtyas.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil pemantauan pertumbuhan yang valid dan akurat dilakukan dengan alat Antropometri (Antropometri Kit) yang terdiri dari alat ukur berat badan bayi (baby scale), alat ukur berat badan injak digital alat ukur panjang badan (infantometer), alat ukur tinggi badan (microtoise), alat ukur lingkar lengan atas  dan alat ukur lingkar kepala. Sedangkan kegiatan deteksi dini perkembangan anak terdiri dari kubus warna warni, lonceng warna kerincing, kertas warna, pensil , kartu warna , kartu E , dan lain-lain.

Pada pelatihan yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut para kader posyandu  diberikan materi pengetahuan jenis alat, kriteria alat, cara penggunaan dan pemeliharaan. Selain itu peserta juga melakukan praktek penggunaan alat  yang sesuai dengan standar sehingga alat yang digunakan terjaga validitas (ketelitian) dan reliabilitasnya ( konsistensi alat).

Sementara itu, Lurah Donoharjo Hadi Rintoko menyampaikan apresiasi terhadap peran para kader yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Para Kader adalah orang orang pilihan dari warga masyarakat, mereka para relawan sejati di bidang kesehatan. Kiprahnya menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat dari balita, remaja, ibu hamil, pasangan usia subur, lansia dan lain-lain. Di tangannya  warga masyarakat senantiasa terpantau status kesehatannya,” ujar Hadi. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)