Membentuk Keluarga Literasi dengan Metode Read Aloud

Sleman – Dalam rangka merealisasikan program Gelari Pelangi, Pokja II Tim Penggerak  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Read Aloud bagi Kader PKK pada Rabu (22/2/2023) di Aula Kapanewon Sleman, DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK Kabupaten Sleman Tengah yang meliputi wilayah dari Kapanewon Mlati, Sleman, Turi, Tempel, Pakem dan Ngaglik. Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman mengusung kegiatan literasi  untuk meningkatkan pengetahuan dalam keluarga melalui minat membaca buku dimulai dari anak usia dini. Diharapkan dengan keluarga yang literat akan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Sleman, . Sri Habsari  Suprobo Dewi menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pendidikan dalam keluarga agar literat sehingga menyejahterakan keluarga. Kegiatan literasi ini menyasar kader PKK sekabupaten Sleman dengan 3 kali pelatihan pada tanggal 15 dan 22 Februari juga tanggal 1 Maret 2023.

“Minggu lalu wilayah Sleman Barat, hari ini Sleman Tengah, dan Minggu depan menyasar untuk wilayah Sleman Timur”, jelasnya.

“Dalam pelaksanaan pelatihan ini kami bekerjasama dengan gerakan pemasyarakatan minat baca (GPMB) DIY dan Mata Aksara sebagai mentornya. Hal ini sejalan dengan tindak lanjut dari MoU yang ada”, imbuhnya.

Read Aloud adalah metode membaca dengan bersuara nyaring atau lantang sehingga bisa didengarkan oleh siapa saja dengan diikuti oleh intonasi lagu kalimat dan ekspresi mimik pembacanya. Dengan cara ini membaca menjadi lebih menyenangkan dan dapat memberikan kedekatan hubungan antara pembaca dan yang dibacakan.

Tri Akhmeriyadi selaku Panewo anom Kapanewon Sleman menyampaikan bahwa budaya baca haruslah dipupuk sejak dini dengan ditauladani oleh kedua  orangtuanya.

“Tidak hanya ibunya saja namun juga oleh bapaknya, tentunya bisa dengan metode read aloud yang akan dipelajari nanti.  Membacakan buku cerita diharapkan dapat lebih meningkatkan kedekatan perasaan Ibu dan anak sehingga keluarga menjadi lebih bahagia” ujar Tri sekaligus membuka pelatihan bagi kader PKK tersebut.

Sementara itu Nuradi Indrawijaya, mentor sekaligus Ketua GPMB DIY menjelaskan bahwa metode read aloud ini juga bisa digunakan untuk anak-anak belajar membaca, bahkan yang gemar membaca.

“Selain itu, read aloud juga melatih keterampilan menyimak, menambah kosa kata dan untuk membangun kedekatan antara orangtua dan anak,” ujarnya.

Heni Wardatur Rohmah  dari Mata Aksara selaku narasumber menjelaskan untuk bisa menguasai metode read aloud, ada tiga tahapan yang harus diperhatikan oleh orangtua yakni persiapan, saat memulai dan selama kegiatan, serta sesudah.

Tahap persiapan menyangkut empat hal yakni menetapkan tujuan pembacaan, memilih bahan bacaan, membaca kembali, dan merencanakan tanggapan. Kemudian tahapan kedua yaitu saat dan selama kegiatan dimulai dengan membaca informasi latar bacaan, memperhatikan intonasi, kecepatan, dan penekanan kata, serta melakukan interaksi gestur. Tahapan terakhir yakni sesudah, ditutup dengan kegiatan diskusi bersama peserta.

“Persiapan merupakan tahap terpenting dalam mempraktikan metode read aloud. Contohnya panjang teks dan bacaan yang nyaman untuk kita baca, menjadi pertimbangan penting dalam memilih bahan bacaan dan yang terpenting adalah tindakan nyata (action) berupa praktik membaca buku dalam keluarga di rumah,” jelas Heni.

Dalam kesempatan lain Gugun salah satu peserta manyatakan kesenangannya mendapatkan pelatihan read aloud ini.

“Senang mendapat pengalaman baru, diberi ilmu membacakan buku cerita dengan teknik yang menyenangkan sehingga nanti saat di rumah akan langsung praktik,” ujarnya.

Sementara itu, Mila Harda, Ketua Pokja II PKK Sleman berharap dengan pelatihan ini, para kader dapat memiliki pemahaman tentang teknik read aloud dan nantinya dapat langsung menerapkannya di dalam keluarga.

“Semoga pelatihan membaca nyaring ini dapat berkontribusi meningkatkan literasi membaca di Kabupaten Sleman,” pungkas Mila. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Pentingnya Memperhatikan Etika Bermedia Sosial

Sleman – Pemerintah Kapanewon Seyegan menggelar Rapat Koordinasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Seyegan di Aula Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (22/2/2023). Rakor yang dihadiri langsung oleh Pembina KIM Seyegan sekaligus Plt. Panewu Seyegan, Siti Baroroh tersebut mendatangkan Pranata Hubungan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Agastya Dedy Kusuma sebagai narasumber dengan tema Etika Bermedia Sosial,

Siti Baroroh, dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa setelah vakum kegiatan karena pandemi COVID-19, KIM Seyegan diharapkan untuk dapat berkiprah kembali dalam menjembatani penyebaran informasi dari pemerintah ke masyarakat dan sebaliknya.

“Kapanewon sendiri masih mempunyai keterbatasan dalam memfasilitasi pertemuan KIM, sehingga diharapkan ada pertemuan KIM yang dilaksanakan secara mandiri,” ujar Siti.

“Peran KIM yang sangat strategis dalam berkontribusi dalam tata kelola kemasyarakatan sangat diharapkan baik dalam tata kelola lingkungan, pembangunan dan kegiatan sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Agastya mengawali materinya dengan terlebih dahulu menyampaikan Peran KIM sebagai Kader Informasi yang memberi manfaat. Sebagai relawan informasi diharapkan KIM dapat me-supply berita kepada pemerintah atau sebagai kontributor berita. “Konsep ini diharapkan diduplikasi di tingkat kalurahan,” ujar Agastya.

Agas menekankan bahwa KIM juga dapat berperan sebagai sumber rujukan berita yang terpercaya yang akan meluruskan segala macam informasi yang rancu di masyarakat.

Dalam materi Etika bermedia sosial, Agas menerangkan berbagai perbuatan yang dilarang dalam UU payung hukum dalam bermedia sosial terdapat dalam UU no 11 tahun 2008 tentang ITE dan UU no. 19 tahun 2016 tetang ITE.

Adapun dalam etika bermedia sosial, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pergunakan bahasa yang baik yaitu Bahasa yang sopan dan menghindari penggunaan kata atau frasa multitafsir. Selain itu, dalam bermedia sosial juga harus menghindari penyebaran SARA, pornografi dan aksi kekerasan.

“Termasuk informasi yang menimbulkan konflik antar sesama, foto korban kekerasan dan foto korban kecelakaan lalu lintas,” tegas Agas.

Selain itu, sebelum menyebarkan informasi di media sosial, harus dipastikan bahwa berita tersebut benar, untuk meminimalisir terjadinya hoaks. Dalam bermedia sosial juga harus menghargai karya orang lain. “Berita yang disampaikan tidak sekedar di-copy paste tapi  mencantumkan sumber informasinya,” tukas Agas.

Terakhir adalah jangan salah mengumbar informasi pribadi seperti lokasi terkini, alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, nama orang terdekat, tiket transportasi dokumen identitas, barang berharga, foto anak dan foto saat liburan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Perkuat Karakter Siswa Lewat Berkemah

Sleman – Sebanyak 198 anak kelas X MAN 4 Sleman mengikuti perkemahan bertajuk Sardha Satya Scout Camp selama 3 hari yaitu Senin (20/2/2023) sampai Rabu (22/2/2023) di Bumi Perkemahan Jaka Garong Garongan, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY. Kegiatan diisi dengan pemberian materi berupa pioneering, survival, kesehatan mental, outbound, character development, lomba, serta keagamaan.

Satria Perdana, Pembina perkemahan tersebut menuturkan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena dengan mengikuti perkemahan, siswa bisa belajar banyak seperti bekerja sama dalam kelompok, problem solving, hingga unjuk kepercayaan diri dalam berbagai lomba. .  “Selama tiga hari dalam perkemahan ini kalian bisa mengenal watak asli dari teman di satu sangga.  Dibutuhkan pengertian, saling memahami untuk bisa bekerja sama,” ujarnya.

“Semua itu membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan dan sikap survive, belajar bertahan hidup,” imbuhnya.

Menurutnya, melalui kegiatan perkemahan ini dapat dijadikan wahana penguatan pendidikan karakter disiplin, kerja sama, kreatif, semangat juara, toleran hingga empati. 

“Kagiatan memberikan banyak pelajaran kepada kalian, utamanya kedisiplinan dan kerja keras. Kemah mengajarkan kepada kita untuk tidak bermalas-malasan, karena kemalasan akan menghasilkan kesia-siaan belaka,” ujarnya.

Sementara Kepala MAN 4 Sleman, Mohamad Yusuf berharap para peserta dapat menerapkan apa yang dipelajari dari kegiatan perkemahan ini di kehidupan sehari-hari, terutama kedisiplinan dan kerja sama.

“Dengan kegiatan ini diharapkan kedisiplinan dan kerja sama yang telah ditanamkan selama kemah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi pribadi unggul, pantang menyerah,” kata Mohamad Yusuf. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Peringati HPN, Bupati Sleman Apresiasi Peran Media Dalam Pembangunan

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan bakti sosial di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Rabu (22/2).

Bekerjasama dengan Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS), peringatan HPN 2023 Kabupaten Sleman kali ini diisi dengan bakti sosial terdiri dari donor darah bagi masyarakat umum dan pembagian sembako kepada 100 warga prasejahtera di wilayah Tridadi, Sleman. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan tali asih kepada dua keluarga wartawan Sleman yang meninggal.

Bakti sosial ini digelar dengan maksud untuk memberikan kontribusi positif dan manfaat nyata  bagi masyarakat. Donor darah juga secara khusus ditujukan untuk membantu mencukupi kebutuhan darah PMI Sleman.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan sejumlah Pejabat OPD di lingkungan Pemkab Sleman. Di samping itu turut hadir sejumlah wartawan Sleman dari berbagai media.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh jajaran pers atas kerjasamanya selama ini dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Menurut Kustini, pers memiliki peran penting baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah. Ia menilai kedudukan pers sebagai jembatan yang menghubungkan informasi dari Pemerintah ke masyarakat maupun sebaliknya.

“Pers menjadi mitra pemerintah untuk menginformasikan berbagai kebijakan dan langkah strategis yang ditetapkan pemerintah,” jelas Kustini.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Kustini juga mendorong profesionalitas insan pers dalam menjalankan tugas yang sesuai dengan tema besar HPN 2023 yaitu ‘Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat’.

“Jurnalis harus profesional, memenuhi kode etik jurnalistik dan memiliki independensi yang kuat dalam menjalankan profesinya. Terlebih tahun ini merupakan tahun politik. Jurnalis diuntut untuk netral.” Ujar Kustini.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia HPN 2023 Kabupaten Sleman, Subardi mengatakan bahwa dalam peringatan HPN 2023 ini, PWPS berkomitmen untuk memerangi hoax sebagai bentuk profesionalisme jurnalis. Menurutnya, selain merugikan masyarakat, berita hoax juga merugikan media massa.

“Wartawan Sleman siap berkarya yang bermanfaat bagi masyarakat dengan merdeka menyajikan berbagai berita yang bersifat informatif, promotif dan edukatif, sehingga berita yang ditulis wartawan sleman bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Di samping itu, dalam penyelenggaraan kegiatan peringatan HPN 2023 ini, diserahkan juga berbagai doorprize bagi peserta donor darah. Adapun doorprize yang disediakan yaitu sepeda, dispenser, ricecooker dan kipas angin serta disediakan sejumlah voucher menginap di hotel. Seluruh hadiah diberika melalui pengundian yang dilakukan oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Sekretaris Daerah Sleman dan sejumlah perwakilan BUMD Sleman.




Dukung Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan, Dinas P3AP2KB Sleman Gelar Musrenbang Perempuan

Sleman – Sebagai upaya untuk memberikan ruang dan waktu khusus pada perempuan untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Bagi Perempuan Tingkat Kabupaten, bertempat di Hall Rumah Makan Pringsewu, Sleman, DIY, Kamis (23/2/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 122 peserta perempuan terdiri dari 105 orang perwakilan berbagai organisasi seperti perangkat kalurahan, BPKal, karang taruna, HWDI, forum PUG bidang agama, dan mitra binaan perangkat daerah Sleman, serta 17 perwakilan Perangkat Daerah Sleman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Sleman, Mahmudah Arfiyati menuturkan, musrenbang ini diadakan sebagai upaya Pemkab Sleman untuk mengupayakan melaksanakan pengarusutamaan gender dalam setiap rencana pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Sleman.

Menurut wanita yang biasai disapa Arfi ini, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kemampuan dalam mengoptimalkan sumberdaya manusia yang dimiliki, termasuk perempuan untuk memajukan wilayah Kabupaten Sleman. Hal tersebut sesuai dengan visi Bupati Sleman tahun 2021-2026 Terwujudnya Sleman sebagai rumah Bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong-royong.

“Partisipasi perempuan harusnya dapat mewarnai  berbagai bidang pembangunan antara lain Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi, sehingga diharapkan tidak ada lagi kesenjangan  gender,” ujar Arfi.

Untuk itu, dengan adanya musrenmbang ini, Arfi berharap nantinya para perempuan di Sleman dapat membaca isu gender di wilayah mereka yang kemudian dikemas dalam usulan perencanaan anggaran tahun 2024. Nantinya usulan tersebut akan dituangkan dalam berita acara yang akan menjadi bahan usulan rencana kerja perangkat daerah di Kabupaten Sleman.

“Dengan begitu, diharapkan nantinya dapat terwujud akses, partisipasi, kontrol dan manfa’at (APKM) masyarakat laki-laki dan perempuan secara adil dalam pembangunan,” tambah Arfi.

Pelaksanaan musrenbang ini mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Mafilindati Nuraini, Kustini berharap musrenbang ini dapat mengawal program pembangunan di Sleman yang responsif bagi perempuan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan dalam berbagai dimensi pembangunan.

“Saya berharap melalui forum musrenbang bagi perempuan  ini partisipasi aktif semua pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman dapat berembug bersama dalam memformulasikan rencana pembangunan bagi perempuan, sehingga kegiatan pembangunan bagi perempuan benar-benar sesuai kebutuhan, permasalahan, potensi  dan aspirasi masyarakat,” ujar Kustini.

Kustini mengajak agar semua pemangku kepentingan untuk turut serta berpartisipasi dan mendukung upaya Pemkab Sleman dalam mewujudkan pembangunan bagi perempuan.

“Saya berharap partisipasi  nyata dari pemangku kepentingan, bukan partisipasi yang sekadar simbolis, tetapi dapat memberikan kepastian bahwa program yang diusulkan dapat terakomodasi,” tutup Kustini.

Musrenbang ini sendiri menghadirkan 2 narasumber yaitu Yuni Hastuti, Perencana Ahli Muda pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman, dan Wasingatu Zakiyah dari Caksana Institut.

Dalam kesempatan tersebut, Yuni menjabarkan beberapa kebijakan Pemkab Sleman, baik yang telah maupun yang akan dilakukan untuk mengakomodir kepentingan dan partisipasi perempuan. Sedangkan Wasingatu Zakiyah memaparkan mengenai tentang urgensi musrenbang ini untuk menyuarakan hak perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.